
hai all,El mintol ya buat ksih vote like n coment....btw buat seikhlasnya aja sih,El gk maksa lho......๐๐ok cekidot
โhappy reading allโ
seorang gadis cantik dengan senyum bahagia yang tak kunjung luntur dari wajahnya tengah menatap jari manisnya yang terlingkar sebuah cincin sederhana nan elegant dengan model butterfly amethyst diamond heart ,cincin pertanda bahwa dirinya telah terikat selamanya oleh pria yang akan menjadi masa depannya kelak,sebuah simbol akan cinta yang dibuatkan khusus oleh pria yang baru saja melamar dirinya.
"khem,baby apa sebegitu bahagianya melihat cincin pemberianku?"tiba tiba Rafendra masuk sambil menatap anggi dengan kerlingan jahilnya.
"apasih,gak"jawab anggi cuek.
"oh astaga,bibirmu itu tidak pernah ya bermanis manis dengan calon suami sendiri,apa harus aku beri hukuman dulu hem?"Rafendra semakin gencar menggoda anggi.
"ish,sudahlah kenapa pagi pagi kemari?"tanya anggi melihat penampilan Rafendra yang nampak sudah rapi dan terkesan berkali kali lipat lebih tampan dan manly.
(nih model gaya pangeran Rafen,cakep kan๐๐)
"aku akan mengajakmu ke suatu tempat baby,ada hal yang harus aku urus,sekarang cepat bangun dan bersiap"ucap Rafendra sambil berjalan mendekati ranjang anggi.
Cup!!!
Cup!!!
Cup!!!
Rafendra mencium kening dan kedua pipi anggi dengan senyum cerah di wajah tampannya,anggi diam terpaku ,pikirannya mendadak buntu.
"morning kiss baby,hei wake up ,baru juga aku cium gitu dan lihatlah wajahmu baby hahahahha,sudah memerah seperti kepiting rebus,bagaimana nanti jika aku-?"Rafendra menggantungkan ucapannya dan
tertawa puas menggoda anggi yang nampak terkejut dengan kelakuannya.
"hei,jangan sembarangan menciumku,kau ini kenapa mesum sekali sih"anggi menatap sengit Rafendra,sungguh ia merasa jengkel dengan kelakuan mesum pria ini.
hahahhaha
"sudah,aku tinggal dulu baby,ingat segera bersiap,jika tidak aku akan memakanmu pagi ini?"goda Rafen dengan menatap lapar pada tubuh anggi.
sontak Anggi menutup seluruh tubuhnya dengan selimut dan memandang tajam pada Rafendra.
"apa yang kau lihat,ia aku bersiap sekarang ,pergi sana"anggi melempari Rafendra dengan bantal dan dapat dengan mudah ditangkap oleh pria itu.
hahahaah
tawa Rafendra terdengar disepanjang lorong hotel miliknya.
"dasar pria mesum menyebalkan,entah mengapa aku bisa berakhir dengan pria seperti itu"anggi menggelengkan kepalanya bingung dengan sikap absurd pria yang mendapat cap sebagai pria datar,dingin dan arogant,tetapi bagi anggi semua itu salah,yang ada hanya pria mesum yang aneh.
*************
"Bimo apa semua sudah siap?"tanya Rafendra datar.
"sure bos,everything perfect"jawab Bimo mantap.
"bagus,kita akan segera pindah ke indonesia sebelum pernikahan ku"ucap Rafendra tanpa melihat ke arah Bimo dan fokus pada layar tabletnya.
anggi masih sibuk memilih busana apa yang ingin ia kenakan,matanya berbinar menatap short dress sederhana yang berada di antara jajaran aneka macam model dress dalam walk in closet pribadi milik Rafendra di hotel tersebut.
sebuah short dress elegant,dengan bahan chiffon bermotif Sleeve floral print.nampak manis membalut tubuh langsing nan putih Anggi.
"wah,dress ini nampak manis yang ini saja"ucap anggi sambil mematut dirinya didepan sebuah cermin full body.
dengan polesan make up sederhana dan balutan dress pilihanya,anggi nampak bertambah cantik nan manis,dengan hati berdebar gadis itu turun menemui Rafendra di ruang makan.
tak!!!
tak!!!
tak!!!
suara hills beradu dengan lantai marmer mengalihkan perhatian Rafendra dari layar tabletnya.
deg!!!!
"ya tuhan betapa indahnya ciptaanmu ini"batin Rafendra dengan senyum tertarik dari sudut bibirnya.
Deg!!!
Deg!!!
"kenapa jantungku berdebar seperti ini melihat senyum pria mesum itu,yang malangnya adalah calon suamiku"batin Anggi sambil menertawakan isi pikirannya.
"baby,aku tau wajahku memang sangat tampan,tapi mau sampai kapan kau berdiri mematung disana,kemari lah aku sudah lapar"Rafendra tersenyum geli menatap wajah bengong anggi yang tanpa sadar terus memandangi wajahnya.
Deg!!!!
__ADS_1
"sial kenapa aku malah bengong seperti orang bodoh disini"maki anggi pada dirinya sendiri.
terlalu lama menunggu,Rafendra akhirnya bangkit dan menarik tangan anggi duduk di pangkuannya.
"hei,ap apa yang kau kau lakukan,cepat turunkan aku"anggi berucap terbata bata mengingat posisi mereka yang nampak begitu intim.
"sudah biarkan seperti ini saja,siapa suruh kau melamun baby,sekarang diam dan suapi aku"manja Rafendra sambil menoel dagu anggi gemas.
"kau kan punya tangan,makan saja sendiri"ucap Anggi jengkel.
"kau tidak lihat baby,kedua tangan ku sedang sibuk,kau suapi aku ya "kembali Rafendra memasang wajah memelasnya.
"huft,baiklah aaaaaa buka mulut mu"akhirnya Anggi pasrah pada sikap manja calon suaminya.
dan lihatlah kini,Bimo lingga serta anggota Blood Eagle yang berdiri tak jauh dari pasangan itu nampak menahan tawa mereka walau dengan susah payah,dari pada nyawa melayang.
"wah,coba kau liat Bimo,apa itu benar bos kita ketua Blood Eagle?"tanya lingga takjub melihat sikap manja terkesan childish seorang Rafendra pada calon istrinya.
"jangankan kau,akupun sama ,kau tau melihat sikap bos justru aku merinding ngeri,jika ku bayangkan wajah malaikat itu berubah menjadi seperti lucifer"balas Bimo dengan ekspresi takjub dan lucu secara bersamaan.
***********
sementara itu di indonesia
"kau yakin mas,kak Rafendra mengirimimu pesan dan berkata akan datang bersama Anggi?"tanya rianti tak percaya akan ucapan suaminya.
"benar sayang untuk apa aku berbohong"jawab Davin gemas akan pertanyaan yang sudah diulang beberapa kali oleh istrinya.
"oh astaga ,aku senang banget mas,aku harus cepat beri tahu ayah sama bunda,kau bayangkan mas 5 tahun lebih anggi pergi dan jarang memberi kabar,dan sekarang ia akan pulang"ucap rianti begitu antusias.
"ia sayang mas paham,kita tunggu aja kedatangan ya ok"kata Davin membelai sayng rambut istrinya.
"ok deh mas,emm mas,gimana dengan kak Devan,apa kita harus memberi tahunya?"tanya rianti ragu ragu,karna selama pernikahannya sampai sekarang ini,semua orang tahu betapa Devan menutup hatinya demi menunggu Anggi kembali.
"mas gak tau sayang,lagipula mas juga binggung kenapa Rafendra bisa bersama Anggi,sebaiknya kita diam saja dulu dan lihat situasi nanti saat mereka kembali,lagi pula mas juga gak tau alasan Rafendra datang ke indonesia"ucap Davin bimbang dan penuh pertimbangan.
"ok mas,aku ikutin keputusan mas aja"jawab rianti pasrah.
*******
"sudah siap baby,ayo berangkat"Rafendra menggandeng mesra tangan Anggi menuju mobil limosi putih yang sudah terparkir rapi didepan hotel.
Anggi diam menurut dan lebih memilih tenggelam dalam pikirannya sendiri.
Rafendra hanya diikuti oleh mobil sport bugati tumpangan Bimo serta lingga dibelakangnya.
DOR
DOR
DOR
hujan tembakan mulai menyerang mobil milik Rafendra serta Bimo dan lingga.
"bos,nampaknya ada yang mencoba mencari masalah"ucap Bimo melalui sambungan HT yang secara langsung terhubung pada limosi milik Rafendra.
"ada apa ini,kenapa mereka menembaki kita ? Rafen jawab?"tanya anggi panik ditambah kini mobil tumpangan mereka semakin melaju diatas rata rata.
"tidak apa baby,hanya sekumpulan tikus pengganggu,ini peganglah untuk jaga jaga"Rafendra memberi anggi sebuah shortgun untuk berjaga jaga.
anggi menerimanya dengan wajah bingung namun tak bisa berkata apa apa.
"Bimo waktunya pembersihan"ucap Rafendra dengan seringai iblis di wajah tampan nya.
Anggi bergidik ngeri melihat sebuah senapan laras panjang ditangan Rafendra. sebuah senjata senapan runduk yang berakursi tingkat tinggi dirancang khusus mengenai sasaran dari jarak jauh hanya dalam sekali tembak.
"kau menyetir saja dengan fokus"ucap Rafendra memperingati anggota sekaligus anak buah yang merangkap menjadi supirnya.
tak lama setelah itu atap limosi terbuka ,dan Rafendra segera keluar untuk lebih leluasa menembaki musuh musuhnya.
DOR
DOR
DOR
Rafendra menembaki mobil mobil jeep yang mengikutinya dengan brutal.
ada sekitar 10 mobil yang mengikuti mereka.
DUAR!!!
dua buah mobil meledak akibat tertembak pada bagian tangki bensin oleh Rafen.
"keparat,mengganggu saja"maki Rafendra dengan penuh kekesalan.
__ADS_1
Bimo dan lingga tak mau ketinggalan dengan sang bos.
sebuah senapan laras panjang yang dapat memuntahkan peluru sebanyak 700-950 butir permenit.
"hai kau menyetir aku urus mereka"perintah Bimo pada lingga,lingga mendengus kesal namun tetap menuruti saran kawannya itu.
DOR
DOR
DOR
Bimo tak kalah sadis ia menembak pada bagian pengemudi hingga beberapa mobil oleng dan saling bertabrakan .
BOOM!!!!
lingga melempar sebuah bom rakitannya sambil mengemudi.
"kau gila,bagaiman jika kita terkena oleh bom buatanmu,dasar bodoh"maki Bimo kesal.
"hei,itu lebih praktis mereka bisa bersih dengan cepat,dan kau yang bodoh"balas lingga sengit.
CKEEET...
"ada apa tom,kenapa berhenti?"ucap Rafendra kesal.
"maaf bos,ban mobil kita tertembak peluru"jawab Thomas,salah satu anggota sekaligus supir pribadi Rafendra.
"sial,maaf baby kita turun dulu,dan cepatlah bersembunyi dan tunggu aku ya baby"ucap Rafendra penuh sesal.
"i ia tak apa,aku mengeri"Anggi melihat kekacauan yang timbul dampak dari penyerangan orang orang yang tidak ia ketahui siapa.
"Bimo,kau lihat disana ada tanah lapang,berhenti disana dan kita bantai para bedebah sialan itu"ucap Rafendra penuh amarah menatap sengit mobil jeep yang ikut berhenti dan mengepung dirinya.
dengan lihai,Rafen mengelak dan menjatuhkan senjata api yang digunakan oleh musuh musuhnya.
Tring!!!!
jleb!!!!
crash!!!!
aakhh!!!!
suara ringisan teriakan terdengar akibat amukan Rafendra.
dengan sebilah samurai panjang,Rafendra membantai habis musuh musuhnya.
mayat mayat bergelimpangan dengan kondisi mengerikan akibat tebasan pedang milik Rafendra,semua dalam kondisi mengenaskan tak berbentuk.
"bodoh kalian salah cari musuh,cih dasar sampah"maki Rafendra memandang hina musuhnya yang masih ngeyel berdiri hendak melawan.
tak jauh beda,kini Bimo dan lingga sudah keluar dari mobilnya dan membantai habis para musuh Blood Eagle tanpa ampun.
saat tengah serius memperhatikan pertarungan sengit Rafendra dari jauh,tiba tiba seorang pria menarik tangan anggi menjauh.
"hei,lepaskan siapa kau,lepaskan bajingan"maki anggi geram akibat cekalan kasar pada lengannya.
"wah,ternyata benar bahwa calon istri Rafendra sangat cantik,hei nona bagaimana jika ku beri tawaran?"ucap pria dengan topeng hitam pada anggi.
"apa maksudmu,jangan bertele tele sialan"anggi semakin geram.
hahaha
"kau sungguh temperamental,tinggalkan Rafen,dia hanya mafia bengis tak berhati,kau akan ku bantu jika bersedia,hidupmu tak akan aman bersamanya"pria itu semakin gencar mempengaruhi anggi.
Anggi diam sesaat,tak lama wajahnya berubah dingin dan datar menatap sengit pada pria itu .
"kau tidak perlu banyak omong kosong padaku,apapun dan siapapun Rafendra,itu adalah pilihanku,dan kau tak berhak ikut campur tuan,sekarang pergi dan tinggalkan aku"ucap anggi dingin.
"baik,dan bersiaplah menjadi janda jika pria itu kuhabisi kelak"ucap pria itu mulai tersulut emosi.
"heh,sebelum kau membunuhnya,aku akan membunuhmu terlebih dahulu"smirk anggi menatap tajam tanpa rasa takut sedikitpun.
"baiklah kita lihat saja nanti"pria itu berlalu pergi meninggalkan anggi .
saat anggi menoleh,terlihat seorang pria dari belakang Rafen,mengarahkan senjata apinya pada tubuh Rafendra.
Dor!!!!
tubuh Rafendra mematung..........
TBC..........
ok guys,jgn lupa tinggalkan vote,like n komen buat El,ditunggu lho๐
__ADS_1