
halo reader terkece chapter ini thor mau kasih visual Tommy,smga suka 😉
chapter ini mengandung adegan 21+
so kebijakan pembaca disarankan.
warning.
hari ini dewi janjian bertemu dengan Kristi di cafe mawar.
seorang gadis tengah duduk disebuah meja dipojok cafe,ia tengah sibuk memainkan telpon genggamnya sambil menunggu seseorang.
tengah asik dengan kegiatanya tiba tiba seorang wanita memanggilnya.
"dewi,maaf agak telat"sambil menarik kursi didepan gadis itu.
"ya gak papa juga mb,dewi juga baru datang"balasnya sambil tersenyum.
"gimana dewi,katanya ada yang mau kamu omongin?"tanya Kristi.yah wanita itu adalah mantan devan.
"ini soal kak dev,mbk harus cepat menikah sama dia,kalo gak kak dev pasti akan menikah dengan anggi,cewek yang kakak temuin di butik waktu itu"dewi mulai memprovokasi Kristi dengan segala macam tipu daya manisnya.
"yang bener kamu dew,bukanya dia itu calon saudara iparnya davin?"Tanya Kristi herann.
"ia mbk,dia itu gadis jalang yang suka menggoda kak dev dan memaksanya untuk menikahi dia"pancing dewi pada Kristi.
seketika nampak Kristi mulai terpancing omongan dewi.dan entah takdir apa,rianti dan juga anggi kebetulan makan siang di cafe tersebut.
niat licik dewi pada anggi muncul dengan Segera ia membujuk Kristi memanggil anggi untuk bicara soal devan saat itu juga.
"mbk tuh liat si anggi disana,cepat panggil mbk dan pastikan mbak memberi pelajaran pada jalang pengoda itu"senyum licik dewi sambil mengarahkan telunjuknya ke arah anggi dan rianti.
tak lama Kristi langsung memanggil Kedua gadis itu,tidak ada lagi wajah ramah seperti saat bertemu di butik dulu.
dan anggi sadar itu karna terlihat dewi dikursi depan Kristi tersenyum licik kearah mereka.
anggi berjalan santai kearah mereka dengan wajah tanpa ekspresi.
"ada apa cepat bicara"tanya anggi to the point dengan wajah datar dan suara dingin menusuk.
Kristi menelan salivanya melihat pribadi anggi,nampak sedikit rasa takut di mata nya.
namun segera ditelan semua pemikiranya demi bisa bersama lagi dengan devan,dia akan menyingkirkan anggi apa pun Resikonya.
"saya harap kamu mulai sekarang menjauhi devan,kami akan segera menikah"jelas Kristi sambil tersenyum mengejek pada anggi.
anggi tidak bergeming masih dengan tatapan datar tanpa reaksi apapun atas perkataan Kristi.
"eh lo denger gak kata mbk Kristi,lo itu cuman pelarian dong sadar dong dasar jalang"dewi mencibir sambil menatap hina pada anggi.
"maksud kamu apa ngomong gitu dewi,kasian banget ditinggal kak davin sekarang malah ngejilat perempuan gak jelas macam Kristi"tawa rianti dengan nada menghina.
"brengsek lo rianti,mending diem aj deh bacot lo"maki dewi tak terima.
"kenyataan kok,apa perduli ku"jawab rianti santai.
"huft....sudah selesai pidatonya?"tanya Anggi datar.
"aku sih gak ada masalah kalo kamu emang mau ambil dev lagi,emang bener sampah akan selalu kembali ketempat sampah"ejek Anggi dengan senyuman tersungging di bibirnya.
"APA KAMU BILANG,SIALAN LO JALANG"Kristi mulai berdiri dan hatinya mulai panas mendengar kata kata Anggi.
"dasar lo emang gak bisa dikasih hati,mendingan lo jauhin keluarga Anggara sekarang jalang"dewi ikut mencoba memojokkan anggi.
dengan tangan terlipat didepan dada serta wajah datar lengkap dengan aura dingin menusuk,Anggi memandang Kristi dan dewi senyum yang sulit diartikan .
__ADS_1
"listen to me you bitch,aku Anggita valeria akan kasih tau kalian berdua,sampah yang udah dibuang gak akan ku pungut lagi,so gak usah khawatir lo bisa mendaur ulang dev lagi,kalo dia terpaksa balik lagi sama kamu Kristi"tegas anggi kemudian berlalu pergi .
"JALANG SIALAN BERANINYA LO NYAMAIN GUE DENGAN SAMPAH "teriak Kristi emosi,dewi bahkan tidak bisa berkata apa apa lagi melihat sikap tenang anggi,seakan tidak masalah hubungan Nya akan berakhir.
teriakan Kristi memancing perhatian seluruh pengunjung cafe saat itu,tak berapa lama anggi berbalik dan mulai tersenyum penuh kemenangan pada Kristi dan dewi.
"sampah gak usah teriak teriak ini bukan hutan,sana pergi ketempat daur ulang anda bisa berteriak seperti orang gila disana,permisi"kata anggi ,serempak semua pengunjung cafe bertepuk tangan untuk anggi,seakan mereka telah melihat pertunjukan ekslusif.
"slay bitch,wow seriously anggi their facial expression are Priceless"tawa rianti puas.
"yeah that good for me"balas anggi datar.
"seperti ini lebih baik,setidaknya hatiku tidak akan terlalu terluka saat berpisah denganya nanti,dan dengan menyerah sekarang itu lebih baik"batin anggi.
tanpa siapapun sadari sepasang kakak beradik melihat kejadian itu dari lantai dua cafe,tepatnya sang kakak,senyum terbit dari wajah tampan seorang pria melihat sikap gadis yang nampak sangat tenang walau terprovokasi oleh dua gadis lawan bicaranya.
"gadis yang sangat menarik,siapa dia?"batin sang pria dengan senyum yang sangat menawan siapapun yang melihatnya.
"kenapa kak?kok ngeliat kelantai bawah terus sih?"Tanya Sang adik.
"gak ada ayo cepat makan,kakak masih ada urusan"jawab sang pria datar.
"ok"
----------
saat ini devan merasa frustasi karna anggi tidak bisa dihubungi dan tak bisa ditemui sama sekali oleh devan,gadis itu seakan mencoba menjauh darinya.
saat tengah terhanyut dalan pemikiranya oleh anggi,tiba tiba Art di panthouse nya memberi tahunya kedatangan Kristi,wanita itu menunggu devan di halaman belakang panthouse.
tak lama devan keluar dari kamarnya dan beranjak menemui Kristi di halaman belakang panthouse tempat wanita itu menunggu.
"baiklah Kristi jelaskan semuanya"tegas devan saat sudah duduk di kursi samping Kristi.
"hemm,sebenarnya aku tidak pernah mau meninggalkan kamu dev,orang tuamu tidak suka akan keluarga dan pekerjaanku,kamu tau ayahku seorang pemabuk,dan ibuku yang terkesan matre,dan pekerjaanku sebagai seorang model menuntut ku selalu berada dikelilingi para pria,dan saat itu ibumu datang lalu memintaku meninggalkan dirimu,saat itu kondisi finansial keluargamu sedang goyah Dan ibuku ingin aku menikah dengan saingin bisnis mu,ibuku takut kau jatuh miskin karna ibuku tidak bisa menolak tawaran Rogan saat dia datang melamarku dengan segala janji kehidupan mewahnya pada ibuku"jelas Kristi diiringi derai airmata membasahi seluruh wajahnya.
"lalu kenapa kamu tidak menolak,saat kamu masih mencintaiku Kristi"kata devan frustasi.
devan menjambak rambut frustasi entah mengapa tiba tiba dia langsung memeluk Kristi yang sedang menangis pilu.
"sudah lah lupakan semua jangan diingat lagi"jelas devan.
"sekarang kedua orang tuaku sudah tiada dev,dan aku sudah bercerai,keluargaku hanya tinggal mona adikku,bisa kah kita kembali seperti dulu aku sangat mencintaimu dev sampai sekarang rasa itu gak berubah"pinta kristi,ia kini sudah duduk dipangkuan devan sambil mulai menciumi bibir devan mesra.
tanpa Mereka sadari seorang gadis berdiri di balkon lantai dua kamar devan yang menghadap halaman belakang panthouse.
malam ini rencana nya anggi ditemani rianti akan bertanya langsung keputusan jalanya hubungan devan dan anggi,mereka tidak diantar davin karna Ada urusan yang harus laki laki itu tangani.
#flasback on#
pukul 08.00 malam anggi dan rianti sudah bersiap siap menuju panthouse devan.dengan menggunakan mobil sedan silver milik rianti,kedua gadis itu pergi untuk menemui devan di panthouse nya.
tak berapa lama mobil mereka telah tiba di tempat tinggal dev.
suasana nampak sepi ,kemudian mereka memencet bel tak ada yang membuka pintu,kemudian anggi memutar knop pintu dan anehnya tidak terkunci.
sebenarnya para Art sudah di pulangkan oleh devan,karna ia ingin sendiri dulu.
maka langsung saja mereka masuk kedalam rianti memutuskan menunggu diruang keluarga sambil mulai memainkan telpon genggamnya.
sedangkan anggi langsung menuju lantai dua kamar utama,kamar devan.
saat sampai didalam kamar tidak nampak keberadaan devan,anggi mengelilingi kamar devan,dan berhenti didepan pintu menuju balkon,anggi berfikir mungkin devan sedang duduk santai di balkon kamarnya.saat berjalan di balkon dan sampai dipagar pembatas anggi melihat sepasang pria dan wanita duduk di taman belakang sambil berpelukan mesra.
#flasback off#
tanpa sadar anggi mengusap ujung matanya,namun berapa kali pun ia menyeka air matanya,tak bisa menghilangkan rasa sesak yang seakan menghimpit dirongga dadanya.
__ADS_1
hiks hiks hiks
runtuhlah pertahanan ya.
tetes demi tetes air matanya mengalir deras di pipi mulus anggi.
pandangannya buram,dadanya begitu sesak seolah tak mengizinkan tubuhnya menghirup oksigen.
dengan pandangan sudah buram tertutup air mata,samar samar dia melihat pria yang mengatakan cinta padanya sedang memeluk mesra seorang wanita di pangkuannya .
"kak dev,kenapa kau harus terus membohongiku,kau terus berusaha menelfon ku,untuk apa?untuk melihat ini"batin anggi tersenyum miris.
anggi berusaha sebisa mungkin menahan air matanya.
tanpa anggi sadari ternyata rianti sudah berdiri disampingnya dan menggenggam tangannya erat.
"sudahlah ayo kita pulang saja gi"kata rianti tak kalah terpukul seperti Anggi,baru kemaren pria itu Berbicara cinta dengan tegas,namun lihatlah kelakuanya sekarang,sunggu menjijikkan.
anggi melihat perlahan lahan devan bankit dan menggendong Kristi masuk ke dalam panthouse dengan masih saling berciuman panas dengan Kristi.
rianti mulai emosi,namun anggi segera mengajaknya bersembunyi dulu,Anggi ingin melihat sejauh mana devan akan mengkhianatinya.
"kenapa kamu menahan aku gi,biar aku ngelabrak mereka"kata rianti emosi.
"tunggu,aku ingin lihat dulu,baru aku putuskan sikapmu selanjutnya,plis ri,biar aku yang tangani kamu masuk aja ke kamar tamu lantai bawah,tinggalkan aku sendiri"pintar anggi menahan sakit hatinya.
rianti yang baru kali ini melihat anggi sampai begitu terisak secara terang terangan didepan matanya,maka rianti pun menuruti permintaan anggi dan pergi sesuai perkataan anggi.
setelah kepergian rianti,anggi masuk kekamar mandi.lalu dia menajamkan pendengaranya tak berapa lama terdengar Suara suara menjijikan memenuhi gendang telinganya.
"ooooh faster !faster devan....."
tak berapa lama dengan hati hati anggi melangkahkan kakinya duduk di kursi pojok kamar devan dalam diam.
tubuh anggi menegang,detak jantungnya berpacu sangat cepat seluruh sel sel dalam tubuhnya tiba tiba terasa sangat dingin,anggi beberapa kali menggelengkan kepalanya.dengan tubuh yang mulai bergetar ia menatap sepasang pria dan wanita yang sedang asik bercinta hingga tidak menyadari keberadaanya.
"damn!kau masih sama seperti dulu masih sangat menggairahkan"_ucap devan yang sedang menghentakkan pinggulnya dengan sangat keras hingga terdengar suara yang sangat menjijikkan,sedang Kristi dalam posisi menungging.
Anggi diam terpaku melihat aktifitas pria yang mengaku mencintainya dengan wanita lain,anggi hanya duduk diam tak bergeming di belakang punggung devan,karna posisi mereka yang membelakangi Anggi.,sehingga mereka tidak menyadari kehadiran anggi.
mata anggi mulai memanas dan memerah,dia mencoba untuk menahan tangisnya,namun dia tidak bisa,air mata kesakitan itu merembes ke kedua pipi mulusnya.anggi benar benar merasakan sesak dan sakit di dadanya terlebih ketika davin mengatakan sesuatu.
"OHH KRISTI,KAU MILIKKU SAYANG!"teriak devan ketika mencapai puncaknya,sehingga tubuh pria itu ambruk diatas tubuh wanita yang sudah terkulai lemas ,dan anggi bisa melihat dengan sangat jelas wajah wanita yang telah habis bercinta dengan pria yang mengngaku mencintainya.
"kau sangat seksi Kristi"ucap devan dengan nafas tidak beraturan dan mengecup kening wanita itu.
hati dan pikiran anggi benar benar hancur saat itu juga,anggi tidak menyangka dengan perbuatan kedua orang dihadapanya tersebut.devan dengan mudahnya menghianati kata katanya sendiri.
Devan maupun Kristi masih belum menyadari kehadiran Anggi,hingga akhirnya anggi mulai bersuara.
"oh sayang,kamu meneriakkan nama yang salah,seharusnya kamu meneriakkan namaku saat kita sudah resmi nanti"ucap anggi santai setelah ia menghapus air mata nya sebelum itu.
hal itu sontak membuat kedua orang yang sudah selesai memadu kasih itu bangun dari tidurnya.Devan dan Kristi sangat terkejut mendapati kehadiran anggi yang sudah duduk manis di kursi yang berada di pojok kamar devan.
"sa...sayang"ucap devan tergugup.
"ang...anggi" akhirnya kedua pasangan itu berucap bersamaan terbata bata.
Anggi hanya menatap datar kearah kedua orang yang masih telanjang dihadapanya.
Kristi segera menutupi tubuhnya dengan selimut,dan devan turun dari ranjangnya untuk memakai boxer dan melangkahkan kaki untuk menghampiri anggi dengan wajah tegang.
"stop,don't move"lirih Anggi untuk menghentikan langkah devan kearahnya.
namun devan tidak perduli,ia terus melangkah mendekati anggi.
"I SAY STOP DON'T MOVE,YOU'RE JERK!"teriak anggi hilang kendali dan berhasil membuat devan benar benar berhenti.
__ADS_1
suara teriakan keras anggi membuat rianti segera datang dan alangkah terkejutnya ia melihat keadaan Kristi yang sudah telanjang dan hanya menggunakan selimut untuk menutupi tubuh polosnya.rianti diam tak bisa berkata apapun .
ok besok thor sambungya😆😆😆😆