Cinderella Step Sister

Cinderella Step Sister
Hati


__ADS_3

"hai kak,hari ini jadi mengunjungi universitas"pagi ini seorang gadis manis tengah terburu buru memakan sarapan ya ,yah gadis itu adalh Selenia adik perempuan satu satunya dari Rafendra Wiguna.


"ia"satu kata yang keluar dari mulutnya,pria arogant yang sangat irit bicara,selenia sang adik hanya bisa menarik nafasnya kesal.


Rafendra Wiguna ,pria tampan yang sangat dingin dan arogant,memiliki wajah tampan bak dewa yunani,pria bermata hazel yang memiliki tatapan setajam elang dan pesona yang mampu membuat wanita manapun menjerit kan namanya.


"aish,sudahlah ngomong sama kakak kyak ngomong sama batu"selenia menggerutu kemudian berlalu meninggalkan sang kakak yang hanya bisa menatapnya geli.


------------


sementara itu ditempat lain dua orang gadis tengah sibuk mempersiapkan segala urusannya pagi ini.


"kamu yakin gi,mau ngampus hari ini?"tanya rianti ragu ragu.


"yah,aku harus segera mengurus keberangktanku yang sempat ku cancel kemaren"jawab anggi datar.


"huft baikalah,kapan kamu berangkat?dan apa kamu yakin akan segera memberi tau papa sama mama mengenai hubungan mu yang sudah berakhir?"kata rianti sedih.


"ya,bagaimanapun aku harus melakukan sesuatu untuk melupakan devan"balas anggi sambil tersenyum getir ke pada rianti.


"aku sudah bertemu mrs.Teresa dia sudah menyiapkan segala kebutuhan studyku di England nanti,aku tinggal berangkat aja,rencananya setelah pernikahanmu "ucap anggi kembali menatap rianti sahabat sekaligus saudari angkatnya.


"baiklah,ayo kita segera ke kampus,ini hari terkhirmu sebelum free"rianti kemudian bangkit dan berjalan keluar kamarnya,diikuti anggi dibelakangnya.


diruang keluarga Bagas dan Maya istrinya sudah menunggu mereka dimeja makan untuk sarapan bersama.


"pagi pa,ma"jawab kedua gadis itu serempak.


"pagi sayang"jawab maya sambil mengambilkan seporsi roti panggang untuk suaminya.


"anggi,kenapa matamu bengkak nak"tanya bagas melihat mata anggi yang sedikit bengkak pagi ini.


"lho ia ya pa,kenapa sayang sini duduk dulu cerita sama kami"pinta maya kepada Kedua putrinya.


"ma,pa sebenarnya"akhirnya rianti menceritakan semua yang terjadi pada malam itu kepada kedua orang tuanya,karna anggi belum juga mau membuka mulutnya berbicara.


BRAGH


suara keras meja yang digebrak oleh bagas membuat ketiga wanita dimeja makan itu tersentak kaget.


"KURANG AJAR,APA BENAR ITU ANGGI,BERITAHU AYAH,SIALAN BERANINYA DIA MEMPERMAINKAN KELUARGA KITA"maki Bagas berang


"bukanya devan bilang akan menikahimu anggi setelah pernikahan rianti,sayang apa mama gak salah dengar"tanya Maya masih tidak percaya akan ucapan rianti,mengingat betapa devan sangat mencintai anggi.


"sayangnya itu kenyataanya ma"jawab anggi sambil tersenyum getir mengingat kenangan indahnya bersama sang kekasih.


"bagaimana persiapan pernikahan rianti ma?"tanya anggi kembali mencoba mengalihkan kesedihannya.


"itu kamu tidak usah khawatir,semua sudah beres,davin pria yang baik dan ayah sangat Berharap devan juga bisa seperti itu,namun sayangnya harapan ayah Sudah pupus rupanya"Bagas berkata lembut sambil mencoba tersenyum,walaupun hatinya sakit melihat putri angkatnya seperti orang hidup tapi tak memiliki jiwa.


semua orang di meja makan hanya bisa menghela nafas pasrah ,anggi memang menimpali kata kata keluarganya namun tatapan matanya selalu terlihat kosong dan tidak jarang ia melamun,tak lama kemudian tanpa ia sadari setetes demi setetes air mata akan mulai membasahi wajahnya.


"sayang liat mama kamu harus tau kamu gak sendiri,masih ada kami jadi berhentilah menjadi sok kuat,menangislah keras nak.apapun yang terjadi kami akan selalu mendukungmu susah maupun senang"kata Maya sambil memeluk anggi,gadis itu sudah mulai terisak ia menangis tanpa suara hanya isakan tertahan dengan tubuh yang bergetar hebat.


tes tes tes


"a...nggi gak papa ma,mu...ngkin i


..ni su..dah tak..dir devan bu..kan jodoh anggi ma"jawab anggi parau.


setelah puas menangis dalam pelukan maya,anggi mulai mengutarakan rencananya studi keluar negeri pada orang tua angkatnya.


"pa.ma anggi akan berangkat studi ke England setelah selesai acara pernikahan rianti,semua sudah beres anggi akan pergi pa ,ma"kata anggi sambil menghapus sisa sisa air matanya.


"kamu yang benar sayang,kenapa baru sekarang kasih taunya"Maya sangat terkejut dengan ucapan anggi yang tiba tiba.


"papa sih tidak masalah nak,selama kamu bisa jaga diri dan kamu memang sudah siap ,papa hanya Bisa memberi dukungan penuh"jawab Bagas bijak.


"sejak kapan kamu merencanakan ini sayang?"tanya Maya.


"sudah lama ma,kira kira sejak pertama masuk kuliah anggi sudah mendaftar Beasiswa ma,dan 3 bulan yang lalu permohonan anggi lolos ma"jawab anggi sambil menatap kedua orang tua angkatnya.


Bagas dan Maya hanya menganggukan kepalanya paham atas ucapan anggi.


setelah selesai sarapan rianti dan anggi pamit menuju kampus mereka.


mobil sedan silver melaju keluar dari rumah Bagas.

__ADS_1


tak berapa lama mereka pun tiba di kampus nya,rianti segera menuju kelasnya sedangkan anggi menuju ruang mrs Terasa demi melengkapi berkas penerima beasiswa miliknya.


----------


sementara itu sebuah mobil mewah Roll Royce hitam berhenti tepat di gerbang depan sebuah universitas ternama dikota jakarta,mobil mewah itu langsung menarik perhatian seluruh penghuni kampus yang sedang berlalu lalang.


tak berapa lama nampak seorang pria yang sangat tampan bersama seorang gadis yang sangat manis keluar dari mobil mewah tersebut.kehadiran mereka menarik perhatian dan kekaguman semua orang.


pria tampan itu memakai kemeja hitam yang digulung sesiku,jelana panjang hitam serta sepasang sepatu monk stap coklat yang menampilkan kesan elegan bergaya eropa menambah kadar ketampananya berkali kali lipat.


sedangkan sang gadis memakai sebuah mini dress selutut berwarna putih bermotif bunga bunga pada bawhnya,lengkap dengan sepasang sepatu boot semata kaki berwarna hitam menjadikan penampilanya sangat manis.


"wah aktor dari mana tuh cakep banget"


"astaga manis banget tuh cewek"


"mereka Mahasiswa baru kah,ganteng banget kyak oppa korea"


"abang ganteng mau jadi pacar Kita gak"


"bla bla bla"


suara suara berisik memenuhi gendang telinga Rafendra maupun adiknya Selenia.


"aish berisik banget sih mereka kak,bikin mumet aja,kenapa kakak harus ngajak sel kesini sih"selenia mengerutu Kepada sang kakak,gadis itu memang tidak suka Keadaan yang terlalu berisik.


"udah diam aja sih"jawab fendra kesal,sedari tadi memang adiknya itu sudah membuatnya jengkel Karna terus saja mengomel.


"sudah kamu pergi aj pake mobil kakak,nanti kalo urusan kakak udah beres kamu balik kesini"ucap fendra sambil berlalu ke ruangan rektor untuk membicarakan segala urusannya.


----------


Aula besar universitas...



anggi berjalan santai setelah menyelesaikan semua urusannya,kakinya terus melangkah hingga tiba di depan sebuah bangunan besar di kampusnya,yah itu adalah gedung aula tempat segala kegiatan resmi para Mahasiswa.


perlahan anggi Membuka pintu besar dari kayu mahoni tersebut ,kakinya melangkah ke arah panggung besar didepan ribuan kursi penonton.


"piano,sudah lama aku tidak memainkan ya"batin anggi sambil menyentuhkan jari jemari lentiknya diatas tuts piano hitam klasik didepannya .


-------


"hei jo,kamu liat anggi gk?"tanya rianti Pada seorang mahasiawa yang lewat didepanya.


"oh si anggi,kayaknya dia Ada di aula kampus deh,lo kesana aja"


"ok thanks ya jo"rianti pun berlalu pergi menuju ruang aula kampusnya.


---------


anggi sedang duduk didepan sebuah piano hitam klasik yang sangat indah,tanpa sadar jari jemarinya mulai menari indah diatas tuts tuts piano tersebut.


sambil memejamkan matanya anggi mulai bernyanyi hingga tanpa sadar ia mulai menangis


Kering air mataku


Terlambat untuk kamu sadari


mengulang kisah cinta itu lagi


meradang hatiku karenamu


menahan rindu yang tak sudah sudah


Bukan lagi kamusku


mengulang semua rindu


berat hati jika harus kembali


Sudah kering air mataku


tersiksa merindukanmu


sumpah mati kau rusak jiwaku saat ini

__ADS_1


Terlambat untuk kamu mengerti


indahnya rasa cinta itu lagi


bukan lagi kamusku mengulang semua rindu


berat hati jika harus kembali


Sudah kering air mataku


tersiksa merindukanmu


sumpah mati kau rusak jiwaku saat ini


Sudah habis air mataku


tersiksa kehilanganmu


sumpah mati kau rusak jiwaku saat ini


hu...hu..hu..hu


hu..hu..hu..hu


uwo..ho..ho..ho


sudah kering air mataku


Tersiksa merindukanmu


sumpah mati kau rusak jiwaku saat ini


Sambil menahan isaknya anggi terus memainkan tuts tuts piano didepannya hingga mengalunkan melodi yang sangat menyayat hati siapapun yang mendengarnya.


tanpa ia sadari seorang Pria bermata hazel yang bahkan jarang menampilkan ekspresi nya didepan umum ikut meneteskan air matanya mendengar alunan indah permainan piano anggi,serta dua orang gadis yang bahkan Sudah mulai menangis sedari pertengahan mendengar nyanyian pilu anggi.dan seorang pria bermata biru lagi yang bahkan sudah tertunduk pilu sambil bersujud menarik rambutnya frustasi.


yah keempat orang itu adalah Rafendra,Rianti,Selenia serta Devan.


#flasback on#


Rafendra sudah keluar dari ruang rektor karna segala urusanya sudah beres,ia hendak menelpon adiknya,tapi selenia sudah berada didepan ruang rektor karna bosan menunggu kakaknya,akhirnya dia memutuskan untuk menyusul fendra ke ruang rektor.


saat mereka hendak berjalan menuju parkiran mobil mereka,mereka melewati aula besar kampus Dan mendengar suara permainan piano seseorang yang sangat menarik,sehingga Mereka memutuskan melihatnya.


sedangkan Devan,ia.memang sengaja mencari anggi untuk bertemu,setelah menanyakan Kepada mahasiswa lain keberadaan anggi yang bahkan sudah tidak mau mengangkat panggilan telfon nya,devanpun langsung menuju arah keberadaan anggi.saat sampai di aula devan sangat terkejut mendapati keberadaan Rafendra beserta selenia ,kalau rianti ia tidak heran karna ia memang kuliah ditempat ini.


#flasback off#


Rafendra POV.


aku melangkahkan kakiku ke arah datangnya suara alunan melodi indah yang disertai nyanyian pilu seorang gadis.


aku berhenti didepan sebuah pintu besar yang terbuat dari kayu mahoni,yah aku yakin suara indah itu terdengar dari dalam.


perlahan aku membuka pintu besar itu,kulihat disalah satu kursi penonton seorang gadis yang ku kenal adalah tunangan sahabatku davin,gadis itu sudah menangis disana,dan tatapanku beralih ke depan panggung dimana kekagumanku jatuh kepada seorang gadis cantik yang sedang memejamkan matanya sambil bernyanyi pilu sementara jari jari lentiknya dengan lihai menari indah diatas tuts tuts piano dihadapannya.


"ada apa ini kenapa aku bisa sampai meneteskan air mata,hanya karna mendengar nyanyian ya,Biasanya sesedih apapun musik yang kudengar tidak akan menimbulkan efek seperti ini padaku"batin fendra sambil menggelengkan kepalanya bingung akan reaksi pada tubuh dan pikiran ya.


laki laki itu kini mulai menatap sang adik yang mulai menangis terisak disamping rianti.ia akui gadis yang sedang bermain piano diatas panggung itu sungguh luar biasa.


tanpa sengaja tatapannya menangkap sosok devan sahabatnya yang sedang bersimpuh sambil menjambak rambutnya frustasi.


dia sedikit bingung melihat reaksi serta sikap devan,namun ia tidak ingin ambil pusing.


#Rafendra POV end #


tanpa mereka ber empat sadari ruangan itu telah hampir di penuhi oleh banyak mahasiswa yang juga mendengar suara indah permainan piano anggi.


akhirnya permainan piano anggi terhenti oleh tepukan tangan keras penonton tak diundang,Anggi segera bangkit dan berjalan keluar melalui pintu belkng aula dan tidak menghiraukan keriuhan yang ia ciptakan.


saat sudah berjalan jauh meninggalkan aula Seseorang meneriaki namanya dan mengejar anggi ke luar.


anggi tidak menoleh dan terus berlalu pergi.


setelah cukup jauh berjalan ,anggi berhenti dibelakang taman belakang kampusnya,ia duduk disebuah kursi panjang serta mulai menghapus air matanya yang bahkan bukannya berhenti mengalir namun justru semakin deras turun.


anggi menunduk dalam ,tanpa sadar ia melihat sebuah sapu tangan terulur kepadanya,saputangan dengan aroma maskulin yang lembut.

__ADS_1


"kenapa menangis"


__ADS_2