Cinderella Step Sister

Cinderella Step Sister
Pengakuan 2


__ADS_3

hai all maaf up rada lama,soal El lagi kurang mood buat lanjut,abis like n vote x masih kurang,jadi rada sedih sih😯


huft.....ok cekidot


please tinggalkan vote n like komenx buat El😄


☕happy reading all☕


Dor!!!!


lingga yang melihat bahaya dari belakang tubuh sang bos,tanpa berpikir dua kali langsung menyambar kaliber milik Bimo dan melepaskan tembakannya mengenai tubuh pria besar yang siap melepaskan tembakannya pada sang bos.


"RAFEN "anggi berteriak kencang sembari berlari kearah pria yang baru saja melamar nya,tanpa pikir panjang anggi segera memeluk erat tubuh pria yang kini seluruh bajunya sudah penuh dengan darah.


tubuh Rafendra mematung mendengar dan merasakan teriakan serta pelukan erat yang dilakukan tiba tiba oleh gadis yang ia cintai,tak berapa lama sebuah peluru melesat melewatinya dan tak lama terdengar suara tubuh yang ambruk di belakangan ya.


tak!!!!


"kau bodoh mau membunuh bos kita,lagipula mengapa kau rebut senjataku,dasar idiot"Bimo dengan perasaan dongkol menoyor kepala lingga dan memakinya.


"hehehe,aku tidak bodoh tau,lagipula tembakanku tepat sasaran,kau harusnya berterima kasih padaku karna menyelamatkan nyawa bos,dasar kau pria jomblo bodoh"omel lingga tanpa dosa


"terserah kau saja,dasar playboy karet"maki Bimo berlalu menghampiri Rafendra.


kini semua musuh mereka telah habis tak tersisa,dan tak lama mobil mobil jeep berisi para anggota Blood Eagle menghampiri bos mereka.


"bereskan semua"perintah Rafendra datar.


setelah berdiskusi sebentar dengan Bimo serta lingga,Rafendra berlalu menemui gadisnya yang ia suruh menunggu dibawah pohon tak jauh dari tanah lapang tempat ia membantai musuh musuhnya tadi.


"baby,kenapa kau lakukan itu tadi?bagaimana jika kau tertembak hem,jangan lakukan itu lagi kau membuat jantungku serasa berhenti my baby"ucap Rafendra sambil membelai sayang rambut panjang anggi dan menatap manik indah itu hangat.


Anggi menatap kedalam manik hitam kelam Rafendra dengan pandangan tajam yang Rafendra sendiri tidak bisa menebak apa maksud dari pandangan tajam dan dalam yang diarahkan gadis cantik dihadapannya.


"apa ada yang mau kau jelaskan padaku Rafen?"ucap anggi penuh penekanan.


Rafendra memejamkan matanya sejenak sambil menghela nafas panjang.


"sepertinya sudah saatnya,baiklah setelah sampai dimansion Wiguna,kau akan tau segalanya baby"ucap Rafendra dengan senyum hangat diwajahnya.


"apapun dirimu,bagaimanapun itu,jika aku sudah memutuskan hatiku padamu,jadi jangan pernah berfikir aku akan menarik kata kataku Rafendra,aku tidak sedangkal itu,percayalah padaku jika memang kau benar mencintaiku"ucap anggi sambil menampilkan senyum manis guna memberi keyakinan pada pria tampan dihadapannya.


"oh ia ngomong ngomong dimana pistol yang kuberikan padamu baby?"tanya Rafendra sambil membelai pipi mulus anggi lembut.


"kau ini,jika bertanya tanya saja,tapi tanganmu itu jangan kemana mana.dan pistol itu tidak tau dimana,seorang pria bertopeng tadi mengambilnya dan membuangnya entah kemana?"jawab anggi malas.


"pria bertopeng?apa ia menyakitimu baby,kemari lah biar ku periksa tubuhmu,mana yang sakit?"tanya Rafendra sambil dalam hati modus dikit gak papa lah.


Brugh!!!!


sebuah pukulan telak menghantam perut sixpack Rafendra,meski tak kuat,namun itu cukup membuat pria itu terjengkang jatuh kebelakang.


"rasakan,dasar kau otak mesum"grutu anggi sambil berlalu pergi dengan wajah memerah menahan kesal.


HAHAHHAHAHA


tawa lingga pecah melihat sang bos yang biasanya terkesan dingin dan arogant menjadi tidak berdaya hanya karna pukulan seorang gadis.


wajah Rafendra langsung berubah kembali datar tanpa ekspresi menatap tajam pada para anggotanya dan berubah bak hewan pembunuh saat menatap lingga salah satu tangan kanannya yang bahkan tak berhenti tertawa.


"hei bodoh,tutup mulutmu sebelum kepalamu terkena tebasan bos,lihatlah sekarang,matilah kau lingga"ucap Bimo tanpa dosa.


Glek!!!!!


lingga langsung berasa tak bernyawa melihat tatapan membunuh dari sang bos.


"hehehe maaf bos,refleks tadi"ucap lingga mencoba melucu.


"kau belum pernah merasakan kulit tertebas pedangku,lingga?"kata Rafendra sarkas menatap tajam lingga,anak buahnya yang satu ini memang terkenal sikap childisnya.


"sudah ayo berangkat"perintah Rafen tegas sambil berlalu menuju mobil limosi yang ban nya sudah diperbaiki oleh Thomas.


"baby,sayang,my lovely"panggil Rafendra manja sambil menoel Noel lengan putih nan mulus gadisnya.


"apa,pergi sana"ketus anggi jengkel.


"jangan marah dong baby,please"Rafendra berusaha membujuk anggi yang sedang kesal dengan suara memelas dan tatapan sayunya.


huft........


anggi memhela nafasnya pasrah.


"hei tom,mau sampai kapan mobil ini disini?apa.perlu aku yang bawa?"tanya anggi jengkel sambil menatap Thomas tajam.


Glek!!!!

__ADS_1


"kok rasa rasanya lebih sadis nona valy dibanding bos Rafen,wah memang dasar pasangan evil"batin Thomas melamun.


Plak!!!!


kesal karna mobil tidak bergerak juga,belum lagi sikap Rafendra yang terus memelas,anggi dengan kesal memukul bahu thomas dari belakang.


dengan perasaan kaget dan jengkel,Thomas akhirnya melajukan mobilnya ke tujuan semula,dan Rafendra hanya bisa menggelengkan kepalanya melihat sifat galak calon istrinya.


************


"om ,tante lingga datang nih,mana dong sambutannya"teriak lingga dari arah pintu masuk mansion.


Plak!!!!


Bimo dengan gemas menabok kepala kawannya.


"brisik tau gak,heran aku kenapa cewek cwek itu malah nempel sama orang macam ini sih?"Selenia langsung keluar akibat teriakan lingga yang cukup menggema di seluruh mansion.


"wah selamat datang calon mantu mom"ucap citra antusias,tak lama matanya langsung terbelalak kaget melihat penampilan kacau Rafendra,Bimo serta lingga.


"son,what happening with you?"tanya Bayu mencoba tenang melihat penampilan kacau putranya.


"kita duduk dulu dad,mom ada yang ingin aku bicarakan"ucap Rafen tenang sambil berlalu menggandeng tangan anggi erat menuju ruang keluarga.


semua orang nampak terdiam menunggu apa yang ingin disampaikan oleh Rafendra.


"huft,dad,mom apa kalian pernah mendengar kelompok mafia Blood Eagle?"tanya Rafendra,kini dimata anggi wajah pria yang biasanya nampak jenaka dengan kemesuman akut itu kini nampak begitu mengerikan tanpa ekspresi yang ada hanya wajah dingin penuh aura intimidasi.


"ke kenapa dengan kakak,kok aku jadi merinding takut gini?"batin Selenia tidak berani menatap wajah kakaknya itu.


"apa maksudmu Rafen,bi bicaralah yang je jelas ,jangan membuat mom takut"Citra berucap terbata bata tidak tahan dengan aura mengancam putranya.


"dad tau,Blood Eagle ,kelompok mafia nomor satu di tanah ratu Elizabeth ini,mereka kelompok mafia tanpa ampun yang sangat ditakuti bahkan oleh pemerintah sekalipun,namun siapa pemimpinnya tidak ada yang tau ,bahkan para anggotanya sangat menjaga informasi mengenai ketua mereka,tapi menurut kabar burung,ketua mereka adalah pria muda yang kejam dan sadis tanpa ampun"terang Bayu panjang lebar.


"benar,dan kalian harus tau,akulah pemimpin dari Blood Eagle"jawab Rafendra tegas menatap tajam seluruh anggota keluarganya,bahkan tatapannya semakin tajam bak elang menatap kedalam manik mata anggi.


semua orang nampak sangat terkejut hingga tak mampu berkata kata.


anggi terdiam kaku dengan raut wajah yang tidak terbaca memandang lurus kedepan.


kini semua orang tersadar dan fokus menatap anggi,dalam hati keluarga Wiguna,bagaimana nasib rencana pernikahan putra mereka.


"son,mengapa kau sembunyikan hal besar seperti ini dari keluargamu?"tanya bayu frustasi.


"dad,kau lihat selama ini hidup kalian selalu aman,itu karna informasi tentang keluarga ku tidak sampai ditelinga para musuhku,aku hanya menjaga kalian"ucap Rafen datar.


kedua orang tua Rafen diam sesaat mencoba mencerna pengakuan dari putra mereka.


"bagaimana sayang,apa kau masih tetap pada rencana ,bersedia menikah dengan putra kami nak?"tanya citra menatap anggi penuh kasih.


kini pandangan Rafen kembali tertuju pada gadis yang masih setia dalam diamnya.


"baby,jika kau tak bisa menerima diriku,maka akupun tak bisa berbuat apa apa lagi,tapi satu hal yang harus kau tau,aku sangat mencintaimu dengan segala kelebihan serta kekurangan yang aku milikki,kau boleh mundur,tapi tolong jangan pernah membenciku"ucap Rafendra lirih.


semua orang tertegun mendengar untuk yang pertama kalinya,seorang Rafendra mengeluarkan ungkapan penuh cinta yang terdengar sangat tulus.


kini bahkan semua orang tanpa sadar merasakan haru,dan Bimo pria kaku itu bahkan harus mati matian menahan air matanya,sedang lingga jangan ditanya,pria cantik itu kini tengah sibuk menghapus air matanya yang sudah jatuh.


anggi merasa hangat menjalar di seluruh relung hatinya,tidak disangka pria ini ternyata benar benar tulus padanya.


"Rafen,kau dengar kata kataku di tanah lapang tadi,apapun dirimu,bagaimanapun kau,jika aku sudah memilih maka aku tidak akan mundur,aku akan mencoba belajar mencintai dirimu seperti kau mencintaiku,percayalah padaku oke"senyum tulus terpancar dari setiap kata kata anggi,hal yang membuat hati Rafendra kembali berbunga.


Deg!!!!


Deg!!!!


Deg!!!!


"oh tuhan senyuman itu cukup membuatku selalu jatuh cinta lagi dan lagi"batin Rafen tersenyum hangat pada gadis yang telah bertahta dalam hatinya.


"terima kasih my baby,nah sekarang mari kita persiapkan keberangkatan ke Indonesia"ucap Rafendra mengakhiri sesi penuh emosi ini.


"kakak akan berangkat sekarang?"tanya Selenia terkejut.


"kakak iparmu ini sudah sangat rindu pada keluarganya disana,lagipula kami akan menikah di Indonesia nanti"jawab Rafendra datar.


"ya,padahal aku masih ingin bersama kakak ipar"kata Selenia merajuk.


"tak apa sel,jika kau datang ke sana ,kita bisa jalan jalan lagi"ucap anggi halus.


"ok deh"balas Selenia malas.


setelah mandi dan berganti baju,Rafen serta anggi yang ditemani Bimo dan lingga berangkat menggunakan pesawat pribadi milik WJC GRUP.


*************

__ADS_1


"baby,bolehkah aku menginap di rumah mu setelah kita tiba?"tanya Rafen memelas.


"tidak,lagipula kata lingga kau sudah memilikki sebuah mansion di sana"_jawab anggi tidak peka.


"kalau begitu kau yang harus pindah ke mansion milik kita titik,tak ada penolakan"ucap Rafen tegas.


"kalau begitu kenapa bertanya tadi,dasar pemaksa"ucap anggi jengkel.


Cup!!!


anggi diam mematung akibat ciuman kilat pada bibirnya oleh Rafendra.


"hei kenapa menciumku"kata anggi dongkol.


"hehehe,kalau tidak begitu ,kau akan mengomel terus"jawab Rafen tanpa dosa


kini pesawat mereka telah tiba dan tak lama mobil membawa Rafendra serta anggi menuju mansion mewah yang telah dibangun Rafendra sebelum rencananya menikahi anggi.


sebelum memasuki mansion,Rafendra menutup mata anggi dengan sebuah kain hitam.


"ish,kenapa sih harus tutup mata kaya gini?"omel anggi jengkel.


"namanya surprise,kalau kamu liat langsung,nanti gak serulah,aku yakin kamu pasti suka,ini hadiah aku buat kamu my baby,my future wife"Rafendra dengan sabar menuntun anggi masuk kedalam mansion.


"ok siap terpukau baby,1 2 3 open your eyes"


sebuah mansion mewah dengan kolam renang cukup besar memanjakan mata.



"ini ,inikan rancangan desain impian ku Rafen,bagaimana kamu tahu"wajah anggi penuh binar kebahagiaan.


"aku calon suamimu,dan akan kulakukan apapun untuk kebahagiaan mu"Rafendra mengusap sayang kedua pipi putih anggi.


tes!!!!


tes!!!!!


tes!!!!!


"terima kasih Rafen,dan maaf karna aku tidak pernah membalas semua perhatianmu padaku"kini air mata haru penuh kebahagiaan menghiasi wajah anggi .


Rafendra mengusap air mata itu lembut.


"jangan menagis baby,bagaimana jika sekarang kau panggil aku Mas,dan aku memanggilmu Dek,bukan akan terdengar lebih mesra"goda Rafen sambil membelai sayang rambut panjang calon istrinya.


"baikalah,mas Rafen"ucap anggi tersenyum manis.


Deg!!!


Deg!!!!


"sial kenapa terdengar sangat manis diucapkan oleh calon istriku ini"batin Rafen berbunga bunga.


"Dek,sekali lagi panggil aku"ucap Rafen bahagia.


Blush......


pipi anggi tanpa permisi merona merah mendengar panggilan Rafendra padanya.


"dek,kok pipinya merah ,kenapa sih,malu ya?"goda Rafen melihat rona merah di pipi anggi.


"ish ,mas jangan gitu ,mana ada adek malu,udah ah adek mau istirahat dulu ngantuk"ucap anggi menahan malu .


Hahahaha


"ya udah yuks tidur bareng aja"ucap Rafen tertawa geli.


sesampainya didepan kamar.


"mas mau apa ikutin adek?"tanya anggi melihat Rafen yang sudah berdiri didepan pintu kamarnya.


"mau tidur bareng lah apa lagi"senyum jahil terpampang diwajah tampan Rafen,tak lupa manik kelamnya menatap seluruh tubuh anggi tak berkedip.


Plang!!!!


anggi yang kesal menutup pintu kamarnya keras.


"dasar mesum,tidur sendiri sana "teriak anggi dari balik kamarnya.


HAHAHAHAHA


"oh dek,lihat wajahmu itu sudah seperti kepiting rebus,belum juga mas apa apain"Rafendra kembali menggoda anggi sebelum beranjak kekamar miliknya sendiri.


ok segini cukup,El lelah so ksih vote like n komen yang banyak para reader kece CSS😄

__ADS_1


see you next chap....TBC.......



__ADS_2