
hai all jangan lupa tinggalkan jejak like,vote dan komentar ya guys.......
🍀🍀🍀Cindrella step sister🍀🍀🍀
"sudahlah putri bunda,lupakan semua dan berhentilah menangis sayang,kau tidak kasihan dengan bayimu"ucap maya mengelus sayang rambut panjang anggi.
"maaf bunda hiks....anggi memang lemah dan selalu membuat semua orang khawatir"isak anggi penuh penyesalan.
"tidak putri bunda jangan pernah berpikir seperti itu kau adalah kesayangan kami"tegas maya mengusap sayang pipi penuh air mata itu.
Brak........
Rafendra masuk dengan deru nafas memburu dan sorot mata penuh kecemasan.
Anggi dan maya tersentak kaget melihat kedatangan Rafendra.pria itu berjalan cepat dan memeluk erat tubuh rapuh sang istri.
"my Queen kau tak apa sayang,apa mereka menyakitimu lagi?"tanya Rafendra lembut memandang cemas wajah kacau sang istri.
bukannya menjawab,Anggi justru semakin memeluk erat tubuh atletis Rafendra dan menenggelamkan seluruh wajahnya didada bidang suaminya itu menghirup aroma tubuh manly itu .
"baiklah bunda keluar dulu kalian bicaralah dengan tenang dan jangan emosi"ucap Maya tersenyum melihat putrinya itu mulai tenang.
"baik bunda terima kasih sudah menjaga istriku"ucap Rafendra tulus.
Maya menggangguk dan berlalu pergi meninggalkan Rafendra yang tengah menenangkan isakan anggi.
"sayang,katakan padaku mengapa kau bisa sampai lepas kendali begini,apa yang telah mereka lakukan padamu?"ucap Rafendra selembut mungkin sambil menarik tubuh sang istri berbaring disampingnya dan memeluk erat pinggang ramping itu.
percaya lah suara lembut itu tak singkron dengan sorot mata tajam dan dingin penuh aura pembunuh.
"dewi hiks....teganya dia menghina ayahku,dan bahkan ibuku sendiri begitu buta akan kebenarannya matanya sudah tertutup oleh kata kata manis dewi hiks....dan aku terlalu malas memberi kebenaran pada ibuku itu dan ia tak akan pernah mempercayai ucapan ku hiks....aku terlalu lelah Rafen"isak anggi menumpahkan sakit hatinya dihadapan suaminya itu.
Rafendra menahan geraman amarahnya.sudah cukup kali ini pria itu akan membuat ibu mertua tidak tau diri itu sadar,dan Rafendra janjikan itu.
"baiklah sayang lupakan tentang ibu dan saudari tirimu itu,sekarang ceritakan padaku seperti apa ayah kesayanganmu itu,sepertinya ia pria yang hebat bisa mendidik putri sebaik dirimu"ucap Rafendra berusaha mengalihkan fikiran kalut istri cantiknya itu.
Anggi mendongak dan tersenyum sendu mengingat sosok Aksan sang ayah kebanggaannya.
"ayahku itu sosok malaikat untukku Rafen,ia memperlakukan ku bagai seorang tuan putri bahkan seorang ratu dihatinya.ia selalu menjagaku saat aku bermimpi buruk menemani dan bernyanyi sambil mendekapku penuh sayang sambil membelai rambutku.hiks....aku bahkan belum bisa membahagiakannya karna Tuhan telah memanggilnya terlebih dahulu
hiks.......aku ingin merawatnya sebagaimana ia dulu merawat ku,tapi Tuhan tak memberiku kesempatan itu.aku rindu pelukannya,kasih sayangnya,tawa bahkan air matanya hiks......dan kini hanya foto dan memorinya saja yang tertinggal.aku ingin sekali mendengar lagi suara canda tawanya hiks....aku sangat merindukan ayahku Rafen"anggi berbicara dengan suara tangis yang terdengar memilukan dan menyayat hati Rafendra.
Rafendra menarik tubuh sang istri semakin dekat dan menaruh wajah sang istri didadanya biarkanlah anggi menangis menumpahkan segala isi hatinya,meski kemeja hitam itu harus basah oleh air mata sang istri,dan Rafendra benci melihat air mata dari manik mata cantik istrinya.
waktu terus berlalu dalam keheningan dan suara isakan yang semakin lama terdengar lirih dan tak lama menghilang digantikan dengkuran halus menandakan sang istri sudah terlelap lelah menangis sedari tadi.
"maafkan aku sayang,aku gagal menjagamu hingga kau menangis seperti ini,tapi demi Tuhan aku bersumpah ini akan menjadi awal kehancuran mereka"seringai Rafendra menatap tajam dan lurus menerawang kedepan.
Rafendra mencium kening,pipi,hidung dan terakhir bibir sang istri yang sedikit pucat.kecupan lembut penuh sayang dan redaman amarah didalamnya.
perlahan dengan berat hati Rafendra melangkah keluar dari kamar mereka.
__ADS_1
"lingga suruh ayah dan bunda datang menemui ku diruang kerjaku,dan kau Bersiaplah menerima hukumanmu atas kegagalan menjaga istriku"ucap Rafendra dengan suara dingin, datar dan rahang mengeras menahan amarahnya.
Glek...........
"kali ini habislah aku"batin lingga meringis bergetar takut.
"ba....baik bos"gagap lingga berjalan lunglai memanggil Bagas dan Maya.
************
Bugh....
bugh....
plak.....
duak.....
"SIAPA YANG MENGIZINKAN ISTRIKU MENEMUI WANITA ULAR ITU HAH"murka Rafendra mulai memukul kalap para bodyguard yang ia perintahkan menjaga sang istri selama ia tak ada.
menahan kesialan dan sakitnya pukulan tak main main sang bos yang sudah tersulut emosi membuat para bawahan Rafendra hanya bisa pasrah menerima amukan pria tirani itu .
"JAWAB,MAU KETEMBAK KEPALA KALIAN HAH,BEDEB*H"Rafendra semakin berang melihat bawahannya semakin menuduk takut ,Rafendra benar benar kalap dan menjadikan para bawahanya itu sebagai samsak hidup,tak perduli meski mereka semua telah terkapar tak berdaya merintih menahan sakit akibat amukan Rafendra.
"ma..maaf bos uhuk,ka....kami tak bisa melarang Nyonya muda uhuk..."ucap salah seorang bawahan Rafendra dengan terpaksa meski darah sudah keluar dari mulut dan hidungnya.
"DENGAR INI PERINGATAN TERAKHIR KALIAN,JIKA KALIAN LAKUKAN KESALAHAN LAGI AKU TAK AKAN MENGAMPUNI NYAWA KALIAN SEMUA,MENGERTI"ucap Rafendra dengan nafas memburu akibat emosinya yang tengah meluap luap.
lingga bergidik ngeri melihat penampakan mengenaskan kawan kawannya yang tengah menghadapi murka dari sang bos,keringat dingin mulai menghiasi wajah pria itu.
"habislah,tinggal tunggu giliranku oh God kenapa para wanita sialan itu membuatku berada dalam kondisi seperti ini,jika aku lolos,akan kuberi pelajaran wanita sial itu"ucap lingga pelan hatinya sungguh nelangsa memandang aura bengis Rafendra menghajar kawan kawannya.
"maaf,aku akan membawa pulang istriku begitu kondisinya pulih,dan ayah sebaiknya lepaskan kasus yang kau tangani.jangan terlalu jauh terlibat "ucap Rafendra tegas setelah berhasil mengontrol emosinya.
"huft,baiklah sungguh kami menyesali apa yang telah terjadi"ucap Maya penuh sesal dan terlihat kilatan amarah dari sorot matanya.
"tapi ada apa dengan kasus yang ayah tangani Rafen,apa ada masalah?"ucap Bagas binggung.
"ayah harusnya sadar,mengapa para penyidik itu begitu kesulitan menangani kasus ini,itu karna organisasi besar yang sedang bertikai dengan Markus.sudah ayah dengarkan saja dan menurut lah"ucap Rafen dengan sorot mata dingin tak terbantahkan.
Bagas bergidik ngeri melihat ekspresi tenang namun sarat bahaya dari wajah tampan menantunya itu.
"baiklah ayah akan mundur jika itu keinginanmu"putus Bagas pasrah.
"Bagus,dan kalian bisa pergi sekarang"Rafendra menatap pintu ruangannya dan secara tak langsung Kedua pasangan paruh baya itu sadar pengusiran halus menantu arogan mereka itu.
begitu Bagas dan Maya telah kembali kekamar mereka,Rafendra dengan intonasi tajam dan dalam memanggil lingga.
"Lingga"panggil Rafendra dengan suara dingin dan dalamnya.
"kali ini matilah aku"batin lingga nelangsa.
lingga berdiri kaku tanpa berani menatap wajah sang bos.
Brugh......Brugh.....
__ADS_1
Brak....Krek......
Duak.....
tanpa aba aba Rafendra menghantam tubuh lingga bertubi tubi hingga tubuh lingga jatuh menabrak meja kaca itu hingga pecah berantakan.
uhuk......
darah segar keluar dari mulut lingga,lingga sudah terbatuk mengeluarkan darah akibat kerasnya pukulan sang bos menghantam perutnya.
"kau tidak becus menjaga nyonya mudamu"ucap Rafen dingin.
uhuk.....
lingga terus terbatuk mengeluarkan darah,pasti sekarang tulang rusuknya sudah patah.bibirnya sobek dihantam tinju sang bos yang tak main main kerasnya.
"kau membiarkan kakak iparmu menangis"ucap Rafendra lagi menarik kencang kerah baju Lingga.
"ma...maaf bos,sungguh a....aku uhuk menyesal"ucap lingga meringis menahan sakit disekujur tubuhnya.
Bugh....Bugh......
tubuh Lingga terpental jauh menghantam tembok hingga retak.lebam biru sudah memenuhi seluruh wajah dan tubuhnya.
"maaf kau bilang,apa maaf bisa membuat istriku melupakan kejadian itu hah,kau sungguh bodoh lingga"geram Rafendra semakin menghajar tubuh lemah lingga.
"RAFEN HIKS...CUKUP JANGAN PUKUL LAGI"ucap anggi menerjang tubuh lingga dan memeluknya erat,sungguh anggi tak tega melihat pria yang sudah ia anggap adik sendiri itu begitu mengenaskan dihajar oleh suaminya.
pukulan Rafen berhenti di udara melihat kesedihan sang istri sambil memeluk lingga menjadikan tubuhnya sendiri tameng.
"selamat,terima kasih kakak ipar kau penyelamat ku"batin lingga sebelum kesadarannya hilang.lingga memang dihajar habis habisan lebih parah dari para bodyguard lainya,mengingat Rafendra sendiri memberi kepercayaan langsung pada lingga menjaga istrinya,tapi lingga lalai dan membiarkan kecerobohannya membuat keadaan menjadi kacau.
"hiks.....Rafendra jangan seperti ini kau menyakiti mereka hiks...."ucap anggi kasihan melihat kondisi para bodyguard yang sudah dianggapnya keluarga sendiri terkulai lemas penuh luka lebam.
Rafendra memejamkan matanya meredam segala amarahnya.sorot mata yang tadinya tajam dingin menusuk perlahan melembut dan terlihat begitu menyesal.
"maaf sayang,kemari lah beri aku sebuah pelukan "ucap Rafendra memandang sedih kondisi sang istri yang nampak kacau dengan jejak air mata tertinggal dipipi mulus itu,mata merah dan bengkak,rambut acak acakan serta hidung mancung itu terlihat merah .
tubuh anggi tenggelam didalam pelukan hangat Rafendra dan dengan lirikan mata para maid yang tadi dipanggil membawa tubuh lingga dan para bodyguard untuk diobati dan membereskan kekacauan yang terlihat diruangan Rafendra yang seperti habis terkena badai topan.
"sayang tidurlah lagi dan jangan memikirkan apapun aku disini akan menjagamu"ucap Rafendra lembut membelai sayang pipi chabby sang istri.
"temani aku dan jangan kemana mana"pinta anggi manja memeluk erat tubuh tegap Rafendra dan menghirup aroma menenangkan itu sepuasnya.
Cup.......
"sweet dream sayang"satu kecupan mendarat dibibir ranum anggi.
"Jeremi kau laksanakan perintahku pada restoran Hari,malam ini laporkan hasilnya"perintah Rafendra.melalui sambungan telpon ya.
"baik bos laksanakan"ucap Jeremi cepat.
"bersiaplah kalian"smirk Rafendra tajam.
**********
__ADS_1
TBC.......
maaf semoga kalian suka😉