Cinderella Step Sister

Cinderella Step Sister
Bertemu


__ADS_3

sebuah pesawat pribadi berwarna putih dengan tulisan WJC airline tercetak jelas di badan pesawat.


pesawat tersebut siap lepas landas setelah sang pemilik sudah naik dan duduk nyaman didalamnya.


Bimo memberi arahan kepada para anak buahnya melalui HT yang telah Tersedia di pesawat tersebut.


"tuan Muda Rafendra sudah siap,segera jalankan pesawatnya!"perintah Bimo.


setelah mendengar perintah dari Bimo,segera pilot mulai menghidupkan pesawat dan tidak lama kemudian pesawat sudah terbang meninggalkan kota London inggris.


"anda menginginkan sesuatu tuan muda?"tiba tiba seorang pramugari dengan baju ketat menghampiri Rafendra,dengan secara mendesah seksi wanita itu mencoba menggoda Rafen.


dan dijawab dengan dengusan jengkel tak berminat oleh Rafen.


"hei pergi dari sini"ucap Bimo kesal.


namun dengan keras kepalanya pramugari itu tidak perduli dan masih gencar memainkan segala rayuannya kepada Rafendra.


"tuan muda,maukah saya memijat anda,sepertinya tubuh anda sedang tegang ,saya bisa memijat anda"ucap wanita itu genit.


Rafendra mulai kehabisan kesabaran.


"kau,siapa yang menerimamu bekerja sebagai pramugari di pesawat pribadi WJC?"tanya Rafen dingin dan mengabaikan ajakan pramugari itu.


wanita itu sedikit terkejut dengan nada dingin pertanyaan tuan muda WJC itu.namun ia tidak mau ambil pusing dan menjawab manja ucapan Rafendra.


"tuan lingga yang menerima saya tuan muda"jawab pramugari itu.


"oh begitu,apa lingga membawamu dari club malam hah?,sikapmu itu sungguh jalang menjijikan"ucap Rafen sinis.


sontak semua Orang yang mendengar makian Rafendra sangat terkejut,terutama pramugari Wanita tersebut,dan Bimo hanya menampilkan senyum smirk diwajahnya mendengar kata kata mutiara seorang Rafendra.


"ma maafkan ketidak profesional lan saya tuan muda,saya permisi"pramugari itu lantas pergi dengan rasa malu dan kekesalan atas perlakuan Rafendra.


tak lama Rafendra memanggil Bimo.


Bimo menghampiri bosnya dengan senyum aneh diwajahnya.


"hentikan senyum menjijikanmu itu,sebelum ku lempar kau dari pesawat ini"ucap Rafendra dingin.


"hahah sorry bos,apa ada perintah?" tanya Bimo setelah menghentikan tawanya,sebelum Bosnya itu benar benar menghabisinya.


"siapa wanita jalang itu?Lain kali jangan minta lingga menerima karyawan ,dia itu tidak becus,membuat sakit kepala saja"kata Rafen jengkel.


"namanya Cintia muler bos"jawab Bimo


"pecat dia dan jangan biarkan wanita seperti dia bekerja pada WJC lagi,atau siapa yang menerima wanita seperti itu aku akan pecat sekalian tanpa pesangon,dan jangan harap bisa bekerja dimanapun lagi,paham"terang Rafendra kesal.


"baik bos"jawab Bimo .


-------------


pesawat milik WJC mendarat di kota terpadat kedua di benua Amerika serikat setelah New York.


pesawat milik Rafendra mendarat di kota California.


begitu pesawat itu mendarat,Rafendra segera turun,dan sudah disambut oleh deretan Para bodyguard berjas hitam yang sudah siap berjajar rapi didepan tangga turun pesawat.


Rafendra segera menuju mobil mewah yang sudah disediakan oleh para anak buahnya di bandara sebelumnya.


begitu semua sudah beres ,Bimo segera memerintahkan supir menuju salah satu hotel milik WJC GRUP.crown hotel .


setengah jam berlalu,mobil tersebut sampai di depan sebuah hotel mewah bintang 5 bertuliskan CR**own HOTEL. wjc yang berlokasi di dekat pantai.


Rafendra dan Bimo berjalan masuk ke ruang pribadi yang sudah disediakan pihak hotel,semua orang menunduk hormat akan aura mengintimidasi pria bernama Rafendra Wiguna.

__ADS_1


seorang staf hotel membukakan pintu ruang khusus milik CEO mereka dilantai hotel paling atas.


"tuan muda,silahkan masuk jika ada keperluan lagi silahkan memanggil saya"kata pegawai hotel itu sopan sambil menundukan kepala takut bahkan untuk melihat tatapan menusuk CEO muda nan tampan itu.


"baiklah,kau boleh pergi dan minta bagian dapur membawa segelas espreso dan black coffe cepat"ucap Bimo karna bosnya itu sudah melenggang masuk terlebih dahulu dan tidak suka berbasa basi.


"baik tuan Bimo,saya permisi"ucap pegawai hotel itu ,kemudian dengan sopan berbalik pergi.


begitu masuk ke ruangan nya,Rafendra segera duduk di balkon yang langsung menghadap pantai.


"Bimo,bagaimana perkembangan bungalow milikku di kota Cayucos?"tanya Rafendra sambil manik hazelnya menyapu keindahan pantai dibelakang hotel miliknya.


"sudah beres bos,Alex dan lingga tidak penah gagal"ucap Bimo melaporkan keberhasilan kawan kawannya itu.


"emmm,bagus sore kita kunjungi"jawab Rafendra datar.


"semua sebentar lagi rampung tinggal bagian lantai 2 dan rooftop saja,setelah itu tinggal mendekor bagian dalam saja,kami sudah bekerja dengan Mrs Smith soal desain interior nanti"terang Bimo panjang lebar.


"bagus,atur saja kau boleh kembali ke kamar mu Bimo"jawab Rafen singkat.


begitu Bimo pergi,kembali ingatan Rafendra tertuju pada bayangan Anggita.gadis cantik yang tidak mau hilang dari pikiran seorang pria seperti Rafendra.


"kamu dimana baby,aku sangat merindukanmu,apa kekurangan ku hingga kau pergi begitu saja,huft"Rafendra menarik dan membuang nafas lelah merindukan Anggi sampai ke relung hatinya yang terdalam menyebut nama gadis itu.


---------------


dua orang gadis tengah memasuki sebuah ballroom di salah satu hotel mewah ditengah kota Los Angeles.


BLUE MARITIM HOTEL AND RESORT.


"wah milik siapa hotel ini beca,begitu mewah dan artistic sekali?"anggi bertanya kagum melihat arsitektur hotel tersebut.


"milik kolega bisnis papa"jawab beca.


"biar saja,tidak usah dipikirkan jodoh akan datang sendiri nanti"jawab anggi asal.


"hei,ku doakan kau bertemu dengan calon suamimu disini dan kau akan menikah tidak lama lagi"jawab Rebecca jengkel akan sikap cuek anggi.


"ya terserahmu saja,itu tidak akan pernah terjadi"kata anggi yakin.


siapa yang tau tuhan akan menjawab doa iseng Rebecca.


"oh ia kau tau siapa saja orang penting yang hadir?"tanya anggi


"mana ku tau lihat saja nanti malam,kita pulang saja dan bersiap sekarang"kata beca kemudian menarik tangan anggi keluar hotel menuju mobil di basemant .


------------


"pukul berapa dan dimana acara itu Bimo?"tanya Rafen sambil memakan lunch nya yang diantar pihak hotel.


"pukul 7 malam di salah satu hotel WJC


BLUE MARITIM HOTEL AND RESORT"


"apa tidak bisa kau saja yang pergi wakili aku Bimo?"ucap Rafendra malas.


"maaf bos,bukan saya menolak tapi tuan Bayu sudah berpesan bahwa tuan muda lah yang harus menghadiri acara tersebut" jawab Bimo tegas.


"huft,baiklah siapkan semua Bimo"kata Rafendra pasrah.


"baik bos"segera Bimo pamit mengurus segala keperluan bosnya itu.


------------


anggi terlihat manis dalam balutan dres brokat berwarna peace

__ADS_1



"wow tuan putri bunda terlihat cantik"puji mrs Hana pada putri angkatnya itu.


"benar Val,kau sangat manis dengan gaun itu,memang tidak salah kakak membelikan gaun itu untuk mu"goda Rebecca.


"momy yakin,pasti kau akan mendapat seorang pangeran disana nanti"ucap Mrs Hana antusias.


"terima kasih momy,beca sebaiknya kita berangkat sekarang,lagipula dady,kak Marvel serta Kevin sudah pergi duluan,kita harus bergegas"jawab anggi ,dan segera menggiring momy angkatnya serta Rebecca menuju mobil limosin hitam milik keluarga Houston.


--------------


sebuah mobil Roll Royce silver melaju membelah jalanan kota Los Angeles dengan iringan mobil jeep hitam di belakang mobil mewah itu.


"hei Bimo,kenapa kau bawa pengawal banyak sekali?"tanya Rafendra kesal.


"bukan apa apa bos,ini Amerika musuh kita lumayan banyak disini,saya tidak mau ambil resiko"_jawab Bimo tegas.


"kau pikir siapa yang kau coba lindungi,kita berdua saja sudah cukup,lagipula kau membawa orang begitu banyak justruk menarik perhatian nanti,kau ini semakin bodoh saja"hardik Rafen kesal.


"sudahlah bos,sudah terlanjur juga,nikmati sajalah"jawab Bimo jengah akan omelan bosnya itu.


menghabiskan waktu,Rafendra hanya diam memandangi layar ponsel genggamnya memandangi wajah cantik anggi sambil meminum segelas white wine hingga tandas.


"jangan sampai mabuk bos,kita bahkan belum sampai"peringat Bimo pada Rafendra.


"kau ini cerewet sekali,segelas wine tidak bisa membuatku mabuk,dasar bodoh kau ini"omel Rafendra jengkel.


"huft,terserahlah"ucap Bimo pasrah.


tidak berapa lama,mobil yang dinaiki Rafendra sudah tiba didepan hotel tempat acara.


"tidak usah membawa masuk satu pengawalpun,cukup kita berdua saja"perintah Rafen tegas.


"tapi bos,bagaimana jika banyak musuh kita didalam menyamar sebagai tamu dan membahayakan keselamatan bos nanti,jika mereka menyadari kehadiran anda didalam"jawaban bimo khawatir akan keselamatan mereka.


"kau tenang saja,aku sudah menyiapkan 4 buah short gun didalam setelanku,jadi jangan terlalu khawatir kau membuatku pusing"jawab Rafen jengah.


"oh,baiklah bos"jawab Bimo tenang.


setelah Rafendra masuk,bimo memerintahkan anak buahnya menyalakan alat HT mereka agar tetap terhubung dan bisa bersedia akan situasi apapun.


"tetap stand by,tunggu instruksiku,jangan membuat keributan aku dan bos akan masuk kedalam,kalian tunggu dan bersiaga disini jangan lengah"Bimo memberi instruksi pada semua pengawal bosnya.


didalam gedung ballroom hotel,Rafendra berjalan cukup cepat sehingga Bimo tertinggal dibelakang,ia sengaja meninggalkan Bimo karna ingin melihat lihat suasana hotel miliknya yang grup mereka bangun di negara paman sam itu.


tiba tiba saat melewati sebuah ruangan ,Rafen mendengar lantunan merdu melodi sebuah piano.


deg deg deg!!!!


"ada apa ini,kenapa perasaanku begitu bergejolak dan ada sesuatu yang menarik ku menuju ruangan itu"batin Rafendra sambil menyentuh dadanya,dimana jantungnya seakan berdentum kencang.


sementara itu didalam ruangan itu anggi sedang melatih lagu yang akan dia bawakan untuk pertunjukan sambutan tamu dalam acara ultah Houston grup.


Jack Houston sudah meminta anggi sebelumnya mempersembahkan sebuah lagu ,karna keluarga Houston tau betapa bagus permainan piano anggi,dan anggi menyanggupinya.


"val,sudah yuk kita temui dady,momy dan kak marvel,kevin sudah menelpon dan berkata semua tamu sudah hadir"kata Rebecca,kemudian menarik tangan anggi menuju ballroom utama lokasi pesta berlangsung.


sementara itu Rafendra begitu terkejut saat membuka pintu dan tidak mendapati seorang pun disana,hanya ada sebuah piano ditengah ruangan tersebut,dan sekelebat bayangan dua orang gadis yang sudah berlalu lewat pintu belakang ruangan tersebut.


"valy,ah tidak mungkin,baby aku sungguh merindukanmu sayang"_ucap Rafen lirih.


nampak ruang ballroom hotel yang begitu indah dihiasi nuansa ungu lembut.dengan sebuah panggung didepannya.


__ADS_1


__ADS_2