Cinderella Step Sister

Cinderella Step Sister
Gejolak


__ADS_3

hai all maaf kalau upx gk bisa setiap hari soal El lagi bener bener gk enak badan,so cekidot aja lah.


☕ happy reading all☕


seorang gadis manis tiba tiba meringsek masuk kedalam ruang rawat anggi dan memeluk Rafendra,dibelakang gadis itu sepasang suami istri menatap mereka dengan pandangan yang sulit diartikan.


pasangan suami istri itu adalah Mr Bayu Adhyaksa Wiguna dan istrinya Mrs Citra Adhyaksa Wiguna,sedang gadis itu adalah Selenia Adhyaksa Wiguna adik Rafendra Wiguna.


"wah tidak ku sangka keluarga besar Houston grup bisa berada disini?"tanya Mr Bayu.


"haha tidak ada masalah khusus Mr Bayu,kami hanya menemani putri kami"jawab Mr Jack.


"wah jadi gadis cantik ini putri kalian?,wah betapa cantiknya kamu sayang"puji Mrs Citra sambil mengelus rambut panjang anggi,sedang anggi hanya memasang senyum canggung.


"ck ada apa kalian semua kemari tanpa memberi tahuku dulu?"tanya Rafen kesal pada kelakuan keluarga nya.


"hei,ucapan apa itu sikap mu itu harus diperbaiki kak,nanti kak valy malah kabur dan tidak mau menikah dengan batu es sepertimu"goda Selenia sambil menoel lengan kekar Rafendra.


"terserah"jawab Rafendra malas.


kemudian mereka semua keluar dan hanya menyisakan Selenia dan Anggi di dalam kamar rawat.


"hei kak,bener kakak akan menikah dengan kakakku?"tanya Selenia penuh selidik.


"huft,entahlah kakakmu itu pemaksa dan juga arogant"jawab anggi sambil menghela nafas pasrah.


"hahaha dan pria batu es juga kak,kau tau selama ini dia bahkan tidak pernah berhubungan dengan wanita manapun,dia tidak pernah membawa wanita ke keluarga kami,dan kau malah akan dinikahinya langsung,kau sangat hebat kak valy"puji Selenia dengan mata berbinar binar.


"tidak mungkin sel,pria kaya seperti kakakmu itu pasti ada banyak wanita disekelilingnya,kenapa kau bilang aku satu satunya wanita yang kalian lihat bersamanya?"tanya anggi bingung.


"dan jangan lupakan wajah tampan kakakku,hahaha."tawa Selenia menatap anggi.


"mau dengar cerita masa lalu kak Rafendra tidak,mungkin dengan ini pandangan kak valy bisa sedikit berubah"tanya Selenia pada anggi.


"baiklah,aku mendengarkan"jawab anggi singkat.


maka mulailah Selenia bercerita


"huft,sebenarnya dulu sekitar 4-5thun yang lalu sebelum mengenal kak valy,kakak pernah menjalin hubungan dengan seorang wanita biasa,wanita itu bukan dari kalangan elit seperti kami,ia hanya wanita yang bekerja sebagai salah satu pelayan disebuah club,kakakku menyukai wanita itu tanpa melihat masa lalunya,semua yang diinginkan pasti kak Rafen beri,barang barang brended,perhiasan,uang segalanya,dan bahkan kakakku memberikan ia sebuah apartemen mewah untuk wanita itu. hubungan mereka sangat ditentang oleh keluarga kami,karna wanita itu memiliki sifat matre dan sangat kasar.


kak Rafen gak perduli dan menutup mata dan telinga nya,sampai pada suatu hari saat kakak baru pulang dari perjalanan bisnis,kakak mendapati wanita itu sedang berhubungan intim dengan seorang pria yang entah siapa,kau tau kak valy apa yang kakakku lakukan"kata Selenia dengan wajah suram menatap anggi.


anggi menggeleng pelan sambil menatap Selenia penuh rasa ingin tau.


"kak Rafen menembak mati mereka,entah sejak kapan kak Rafen tau bahwa wanita itu dengan uang yang diberikan kakakku dia gunakan untuk bersenang senang dengan pria pria yang berbeda,dia mengganggap kakakku sebagai atm baginya,terlebih lagi wanita itu adalah jalang yang suka bermain dengan pria pria berbeda setiap kakak ku tidak ada.awalnya kami sudah berusaha memberi tahu kakak,hanya saat itu cinta menutup akal sehat kak Rafen,akhirnya dengan mata kepala sendiri kak Rafen melihat semua omongan kami benar,saat kak Rafen membunuh mereka kami hanya bisa mengangkat tangan tidak ikut campur,entah mengapa ada sesuatu yang kami rasa disembunyikan oleh kak Rafen,kami bahkan tidak tau kehidupan nya seperti apa,dia sangat tertutup"terang Selenia dengan wajah sendu menerawang jauh.


anggi menggenggam erat tangan Selenia menguatkan gadis itu.


"kumohon pada kak valy,jangan menyakiti hati kak Rafen seperti wanita itu,aku tau dia susah sangat mencintai kak valy,aku bisa melihat kak Rafen tersenyum bahkan tertawa lepas seperti dulu lagi,kumohon kak berjanjilah padaku"ucap Selenia dengan air mata yang sudah mengalir deras.


"baiklah sel,kakak berjanji tidak akan menyakiti hati kakak mu"jawab anggi menenangkan hati Selenia.


"berjanjilah kak,terima lah kak Rafen bagaimanapun dia,terimalah dia apa adanya meski sekarang kau belum mencintai kak Rafen,percayalah suatu hari nanti cinta itu akan datang sendiri pada waktunya"ucap Selenia penuh harap.


setelah percakapan penuh emosi itu,Selenia berlalu untuk membiarkan anggi beristirahat,sementara itu setelah berpamitan pada anggi keluarga Houston kembali ke mansion mereka,walau Marvel sangat berat meninggalkan anggi bersama Rafen,namun atas bujukan dari Mrs Hana ibunya,dan janji Mrs Citra akhirnya Marvel mengalah dengan senyuman kemenangan dari Rafendra.


"awas kau macam macam dengan adikku,aku tidak akan segan menghabisimu"ucap Marvel penuh peringatan.


"hei tidak perlu memperingatkanku ,istriku akan ku jaga layaknya sebuah berlian"jawab Rafen santai.


"ku pegang janjimu"jawab Marvel kemudian berlalu menyusul keluarganya.

__ADS_1


"mana dad end mom?"tanya Rafen pada Selenia yang tengah asik bermain game di ruang keluarga.


"di kamar kak valy"jawab Selenia tanpa melihat Rafen.


Rafendra berlalu menuju kamar gadisnya tanpa sepatah katapun.


"huh dasar batu es,terima kasih kek sama adik yang manis ini" kata Selenia jengkel.


tak berapa lama lewat Bimo dan Alex dengan wajah serius dan aura gelap tidak jauh dari meja tempat Selenia duduk.


"hei kak Bimo kak Alex mau kemana,mukanya kok tegang gitu?"tanya Selenia sambil menatap penuh tanya ke Bimo dan Alex.


"tidak apa,kau anak kecil jangan banyak tanya,diam saja main game dan makan camilan mu itu"jawab Alex sambil berlalu mengejar Bimo yang tidak mau berurusan dengan Selenia.


"huh semua pria yang ikut kak Rafendra pasti jadi 11 12 sama dia,batu es"grutu Selenia jengkel.


sementara di kamar rawat anggi,orang tua Rafen tengah menatap anggi yang sudah terlelap akibat efek obat pemberian dokter charles.


"dad,mom sebaiknya kalian dan Selenia tinggal disini sementara waktu,karna 2 hari lagi mungkin aku akan pergi ada sedikit masalah yang harus kutangani"kata Rafen tiba tiba masuk dan sudah duduk disebelah ranjang anggi sambil menatap anggi penuh cinta.


"lakukan apapun urusanmu son,kami akan pergi juga,tapi Selenia bisa disini,tidak masalah kan?"tanya Mr Bayu ayah Rafen.


"tak masalah dad"jawab Rafen tanpa memandang kedua orang tuanya.


"mom senang kau sudah menemukan tambatan hatimu,segeralah beri kami cucu,kami sudah tidak muda lagi Rafen"kata Mrs Citra ibu Rafen.


"segera dad,mom segera"jawab Rafen penuh tekat.


------------


pagi itu anggi akan bersiap pulang ke mansion Houston,dan Rafendra bersikeras mengantarnya.


"tidak boleh,ada aku calon suamimu tidak perlu kau telpon dia my baby"jawab Rafendra kesal.


"aku tidak mau diantar pria mesum sepertimu"anggi tetap kekeh pada pendiriannya.


"mesum?kapan aku begitu memangnya apa yang sudah kulakukan?"goda Rafen dengan wajah sok polosnya.


"huft,kau ini bodoh atau apa sih?kau selalu saja seenak hati memeluk bahkan mencium ku tidak tau tempat"grutu anggi penuh kesal.


"seperti ini"


cup!!!


cup!!!


cup!!!


balas Rafendra sambil mencuri cium kedua pipi anggi kemudian beralih melumat lembut bibir anggi.


"HEY DASAR MESUM HENTIKAN ITU"teriak anggi dengan wajah sudah memerah,entah dia marah atau sedang malu malu karna perlakuan Rafen.


hahahaha


"suka kan my baby,cuma kamu loh sayang yang dengan senang hati aku cium begini"tawa Rafen pecah melihat wajah kesal anggi.


"kau mau kupukul hah?jangan lakukan lagi"omel anggi kesal.


"hahahhaha tidak janji loh"jawab Rafen tanpa beban.


"kau,dasar jerk"grutu anggi sambil melempar segala benda di hadapannya ke arah Rafen,dan dielak dengan mudah oleh pria itu.

__ADS_1


"wah kau sangat ganas my baby,entah apa yang akan kau lakukan di malam pengantin kita"goda Rafen dengan memainkan kedua alisnya naik turun menatap wajah kesal anggi.


"in your dream,sudah aku mau pulang"kata anggi malas melihat wajah menyebalkan Rafen.


"ok aku anter calon istriku kemanapun kau mau sayang"Rafendra segera berlari keluar kamar sebelum sebuah vas bunga mendarat di wajahnya akibat kekesalan anggi yang sudah memuncak.


"PRIA SINTING"maki anggi sebelum pintu kamarnya tertutup.


selama perjalanan Rafendra tidak berhenti tersenyum mencuri pandangan melihat wajah kesal anggi sepanjang perjalanan,anggi hanya mengerutu pelan tidak jelas dan hanya dibalas kekehan kecil Rafen atas kekesalannya.


"sudah jangan mengomel terus,tidak capek apa?apa mau kucium bibirmu yang terus mengoceh itu hem?"goda Rafen sambil salah satu tangan ya menoel dagu anggi gemas.


anggi diam saja tidak ingin meladeni tingkah absurd Rafen.


"ok my baby sudah sampai"ucap Rafendra membuat anggi otomatis mengangkat kepalanya bingung dan melihat sekeliling.mereka telah berada di depan gerbang mansion Houston.


"wah cepat sekali kau mengemudi,biasanya kak Marvel butuh 30 menit sampai dari kantorku ke mansion Houston"ucap anggi terheran.


tak!!!!


Rafendra menjitak kening anggi tiba tiba


"hei,kau gila ya kenapa kau menyentik keningku"omel anggi sambil mengelus keningnya yang sedikit berdenyut akibat jetikan Rafen yang tidak pelan.


"kau ini kenapa jadi bodoh,jarak kantormu dan mansion ku jelas beda,mana lagi aku ini lebih hebat dalam mengemudi mobil dari Marvel itu,lagipula dari tadi kau diam saja,malamun apa hem?"tanya Rafendra sambil mengelus rambut panjang anggi.


"ti tidak ada,kalau begitu aku mau turun saja"jawab anggi sedikit gugup,tidak mungkinkan dia bilang sedang memikirkan segala perlakuan mesum Rafen padanya,bisa geer nanti si pria mesum ini.


belum sempat anggi membuka pintu,namun dengan cepat Rafendra menahan pintu mobil dan menguncinya.dan tanpa ba bi bu


cup!!!


Rafen kembali melumat bibir ranum anggu,kali ini lebih agresif dan menuntut dari sebelumnya.


anggi membelalakan mata kaget akan serangan mendadak Rafen,kedua tangannya telah dikunci oleh Rafen dan satu tangan Rafen menekan tengkuk anggi untuk semakin memperdalam lumatannya.dan anggi hanya bisa pasrah tidak bisa berbuat apa apa.rasa perih mulai dirasakan anggi pada bibirnya.


Rafen dengan kalap melumat,mencecap bahkan mengigit bibir anggi dan menerobos masuk mengabsen setiap sudut rongga mulut anggi,ia membelit dan menghisap kuat lidah anggi seakan tiada hari esok,anggi hanya diam tidak membalas perlakuan agresif Rafen padanya.


setelah merasa kehabisan nafas,Rafendra melepas lumatanya pada bibir anggi dan mengusap lembut bibir manis anggi dengan jempolnya.


"jaga milikku ini,semua yang ada pada dirimu adalah milikku,baik hati maupun tubuhmu"ucap Rafen dengan masih mengatur nafas dan juga menahan nafsunya mengingat dia akan pergi selama beberapa waktu menangani musuhnya di inggris.


anggi memandang Rafendra setelah ia berhasil mengendalikan detak jantungnya.pandangan yang sulit diartikan,anggi bahkan tidak bisa menebak apa arti perasaan ya pada Rafen,hatinya merasa nyaman dengan perlakuan manis Rafen padanya,namun disalah satu bagian lainya ia merasa takut.


tanpa bicara apapun anggi segera turun dan masuk ke dalam mansion Houston,kebetulan pagi ini tidak ada satupun anggota keluarga Houston berada di dalam mansion,entah kemana.


Rafen memandangi punggung anggi dari balik jendela kaca mobilnya,ada perasaan berat meninggalkan gadis itu,dengan hati yang sedikit bergejolak Rafen menyalakan mobilnya meninggalkan mansion Houston.


"Bimo kita berangkat"ucap Rafendra dari balik sambungan telpon nya.


"baik bos,jet sudah siap"jawab Bimo sigap.


bip!!!!


telpon terputus sepihak oleh Rafendra.


"let's play,mari kita akhiri permainan ini"seringai Rafendra dengan segala rencana kejam berputar di otak nya.


ok guys El masih belum fit banget jadi maaf klo lama


__ADS_1


__ADS_2