
hai all,jangan lupa untuk selalu beri vote,like n komen buat El guys😄
nah jika jumlah vote ,like n komen bagus,El bakalan kasih 2-3chap sebagai bonus,yah jika bisa sih😅😅😅
ok cekidot😉..........
☕happy reading all☕
untuk pertama kali dalam hidupnya,winda melihat air mata dari wajah cantik putrinya.
Winda merasa sesak di dadanya,untuk pertama kalinya putrinya menangis dihadapannya,dan itu semua karna nya.
"Kecewa,tau apa kalian tentang kecewa,jangan bicara apapun jika kau tak tau apa apa.butuh tekad yang kuat bagiku menjadi seperti sekarang tanpa orang tua yang harusnya bersikap layaknya orangtua yang merangkul anaknya,tapi sayang semua itu kudapatkan dari orang lain,bukan darimu ibu kandungku sendiri"
tekan Anggi menatap sendu wajah pucat pasi winda.
semua orang nampak tertegun dengan perasaan campur aduk,rasa sesal begitu dalam menembus relung hati mereka terutama Hari dan Winda istrinya.
"sayang,mama hiks benar benar menyesal,tolong beri mama satu kesempatan untuk menebusnya"ucap Winda berderai air mata menatap wajah kecewa sang anak.
"hahahaha,jangan bercanda nyonya Winda,kesempatan anda bilang,sudah berapa banyak kesempatan yang sudah anda sia siakan?anda tau betapa saya dan ayah saya begitu menderita atas perbuatan anda,dan apa kau tau betapa sedihnya aku,seorang anak kecil yang masih mengharapkan kedatanganmu setiap menerima raport dulu,apa kau tau aku selalu menangis menunggumu,hanya tante maya,hanya dia yang selalu ada untuk aku dia yang selalu bersikap selayaknya ibuku,sementara kau ,kemana dirimu saat itu?"ucap Anggi pilu menatap nyalang wajah pucat sang ibu.
"cukup Anggi,tidak bisakah kau memaafkan mamamu,lihatlah kesedihan dan penyesalan nya,setiap malam ia menangis untuk dirimu"ucap Hari menatap sedih istri dan putri tirinya itu.
Anggi diam tak bergeming,namun tatapannya menampilkan kekecewaan serta kemarahan akan sosok wanita paruh baya yang berstatus sebagai ibu kandungnya sendiri.
"apa kamu tidak bisa memperlakukan mama seperti kamu memperlakukan Maya,mama lelah menerima semua kebencian mu,dan mama sangat kecewa akan sikapmu yang melampiaskan semua pada Dewi,cukup mama yang kau benci nak,jangan saudarimu,dia tidak bersalah nak,mengapa kau permalukan dia seperti itu"Winda menatap wajah Anggi yang kini sudah kembali tanpa ekspresi,tidak ada lagi air mata kesedihan diwajahnya hanya ada tatapan kosong dan penuh luka disana.
"mengapa kau terus bersikap seakan kau mengenalku dengan baik,apa kau tau apa kesukaan ku,apa hobbyku,bagaimana kehidupan ku saat bersekolah dulu,mengapa apa apa selalu kau bandingkan aku dengan dewi,dan selalu menganggapku salah atas dewi,sebenarnya aku sudah muak dengan mendengar mu selalu berbicara seakan kau ibu yang baik"ucap Anggi penuh luka dan sarat akan kebencian didalamnya.
"bukan seperti itu sayang,mama hanya ingin kau bisa sedikit memperbaiki sikapmu pada dewi,dia tidak salah apapun padamu nak,jangan menyakiti nya,cukup mama yang menerima kebencian mu,jangan Dewi"ucap windu sendu.
"sudah bicaranya,jika tidak ada tidak usah lagi memanggilku menemui mu,kau bukan ibuku,berbahagialah dengan keluargamu,jangan lagi menyebutmu sebagai mamaku,aku muak melihatmu"Anggi menatap semua orang penuh luka dan amarah disetiap kata kata ya.
Plak!!!!!
sebuah tamparan keras mendarat di pipi anggi hingga gadis itu menolehkan kepalanya ke kiri ,begitu kerasnya hingga pipi putih nan mulus itu memerah .
"MAS"
"PAPA"
Winda dan Tomy berteriak menyadarkan Hari,reflek pria itu,ayah tiri Anggi menatap penuh perasaan bersalah pada putri tirinya.
"ma...maafkan papa nak,tapi kamu tidak seharusnya bicara seperti itu pada ibumu sendiri"terang Hari sungguh menyesal atas perbuatannya.
"Anggi,tolong maafkan mama nak,maafkan kami ,mama sungguh menyesal biarkan mama menebusnya ,mama janji akan memperbaiki semua kesalahan mama,tolong kamu jangan keras kepala seperti ini sayang "winda kembali membujuk anggi disertai tangisan penuh penyesalan didalam sorot matanya.
"kau tau memaafkan kesalahan anda,tidak semudah membalik telapak tangan,kau tidak melihat saat ayahku menahan kesakitan nya sendiri karna dirimu,aku menangis nyonya,menangis disetiap proses dalam melalui semua beban hidup kami tanpamu.tapi aku tau setiap tetes air mataku yang tumpah ,ayahku lah yang lebih menderita,bahkan saat ia masih hidup sampai ajalnya aku harus menahan tangis ku agar ayahku bisa tegar menjalani hidupnya ditengah kerinduannya padamu,aku menyayangi ayahku melebihi apapun didunia ini dan semua yang membuat ia terluka adalah musuh bagiku,termasuk kau.kau istri tidak punya hati,kau tinggalkan anak dan suamimu saat mereka dalam keadaan terpuruk,kau istri dan ibu terburuk yang pernah ada,aku menyesal terlahir dari rahim wanita sepertimu,kau tidak pantas dicintai oleh ayahku"kini amarah menguasai seluruh akal dan pikiran Anggi,manik matanya menatap penuh murka dan kebencian pada sang ibu.
Plak!!!!!
dengan tanganya sendiri winda menampar Anggi,putri kandungnya sendiri.kini mendengar kata kata penuh amarah Anggi,winda tanpa sadar mulai ikut tersulut emosi.
Anggi tertawa kecut melihat sang ibu,ayah serta saudari tirinya,Tomy sang kakak tiri ingin bangun dan memeluk sang adik,namun dengan isyarat tangan ,Anggi menghentikan sang kakak.
"baiklah nyonya Winda dan tuan Hari,kuanggap tamparan kalian sebagai hadiah pernikahanku"ucap Anggi tersenyum kecut.
semua orang nampak terpaku melihat kemarahan Winda,ini pertama kalinya Hari dan kedua anaknya melihat kemarahan sang mama.
"CUKUP,APA KAMU TIDAK BISA MEMAAFKAN MAMA,HARUS DENGAN APA MAMA MENEBUS KESALAHAN MAMA,APA HATIMU TERBUAT DARI BATU ANGGI,MAMA BENAR BENAR TIDAK TAU LAGI HARUS BAGAIMANA MENGHADAPAIMU"teriak winda yang sudah putus asa melihat kebencian sang anak.
__ADS_1
"HAHAHA,MAAF KAU BILANG,APA DENGAN MAAF KEHIDUPAN MASA KECILKU AKAN KEMBALI KAU TAU KARNA DIRIMU AYAHKU TIADA,KAU WANITA TAK PUNYA HATI ,KAU IBU TERBURUK YANG PERNAH ADA,KAU PEMBUNUH KAU MEMBUNUH AYAHKU"murka Anggi.
"CUKUP,ANGGI KAU BENAR BENAR TIDAK BISA DIHALUSI,CAPEK MAMA MEMOHON PADAMU,APA TIDAK BISA KAU SEPERTI DEWI,GADIS PENURUT YANG BAHKAN SANGAT BAIK PADAMU,TAPI KAMU JUSTRU MENYAKITINYA,HARUS BAGAIMANA MAMA BERSIKAP LAGI?"teriak Winda mulai geram.
Anggi masih terduduk jatuh dilantai akibat tampar keras sang ibu.Anggi tersenyum pilu penuh luka,kini air matanya mau tak mau terus menetes,hatinya sakit melihat sikap Winda,bahkan wanita itu tidak tau apaapa tapi justru malah menyalahkannya.
BRAK!!!
nampak beberapa pria berpakaian serba hitam masuk dan memberi jalan pada pria tinggi nan tampan yang baru saja mendobrak masuk ke kediaman Adijaya.
dengan penuh emosi Rafendra menendang pintu masuk utama kediaman Adijaya.dengan langkah tegas penuh amarah pria itu berjalan mendekati sang istri yang masih terduduk di lantai dengan tubuh bergetar menahan tangis.
wajah pria itu memerah menahan amarahnya,kedua telapak tangannya terkepal erat ,sorot mata dingin setajam pisau,menatap nyalang seluruh anggota keluarga Adijaya.
dengan lembut dibawanya tubuh sang istri kedalam pelukan nya,diusap lembut air mata yang terjatuh dari manik mata indah istrinya,dibelai sayang rambut panjang anggi,dengan lembut diangkatnya tubuh sang istri untuk berdiri.
sorot mata Rafendra menajam menatap murka pada pipi mulus sang istri yang nampak memerah dan bengkak dikedua sisinya.amarahnya tersulut hingga raut wajahnya memerah dan pandangannya mulai menggelap.
"SIALAN,BERANI SEKALI KALIAN MENYAKITI ISTRIKU,BAIKLAH DENGAN SENANG HATI AKAN KUCABUT NYAWA KALIAN"murka Rafendra menatap penuh amarah pada sepasang suami istri paruh baya di hadapannya.
winda nampak bergetar ketakutan merasakan aura membunuh dari pria yang baru saja mengaku sebagai suami dari putrinya.
Hari langsung jatuh terduduk menyaksikan siapa yang menjadi suami dari putri tirinya itu,kini dengan mata kepala nya sendiri,berdiri dihadapannya sesosok iblis di dunia bisnis,pria triliuner berhati iblis yang terkenal bengis dan tak kenal ampun dalam menghancurkan semua pesaingnya.pria datar dingin dan tak tersentuh,namun terkenal sebagai tangan iblis dalam dunia para pebisnis.
"Mr Rafendra,ap.. apa.. be.. benar an..anda suami dari putriku?"tanya Hari tergugup,manatap cemas pada seluruh keluarga nya.
"BIMO,LINGGA BAKAR TEMPAT INI,JANGAN SISAKAN SIAPAPUN" murka Rafen tanpa mengindahkan pertanyaan Hari.
semua orang nampak bergidik ngeri akibat printah sang pria diktator tirani.
Hari,Winda serta dewi seakan linglung,lemas seketika mendengar ucapan Rafendra,Tomy menatap pasrah akan kemarahan suami adik tirinya itu,ia pasrah tak bisa berkata apa apa.
Anggi menatap lembut wajah suaminya perlahan ia mendekat dan memeluk erat tubuh tegap pria itu,membenamkan seluruh wajahnya didada bidang suaminya dan menghirup dalam aroma tubuh maskulin itu,sungguh Anggi merasa sedikit tenang dalam pelukan hangat suaminya,Rafendra begitu tertegun akan pelukan tulus yang untuk pertama kalinya didapat dari istrinya itu dengan inisiatif Anggi sendiri.
pasangan itu nampak berpelukan erat saling menguatkan ditengah tatapan sendu keluarga adijaya dan semua anggota Blood Eagle disana.
"sudahlah Rafen,lupakan mereka aku ingin pulang,jangan berbuat apapun dan anggap semua ini tak pernah terjadi"ucap Anggi menatap lembut wajah tampan suaminya.
"baiklah baby,as you wish kita pulang sayang"Rafendra menggendong tubuh sang istri ala bridal meninggalkan winda serta keluarganya dalam penyesalan.
"kak Tomy aku tidak menyalahkan mu,bahagia lah dengan mbk gladis,terima kasih atas perhatian kakak padaku,aku menyayangi mu"ucap anggi sebelum masuk ke dalam mobil limosi bersama suaminya.
Tomy tersenyum hangat dan menatap kepergian Anggi sendu.
"puas kalian,mulai hari ini saya dan gladis tidak akan menginjakkan kaki kerumah ini lagi,dan kamu dewi ,kakak sangat kecewa padamu dan mama"ucap Tomy dingin sambil berlalu mengajak sang istri kembali ke kamar mereka dan segera mengepak barang untuk kembali ke Surabaya,kota kelahiran sang istri.
*************
disinilah Anggi duduk bersama sang suami di kamar mereka masih dalam keadaan Rafen memeluk mesra tubuh anggi.
"Rafen"panggil anggi pelan.
"ya baby,ada apa?"jawab Rafen lembut.
"jangan tinggalkan aku,tetaplah disisiku"ucap Anggi pelan,tanpa terasa air matanya mulai menetes.
Rafen menatap hangat penuh Cinta pada istrinya,diusap seluruh air mata anggi lembut.
Cup!!!
Cup!!!
__ADS_1
Cup!!!
Cup!!!
Rafendra mengecup sayang kening,mata,dan kedua pipi istrinya.
"tidak baby,itu tidak akan pernah terjadi,sekarang dengar aku Rafendra Wiguna bukan pria romantis yang bisa membuatmu berbunga bunga setiap saat,dan aku juga bukan pria baik ,tapi kau harus tau bahwa aku suamimu akan selalu memperlakukan dirimu bagai ratu di istanaku,dan selama nyawaku masih ada aku berjanji akan memberikan mu semua yang terbaik di dunia ini"Rafen mengecup sayang punggung tangan anggi.
deg
deg
deg
deg
sadar atau tidak keduanya merasakan debaran jantung yang menggila,seakan ada ribuan bunga bermekaran dihati keduanya.
anggi menatap intens manik kelam Rafendra,mencari kebohongan di sana namun nihil,hanya ada ketulusan dan cinta disana.
"baby,ini kali pertama dalam hidupku aku akan mengatakannya pada seorang wanita,dan setelahnya tidak dengan kata kata namun akan kubuktikan dengan perbuatan.Anggita veleria Hermawan aku menggilaimu,sungguh kau membuat hidupku jungkir balik"diam Rafen sejenak menatap lembut sorot mata teduh sang istri.
"Anggita veleria Hermawan, aku mencintaimu,aku sangat sangat mencintaimu dengan segala kelebihan serta Kekurangan ku"ucap Rafendra membelai sayang pipi memerah sang istri.
"aku....aku juga..men-"ucap anggi gugup.
"aku apa hem"ucap Rafen menggoda,kini tangannya mulai masuk ke dalam gaun rumahan sang istri.
plak!!!!!
anggi menepis jengkel tangan Rafendra yang mulai tidak pada tempatnya.
"kenapa kau pukul tanganku baby,lagipula tadi bicara apa belum selesai kau langsung memukul suamimu ini"goda Rafen sambil.bibir dan hidungnya mulai mengendus leher jenjang istrinya.
"tidak jadi,kau mesum menjengkelkan"ucap anggi kesal,hilang sudah keromantisan sesaat mereka akibat tingkah mesum Rafen yang sudah sangat akut.
grep!!!!!
Anggi dengan perasaan kesal menjambaki rambut hitam kelam Rafendra,sungguh kini Anggi merasa suaminya harus diberi pelajaran.
"aduh duh duh baby,kenapa kau tarik rambutku,sakit sayang lepaskan "Rafen sungguh meringis menahan sakit akibat jambakan tidak main main istri bar barnya itu.
brak!!!!
lingga masuk dengan ekspresi bodoh menatap adegan kekerasan dalam rumah tangga yang dimainkan oleh sang bos beserta istrinya.
BWAHAHAHAHHAH
tawa lingga pecah melihat ekspresi bodoh dan terkejut keduanya.
"aduh bos,sekarang kalian sedang apa?"tanya lingga ditengah tawanya.
"LINGGA,BOCAH SIALAN,KALAU MASUK KETUK PINTU BODOH"teriak Rafendra kesal,sementara sang istri hanya terkikik geli melihat kekesalan suaminya.
"ma...maaf bos,sudah ku ketuk tadi,tapi tidak ada yang menyahut,ya sudah aku masuk saja"jawab lingga tidak mau kalah.
"kau sih baby,menjambaki rambutku,lihat bocah itu malah tertawa"adu Rafendra memandang kesal pada istrinya.
TBC......besok El lanjutin heheheh😉
__ADS_1