
Hari ini devan memutuskan untuk mulai mengambil langkah mendekati anggi,saat ini tepat waktu jam kuliah anggi berakhir devan sudah berdiri disamping mobil Lamborghini hitam dengan kedua tangan menyelip disaku celananya.
tak urung pemandangan seorang laki laki tampan mapan dan tajir pula mendatangkan riuh histeris para mahasiswa yang berada disana.
"kya pangeran dari mana itu"
"omg calon suami gue"
"aduh bawa adek bang"
"gue rela satu malam sama tuh cwok"
bla,,,bla,,,bla
begitulah kata kata yang terdengar ditelinga devan,namun tidak dipedulikannya,matanya hanya sibuk mencari gadis manis pujaan hati seorang playboy insaf seperti devan.
"ck dimna kamu manis aku bahkan rela panas panasan demi nungguin kamu cantik"gumam devan dalam hati.
akhirnya setelah cukup lama menunggu,gadis manis pujaanyapun muncul disertai dengan tatapan menggoda para makhluk adam sepanjang jalan yang dilalui gadisnya,devan mengepal erat ke dua tangannya dan berusaha menormalkan ekspresi wajahnya.
melihat banyaknya kerumunan mahasiswi di depan kampus membuat rianti dan anggi langsung memutar ke arah lapangan parkir untuk bisa pulang.
melihat gadisnya tidak menuju kearahnya,devan langsung masuk ke mobil dan mengejar anggi.
tiba disamping anggi,devan segera membunyikan klakson ya.
tin..tin...
Anggi dan riantipun menoleh sebuah mobil Lamborghini hitam berhenti tepat disamping mereka.
terlihat seorang pria tampan tersenyum kearah mereka,tepatnya ke arah Anggi.
Anggi menatapnya lama kemudian memberikan senyum manis yang tanpa dia sadari telah membuat jantung devan seakan jungkir balik bahagia tak terpatri.
"oh god that my lovely smile "gumam devan.
lama dia terpaku akan sebuah senyum yang telah mengalihkan dunianya sesaat sebelum akhirnya dia berdehem menormalkan detak jantungnya.
"khem,,,khem,,Anggi masih ingat saya tidak ,kamu pasti sudah tau saya kakak davin tunangan dewi saudara tiri kamu"tanya devan dengan senyuman tampan diwajahnya.
"astaga gi,beneran itu si dewi udah mau tunangan dia"celetuk rianti tiba tiba.
"ia ri bener bentar 3 bulan lagi dia tunangan"balasku singkat.
"gimana Anggi cantik,udah ingat saya belum"tanya devan lagi masih dengan wajah yang stay cool.
"oh ia ingat pak devan bukan"balas Anggi datar.
"ah gadis manis ini benar benar menarik,belum apa apa dia sudah masang tameng kepadaku,beda sama para mahasiswa centil tadi"gumam devan dalam hati,dan masih tetap stay cool and calm.
__ADS_1
"begini Anggi ada yang ingin saya tanya pada kamu,kalau adakamu mau makan siang bersama saya"tanya devan hati hati.
Anggi melirik sekilas pada rianti,dan riantipun mengangguk.
"baiklah pak "jawab anggi datar.
segera anggi duduk dikursi belakang mobil,namun devan tidak juga menjalankan mobilnya,hingga anggi pun bertanya.
"emmm pak kok belum jalan sih"Tanya anggi bingung.
tiba tiba devan Tertawa sampai air mata mengalir disudut matanya.
"hahahaha maaf anggi,kamu ini lucu sekali apa kamu pikir saya ini supir dadakan kamu,ayo pindah duduk disamping saya"kata devan lembut.
Anggi pun memilih menurut dan pindah duduk didepan samping devan.
"nah begitu dong,satu hal lagi kamu jangan manggil saya bapak,jadi merasa tua saya"kata devan jenaka.
"trus saya harus panggil apa dong pak"balas anggi bingung.
"panggil mas,abang atau sayang ,honey, sweety juga boleh terserah kamu yang penting kamu suka"jawab devan sambil menatap anggi lembut.
"eh,,,emmm kak devan aja,soalnya yang lainya saya gak suka"jawab anggi asal.
"ok terserah kamu,orang cantik bebas aja"kata devan mencoba melucu,yang sayangnya hanya dihadiahkan muka datar oleh Anggi.
"sabar dev,cinta sejati butuh perjuangan nanti juga dia akan melihat Cinta lo dev,sabar,,,sabar"gumam devan dalam hati sambil mengelus dada.
anggi yang melihat devan mengelus dada reflek bertanya
seketika ide briliant muncul di otak devan,puncuk dicinta ulam pun tiba.
"aduh Anggi kakak juga gak tau kenapa kok rasanya jantung kakak rada sakit begini,coba kamu elus sedikit trus tekan juga,mana tau agak mendingan"kata devan dengan wajah sedikit meringis seakan menahan sakit.
Anggi merasa bingung,dalam hatinya mana ada orang sakit jantung dielus bisa sembuh,tapi karna melihat wajah kasihan devan,maka mau tak mau akhirnya anggi pun menekan dan mengelus dada bidang devan dari balik kemejanya.
bisa Anggi rasakan debaran jantung devan ditambah lagi Wajahnya yang sudah memerah seperti orang demam,tapi anggi yang memang belum pernah merasakan cinta mana tau apa yang terjadi pada devan.
"kak,,,kak devan ini kenapa jantungnya kok begini ,kita ke rumah sakit ya kak,biar Mobilnya saya yang bawa"pinta anggi sedikit panik.
"akhirnya dia merhatiin kamu devan,oh jantung jangan kayak abege labil dong,malu banget sumpah"gumam devan dalam hati.
"gak papa anggi,sekarang kita makan aja saya lapar"kata devan berusaha normal.
"tapi jantung kakak gimana?kalo terjadi apa Apa saya gak tanggung jawab lo"jawab anggi.
"ia gak papa,kamu cukup nemenin saya makan aja,jangan pikirin yang tidak tidak"balas devan sambil mengelus rambut anggi sayang.
siang itu devan mengajak anggi makan disebuah rumah makan nusantara langganannya,terdapat berbagai macam masakan Nusantara dari seluruh indonesia dan semuanya bisa diambil sendiri.
"gimana anggi kamu suka gak tempatnya"tanya devan tersenyum menggoda.
__ADS_1
"hahahah lumayan selera kakak bagus juga"jawab anggi.
beberapa lama mengobrol dengan devan membuat anggi mulai merasa akrab,pribadi devan yang sangat humble dan jenaka dibalik wajah datar dan dinginya yang dia tunjukan pada para mahasiswi depan kampusnya tadi,rupanya tidak berlaku untuk anggi.
bersama anggi devan menjadikan dirinya sebagai pria yang hangat dan humble membuat anggi merasa seperti bersama kakak tirinya tommy.
"loh dek,kok makanya dikit banget?
emm boleh kakak panggil adek aja"tanya devan
"boleh kak,dan lagi anggi memang gak bisa makan banyak"jawab anggi sambil tersenyum ke arah devan.
deg,,,,,deg,,,,deg
"oh shit senyumnya aja bikin gue sakit jantung,plis god help me from this situation"gumam devan dalam hati menahan debaran di jantungnya.
anggi menikmati makananya dengan tenang,sedangkan devan menikmati wajah jelita anggi,mereka benar benar menjadi pusat perhatian para pengunjung restoran siang itu.
gadis cantik nan manis sedang duduk anggun menyantap makananya,sedangkan sang pria tampan sedang asik menopang dagu menatap gadisnya benar benar pasangan ddewa dewi.
tampan sengaja devan menoleh dan melihat tatapan penuh damba para pria lain di restoran itu pada anggi,segera dia menatap mereka tajam penuh aura gelap yang serta merta membuat Para pria haus belaian itu menundukan pandangan mereka.
perang mata itu tidak disadari oleh Anggi sampai dia menghabiskan makananya,dan heran mengapa devan belum menghabiskan makananya.
"lho kak kenapa belum habis itu makananya" tanya anggi bingung.
"gak papa,kakak udah kenyang liatin kamu makan"jawab devan tersenyum cerah.
"mana ada orang kenyang kalo gitu kak,udah kakak makan dulu aku tungguin sampai selesai makan"kata anggi Memaksa.
"ok deh nih kakak makan,kamu jangan manyung ntar kakak cium mau"Jawab devan sambil menjilat bibirnya sendiri.
"iuh, no kakak gak usah banyak omong makan cepat"perintah anggi.
"ia sayang"balas devan manja.
"gak Ada Sayang ,cepet kak aku mau pulang nih capek"jawab anggi cuek.
siang itu setelah makan bersama penuh jenaka,devan mengantar anggi pulang ke rumah pak Hari.
mereka terus menjalin hubungan akrab layaknya kakak dan adik bagi Anggi,namun tidak bagi devan ia sudah menganggap anggi sebagai wanitanya.
Ok guys sampe sini dulu episode ini ntr kita lanjut lagi ,don't forget to give me like and coment
thank you so much....
__ADS_1