
hai all jangan lupa tinggalkan jejak vote,like dan komentar ya guys......
ok cekidot........
πΏπΏπΏCindrella step sisterπΏπΏπΏ
hari kini telah berlalu begitu cepat,secepat perubahan sikap winda pada dewi putri tirinya.perubahan sikap winda berdampak buruk bagi mental dewi,wanita itu sekarang semakin terlihat mudah emosi dan gampang marah pada hal hal sepele,tidak hanya winda.Hari pria yang biasanya bersikap bijak itu kini bersikap dingin pada putrinya sendiri mengingat betapa malu dirinya terhadap apa yang sudah dilakukan anak dan istrinya itu.meski tidak seintim dulu,Hari tetap berusaha bersikap sebagai seorang suami yang baik terhadap winda.dan Dewi,Hari merasa sakit setiap melihat dewi karna teringat akan semua perbuatan hina yang telah dilakukan putrinya itu.
melihat sikap winda ibu tirinya yang berubah acuh dan dingin semakin menyulut dendam pada hati dewi.jika winda tak lagi menyayanginya maka tiada seorangpun yang boleh merasakan kasih sayang itu selain dirinya,egois memang tapi begitulah dewi.
"ma,mama mau kemana?"tanya dewi lirih saat Winda dan Hari terlihat ingin keluar.
winda tak menjawab dan menatap acuh pada dewi,ia menarik tangan suaminya dan bergegas pergi tanpa sepatah katapun,kekecewaannya masih begitu besar dan menyisakan lubang dihati winda.
"renungkan kesalahanmu,kau hanya anak tidak tau di untung"ucapan Hari terdengar dingin menyayat hati.dewi terdiam dan menahan kemarahan yang makin terpupuk subur dihatinya.
sepi,kini rumah mewah itu seakan tak berpenghuni satu atap namun serasa bak orang asing.dewi menahan panas dihatinya air matanya luruh seketika.
"apa salah jika aku hanya menginginkan mama seorang?apa salah jika aku mempertahankan milikku?"gumam dewi lirih,sorot matanya penuh dendam dan kebencian yang semakin pekat.
"ini semua salah kamu anggi,aku bersumpah jika mama meninggalkanku aku akan bunuh kau dan juga mama,percuma hidup jika mama tidak menyayangiku lagi.mati saja sekalian"desis Dewi menyerigai,hilang sudah kesedihan dimatanya.hanya ada sorot membunuh dan dengki disana.
"kalian harus mati"desis dewi penuh tekat tak lama mengambil kunci mobil dan dompetnya berlalu pergi meninggalkan rumah yang dulunya tempat bahagianya kini bak neraka.
πππππππππππππππ
mobil Winda dan Hari berhenti di halaman sebuah mansion hunian Bagas dan Maya.winda memilin ujung bajunya gugup,takut dan gelisah.Hari menghela nafas berat.mereka kembali lagi ketempat ini,tempat dimana dengan teganya ia dan sang istri menyakiti hati putri kandung istrinya.menyakiti dengan begitu kejam baik hati maupun fisik.
"pah,mama tidak punya muka bertemu Bagas dan Maya"lirih winda.
"papa juga ma,tapi kita tidak punya pilihan.kita harus buang ego ini dan merendah agar Bagas dan Maya mau membantu kita"bijak Hari meski hatinya pun sama goyahnya dengan sang istri.
"semoga Bagas dan Maya ma-"
"untuk apa kalian kemari"suara dingin seorang pria paruh baya berwajah datar memotong ucapan Winda.Bagas berdiri angkuh menatap Hari yang tengah merangkul tubuh kaget Winda.
"Bagas kami-"
"pergi dari sini"suara dingin Bagas membungkam cepat ucapan Hari.
"tolong lah Bagas kami hanya butuh waktumu sebentar saja"ucap Winda sendu.hatinya sesak dengan jutaan penyesalan menggerogotinya.
"kau tidak dengar kata suamiku winda.pergi dari sini"maya yang tiba tiba muncul menatap sinis pada Winda dan menekankan kata pengusiran untuk mantan istri almarhum sahabatnya itu.
hiks......hiks.....hiks......
runtuh sudah,air mata serta tangisan penyesalan Winda.wanita paruh baya itu menangis pilu menatap mengiba pada pasangan dihadapannya itu.
tak jauh didalam sebuah mobil sedan hitam,dewi menatap murka pada kedua orang tuanya.
"demi Anggi jalan*ng itu mama dan papa mengacuhkanku dan merendah seperti ini,cih....baik kita lihat saja nanti"desis Dewi geram dan berlalu dari sana.
"percuma walau kau menangis darah sekalipun kami tak mau mendengar apapun yang ingin kalian bicarakan.pergi dari sini"sinis maya dan berlalu membawa pergi suaminya masuk.
Blam.........
maya membanting pintu masuk,meninggalkan Hari dan Winda yang diam tak bisa berbuat apapun atas penolakan Bagas dan Maya.
"kita pulang ma,besok kita kembali setelah semua sedikit tenang"bujuk Hari membawa tubuh lemah winda beranjak pergi.
π§π§π§π§π§π§π§π§π§π§π§π§π§π§π§
"bagaimana,apa yang dilakukan perempuan tidak waras itu?"tanya Rafendra tanpa memandang Jeremi,mata tajam itu tengah sibuk memeriksa tumpukan berkas para client diatas meja ruang kerjanya.
__ADS_1
"setelah kejadian waktu itu,dewi lebih banyak diam seakan tenang tanpa melakukan apapun"lapor Jeremi pada sang bos.
"hm,awasi saja terus jika dia berulah seret dan penjarakan langsung ke RSJ vander Eagle" acuh Rafendra.
"tentu bos"jawab Jeremi tegas.
"kembalilah ke markas dan sebelum itu pergilah lihat kondisi bimo,apa ia sudah membaik"ucap Rafendra memandang Jeremi sekilas.
"saya permisi bos"pamit Jeremi setelah mengangguk paham.
Rafendra menghela nafas berat,kepalanya terasa pusing semakin besar kerja Organisasinya semakin berat beban ia dan para kawan kawannya.
"twin kapan kalian besar dan gantikan daddy.rasanya daddy mulai bosan dengan semua ini dan ingin berlibur bersama mommy kalian"hela Rafendra tersenyum paksa.
***************
"mama,ada apa kenapa meminta Gladis kesini"seorang wanita berparas ayu baru saja duduk didepan seorang wanita paruh baya yang tengah meneguk segelas coffe latte disebuah cafe.
"maaf gladis,mama ingin meminta tolong padamu"lirih winda.
"ma,bukanya apa apa.mas Tommy masih marah sama kalian dan gladis takut kalau mas tommy tau gladis ketemu mama,entah bagaimana nanti"cemas Gladis.
wanita paruh Baya itu menghela nafas dan menatap menantunya itu sedih.
"mama minta tolong sama kamu,tolong kamu cari tau alamat anggi di London dan kasih tau mama setelah itu.tolong gladis mama mohon sama kamu"lirih winda,tatapannya benar benar putus asa dan kosong.
gladis mmenatap sedih pada ibu mertuanya itu,namun ia juga takut jika suaminya sampai tau ia membantu mertuanya mencari tahu lokasi adik iparnya itu,maka sudah pasti murka akan ia dapat dari tommy suaminya.
"ia nanti aku kirim alamatnya sama mama,tapi tolong jangan sampai mas tommy tau,aku takut ia akan marah nanti"ucap gladis gelisah.
"ia nak,mama janji"ucap winda cepat,dimatanya terlihat ada binar harapan yang meski kecil namun mampu memberi sedikit semangat dihati wanita paruh baya itu.
************
nampak si kembar tertawa riang dengan suara suara yang tidak bisa dimengerti orang dewasa.kedua bayi kembar itu nampak saling berinteraksi riang kakak beradik yang harmonis.
anggi nampak gemas dan mencium habis kedua Putra kembarnya,bayi kembar itu tergelak lucu dengan rona merah dikedua pipi chabbynya.
"sayang sdang apa?"suara maskulin tiba tiba mengalun dipendengaran anggi.pria itu memeluk tubuh sang istri dari belakang dan memberikan kecupan kecupan ringan di wajah anggi.
"udah pulang bau ah,mandi dulu sana"usir anggi geli.
"kok ngusir sih"Rafendra nampak mendengus jengkel.
"aku mau mandiin twin dulu,kamu mandi sana bau matahari"goda anggi terkekeh pelan.
"mandi bareng aja kita berdua mandiin twin gimana"goda Rafendra jahil.
anggi memutar bola mata malas.dasar suaminya ini ada saja akal bulus nya.
"itu mah maunya kamu"anggi berucap malas,namun tak ayal ikut juga suaminya membawa bayi mwreka untuk mandi sore.
"mommy mandiin Arion,daddy mandiin Kansas trus mommy mandiin daddy wah family goal"kekeh Rafendra girang.hilang sudah lelah dan penatnya bekerja.
"jangan aneh aneh depan bayiku kamu ini bisa gak otak mesumnya di pause dulu"kesal anggi pada ucapan suaminya itu.mana kini bukan baju si twin yang Rafendra lepaskan malah pakaian istrinya yang tinggal bra dan cd saja.sungguh Rafendra pria tidak kenal waktu.
akhirnya Rafendra dan anggi masuk kedlam tempat pemandian berupa kolam dan saling membersihkan satu sama lain dengan sesekali suara tawa twin menghiasi kebahagiaan keluarga kecil itu.
***********
__ADS_1
malam telah datang dengan terpaan sinar bulan menggantikan sang surya.Rafendra tengah duduk bersama Marvel,Xavier,Alex serta Jeremi.Bimo sedang sakit dan lingga,pria cantik itu entah kemana bersama kekasihnya yura.
"Jeremi,bagaimana Bimo?"tanya Rafendra tenang.
"tidak masalah bos,ada zeline yang merawatnya"jawab Jeremi kalem.
"hei Alex,kau dan Bimo kapan kalian menikah tunggu apa lagi.istriku heran melihat kalian begitu lama dekat namun baru jadian sekarang.senjata cepat cinta nol besar cih"ejek Marvel puas.
Xavier dan Jeremi tergelak tanpa dosa sedang Rafendra hanya mengulas senyum tipis.memang dalam dunia mafia soal cinta kebanyakan dari mereka memang minim akibat terlalu sering hidup dalam kekerasan perkelahian dan bahkan kematian.hingga tidak punya waktu mengurusi masalah hati.
"tidak usah mengejek kau Marvel,kau hanya beruntung saja bisa menikahi Zoya si galak bermulut pedas itu"kesal Alex.
"sembarangan kau mengatai istriku lama lama seperti perempuan saja mulutmu itu"Marvel tak kalah jengkel.
"memang benarkan istrimu itu sudah seperti atasanmu saja,jika tidak izin dengannya belum tentu kau bisa datang kemari"ejek.Alex puas.
HAHAHHA
"atasan bawahan hahahaha"
semua orang langsung menoleh kesal,lingga pria cantik itu masih sibuk dengan tawanya.baru datang sudah buat rusuh sungguh lingga bocah tengik.
"bukan pembantu majikan lex?"ucap lingga duduk disamping alex dengan wajah tanpa dosa menyobot segelas lemon tea entah punya siapa.
**plak......
"kenapa kau minum minumanku setan**"Jeremi menoyor kepala lingga jengkel.
"oh minumanmu,aku haus hehee"cengir lingga masa bodoh.
"tak kusangka lingga,kau ternyata menyukai Jeremi"Xavier pura pura syok terlihat amat mendramatisir.
"apa maksudmu Xavier?"ucap Rafendra nampak kurang paham,pria yang diam menyimak saja itu mulai bersuara.
"hei pria badak,sembarangan aku sudah punya pacar .pake segala fitnah aku masih lurus bukan bengkok"ucap lingga jengkel.
"entah gila kau Xavier?"tambah Jeremi menggeleng takjub.
"bukanya tadi kalian berciuman "goda Xavier geli.
"kapan"lingga menggaruk kepala bingung seketika.
"kau minum dari gelas Jeremi tadi "jawab Xavier santai.
"FU*K"maki lingga tak terima.
"DAMN"tambah Jeremi jengkel.
HAHAHAHA
"SEE YOUR FACE THAT IS SO FUNNY"gelak Xavier ,disini ditempat ini mereka bisa berkumpul dan bicara sebagai sesama lelaki tanpa beban dan saling berbagi susah maupun senang.
"bodoh kok dipelihara mau aja ditipu"tambah Marvel sehabis meredakan tawanya.
"bos,dicariin kakak ipar disuruh pulang"ucap lingga santai kembali meneguk minuman yang entah punya siapa.
"tak terasa twin sudah hampir setahun,Bayi kita hanya berbeda beberapa bulan saja.Xander 1,5 tahun .Marsel putraku 1,3 tahun dan Twin 1 tahun kau tidak ingin merayakan 1 tahun kelahiran twin?"tanya Marvel penasaran.
"hm,istriku tidak ingin dia ingin ikut budaya indonesia tumpengan katanya .keluarga besar saja,lusa datanglah kemansion kita makan besar barbeque"ucap Rafendra tenang.
Rafendra kini pria itu berubah sedikit hangat walau hanya untuk orang orang terdekatnya .pengaruh twin dan sang istri amat besar merombak hatinya.tidak ada lagi pria dingin ,yah meskipun sikap dinginnya akan muncul terkadang namun selebihnya ia akan bersikap hangat meski hanya dirasakan keluarga dan kawan kawanya saja yang merasakannya.untuk orang lain pria itu tetap sama datar,dingin tak tersentuh.
TBC.....
__ADS_1