
Sore itu setelah pulang dari toko,aku segera memacu motorku dengan kencang,entah mengapa ada rasa tidak enak di hatiku.
sesampainya di rumah aku heran kenapa sepi sekali biasanya jika aku pulang dan ayah tidak kekantor,ayah pasti akan segera datang dan membalas salamku,kucoba memanggil ayah aku beberapa kali tapi tak ada balasnya,akhirnya kuketuk pintu kamarnya,dan astaga aku menjerit melihat ayah tergeletak tak sadarkan diri disamping ranjangnya.
"ayah,,ayah,,hiks,,hiks,bangun ayah "aku menepuk pelan pipi ayahku.
sambil terus terisak aku berlari keluar dan meminta tolong pada tetanggaku.
Ya ALLAH ayah,aku terus menangis sepanjang perjalanan kerumah sakit.
setelah sekian lama aku menunggu dokter mengurus ayahku ,akupun tersadar dan segera menelfon tante maya untuk segera datng.
sambil terus menunggu tante maya akupun terus gelisah berjalan bolak balik di depan ruang UGD menunggu dokter keluar,entah kenapa hatiku rasanya seperti diremas dan ditindih dengan batu besar,aku tak mampu berbicara apapun dan hanya terus terisak .
tangis ku yang ku pendam sekian lama akhirnya tumpah karna ayahku belum juga sadar.
Tab,,,tab,,tab
kudengar langkah kaki semakin mendekat.
ku tengok tante maya,om bagas dan rianti jalan tergesa-gesa ke arahku.
"sayang kenapa dengan papamu"om bagus bertanya dengan wajah cemas.
"ia sayang tante kaget kamu telpon dan bilang papamu masuk rumah sakit",kata tante maya .
aku tak mampu menjawab perkataan om bagas dan tante maya,hanya tangis yang keluar dari mulutku,rianti hanya diam sambil memelukku.
hampir 2 jam lebih aku dan keluarga om bagas menunggu pintu ruang UGD tapi tak ada satupun dokter atau suster yang keluar.
perasaanku makin kalut aku menangis dalam diam.kini tak mampu lagi bersuara."sayang kamu harus sabar dan berdoa demi kesembuhan papamu"kata tante maya.
aku tak bisa bicara dan hanya bisa mengangguk kembali dalam tangis.
menit,detik,dan jam berlalu tanpa terasa akhirnya dokter pun keluar dengan wajah ditekuk.
pikiranku kacau hati dan pikiranku hanya ada satu kata "ayah".
dokter tiba-tiba berkata
"maaf kami sudah berusaha sebisa kami,tapi tuhan berkehendak lain,Tuan Aksan telah meninggal dunia karna komplikasi dan serangan jantung tiba-tiba,dan yang paling kami sesali beliau terlambat Dibawa Kemari"kata dokter menjelaskan.
"tidak,tidak,tidak mungkin ayah.
AYAH,AYAH,AYAH kenapa ayah tega tinggalkan anggi hiks,hiks"aku meraung menangis hingga tubuhku bergetar dan akupun tidak bisa lagi menopang tubuhku,sebelum aku jatuh rianti cepat-cepat menopang tubuhku.
aku segera berlari menerobos masuk dan kulihat ayahku terbaring tak bernyawa dengan segala alat bantu operasi yang masih belum terlepas semua dari tubuhnya.
"sudah sayang,ikhlaskan ayahmu biar dia bisa lebih tenang meninggal kanmu"kata tante maya.
"Tidak tante,bagaimana ayah tega meninggalkan aku sendiri tante"sambil terisak aku menjawab tante maya.
"sudahlah Anggia masih ada om, tante dan juga rianti kamu gk sendiri sayang,sudah mari kita urus pemakaman ayahmu,om akan mengutus orang menjemput oma sari dari solo untuk pemakaman ayahmu"kata om bagas.
__ADS_1
aku hanya mengangguk dan berjalan dipapah oleh tante maya dan rianti,sementara om bagas mengurus segalanya tentang ayahku.
dunia ku runtuh hatiku menjerit,kenapa Tuhan memanggil ayahku sebelum aku bisa membahagiakan nya.
sore itu semua proses pemakaman telah selesai dilakukan,oma yang datang terlambat hanya bisa menangis dan mengelus rambutku sayang.
"anggi cucuku,kamu jangan terlalu bersedih sayang,oma akan tinggal disini untuk menemanimu"kata oma padamu.
"ia oma hiks,hiks,hiks dalam dekapan oma aku hanya menangis pilu.
tante maya,om.bagas dan rianti datang menghampiri ku.
"sayang om sama tante gk bsa nemenin kamu,karna besok om ada sidang penting,tapi rianti akan disini nemenin kamu"kata tante maya.
"ia tante gak apa apa kok terima kasih atas semua yang om dan tante lakuin selama ini,anggi sangat bersyukur atas itu".
akhirnya Setelah selesai acara doa buat papa,semua tamupun pulang termasuk om bagas dan tante maya.
"anggi kamu mau aku temenin tidur gak"tanya rianti.
"gak usah rianti,kamu istirahat aja pasti kamu lelah seharian membantu aku mengurus tamu"kataku.
"ya udah aku tidur duluan,selamat malam oma selamat malam.anggi"kata rianti.
"selamat malam sayang"kata oma pada rianti .
"oma bolehkah aku tidur dengan oma"kataku.
" tentu sayang,bukankah dulu juga kau selalu tidur dengan oma jika ayahmu lembur,sampai oma pulang ke solo"kata oma.
akupun terlelap dalam pelukan oma karna kelelahan seharian menangis.
"selamat pagi sayang"kata oma
"pagi ini ku bangun dan segera berwudhu dan melakukan shalat shubuh dan mendoakan segala kebaikan untuk ayahku,ku menangis dalam doa.
"Ya ALLAH aku ikhlas dan pasrah atas semua takdirmu hiks,hiks,hiks.
jadikan lah segala kebaikan untuk ayahku,ampunilah segala dosanya,lapangkanlah kuburnya,terimalah segala amalnya.
jadikanlah ia penghuni surgamu ya Rab." dalam tangis ku,aku limpahkan semua kesedihan ku pada tuhanku.
terus aku menangis dalam doaku untuk ayahku sampai suara ketukan pintu menyadarkanku.
"sayang ayo keluar oma sama rianti udah masak makanan kesukaan kamu"kata oma.
"ia oma sebentar"
segera ku bereskan tempat tidur dan melipat mukena dan sajadahku.
"anggi sebentar mama dan papa akan kemari"kata rianti.
"apa sidang papamu sudah selesai sayang"kata oma pada rianti.
__ADS_1
"sudah kok oma,kata mama nanti jam 11 mereka mau datang"kata rianti.
pagi ini kami makan dalam diam meski terkadang oma akan bertanya masalah sekolah kami,kesibukan orang tua rianti dan lain sebagai nya.
aku tak ada keinginan untuk bicara atau makan pagi ini,aku masih sangat sedih ditinggal ayah,namun demi menghargai usaha oma dan rianti akupun duduk dan sarapan bersama.
"oh ya gi,mama udah ngurus keperluan kita buat masuk sekolah"kata rianti.
"terima kasih rianti".kataku
"kita akan mulai orientasi senin depan,kamu tenang aja gi semua udah beres"kata ria
nti.
setelah semua percakapan tentang sekolah yang kutanggapi singkat,akhirnya aku memutuskan untuk masuk kamar dan tertidur,rasa kantukku sangat berat akibat terus menangis dalam diam semalam man.
aku tertidur pulas sampai tak terasa sudah pukul 12 siang,aku berjalan keluar kamar menuju dapur untuk minum rasanya tenggorokan ku kering dan butuh air.
"hai sayang,sudah bangun"tante maya menyapaku.
"ia tante,tante udah lama"tanyaku.
"baru aja kok,om bagas lagi di belakang sama oma"kata tante.
"oh ia tante,makasih karna tante udah ngurus keperluan sekolah anggi"kataku.
"ia gak masalah sayang"kata tante.
kami berbincang sebentar sampai om bagas muncul.
"anggi kamu gak apa disini sama oma"kata om bagas.
"ia gak apa kok om"kataku.
"ya sudah mulai sekarang kamu anggap om dan tante sebagai pengganti orang tua kamu"kata om bagas.
"ia om makasih,karna om dan tante sudah begitu baik pada anggi"kataku.
tiba-tiba rianti datang
"gi,maaf aku harus ikut mama papa pulang,kamu aku jemput hari senin kita berangkat bareng"kta rianti.
"ok"balasku.
setelah cukup lama berbincang om bagas pamit pulang pada oma dan sekarang setelah rianti dan orang tuanya pulang tinggal lah aku berdua bersama oma.
oma sudah tidur setelah om bagas pulang.
tanpa terasa kesedihan kembali menyelimutiku aku terisak dalam diam dengan tubuh bergetar menahan sedih atas kepergian ayah.
setelah lama aku menangis,akhirnya aku sadar percuma aku menangis ayah juga tak akan kembali,kuputuskan untuk menutup hatiku dan berhenti menangis.
"ayah maafkan aku mulai sekarang aku tak akan menangis lagi,ayah jika bukan karna rindumu yang kau pendam begitu lama untuk wanita itu,dan berharap dia kembali yang hanya sia-sia,kau buat hati dan tubuhmu menderita karna perempuan yang tak layak akan cintamu,kau menyakiti dirimu sendiri ayah,aku berjanji pada mu dan pada diriku sendiri apapun yang terjadi aku tidak akan mengakui wanita itu dan tidak akan Memaafkan.
__ADS_1
aku akan sukses ayah akan kubuat kau bangga padaku ayah,segala pengorbanan mu tidak akan kusia-siakan.
mulai detik ini anggia yang ramah dan baik hati sudah mati,akanku tutup pintu hatiku pada orang-orang yang telah menyakitimu ayah"kataku.