
halo para pembaca semua,thor balik lagi nih and sorry jika kalian rasa banyak kekurangan atau merasa jengah,Soalnya ini karya perdanaku,so jika kalian Punya kritik atau saran yang membangun ke arah lebih baik ,thor akan selalu balas dan nerima dengan senang hati,thank you all😄😄
🌹 happy reading🌹
Disebuah kamar di salah satu hotel,nampak seorang gadis tengah terduduk sambil menatap hiruk pikuk keramaian kota dari balik Jendela besar kamar hotelnya,nampak beberapa ia menghela nafas berat sambil mengusap air matanya kasar,
gadis itu mengamati keadaan kota dengan pandangan kosong,hingga tidak menyadari seorang gadis lain masuk dan menepuk pundaknya.
"hey,mau sampai kapan kamu gini rianti" gadis itu menoleh sejenak dan kembali membuang nafas kasar.
"maaf gi,hatiku masih sakit banget ,aku gak habis pikir sama kak kris,tega dia nusuk aku diam diam",Kemudian gadis yang tak lain adalah sahabatnya yang tak lain adalah Anggi,kembali ikut membuang nafas frustasi.
"lantas mau gimana lagi rianti,mungkin ini sudah jalan takdir bahwa laki laki sialan itu bukan untukmu,jika dia bisa bermain di belakangmu itu artinya dia memang bukan jodohmu,yakini aja seperti itu"anggi mencoba meyakinkan rianti.
setelah mengobrol saling menguatkan akhirnya Anggi memutuskan segera mandi dan rianti turun ia ingin sedikit berjalan jalan ke taman kota untuk menenangkan sedikit hati dan pikirannya.
dengan dres hijau tosca dan sepatu pumps dengan sedikit make up natural untuk menutupi wajahnya yang muram,riantipun meninggalkan anggi yang sedang mandi di kamar hotel tempat Mereka menginap.
hari sudah nampak mulai senja,saat tengah asik duduk di bang ku taman yang mulai sepi karna hari mulai beranjak sore,tiba tiba seseorang menepuk pundaknya dari belakang,refleks ia membalikan badan nya dan mendapati davin sedang berdiri dibelakangnya sambil tersenyum dan melipat kedua tangannya didepan dada.
"lho kak davin kok ada disini"rianti bertanya dengan wajah yang sedikit terkejut.
"hahahaha bisalah,tadi kakak baru selesai ketemu claent didekat sini,waktu kakak lewat depan taman,gak sengaja ngeliat kamu,so akhirnya kakak disini deh"jelas davin panjang lebar.
"oh gitu"jawab rianti malas.
"singkat banget sih ri,kamu sendiri kenapa disini,ini sudah mau malem lho kamu nginap dimana"tanya davin,masih dengan senyum manis di wajah tampan ya(yah walau masih kalah dari kakaknya devan😅)
"di hotel Grand "rianti masih menjawab dengan nada malas.
"sama siapa"tanya davin ingin tahu.
"bareng Anggi,udah ya kak aku balik dulu"rianti tidak ingin berlama lama karna suasana hatinya masih galau,segera rianti berdiri dan bersiap melangkah pergi,hingga tangan davin menahan langkahnya.
"lepasin kak,kak davin kenapa sih"rianti mulai sedikit tidak nyaman.
"tunggu ri,maaf kakak gak maksud ganggu kamu,biar kakak anter ya dari Pada kamu jalan kaki"tawar davin dengan senyum tulus di wajah tampan ya.rianti akhirnya Menerima tawaran davin,karna ia merasa sudah cukup lama meninggalkan Anggi,ia takut jika sahabatnya itu akan binggung mencarinya.
setelah mendapat persetujuan rianti,davin dengan lembut menuntun rianti ke arah dimana mobil sport putihnya terparkir rapi,beberapa pasang mata yang berpapasan dengan Mereka menatap kagum sekaligus iri pada rianti karna bergandengan dengan pria tampan yang menaiki sebuah mobil sport Mewah.
didalam mobil rianti hanya melamun,dipikirannya masih terekam jelas ingatan saat melihat kris dan lusi berbicara dengan mesra di restoran kemaren dan bagaimana sahabatnya itu memberi mereka pelajaran,tapi rianti masih ada sesuatu yang kosong dihatinya,ia harus mempertegas semua masalah ini dan mengambil keputusan apa bertahan atau melepas semua kenangannya bersama kris.
sampai di lobby hotel rianti sudah meminta davin untuk segera kembali,tapi davin menolak dengan alasan ingin melihat dan menyapa Anggi kekasih kakaknya,rianti dengan berat hati mengizinkan davin ikut ke kamar hotel yang ia tempati.
saat hendak memasuki lift hotel menuju kamarnya,tiba tiba tanganya dicekal oleh seorang pria yang tak lain adalah kris laki laki yang sudah sudah mengores luka dihatinya,untuk sejenak rianti terdiam namun tak lama kemudian dengan kasar ia menepis tangan kris.
__ADS_1
"mau apa lagi kamu kak,belom puas nyakitin aku rianti berkata dengan suara lirih dan menahan kecewa dihatinya.
"rianti plis maafin kakak,apa yang kakak omongin ke Anggi itu semua bohong,kakak terpaksa menikahi lusi,kalo tidak orang tua kakak tidak akan memberikan warisan hak kakak,kamu tenang aja kakak masih mencintai kamu rianti"kris mencoba membujuk rianti sambil menggenggam tanganya erat.
"kamu menjijikkan,aku gak butuh laki laki seperti kamu,kamu akan menikah tapi kamu dengan egois masih ingin kita bersama,LEPASKAN "rianti sudah tersulut emosi,dia mulai memberontak mencoba melepaskan cengkraman tangan kris,yang malah menariknya paksa hendak meninggalkan hotel.
davin yang mencoba tidak ikut campur mulai gerah melihat sikap kasar kris pada rianti,davin mencengkram kuat tangan kris yang memegang tangan rianti.
"anda tidak dengar dia menolak anda keras,lepaskan tangannya sekarang juga"davin berbicara dengan tenang namun nampak kemarahan terpancar dari manik biru matanya.
"anda siapa,jangan ikut campur dengan hubungan kami,ini bukan urusan anda"kris mulai geram.
davin hanya melihat kris dengan tatapan menghina yang kentara,sambil menarik rianti kesisinya davin memandang kris dengan senyum smirk nya.
rianti mulai emosi melihat ketidak tau malunya kris,sudah akan bertunangan dengan wanita lain tapi masih saja memintanya disisinya,akhirnya tidak ingin melihat kris berlama lama,rianti terpaksa berbohong.
"ku mohon kak,pergilah jangan jadi egois,Jika kakak sudah memberi cinta Pada Wanita lain,maka lepaskanlah Cinta Sebelumnya ,aku akan merelakan kak"meski dalam hati rianti menangis,karna walau bagaimana pun dia sudah melewati 2 tahun masa masa indah dengan kris hingga dia memutuskan menyakiti rianti tanpa kabar.
"rianti kakak mohon bersabarlah,kakak pasti akan menikahi kamu,lusi hanya pion kakak "kris masih mencoba berusaha,Karna dalam hatinya masih ada cinta rianti.
"sudah cukup,jangan mengganggu kekasihku lagi,kalo anda akan menikah kami akan datang"davin mengakhiri perdebatan kris dan rianti,sambil menarik tangan rianti menuju lift ke kamarnya.rianti dan kris sangat terkejut mendengar pernyataan davin,namun dengan cuek davin meninggalkan kris dan Membawa rianti sambil meluk pingganggnya posesiv.
"kak davin apa apaan ngomong gitu,kakak jangan nambahin masalah ku dong"rianti tidak terima dengan sikap davin yang terlihat konyol,sambil berusaha melepaskan tangan davin dari pinggangnya.mereka sudah menjauh dari kris yang nampak sudah berjalan keluar lobby dengan marah.
rianti memutar bola matanya malas lalu membuang nafasnya frustasi.
"bukan gitu kak davin,kakak ini tunangan dewi saudara tiri Anggi,kalo dia dengar bisa nambahin masalah buat aku "terang rianti putus asa.
"ya udah deh mukanya gak usah gitu juga,nanti cantiknya ilang loh"davin kembali mencoba menggoda rianti,entah mengapa dalam hatinya ingin selalu membuat gadis ini tersenyum,namun nampaknya usahanya sia sia,karna rianti masih setia dengan wajah sendu berjalan menuju kamarnya.
saat rianti masuk Anggi melihatnya bersama davin dan nampaku sedikit terkejut.
"loh kak davin disini,sama kak devan ya"tanya anggi penasaran.
"gak kakak di indo,saya sendirian disini ada urusan sedikit"jelas davin .
"oh"anggi menjawab singkat.
davin mengerutkan alis bingung dengan reaksi Anggi,pacar kakaknya ini memang irit banget kalo ngomong.
"kamu gk nanya gitu kabar pacarmu,atau apa ke basa basi sama aku"tanya davin bingung.
"gak perlu,nanti balik juga ketemu,ya sudah pulang sana"jawab anggi sambil mendorong tubuh davin keluar dari kamar hotel tempat mereka menginap.
"ya udah ,gitu amat sama calon ipar,ok sampai jumpa rianti cantik,pacarmu balik duluan "goda davin sambil berlalu pergi.
"what!!!!pacar yang bener ri,kapan?"Anggi terkejut dengan kata kata davin bahwa rianti adalah pacarnya.
"gak lah gi,dia hanya bicara ngawur"sambil menceritakan semua pertemuanya dengan davin dan kris yang berakhir dengan davin yang mengaku sebagai pacar rianti untuk menjauhkan kris.
__ADS_1
Anggi hanya tersenyum misterius mendengar penjelasan rianti.
"sial emang sih kris itu,rupanya pelajaran dari aku kemarin kurang"kata Anggi emosi.
tiba tiba pintu kamar mereka diketuk dari luar.
"apa kak davin belum balik juga"batin Anggi sambil berjalan menuju pintu kamarnya,saat dibuka dia kaget melihat martin berdiri sambil melempar senyum padanya.
"kak davin kok.......eh kak martin ada apa kesini"Anggi yang sudah salah mengira orang segera mempersilahkan martin masuk.
"davin?siapa davin gi,pacar kamu?"martin bertanya sambil mengikuti langkah anggi masuk.
"bukan kok,ada apa kemari kak"tanya anggi,tidak mau berputar putar.
"ini undangan kris dan lusi,oh ya besok rico,dodi juga bakalan datang ke acara kris,memang sih kami kecewa pada apa yang dilakukanya pada rianti,tapi bagaimanapun dia tetap sahabat kami gi"jelas martin merasa bersalah pada rianti.
"its okey,rinti is a strong girls,she will be fine finally,lagian mungkin ini yang terbaik dari pada hubungannya digantungin gak jelas sama kris"Anggi mencoba meyakinkan martin dan juga dirinya sendiri bahwa rianti akan baik baik saja pada akhirnya.
"kalo rianti belum sanggup kalian gak perlu datang,lagian kami juga sangat tidak suka melihat lusi,dia wanita yang picik,hanya saja keluarganya lebih kaya dari kris,kalo tidak semua ini gak akan terjadi"jelas martin Kecewa.
"sudahlah kak jangan dipikirkan terus"jawab Anggi.
setelah dirasa cukup martin segera pamit pulang.
"siapa gi"tanya rianti begitu keluar dari kamar mandi.
"martin,dia.bawa undangan kris,apa kamu mau kita pergi"tanya Anggi hati hati.
rianti menarik nafas dan membuangnya perlahan sambil memejamkan mata sejenak.
"ok gi,sekarang aku akan mencoba melepaskan yang bukan milikku lagi,aku akan mencoba ikhlas"kata rianti .
"thats my bestfriend,i like that"seru anggi sambil meluk rianti erat.
"tunggu saja kris kamu pasti menyesal,telah melukai sahabatku,"batin anggi dengan senyum devil diwajahnya.
"denger ri,kamu harus bener bener tunjukan kalo kamu udah bener bener melepas kris,jangan ada penyesalan atau menoleh lagi kebelakang,ingat laki laki yang sekali berbohong maka selamanya tidak bisa dipercaya,terutama jika dia bicara cinta,tapi malah berbohong pada cinta itu sendiri,
remember me be a strong women don't make them see your tears "Anggi mberi nasehat sekaligus menyemangati rianti.
"so what now,we going enjoy the party my friends"tanya Anggi dengan senyum tegas di wajah cantiknya.
"ok lets show begin"balas rianti penuh keyakinan.
__ADS_1
ok segini dulu,thor harap reader senang,jgn lupa ksih like,komen and bintang makasih😉