
hai all maaf ya kalo nunggu lama,berhubung udah mau tahun baru jgn lupa ikut even new year ๐ ....
oh ia El mau ingetin aj vote,like n komen x jgn ketinggalan guys๐๐
ok cekidot..........
โhappy readingโ
seorang gadis manis tengah meringkuk dengan tubuh bergetar menahan tangis,yah gadis itu ialah Selenia Wiguna adik satu satunya dari pria tampan sang bos dari kelompok mafia BE.
ceklek........
suara pintu terbuka dan masuklah seorang pria berwajah sangar dengan sebuah tato naga di lengan kirinya.
perlahan pria itu,Darius menyerigai licik melihat korban ya meringkuk ketakutan didalam pengawasannya.
kriet.......
diambilnya sebuah kursi dan meletakkannya di samping ranjang tempat Selenia berada.
"percuma kau menangis,kakakmu itu tidak akan datang untukmu,sekarang turuti saja perintahku sebelum aku menggunakan kekerasan padamu"ucap Darius tersenyum licik.
"ap...apa maumu,aku tidak...mengenalmu hiks hiks"tangis Selenia.
"hahaha,kau akan menjadi tumbal untuk kematian adikku Shelly,itu semua karena kakak kejammu itu,dia sudah membunuh adikku,and now shut up your mounth little *****"seringai Darius menatap Selenia nyalang.
"itu bukan salah kakaku,adikmu memang *****,dia hanya memanfaatkan kekayaan keluarga ku,harusnya kau didik dia dengan baik,bukan menyalahkan orang lain"maki Selenia tidak terima sang kakak dipersalahkan.
Plak.....
sebuah tamparan keras mendarat di pipi mulus Selenia,dengan emosi Darius mencengram kasar dagu Selenia dan menatap penuh amarah pada gadis itu.
"BERANINYA KAU MENYEBUT ADIKKU *****,KAU TUNGGU SAJA SEBENTAR LAGI AKU AKAN MENGHANCURKAN KEHORMATAN MU ITU,DAN KAKAK KEBANGGAANMU ITU TIDAK AKAN BISA MELINDUNGIMU LAGI"maki Darius geram.
***********
"bagaimana Deren,apa kau sudah memeriksa situasinya,dan apa kata Rafendra?"tanya Xavier pada sahabat sekaligus kepala bodyguard nya.
kini Xavier beserta anak buahnya tengah memantau situasi rumah mewah lokasi persembunyian Darius.
"sebentar lagi BE akan tiba ,kau tau Xavier aku tidak akan mau berurusan dengan lucifer itu,sungguh Darius,Bastian dan Damian sangat bodoh"ucap Deren sungguh bergidik ngeri mengingat dampak kemarahan sang bos BE.
sementara itu,kini nampak sebuah mobil SUV hitam memasuki pekarangan rumah mewah Darius dan muncullah sosok Damian dengan senyum licik nya.
"apa gadis itu sudah siap,aku tak sabar mencobanya,hahaha"tawa Damian sembari berjabat tangan dengan Darius.
"kau tau gadis itu akan sangat mahal jika kau jadikan dia salah satu ***** di club milikmu Damian"jawab Darius menyerigai.
sementara itu Xavier tengah menahan amarahnya dibalik kursi kemudi mendengar percakapan kedua pria itu melalui HT tersembunyi yang ia pasang disana.
"brengsek,Deren kita bergerak saja dahulu,jika menunggu Rafendra tidak akan sempat,kau kerahkan semua pengawal kita"ucap Xavier tegas.
tak mau berlama lama,Deren segera menghubungi seluruh anak buah Xavier yang diketuainya untuk langsung bergerak.
**********
"TIDAK LEPASKAN AKU HIKS KUMOHON AKU TIDAK MENGENALMU HIKS HIKS"tangis Selenia sembari terus memberontak didalam Kungkungan Damian.
"DIAM,hei Darius kau benar gadis ini sangat manis dan lumayan cantik dia pasti perawan,biar aku cicipi dulu hahaha"tawa iblis Damian menatap lapar pada Selenia yang tengah menangis histeris sembari terus memberontak.
"hahaha dia akan merasakan akibat dari perbuatan Rafendra si brengsek sialan itu"Darius tak kalah menikmati perbuatan Damian pada Selenia.
Dor......
Dor......
terdengar suara tembakan dan keributan diluar rumah.
"hei Darius,cepat pergi dan periksa ada apa diluar,aku akan menyelesaikan dulu gadis itu"ucap Damian kesal.
Breeeet....
Sreeet....
tanpa iba Damian dengan penuh nafsu merobek baju Selenia kasar dan membuangnya ke sembarang arah.
"TIDAK HIKS JANGAN LEPASKAN AKU,HIKS HIKS KAKAK TOLONG,KAK RAFEN TOLONG SELENIA"Selenia begitu histeris dan bwrusaha menjauhkan tubuh Damian darinya.
kini kondisi Selenia nampak mengenaskan dengan baju sudah terkoyak hanya menyisakan baju dalam tipis serta rok yang sudah robek memanjang hingga sepaha.
sementara diluar,Darius nampak syok melihat anak buahnya kalah jumlah dengan anak buah Xavier ditambah lagi ia melihat keberadaan Rafendra serta para kaki tangannya sedang mengamuk diluar.
"shit,kenapa cepat sekali mereka tau keberadaanku,sebaiknya aku segera memberi tahu Damian "Darius segera berbalik dan hendak berlari meninggalkan lokasi tempat para BE membantai anak buahnya.
__ADS_1
sayangnya mata elang Rafendra menangkap keberadaan Darius.dengan senyum iblis terpatri diwajahnya Rafendra menatap penuh keinginan membunuh.
"BIMO,LINGGA ALEX URUS TIKUS TIKUS INI,DAN XAVIER IKUT AKU"teriak Rafendra nyalang.
kini Rafendra pria itu berlari dengan nafas memburu penuh kemarahan diikuti Xavier dibelakangnya.
"KAKAK TOLONG SELENIA KAK,KAK RAFEN"teiakan Selenia terdengar jelas ditelinga Rafendra serta Xavier.
"SHIT,JIKA KALIAN MENYENTUH ADIKKU KUBUNUH SAAT ITU JUGA"teriak Rafendra emosi.
BUGH.....
BUGH....
BUGH....
DOR.....
DOR....
DOR.....
JLEB.....
TRING.....
Bimo,lingga serta Alex sibuk menghajar anak buah Darius serta Damian,Xavier dengan emosi menembaki siapapun yang menghalangi mereka dan Rafendra,pria itu dengan bringas melayangkan pedang menebas siapapun yang mencoba menghalanginya.
sungguh kini penampilan Rafendra begitu mengerikan dengan tubuh penuh cipratan darah dari pedang samurai nya yang terus menebas siapa saja yang mencoba menghalanginya.
BRAKKK........
"KURANG AJAR MENJAUH DARI ADIKKU"kini emosi Rafendra sudah memuncak hingga wajah pria itu memerah dengan rahang mengeras dan gigi mengeratuk keras serta pandangan tajam sarat akan keinginan membunuh.
sontak Damian dan Darius terlonjak kaget akan kedatangan Rafendra serta Xavier.
"kau bodoh,mengapa kau tuntun mereka kemari"maki Damian kesal.
"hei aku tidak melakukan itu,mereka pasti mengikutiku"kini dengan kalap Rafendra menerjang Damian dihadapannya.
BUGH...
BUGH...
BUGH...
"BRENGSEK,SIALAN BERANINYA KAU MENYAKUTI ADIKKU KUBUNUH KALIAN"maki Rafendra geram sembari terus memberi bogem mentah pada Darius.
"hahahaha kau pikir bagaimana dengan adikku dulu saat kau membunuhnya,sekarang rasakan hal yang sama seperti diriku"Darius tidak kalah emosi.
kedua pria itu kini terlihat tidak ada yang mau mundur,membunuh atau dibunuh.
Damian dan Xavier pun tak kalah sengit,Xavier dengan emosi memukuli Damian membabi buta hingga pria itu nampak kualahan dengan serangan Xavier.
Selenia meringkuk menutupi seluruh tubuhnya dengan selimut dan menatap kosong pada perkelahian didepannya sambil terus menangis.
DOR.......
Xavier tak mau membuang waktu lagi,dengan pistol yang terselip didalam rompi yang ia kenakan,Xavier langsung menembak tubuh Damian yang sudah tersungkur dengan luka lebam di seluruh wajah dan tubuhnya,Damian pria itu tewas dengan timah panah yang menembus jantungnya.
"Selenia"panggil Xavier pelan,namun gadis itu tak bergeming terdiam dengan pandangan kosong.
"Bimo,Deren tolong bereskan sisanya"pinta Xavier menatap sendu wajah pilu Selenia.
nampak keadaan di seluruh kediaman Darius begitu kacau dengan mayat mayat yang tewas mengenaskan akibat tebasan pedang dan tembakan dari serangan tiba tiba BE dan Xavier menyisakan suasana mencekam ditambah lagi kemarahan Rafendra sang lucifer belum mereda.
"Selenia,hei apa kau mendengarkan ku"Xavier dengan sabar terus mencoba membawa kembali kesadaran gadis itu yang masih setia dengan tatapan kosong raga bagai tak bernyawa.
dengan perlahan Xavier mendekat dan menggenggam telapak tangan Selenia yang terasa begitu dingin.
"hiks hiks kak Xavier"isak Selenia menatap kepada Xavier sendu.
"suuut,tenanglah semua akan baik baik saja ok"ucap Xavier mengelus surai panjang Selenia lembut.
"hiks....apa salah Selenia kak,TIDAK LEPASKAN PERGI JANGAN MENDEKAT PERGI"tiba tiba Selenia berteriak histeris sampil menarik selimut yang menutupi tubuhnya lebih erat.
Bimo,lingga,Alex bahkan Xavier menjadi panik akan keadaan Selenia yang tiba tiba berteriak histeris.
"Selenia tenanglah,dengarkan aku,hei tenanglah kumohon Selenia berhenti memberontak dan menyakiti dirimu sendiri"panik Xavier melihat Selenia yang menarik rambutnya frustasi dengan air mata tak hentinya mengalir deras.
"BIARKAN AKU MATI AJA,MEREKA SUDAH MELECEHKAN AKU,UNTUK APA AKU HIDUP MEREKA SUDAH MENJAMAHKU KAK"teriak Selenia frustasi.
"hei tenanglah Selenia kumohon,kau tetap masih suci jangan berpikir terlalu jauh tolonglah Selenia"Xavier masih tetap tenang dan sabar berbicara dengan gadis itu meski hatinya sendiri terasa sakit.
__ADS_1
ces.........
tanpa disadari lingga mendekat dan menyuntikan cairan pemenang pemberian dokter Charles pada Selenia.tak berapa lama tubuh gadis itu ambruk dan tertidur.
"jangan banyak bicara Xavier,sebaiknya kita bawa ia keluar dari tempat terkutuk ini"ucap lingga datar.
pria cantik yang biasanya konyol dan periang kini nampak berubah dingin menatap keadaan gadis yang sudah ia anggap sebagai sahabatnya sendiri,yah Selenia dan lingga memiliki umur yang hampir sama berbeda dengan Rafendra serta ketiga kawannya sesama BE.
tapi percayalah lingga begitu terluka dan merasa tak berguna sebagai sahabat Selenia,ia merasa tak bisa melindungi gadis manis itu dan lihatlah sekarang keadaan begitu menyedihkan.
"benar Xavier,angkatlah Selenia dan Kita pergi dahulu membawa Selenia ke rumah sakit khusus anggota kami,ada Charles disana,dan biarkan bos Rafen menuntaskan urusannya disini"ucap Bimo memandang nanar pada kondisi psikis Selenia.
"baiklah"jawab Xavier pasrah.
***********
sementara itu Rafendra dan Darius masih terlihat saling bergelut dengan senjata masing masing saling menyerang tiada ampun.
kini keduanya memegang sebilah pedang samurai sambil saling melemparkan tatapan membunuh satu sama lain.
"MATILAH KAU"teriak Rafendra murka.
"KUBAWA KAU KE NERAKA"teriak Darius tak mau kalah.
TRING........
TRING....
SRET.....
suara pedang saling beradu dan tebasan mengenai kulit terdengar mengisi pertarungan kedua pria yang sama sama kalap dikuasai emosi.
nampak tebasan Rafendra mengenai lengan dan paha Darius meninggalkan luka lebar yang menganga mengeluarkan darah yang mengalir deras.
hos....hos.....hos......
nafas Darius mulai memburu sambil menahan sakit pada sekujur tubuhnya yang mengeluarkan darah segar.
Rafendra nampak tenang namun kilatan kemarahan dan aura membunuh yang kental masih belum reda.pria itu menatap nyalang pada Darius.
meski sama sama terluka,namun luka Darius lebih parah dari Rafendra.
WUUUSHH......
SRET........
dengan tanpa disadari Darius,Rafendra melesat cepat dan menebaskan pedangnya mengoyak perut Darius hingga pria itu tumpang.
dengan tanpa iba Rafendra memotong kedua kaki Darius dan menancapkan pedang nya pada jantung pria itu.
"AAARRRRGGGGH KAU IBLIS SIALAN"teriak Darius menahan sakit tebasan Rafendra.
"cih,tunggulah ajalmu disini kau tak sebanding melawanku,tapi ku hargai keberanianmu dan nikmati rasa sakit itu perlahan hingga kau bertemu dengan raja neraka"ucap Rafendra dingin dengan seringai di wajah tampan yang penuh cipratan darah.
sepeninggallan Rafendra,Darius dengan sisa tenaga dan kesadarannya memberi tahu pada bastian akan keruntuhan dirinya serta Damian sebelum kematian menjemputnya.
**************
"bagaimana keadaaan adikku Charles?"tanya Rafendra yang baru tiba dirumah sakit pribadi milik BE.
"buruk,meski tak ada luka berarti,percayalah mentalnya sudah jatuh"jawab Charles sendu.
disana sudah berkumpul Bimo ,lingga,Alex,Xavier ,Deren serta kedua orang tuanya.Mrs Citra nampak menangis histeris di pelukan suaminya,ibunya itu nampak sangat terpukul akan kondisi putri mereka.
"pah,apa yang akan kita katakan pada Manuel nanti?"tanya Citra menatap sendu pada suaminya.
"siapa Manuel mom,dad?"tanya Rafendra menatap kedua orangtuanya.
"kekasihnya adikmu,mereka sudah dekat beberapa bulan ini dan ia sudah bicara pada daddy ingin menikahi adikmu itu"ucap Bayu sendu.
"maafkan aku dad,mom tidak bisa menjaga dan melindungi Selenia"Rafendra nampak terpukul dengan kondisi psikis Selenia.
"bagaimana dengan istrimu son,apa sudah ada kabar?"tanya Bayu pada putranya itu.
"belum dad,tapi aku tidak akan menyerah mencari keberadaan istriku"ucap Rafendra tersenyum getir.
"kami selalu mendoakan mu son"ucap Bayu dan diangguki oleh sang istri.
TBC.......
jangan lupa vote like n komen x๐๐
sorry buat nunggu lama n ikut juga even new year nya guys.....lope you๐๐
__ADS_1
.