
hai all jangan lupa tinggalkan jejak vote,like & komentar ya guys...........
ย
๐๐๐Cindrella step sister๐๐๐
ย
seorang dokter tengah bekerja dengan mulut tak berhenti mengoceh sumpah serapah jengkel ,diatas sebuang brangkar disebuah ruang operasi.Charles tengah melakukan tugasnya mengembalikan kondisi tubuh dan wajah seorang gadis seperti semula,seakan tak pernah terjadi apapun.
"huft,seperti biasa aku akan membereskan kekacauan mereka semula.benar benar bikin repot mana lagi mereka menyiksanya sangat parah.ck aku harus bekerja ekstra keras memperbaiki tubuh gadis ini dan memanipulasi ingatannya"gumam Charles jengkel.
ia,Charles akan membuat tubuh setiap korban sang bos akan kembali seperti semula dan memanipulasi ingatan si korban,hingga mereka berpikir hanya mengalami mimpi buruk yang sangat mengerikan sehingga hanya untuk mengingatnya saja akan bergetar takut dan tak akan berani mencoba mencari perkara dengan pria kejam dan tirani itu.
hal ini hanya terjadi jika Rafendra masih ingin membiarkan sang korban hidup untuk sedikit bermain main sebelum menghancurkan kehidupan sang korban hingga jatuh sedalam dalamnya.
"kalian reka ulang kembali struktur kulit dan pastikan wajahnya kembali seperti semula jangan sampai tertinggal bekas luka sedikitpun"ucap Charles pada dr jorghi assistennya.
"baik dr Charles"jawab Jorghi paham.
"dan setelah itu,bawa dia ke laboratorium kita akan memberi serum dengan listrik tegangan tinggi.pastikan ingatannya tergantikan dengan ingatan hasil manipulasi lingga dan jangan buat kesalahan"ucap Charles berlalu pergi mempersiapkan serum ciptaannya.
**********
pagi hari diisi dengan teriakan emosi Jeremi.
"LINGGA,BOCAH SI*LAN BERANINYA KAU MENGUSILIKU MAU MATI HAH"teriak Jeremi emosi sambil berjalan tergesa gesa menuju kamar lingga.
para maid,bodyguard,Bagas,Maya bahkan Anggi yang sedang membantu membuat sarapan didapur berkesiap kaget melihat kehadiran Jeremi yang nampak emosi berapi api memanngil nama lingga.
Rafendra tentu saja tak mendengar apapun karna kamarnya kedap suara.
lingga yang masih mode terbang kelangit ketujuh alias masih ngantuk tentu saja masih santai santai saja.belum tau saja ada singa yang siap menerkam dan mencabik cabik tubuhnya saat ini.
"hoam.....hei pria bodoh.kau gila teriak pagi pagi begini"ucap lingga dengan muka bantal nya.
"BOCAH SIAL,KAU TAK TAU APA PURA PURA BODOH.KAU TAK INGAT APA YANG TELAH KAU LAKUKAN PADAKU HAH"maki Jeremi jengkel melihat lingga masih belum sadar juga.
1 detik.....
5 detik...
10 detik.......
loading complete......
"astaga kak Jeremi,kau sudah pulang mau kubuatkan kopi kak"ucap lingga bermanis wajah,cengiran bodohnya membuat Jeremi jengkel setengah mati.bayangkan saja tengah malam ia harus berjalan kaki selama 3 jam lebih hingga bertemu truk pengantar barang baru bisa kembali ke mansion.
lingga menggaruk belakang kepalanya gugup melihat raut murka Jeremi.dengan wajah polos serta cengiran khasnya ia berlari mencari perlindungan kakak ipar cantiknya.
"KEMARI KAU BOCAH SETAN"maki jeremi jengkel berusaha menggapai tubuh gesit lingga.
"sungguh kak,ampuni aku.aku hanya bercanda jangan memukulku"ucap lingga berlari panik kearah Anggi.
HAHAHAHA
"wah pagi pagi disuguhi tontonan tom and jerry"tawa Bagas tegelak geli.
"wah tuan Jeremi dan tuan muda lingga sungguh lucu"
"hei lingga kau cari masalah saja"
"bocah sableng"
"bla bla bla"
__ADS_1
ucapan para maid dan bodyguard tak digubris oleh lingga yang sudah mati kutu melihat jeremi sudah siap mencabik cabik nya.
"ada apa kenapa kalian seperti ini"tanya anggi binggung,kedua orang tua angkatnya lebih memilih sarapan dengan tenang dari pada pusing mengurusi ulah tidak jelas lingga kepada Jeremi.
"kakak ipar please tolong aku dari gajah ngamuk ini"ucap lingga memelas.sungguh ia kapok mengerjai Jeremi.
"jangan nona,biar kuberi pelajaran bocah kurang ajar ini"ucap Jeremi cepat.
dan tak lama pitingan tangan Jeremi membuat lengan lingga berbunyi .
Krak......
"AAAKKHH KAU GILA,PATAH NIH TULANGKU"teriak lingga meringis merasakan Tulang lengannya berbunyi.
"belum cukup"ucap Jeremi tak perduli.
Bugh......
satu tonjokan keras menghantam perut lingga.
"yak,kau kau serius mau berkelahi"ucap lingga tidak terima.
perkelahian adalah hal biasa sebagai ajang olahraga bagi para BE,dan tubuh mereka sudah tahan banting untuk itu.tapi berbeda jika sang bos sudah ikut bermain maka tubuh mereka akan sangat terasa hancur tak berbentuk lagi,karna sang bos tak akan main main seperti anggota lain dalam sparing bela diri apapun itu.
"sudah sudah Jeremi,cukup kasian lingga sudah payah begitu.mana kalian belum sarapan sudah ribut aja,sekarang berhenti dan makan jika tidak lihat saja"tekan anggi membuat perkelahian itu berhenti seketika.
"awas kau berbuat lagi.kupatahkan benar tanganmu itu"ucap Jeremi jengkel.
"dasar gorila tua"balas lingga sewot.
Rafendra keluar dan semua bawahanya segera menunduk hormat.wajah datar itu mengeryit bingung saat melihat penampakan sosok Jeremi tengah menatap lingga dengan pendangan permusuhan.dan lingga nampak berantakan dengan baju tak rapi dan wajah serta rambut berantakan.jangan lupa luka lebam pada pipi kirinya.
"kau habis tawuran dimana lingga?"tanya Rafendra datar.
anggi mendelik tajam,lingga mendengus kesal,Jeremi menghela nafas dan pasangan Bagas Maya menahan tawa geli nya.
"tanya saja pada bocah gila ini"kesal Jeremi,dan lingga hanya memeletkan lidah tak perduli.
"sudah diam dan makan dengan tenang,kalian seperti anak 5 tahun saja "lerai anggi mulai jengkel.
"baik kakak ipar cantik"ucap lingga berbinar senang melihat meja sudah penuh masakan dari kakak ipar kesayangannya itu.
Rafendra mendengus bosan,Jeremi mendelik jengkel dan yang lain tertawa geli melihat perubahan sikap lingga yang drastis.anak ini bagai memiliki gangguan bipolar.
***********
hari perganti malam dan seluruh penghuni mansion sudah terlelap kedalam mimpi.
Rafendra berdiri kokoh menghadap pemandangan hutan pinus dibelakang mansionya dari atas balkon kamarnya.masih dengan stelan kemeja kantornya.pandangan matanya begitu tajam dan tenang.
"apa semua sudah tersusun sesuai printahku"ucap Rafendra melalui HT ditelinganya kepada Jeremi di sebrang sana.
"sudah bos,persiapan sudah rapi dan tinggal tunggu waktu yang tepat"jawab Jeremi tenang.
"lusa kerjakan rencana selanjutnya"perintah Rafendra dengan suara dingin.
"baik"sambungan terputus dengan Rafendra menatap dingin pada sekitarnya.jangan salahkan dia jika pria itu akan membuat musuh musuhnya hidup tertekan.
"Rafen,kau sudah pulang"suara lembut sang istri menyadarkan Rafendra dari segala lamunan pikirannya.
tanpa menjawab,pria itu berjalan menuju ranjang tempat sang istri berbaring.
Cup......
sebuah kecupan lembut mendarat di kening anggi,wanita itu tersenyum hangat sambil mengelus rahang kokoh Rafendra.
__ADS_1
"tidurlah my Queen aku akan membersihkan diri dulu,setelah itu aku akan tidur disampingmu"ucap Rafendra mengelus lembut perut anggi.
"hm"gumam anggi terlalu mengantuk .
usapan lembut pada rambutnya membuat anggi segera terbuai tenggelam dalam mimpi nya.
"tenanglah sayang,mulai hari ini aku tak akan membiarkan siapapun menyentuh dan menyakitimu lagi"ucap Rafendra pelan.
********
malam sudah menunjukkan pukul 1 tepat.suara mesin motor memasuki halaman mansion dan Rafendra yang turun mengambil air ke dapur langsung tahu siapa yang datang.
"bos,kau belum tidur"tanya lingga dengan santai nya.
"hm"gumam Rafendra malas.
"oh ia bos.mumpung bos ada disini,ini devan memberikanmu undangan pertunangannya"ucap lingga sambil memberikan sebuah undangan dengan pita berwarna merah kepadanya.
"Devan?kapan kau bertemu dengannya?bukankah dia ada perjalanan ke Swedia saat ini?"tanya Rafen beruntun.
"wow bos sejak kapan kau jadi wartawan?"_goda lingga dengan senyum polosnya.
"diam kau,jadi?"_ucap Rafendra jengah.
"sore tadi aku bertemu dengannya saat makan di sebuah cafe,ada seorang wanita bule bersamanya"_terang lingga mengingat ingat lagi.
setelah mendengar ucapan lingga,tanpa basa basi Rafendra berlalu pergi ,dan lingga hanya bisa mendengus jengkel akan sikap sang bos.
"hell,dasar bos sinting tidak tau terima kasih main nyelonong aja"omel lingga dan berlalu memasuki kamarnya sendiri.
*********
"TIDAK JANGAN....JANGAN MENYIKSAKU LAGI"seorang gadis terbangun dengan nafas terengah engah serta keringat dingin mulai bercucuran.
"mimpi apa itu,kenapa aku seperti habis disiksa oleh Tuan muda Rafendra dan para anak buahnya"ucap dewi linglung.
"aku ingat aku sedang berlibur bersama teman temanku dan memutuskan tinggal dihotel sebentar,lalu-"ucap dewi pelan,seakan ada sesuatu yang telah dilupakan tapi apa ia bahkan tak ingat dengan jelas.
Bipp......
sebuah notifikasi pemberitahuan masuk dalam ponselnya.
bagaimana mimpimu,indah bukan.jika kau tidak ingin itu menjadi nyata maka hati hatilah .
begitulah pesan yang dibaca oleh dewi.
dewi merinding takut mendapati nomor tidak dikenal memberikannya sebuah pesan bernada ancaman,dan mimpi itu seakan sangat nyata menghancurkan seluruh saraf saraf dalam tubuhnya.
"ap....apa yang sebenarnya terjadi padaku,mimpi ini seakan nyata tubuhku seakan hancur.tapi tak ada luka sedikitpun.hahah apa aku mulai gila"tawa dewi kepalanya mendadak sakit seperti terhantam batu besar dan seketika dewi jatuh tidak sadarkan diri.
seorang pria tersenyum menyeringai dari balik sudut gelap ruang kamar dewi.jeremi sudah berhasil menjalankan tugasnya dan kini tinggal melihat hasilnya.
"welcome to the hell bit*h"gumam Jeremi sinis.
malam terus berjalan dengan dewi terus berteriak ketakutan dalam mimpinya,dan dilain tempat Rafendra tersenyum smirk melihat hasil kerja para bawahan kepercayaan nya.
"permainanan ini baru permulaan,kau dan keluargamu akan hancur perlahan lahan"Rafendra menyeringai kejam kemudian menutup layar monitor nya berjalan merebahkan diri disamping sang istri.
memeluk tubuh itu erat mencium setiap sudut wajah damai nan tenang anggi.Rafendra akan memberikan segalanya demi seluruh cintanya.
Cup.....
"mimpi indah my lovely Queen,dan baby daddy"Rafendra mengecup singkat bibir ranum anggi dan membenamkan wajahnya diantara ceruk leher istrinya,sungguh aroma manis vanila dan jeruk membuat Rafendra mabuk dengan ketenangan dan damai di seluruh relung hatinya.
TBC.........
__ADS_1
say hay from Rafendra,Marvel dan Xavier .....๐