Cinderella Step Sister

Cinderella Step Sister
Attack


__ADS_3

disebuah padang rumput di perbatasan kota tepat pukul 9 malam yang hanya diterangi sinar rembulan,dua kubu besar tengah berhadapan.


dua kelompok mafia terbesar di tanah ratu Elisabeth tengah berhadapan.


seorang pria tampan dengan kemeja hitam yang dilapisi rompi anti peluru berdiri dengan aura mencekam menyelimutinya kedua tangannya masing masing memegang dua buah sumurai panjang,di kedua sisinya masing masing berdiri dua orang laki laki yang memiliki wajah tampan seperti dirinya namun dilihat dari sudut manapun pria itu memang melebihi siapapun dalam kriteria wajah bak dewa yang sesungguhnya.


Rafendra ditemani oleh Alex disisi kiri memegang Glock 20 lengkap dengan sebuah senjata kaliber di belakangnya dan lingga disisi kanannya lengkap dengan deretan belati belati tajam di selip di dalam jas hitam milikknya.


disisi lain musuh mereka Black Orchid dipimpin oleh Dery Elmust bersama para kaki tangannya Rex dan Alfonso.


mereka saling berhadapan dengan tatapan saling membunuh.


Rafendra memandang datar para mafiaso Black Orchid dengan aura kelam membunuh yang sangat kental membuat para Black Orchid bergidik ngeri.


"hem,jadi kalian sudah siap ku bantai rupanya"suara dingin Rafendra menggema dipadang kosong lengkap dengan hawa dingin malam membuat suasana semakin mencekam.


"tidak usah banyak omong kau Rafendra,kita putuskan saja siapa yang terkuat,lagi pula aku punya suatu kejutan untukmu jika kau berhasil mengalahkan ku"jawab Dery congkak.


"dasar rubah tua,tak kusangka kau lebih memilih kami bantai dari pada berlutut memohon ampun"ejek lingga dengan kata kata mencibir.


"hei anak sialan,mulutmu itu tajam sekali,tak sabar aku menembak wajah cantikmu itu"ejek Rex memancing emosi lingga.


dor!!!


tanpa basa basi Rafendra mengambil senapan milik Alex dan menembak salah satu mafioso Black Orchid hingga terkapar.


"banyak omong,Blood Eagle attack habisin semua"perintah Rafendra tegas.


dor!!!


dor!!!


sring!!!


sring!!!


Alex mulai menembaki para Black Orchid dengan akurat sambil menerjang maju kalibernya tidak berhenti menembaki siapa saja dihadapannya.


tak ketinggalan lingga


sing!!!


sing!!!


zret!!!


lingga melemparkan belatinya dengan akurat,belati yang sudah dimodifikasi dengan tali nilon terbuat dari serat baja yang mampu memotong tubuh menjadi dua bagian.


"hahahah ini sungguh menyenangkan,lihatlah anak anakku mulai makan,hahaha"tawa iblis lingga dibalik wajah cantik nya yang melebihi seorang wanita,belati lingga mulai melesat dengan tali serat yang mulai menyayat tubuh anggota Black Orchid .


dan Rafendra dengan wajah santai mulai menebas tubuh para Black Orchid dengan samurai dikedua tangannya


sret!!!


jleb!!!


sring!!


akhh


aaaa


suara teriakan kesakitan berbaur dengan kesunyian malam.


darah dan mayat bergelimpangan diterpa sinar bulan.


"hahaha sungguh ini lumayan menghibur"tawa Rafen dengan seringai iblis di wajah dan seluruh tubuh yang dipenuhi noda darah pekat.


Dery,Rex dan juga Alfonso sudah mulai kelimpungan.


"bos bagaimana ini ketiga orang itu benar benar iblis"Rex mulai mengigil melihat kebengisan Rafendra yang mulai membantai anggota mereka dengan sadis.


Dery mulai meraih telpon genggamnya


tut


tut


"halo,dengar jika aku tidak selamat,kau lakukan rencanamu,setidaknya kau bisa membalas dendam ku sekalian"kata Dery dengan panik.


"kenapa denganmu pria tua"tanya seorang dari sebrang.


"kami diserang tanpa prediksi sebelumnya,lakukan saja,selamat tinggal"jawab Dery menutup telponnya.


Dery mulai menembaki dengan kalap diikuti kedua kaki tangannya.

__ADS_1


dor


dor


dor


pembantaian itu berlangsung hingga menjelang pagi.dengan puluhan anggota kedua belah pihak meregang nyawa.


"sudahlah pria tua menyerah saja,setengah anggota mu sudah kami bantai,jika kau mau berlutut mungkin bos akan mengampuni nyawamu"kata lingga menyerigai.


"cih,lebih baik aku mati"jawab Dery berdecih.


"Alex,lingga bereskan dalam dua jam" perintah Rafendra sedang ia sendiri berjalan santai ke arah Dery.


"mari kita battle,aku sudah bosan dengan permainan mu"kata Rafendra sambil mulai menerjang dengan kedua samurai nya,Dery menangkis dengan senjata yang sama seperti Rafen.


sring!!!


sring!!!


zing!!!


suara pedang saling beradu tak ada yang mau mengalah.


"kau sedang sibuk bertarung membantai kelompok ku,aku tak sabar bagaimana keadaan gadismu itu?"kata Dery mencoba memancing emosi Rafen dan memecah fokusnya.


sring!!!


sring!!!


"sialan kau bajingan tua,rupanya kau tidak sabar bertemu dengan raja neraka"geram Rafen mencoba menahan amarahnya.


Rafen dan Dery saling menebas dan mengayunkan pedangnya ke masing masing,goresan tebasan pedang mulai melukai tubuh Dery,staminanya kalah jauh dari Rafendra,dengan sekuat tenaga Dery mencoba membalas serangan Rafen dengan sisa sisa tenaganya.


"jika bukan aku,maka tunggulah kau dan Marvel akan mendapat kejutan dari kami"


ucap Dery dengan senyum mengejek diwajahnya.


"jangan banyak bicara kau tua bangka sialan"maki Rafen geram.


mereka bertarung habis habisan dengan Rafendra yang sudah mendapat luka sayatan pedang di bahu dan juga lengan kirinya cukup dalam,dan tak jauh beda dengan Dery,seluruh tubuhnya sudah penuh luka tebasan pedang samurai Rafendra.


sementara ditempat lain tidak jauh dari tempatnya berduel dengan Rafendra,semua anggota Black Orchid sudah habis dibantai oleh Blood Eagle yang di arah oleh Alex dan lingga,sedang Rex dan Alfonso sudah tewas dengan keadaan tubuh mengenaskan akibat sabetan belati lingga dan peluru kaliber Alex.


Dery yang sudah kehilangan arah melihat kelompok nya tewas habis memilih bunuh diri dengan menancapkan pedang pada jantungnya sendiri dan tidak mau tunduk pada kemenangan Rafendra.


"dan suruh charles merawat anggota kita yang terluka"setelah itu Rafen menuju mobilnya kembali ke mansionya


di pingiran kota inggris.


saat tiba di markas besar Blood Eagle Rafendra segera memerintahkan Alex dan lingga berkumpul diruang kerjanya.


"Alex segera periksa pasar saham milik Dery dan suruh Bimo persiapkan akuisisi semua properti milik Dery atas nama WJC"


"dan kau lingga,pastikan pihak kepolisian tidak ikut campur,tutup masalah ini rapat rapat"perintah Rafen datar kemudian berdiri menatap pemandangan hutan dari balik kaca besar ruang kerja di markas Blood Eagle.


***********


sementara itu


Anggi,Selenia serta Rebecca sedang berada di sebuah pusat perbelanjaan terbesar di Los Angeles tidak lupa dengan beberapa bodyguard yang diperintah oleh Rafendra menjaga mereka.


" sel,beca kalian duluan aja ke toko perlengkapan bayi,aku mau ke toilet bentar"ucap Anggi sambil melihat ke arah sebuah toko perlengkapan bayi.


"ok,jangan lama lama ya kak valy"jawab Selenia sambil menarik tangan Rebecca menuju toko yang ditunjuk anggi.


"hemm"jawab anggi sambil berlalu pergi diikuti oleh beberapa bodyguard.


sebenarnya anggi sangat risih dengan banyaknya penjaga yang diperintah kan oleh Rafendra menjaga mereka,belum lagi bodyguard yang dibawa oleh Marvel menambah jelek moodnya pagi ini.


oleh karna itu anggi hanya mengizinkan membawa 6 orang bodyguard dan mengatakan ia atau tidak sama sekali pada Bimo ataupun Marvel mengingat sudah beberapa hari Rafendra pergi karna urusan pekerjaannya oleh karna itu Bimo lah yang menjaga mereka kini.


tanpa ketiga gadis itu sadari beberapa orang mulai mengikuti mereka sejak keluar dari mansion Houston.


didalam toilet anggi sedang membasuh kedua tangannya sampai seseorang diam diam mengendap dan membius dirinya hingga pingsan,sementara kedua bodyguard nya sudah tewas diluar.


tak berapa lama anggi didudukkan disebuah kursi roda dengan dipakaikan kaca mata hitam serta masker untuk tidak memancing kecurigaan orang lain.


*********


"kak udah mau sejam nih kita milih barang disini,kok kak valy belum balik,perasaan ku gak enak nih kak,kita susul aja deh"ucap Selenia gelisah.


"ia kamu bener juga,ayo deh"jawab Rebecca tidak kalah panik.


begitu sampai didepan toilet mereka menemukan dua orang bodyguard yang menjaga anggi sudah terkapar dengan luka tembak pada masing masing dada mereka.

__ADS_1


"rupanya mereka menggunakan senjata berperedam suara,saya harus segera melapor pada tuan Bimo"kata salah satu bodyguard.


mereka segera kembali ke mansion Houston


"APA,MATI AKU BISA DIBANTAI BOS INI"panik Bimo setelah mendengar laporan para anak buah Blood Eagle yang ia tugaskan menjaga calon istri bosnya.


tak berapa lama Marvel masuk dengan terengah engah akibat berlari panik.


"ap apa ma maksudmu Rebecca,veleri diculik?bagaimana bisa hah"maki Marvel emosi.


"maaf kak,kami benar benar kecolongan tadi"Rebecca tidak kalah panik.


"bos,ini ada sebuah tanda yang ditinggalkan oleh pelaku" ucap salah satu anggota Blood Eagle.


sebuah kertas putih dengan bercak darah dengan inisial NN disana serta tulisan MURDER tertulis jelas diantara bercak bercak darah di kertas yang sudah mulai kusut.


Rebecca tersentak kaget,entah mengapa dalam memorinya teringat seorang gadis seumurannya ,salah satu kawannya saat kuliah dulu.


"nana,tidak mungkin"batin Rebecca bergejolak.


saat semua orang nampak begitu panik,tiba tiba Rebecca pingsan dan membuat Marvel dan yang lainya tersentak kaget.


"astaga,Rebecca kakak sampai lupa kamu lagi hamil tua"kata Marvel panik.


dengan segera ia mengangkat adiknya menuju kamar lantai dua mansion.


"Bimo bekerja sama lah dengan Kevin saat dia datang,ia IT kami"kata Marvel sambil berlalu menaiki lift di mansion Houston.


"sebaiknya ku beri tahu bos,jika tidak aku tidak sanggup menanggung murkanya"batin Bimo kemudian segera menghubungi Rafendra untuk melaporkan penculikan yang dialami anggi.


layar laptop mulai menampilkan wajah tidak bersahabat Rafendra dan itu menambah takut semua yang berada diruangan itu.


"ada apa Bimo,cepat bicara aku sedang sibuk sekarang"ucap Rafen jengah melihat Bimo serta Selenia dibelakangnya masih diam mematung,padahal mereka yang menghubungi nya duluan.


Bimo menelan Saliva nya seakan menelan puluhan jarum.


"ma maaf kan ka kami bos,nona valy diculik"kata Bimo meredam detak jantungnya yang sudah merontak kuat menahan rasa takutnya.


Braak!!!


Rafendra mengebrak meja dihadapannya dengan emosi,aura gelap mulai terpancar dari kilat kemarahan diwajahnya.


"BAGAIMANA KALIAN BISA KEHILANGAN VALY,KALIAN SEMUA SUDAH BUTA HAH,MENJAGA SEORANG GADIS SAJA TIDAK BISA,TIDAK BERGUNA"maki Rafendra geram,segera ia membanting laptopnya dan otomatis panggilan vidio itu berakhir.


"matilah kita"ucap Bimo pasrah.


***********


prank!!!!


prank!!!


dor!!!


dor!!!


Rafendra dengan kalap melempar dan menembaki semua barang di mansion nya,semua pelayan serta anggota nya menjadi panik melihat kemarahan Rafendra.


"ALEX KAU BERESKAN SEMUA HAL DISINI ,AKU AKAN KEMBALI BERSAMA LINGGA"teriak Rafendra emosi.


"PERSIAPKAN JET KU"


tanpa ba bi bu semua orang berlarian panik melaksanakan perintah bosnya yang tengah menggila.


Alex dan lingga hanya bisa menggeleng pasrah oleh kegilaan seorang Rafendra.


"tuhan sampai kapan monster ini mengamuk"ucap lingga pelan.


bugh!!!


Alex membogem perut lingga tiba tiba.


"sialan kau,kenapa kau memukukku?"maki lingga sambil menekan perutnya yang ditinju Alex tiba tiba.


"sudah diam kau,kaupun sama saja ,sama sama monster jangan banyak bacot"ucap Alex santai tanpa dosa.


bugh!!!


lingga membalas Alex tak kalah keras.


"sialan kau"maki Alex geram.


"hehehe satu sama"ucap lingga sambil mengangkat bahu acuh dan berlalu menyiapkan jet keberangkatan bosnya ke LA.


TBC...........

__ADS_1


see you next chapter.jangan lupa kasih like,comen n bintang koin ya guys



__ADS_2