
hai all jgn lupa kasih El vote n like komenπ
πΉπΉπΉπΉπΉπΉπΉπΉπΉπΉπΉπΉπΉπΉ
βhappy reading allβ
didalam sebuah kamar bernuansa coklat kalem sepasang manusia saling bertatapan sengit.Xavier menatap anggi tajam dan dibalas tidak kalah tajam oleh gadis keras kepala seperti anggi.
"apa yang kau ingin tau?"tanya Xavier dingin.
"alasan kau membawaku tinggal bersamamu,jelaskan"jawab anggi tak kalah dingin.
"huft"Xavier menghela nafas lelah,pria itu menatap tajam ke arah anggi dan meneliti setiap ekspresi yang ditampilkan gadis itu,nihil gadis itu sudah membangun tembok yang sangat sulit ditembus oleh Xavier sekalipun.
"kau sudah dengar semua dari bibi mary,jadi jangan bertanya lagi kumohon"anggi tersentak untuk pertama kalinya seorang pria seperti Xavier memohon pada orang lain.
tanpa diduga saat Xavier tengah memejamkan mata menginggat memorinya kembali bersama Nana,anggi datang perlahan dan memeluknya.
"sudahlah Xavi,sampai kapan kau seperti ini,mungkin apa yang kau lihat tidak sepenuh nya benar,kau bahkan saat itu belum bicara baik baik dengan kak Marvel,sekarang bersikaplah dewasa dan bicara dengan kepala dingin,jika kau menutup mata dan hatimu maka selamanya kau akan hanya memiliki dendam,ku yakin Nana tidak mau kau seperti ini."anggi memcoba memendam segala amarahnya pada Xavier,dan memberi sedikit pengertian pada laki laki yang sedang dalam gejolak pikirannya sendiri sekarang.
"apa kau sudah memaafkan ku sekarang dan kita bisa jadi pasangan yang serasi"goda Xavier memandang anggi lembut.
"tidak,aku hanya ingin pulang sekarang.jika kau tidak memulangkanku aku tidak bertanggung jawab atas nasibmu ditangan kedua lelaki arogant yang sedang mencari ku"jawab anggi ketus.
"baiklah baiklah,sekarang keluarlah dan bersiap"kata Xavier sambil mendorong tubuh anggi pelan.
"kau mau memindahkan ku lagi"selidik anggi menatap Xavier tajam.
"hei,kau ini selalu saja negatif thinking padaku,sudah ikut saja "jawab Xavier tidak terima akan tuduhan anggi padanya .
πππππππππ
"ini undangan VVIP nya bos,nanti malam kita bisa mengikuti acara amal itu dan semoga saja Xavier itu benar benar datang"ucap Bimo sambil menyerahkan dua buah undangan ekslusif kepada Rafendra dan Marvel.
"bagus,aku tidak sabar menghabisi bedebah yang sudah berani menyembunyikan calon istriku"Rafendra menampilkan serigai iblis diwajahnya membuat siapapun meneguk salivanya gugup.
Marvel berdehem menetralkan situasi mencekam penuh aura gelap oleh Rafendra.
"khem,sudahlah Rafen kau biarkan aku urus masalahku dengan Xavier dulu"_terang Marvel berusaha bernegosiasi dengan Rafendra.
Rafendra menatap Marvel tajam penuh intimidasi,Marvel sedikit bergidik ngeri melihat aura gelap yang dikeluarkan Rafendra.
"kurasa baru sekarang aku menyadari pria ini sangat berbahaya,setidaknya dia bisa menjaga Val,sudahlah biar aku memberi jalan untuk mereka"batin Marvel menatap kembali Rafen tanpa terpengaruh ancaman Rafen.
"hem,kau urus masalah mu dan jangan ikut campur dengan hubungan aku dan valy"kata Rafendra dingin pada Marvel.
"baiklah,semua bersiap nanti malam aku akan membawa kembali calon istriku"kata Rafendra menatap tajam seluruh ruangan yang dipenuhi oleh para Blood Eagle dan orang orang bawahan Marvel.
ππππππππππ
seorang gadis tengah merendam seluruh tubuhnya dalam bathup yang telah dipenuhi kelopak mawar.
tok!!!
tok!!!
"nona,mohon bergegas para perias sudah menunggu untuk mempersiapkan anda"mary wanita paruh baya itu memanggil anggi yang masih betah merendam tubuhnya dalam bathup beraroma mawar.
"ia sebentar"jawab anggi sedikit kesal oleh perlakuan Xavier padanya kali ini.
15 menit anggi keluar dengan balutan jubah mandi berwarna putih.
segera tiga orang wanita menariknya menuju meja rias.
"eeh apa yang kalian lakukan?"tanya anggi bingung menatap ke tiga wanita yang sudah sibuk mempermak dirinya.
seorang wanita bernama Fani mulai menata rambutnya.
"wah rambutmu sangat halus dan panjang nona,ini sangat mudah ditata"
lalu seorang lagi bernama Dori,laki laki lembayu lemah gemulai mulai memoles wajah anggi.
"wow,eke seneng banget liat kulit yu,mulus banget gampang nih eke poles"
lalu seorang lagi wanita bernama Linsi mulai memperhatikan lekuk tubuh anggi dengan teliti.
"hem,tubuhmu bagus kurasa aku akan mudah memilih gaun untukmu"
1jam telah berlalu anggi sudah siap dengan gaun brokat berwarna biru hampir mengarah pada unggu,dengan gaya rambut bergelombang tergerai dan polesan make up tipis menjadikan anggi terlihat manis dan segar.
w
__ADS_1
"wow perfect,kami sangat puas dengan hasil kerja kami"ucap Fani menatap takjub akan hasil kerja ia dan kedua temannya.
Fani,dori dan linsi adalah para perias make up dan style kepercayaan Xavier,pria itu memerintahkan mereka untuk merias anggi untuk menemaninya pergi ke sebuah acara amal yang selalu diikutinya setiap tahun.
"kau benar dori,mari keluar tugas kita sudah selesai dan saatnya menemui tuan Xavier" linsi pamit pada anggi dan mengajak kedua rekannya keluar.
"sudah selesai tn Xavier,anda bisa memelihat nona sekarang,kami permisi"setelah ketiga orang itu pergi,Xavier melangkah kekamar anggi,tanpa sadar rasa gugup mulai menjalar dihati dan pikiran Xavier.
"kenapa dengan ku,kenapa tiba tiba jadi gugup begini"kata Xavier bermonolog.
kriet!!!!
pintu kamar anggi terbuka perlahan tanpa diketuk terlebih dahulu oleh Xavier.
"veleri kau su-"Xavier ternganga melihat sesosok gadis manis nan cantik bergaun biru sedikit ungu menatapnya tajam.
"ya tuhan jantungku,kenapa kau begitu terlihat sangat manis malam ini veleri?"batin Xavier memberontak.
"kau mau mengajakku kemana,dan berhenti menatapku aku tidak suka"kata anggi dingin sambil menatap tajam manik kelam Xavier.
"khem,kau cantik ayo kita berangkat"tangan Xavier menarik pergelangan tangan anggi lembut dan membawanya menuju sebuah limosi hitam yang siapa mengantar mereka menuju acara pesta amal tahunan rekan Xavier.
ππππππππ
disebuah gedung mewah yang sudah nampak ramai oleh para tamu,terlihat dua orang pria tampan beserta dua orang lagi disamping mereka nampak sedang mengawasi sekitar.mereka nampak tidak perduli dengan berbagai tatapan genit dan menggoda dari para wanita yang menatap ke 4 pria tampan nan gagah itu.
Rafendra dengan setelan jas berwarna hitam dengan garis putih lengkap dengan sepatu kulit dan jam tangan mewah.
Marvel ,pria itu menggunakan setelan jas putih lengkap dengan jam tangan mewah tidak kalah dari Rafen.sedang Bimo dan lingga menggunakan setelan jas abu abu dan merah maroon.keempat pria itu sudah menarik perhatian semua tamu wanita yang berada disana dan membuat iri para pria lainya.
"bagaimana Bimo"tanya Rafen datar dan nampak tidak sabaran.
"hehehe sudah bos limosin hitam sudah memasuki area gedung"jawab Bimo antusias.
"wah akhirnya aku bisa melihat wujud dewi yang sudah memporak porandakan bos es kita"jawab lingga tidak kalah antusias.
"tenanglah"ucap Marvel sedikit kesal akan sikap Rafendra dan kedua bawahannya yang nampak sangat tidak sabaran.
ditengah pembicaraan mereka dan kegaduhan para tamu didalam gedung acara amal,sedetik kemudian semua pasang mata menatap sepasang pria dan wanita yang baru saja memasuki gedung.
seorang pria yang nampak gagah dan seorang wanita cantik nan manis memasuki gedung dengan berjalan anggun.
"wah siapa wanita itu sangat cantik"
"astaga kenapa wajahnya sangat manis"
"wah lihat gaun itu milik rancangan desainer ternama channel"
"bla bla bla"
suara suara bisik bisik terdengar penyambut kedatangan Xavier dan anggi.
wajah Xavier terus tersenyum bahagia sambil menggenggam erat tangan putih anggi,sedangkan anggi,gadis itu nampak terang terangan menampilkan ekspresi kesal hingga wajah nya memerah yang justru nampak sangat manis dimata para tamu pria yang menatapnya.
"my baby girl,akhirnya aku melihatmu lagi"ucap Rafen pelan menatap anggi penuh kerinduan.
"wah,apa itu gadis yang sudah mencuri hatimu bos"ucap lingga antusias sambil menarik turunkan alisnya menatap wajah Rafendra menggoda.
"hei ,diamlah bodoh,sana cepat kau urus bagianmu,kerjakan diam diam jangan buat keributan"ucap Bimo jengkel melihat wajah lingga.
"diamlah,kau yang bodoh lagipula aku ingin melihat wajah cantik nan manis itu dulu,wah bos kau sangat pintar memilih"ucap lingga begitu heboh.
tak!!!
Rafendra menjitak kening lingga keras.
"sudah pergi sana,kau seperti wanita banyak bicara"Rafendra menatap jengkel pada lingga,dan lingga hanya nyengir tanpa dosa.
Xavier mulai dihampiri oleh para kolega dan rekan bisnisnya ,dan sedari tadi Xavier bahkan tidak ingin melepas tangan anggi barang sedetikpun.
anggi merasa benar benar jengkel sekarang.
"Xavier aku ingin ke toilet tolong lepaskan tanganmu dariku"_Ucap anggi pelan.
"kau jangan coba coba Kabur dariku veleri,diam dan jadilah gadis yang baik"ucap Xavier sambil meniup pelan daun telinga anggi,membuat anggi nampak merinding akan ulah Xavier.
sementara itu Rafendra sudah mengepal kedua tangannya erat melihat anggi gadisnya nampak tidak nyaman atas perlakuan Xavier padanya.
"tunggulah my baby,aku akan segera membawamu,jika tidak mengingat disini ada begitu banyak orang,sudah kutembak kepala si Xavier sialan itu"maki Rafen geram.
Bimo dan Marvel hanya bisa menggeleng kepala pasrah atas sikap over protektif Rafendra.
"kumohon Xavier,aku sangat butuh ke toilet sekarang,kau bisa menyuruh bodyguard mu mengawsiku"tawar anggi mencoba membujuk Xavier.
__ADS_1
"baiklah,tapi jangan macam macam,dan cepat kembali"ucap Xavier melunak.
anggi berada dalam toilet wanita,gadis itu hanya diam didepan cermin sambil memikirkan bagaimana caranya agar ia bisa bebas dari Xavier.
begitu tenggelamnya dalam pemikiran anggi bahkan tidak sadar ada seorang pria yang nampak berjalan santai kearahnya.
πΉπΉπΉπΉπΉπΉπΉπΉ
"Xavier"seorang pria nampak menghampiri dan memanggil Xavier tegas.
deg!!
Xavier mematung ditempatnya,bukan ia takut,namun ia mengingat bahwa gadis yang ia cintai sedang tidak bersamanya.
"kau,kenapa kau bisa berada disini"tanya Xavier tajam.
"ikut denganku sebentar,kita selesaikan masalah kita"ucap Marvel tak kalah tajam.
"baik,biar kita selesaikan masalah ini sampai tuntas,agar aku bisa memiliki veleri seutuhnya"kata Xavier tersenyum menyerigai menatap Marvel.
"kau tidak hanya akan berurusan denganku tapi juga dengan Rafendra"balas Marvel tak kalah sadis menatap Xavier.
akhirnya kedua pria yang memilik.wajah sama tampan itu meninggalkan ruangan pesta dan pergi entah kemana.
ππππππππ
sebuah tangan kekar melingkari perut anggi erat,anggi tersentak kaget dan ingin berbalik tapi ditahan oleh pria tersebut.
"kumohon sebentar saja seperti ini,aku sangat merindukanmu my baby" ucap pria itu sambil membenamkan wajah nya di ceruk leher jenjang anggi.
"kau sangat wangi my baby,aku sangat merindukan aromamu"ucapnya lagi sambil memeluk Anggi semakin erat.
tes!!!
tes!!!
tanpa sadar air mata Anggi jatuh mengenai punggung tangan Rafen.
sontak di balik lah tubuh anggi menghadap nya.
"Rafendra,kau kenapa bisa disini?"ucap anggi dengan suara mulai bergetar.
deg deg deg
jantung keduanya kembali berdegup kencang.
Rafendra memejamkan kedua matanya dan mencoba menormalkan detak jantungnya.
"hust,sudahlah baby,kumohon jangan menangis,aku kesini menjemputmu ayo kita pulang semua orang sudah sangat merindukanmu"kata Rafendra lembut sambil mengusap kedua pipi merona anggi yang sudah basah oleh air mata.
"apakah kak Marvel bersamamu?"tanya anggi menatap Rafen.
"kau ini ,bukannya menanyakan calon suamimu,malah bertanya pria lain"ucap Rafen kesal.
"lagi pula kenapa sekarang macan betina ini menjadi lemah dan sangat cengeng"goda Rafen sambil mengelus pipi anggi lembut.
"ck,tidak tau sudahlah ayo aku mau pulang"anggi menarik tangan Rafen keluar,namun anggi berasa tidak bergerak sedikitpun.
tiba tiba Rafendra menarik tangan anggi hingga membuat tubuh anggi membentur tubuh tegap Rafendra.
Rafendra memeluk anggi erat,dibenamkannya tubuh mungil anggi kedalam pelukan hangat Rafendra menyalurkan segala kerinduannya.
tanpa terasa anggi mulai menjatuhkan air matanya kembali.
"akan ku habisi Xavier itu,beraninya dia memisahkan aku dengan mu"kata Rafendra geram.
"ayah"ucap Anggi pelan.
Rafendra menaikkan alisnya bingung akan ucapana anggi.
"hei baby,aku bukan ayahmu,tapi calon suamimu"ucap Rafen merasa lucu akan sikap anggi yang semakin membenamkan wajahnya di d ada bidang Rafen hingga kemejanya sedikit basah akibat air mata Anggi.
"siapa bilang kau ayahku,aku hanya merasa saat memelukmu seperti saat dulu sewaktu kecil ayahku memelukku,sangat hangat dan nyaman,lagi pula kau ini sejak kapan aku setuju menjadi istrimu"ucap anggi kesal pada godaan yang di berikan Rafendra padanya.
"hahahahaha oh tuhan lihatlah calon istriku yang cantik nan manis ini,kau bilang menolak,tapi tubuh mu menikmati pelukanku,ia kan"goda Rafen tertawa melihat wajah memerah anggi.
"ck,malas bicara denganmu"anggi memutuskan melepas pelukan mereka,namun tiba tiba Rafen menarik tengkuk anggi.
"maafkan aku"
Cup!!!!
Rafendra tiba tiba mencium,melumat dan mengigit bibir anggi ,Rafendra mencium anggi sangat lembut dan penuh perasaan mereka terlarut dan saling memejamkan mata menikmati setiap detiknya melepas kerinduan diantaranya,dan entah sejak kapan rasa itu tumbuh dengan suburnya.
__ADS_1
thaks all jangan lupa ikut beri vote like komen El tungguin lho