Cinderella Step Sister

Cinderella Step Sister
Sebuah rasa


__ADS_3

"kenapa menangis"


sebuah suara maskulin yang terdengar tegas namun terkesan dingin dan arogant mengagetkan anggi.


gadis itu sontak menengadahkan kepalanya yang sedang menunduk menahan tangis.


seorang pria tampan,bahkan sangat tampan terlihat berdiri menjulang tinggi didepan anggi.pria tampan bermata hezel gelap menatapnya tajam,namun ada kesan lembut didalamnya.


seorang pria yang memiliki mata setajam elang,beralis hitam tebal,memiliki hidung mancung dan jangan lupakan rahangnya yang tegas.


pria tampan itu memandang anggi lembut,mereka saling memandang dalam diam dengan posisi pria itu berdiri sambil menundukan wajahnya menatap wajah anggi sambil menampilkan senyum yang sangat menawan di wajah datarnya.yah pria tampan itu adlh Rafendra Wiguna CEO muda nan tampan dari Wiguna jaya coorporation,atau W.J.C


deg deg deg


"shit,kenapa dengan jantungku,hanya memandang wajahnya seakan jantungku ingin meloncat keluar"


"damn gadis ini sangat manis,dan lihatlah hidung merahnya itu sangat menggemaskan,dan oh bibir mungilnya yang berwarna pink itu,shit shit shit ada apa dengan otakku,kenapa jadi mesum begini"batin fendra bergejolak,selama hidupnya pria ini memang belum pernah sekalipun merasakan perasaan seperti ini pada gadis manapun.


walaupun hidupnya selalu dikelilingi oleh wanita wanita cantik dari berbagai kalangan mulai dari wanita bangsawaan,sosialita bahkan Para artis dan model papan atas yang selalu mengelilinginya seperti semut yang mengelilingi madu,namun tidak ada seorang pun yang bisa mendekati pria dingin nan arogant ini.


"kenapa diam saja nona,aku ini sedang bertanya padamu nona "fendra berbicara dengan nada datar dan dingin untuk menutupi debaran jantungnya.


lama anggi terdiam sambil menatap bingung ke arah pria tampan dihadapannya.


"huft,nona saya tau saya memang tampan,tapi saya rasa seharusnya nona sudah cukup memandangi saya lama"fendra tertawa geli melihat wajah polos penuh tanya anggi.


anggi masih diam saja,gadis itu menatap rafen kosong,bahkan tidak bergerak sedikitpun.


rafen yang mulai kesal akhirnya tanpa sadar mengelus pipi mulus anggi lembut.


"ah a...apa i...ia kenapa"anggi sontak menjawab tergagap akan sentuhan Rafendra.


"puft,maaf aku tadi Bertanya kenapa menangis"Rafendra mengulangi pertanyaannya sambil berusaha menahan tawa atas sikap gugup anggi.


"anda siapa,kenapa sembarangan menyentuh pipi saya"bukanya menjawab pertanyaan Rafen,Anggi justru melontarkan pertanyaan balik.


"maaf saya sudah menyapa kamu tadi,tapi kamu malah bengong seperti orang bodoh,ya mau tidak mau saya.....seperti itulah"jawab Rafendra santai.


"maaf saya rasa itu adalah urusan pribadi saya,dan saya juga tidak mengenal anda"jawab anggi cuek.


"god damn,gadis ini sungguh menarik,belum pernah ada yang berkata ketus seperti itu padaku,aku pasti akan mendapatkan mu manis"batin Rafendra sambil menatap anggi dengan senyum lembut diwajah tampan nya.


andaikan kondisi anggi sedang tidak patah hati,pasti senyuman itu mampu menggetarkan hatinya,namun sayang hanya wajah datar yang di berikan untuk membalas senyum menawan Rafendra.


"sebaiknya jika memiliki masalah jangan menangis sendiri seperti ini,carilah teman berbagi"ucap Rafendra sambil menatap mata anggi lembut.


"ada apa ini kenapa aku seakan terkesima oleh tatapan pria ini"batin anggi tertegun atas ucapan dan pandangan pria didepannya.


"emm aku sedikit lelah berbicara dengan posisi ini nona,bolehkah aku duduk disampingmu?"tanya Rafen sedikit memelas.


"emmm silahkan"jawab anggi datar.

__ADS_1


"sebenarnya kau sangat manis,andai saja air mata dan wajah datarmu itu hilang,ini ambilah sapu tanganku dan hapus air matamu"kata Rafen tegas.


anggi terdiam sejenak,kemudian ia meraih sapu tangan hitam beraroma maskulin pemberian Rafen.


"siapa namamu,boleh aku tau?"tanya Rafen.


"sepertinya tidak perlu tau,karna kita mungkin tidak akan bertemu lagi"jawab anggi sambil mengusap air matanya dengan sapu tangan pemberian Rafen.


"tidak,jika berjodoh kita pasti bertemu lagu,baiklah jika kau tak mau,cukup tau namaku saja,aku Rafendra Wiguna kau boleh memanggilku Rafen atau fendra juga boleh"ucap Rafen memperkenalkan diri sambil mengulurkan tangannya.


karna tidak enak akhirnya anggi menyambut uluran tangan Rafen.


"Anggita"jawab anggi singkat


sesaat seperti ada aliran listrik mengalir di seluruh darah keduanya.


anggi reflek melepas gengaman tangan Rafen darinya.keduanya nampak canggung sampai Rafen memecah keheningan mereka.


"jadi,kenapa menangis "Tanya Rafen kembali.


"tidak ada ya sudah saya permisi duluan"pamit anggi kemudian beranjak pergi.


setelah kepergian anggi,Rafen hanya duduk diam sambil menhirup aroma tangan yang tadi berjabat dengan anggi.


"sungguh Wangi,aroma manis vanila bercampur dengan kesegaran mawar,sungguh manis kau my sweet heart ,kita pasti bertemu lagi"batin Rafendra sambil tersenyum ,senyum yang bahkan tidak pernah diperlihatkanya pada siapapun.


tanpa Kedua orang itu sadari,Devan menatap murka dari balik gedung dibelakang taman,namun sayang ia tidak bisa melihat wajah laki laki yang sedang berbicara dengan gadisnya,karna posisi devan berada dibelakang Mereka.



(anggap ini taman ya tapi mereka duduknya di kursi panjang😉)


Devan menarik kasar tangan Anggi kebelakng pohon besar tak jauh dari taman kampus.


emosinya sudah benar benar mengendalikan dirinya.


Devan lalu mendorong tubuh anggi kasar lalu mengunci tubuh gadis itu,tak memberikan kesempatan bagi anggi untuk bergerak sedikitpun.


entah mengapa melihat Anggi berbicara dengan dengan laki laki lain membuat hatinya seakan terbakar.


ada kemarahan yang muncul disana.ia tidak rela melihat anggi berbicara sebegitu dekat dengan pria lain,ssedangkan pada dirinya sendiri gadis itu tidak perduli.


Anggi dapat merasakan tatapan kemarahan di mata Devan.lelaki itu sedari tadi terus menatapnya tajam dengan wajah yang merah padam.matanya bahkan nyaris menghitam penuh emosi.


posisi seperti mengingatkan anggi disaat Devan melakukan hubungan intim dengan Kristi .semua tindakan devan masih segar tersimpan didalam memori anggi,semua itu terus membayang bayangin anggi.


aura kemarahan devan ditambah dengan memori buruk tentang Devan membuat Anggi benar benar tidak bisa mengendalikan dirinya.Anggi merasa sesak dan lemah.


tanpa sadar kepala Anggi mulai terasa sedikit berputar.energinya seakan pergi begitu saja ketika berhadapan sedekat ini dengan laki laki yang telah mengkhianatinya.


getaran pelan ditubuh anggi akhirnya ditangkap oleh Devan.lelaki itu mendapati anggi terdiam kaku dengan pandangan menerawang.kemarahan dalam diri devan seakan memudar seketika,tergantikan dengan rasa khawatir yang mulai muncul.

__ADS_1


"apa yang sedang terjadi denganmu sayang"batin devan mulai panik.


"Anggi"panggil devan sembari menggoncangkan tubuh anggi pelan.namun usahanya gagal,anggi masih terdiam kosong dengan mata menerawang jauh.gadis itu terlihat seperti raga tanpa jiwa,hal itu membuat hati devan seperti di timpa dengan beban besar Sakit Itulah yang ia rasa.


"Anggi,Anggita"kali ini devan mengguncang lebih keras.


mata anggi beralih menatap devan,namun bukan dengan mata emerald bening yang selalu hangat menatap devan,kali ini tertutup oleh timbunan air mata yang siao jatuh.


kali ini nafas devan seakan tersekat,dadanya terasa berat untuk sekedar manarik nafas.


reflek devan mendekap tubuh bergetar anggi dihadapannya itu dengan erat.berharap setidaknya gadis itu dapat menjadikanya tempat bersandar.


namun Devan tidak mendapat reaksi apapun dari anggi.anggi masih terdiam kaku dalam posisi yang sama.


Devan benar benar menyesali perbuatan ya.karna efek yang ditimbulkan dari kebodohan yang dia lakukan sudah sangat menghancurkan hati gadis itu berkeping keping.


Anggi,gadis itu terlihat sangat kuat dari luar ,ia seperti batu karang yang berdiri kokoh menantang gelombang ,namun dia lupa jika ada erosi yang dapat menghancurkan karang sekokoh apapun secara perlahan namun pasti.


sejak kejadian semalam,Devan tidak pernah sekalipun tidak menyesali perbuatan ya.ditambah lagi dengan sikap anggi yang seakan menghindarinya.


gadis itu tidak mau membalas pesan nya,bahkan tidak mau mengangkat telpon nya.belum lagi devan harus menghadapi Bagas dan Maya orang tua angkat Anggi.


belum cukup dengan itu sekarang keluarga Devan sendiri mendiamkanya adiknya bahkan tidak mau lagi berbicara denganya.hancur sudah hidup seorang Devan Anggara.


"pergi"ucap anggi dingin.


"kumohon anggi,kita harus bicara sayang"pinta devan putus asa


"jangan menyebut namaku dengan mulut yang kau pakai mencumbu wanita lain,aku muak"ucap anggi murka.


"aku tau betapa besar ke salah ku,tapi sungguh aku Sangat mencintaimu sayang,tolong lah beri aku kesempatan memperbaiki nya"ucap devan frustasi.


"KAU TIDAK DENGAR KATAKU GO AWAY FROM ME,I DON'T WANT SEE YOU AGAIN"teriak anggi murka.


"ATAU KAU INGIN SALAH SATU DARI KITA MENGHADAP TUHAN BARU KAU MENGERTI HAH"tangis anggi mulai pecah,runtuh sudah pertahanannya


akhirnya untuk kesekian kalinya orang lain harus melihat ia menangis.


"sayang tolong jangan seperti ini ,aku sangat sangat menyesal"ucap devan sambil bersimpuh dikaki anggi.


"PERGI PERGI TEMUI PEMUAS NAFSUMU,JANGAN MENCARIKU LAGI,KEKASIHMU ITU SUDAH MATI DIMALAM KAU BERCINTA DENGAN WANITA ITU KRISTI "ucap anggi menahan kecewaanya.


dengan sangat terpaksa akhirnya Devan bangkit dan pergi meninggalkan anggi,ia tidak sanggup lagi melihat kemarahan gadis yang ia cintai.


"baik aku akan pergi,tapi tenang kan lah dirimu,aku janji kita masih harus bicara dengan kepala dingin"kata devan pasrah.


"kenapa kau tidak mengerti kak,aku benci penghianat an apapun itu"batin anggi parau


sepeninggalan devan ,kepala anggi terasa Sangat berat dan tiba tiba Semuanya menggelap.


ok all beri aku like,komen and bintang koin Seikhlasnya 😄

__ADS_1


__ADS_2