Cinderella Step Sister

Cinderella Step Sister
Resah


__ADS_3

hai all mohon beri vote n like buat CSS makasih😄


El tunggu lho😀


☕happy reading all☕


Xavier membuka kain hitam penutup kepala anggi.


Deg!!!!


sepasang manik bening menatap manik hitam kelam Xavier,sepasang bola mata indah menatapnya dengan tegas tanpa ada rasa takut sedikitpun .


Xavier terpaku seakan tak dapat mengalihkan pandangannya dari manik sebening kristal yang menatapnya tajam.


"cantik"batin Xavier terpaku menatap wajah anggi yang tengah memerah menahan amarahnya.


"khem"Xavier mendehem mencoba menormalkan debaran jantungnya.


"siapa namamu nona?"tanya Xavier dengan suara dingin.


anggi menatap Xavier tajam tak lama ia membuang pandanganya tak ingin melihat Xavier.


"siapa kau?kenapa menculikku?"_tanya anggi tajam tanpa mau melihat wajah Xavier.


"tak kusangka gadis ini tidak menampakkan kesan takut sedikitpun padaku"batin Xavier sambil meneliti raut wajah cantik anggi yang terlihat menahan amarah.


"kenapa melamun?cepat jawab pertanyaan ku"tanya anggi ketus.


Xavier tanpa sadar tersenyum untuk yang pertama kali sejak kematian nana.


"menarik,pantas saja si keparat Marvel dan Rafendra begitu protektif pada gadis ini"batin Xavier sambil tangannya menarik dagu anggi dan memaksanya menatap mata kelam milik Xavier.


"tenang saja,aku Xavier dan setelah dendam ku pada Marvel terbalas kau akan ku lepaskan nona,tapi sebelum itu kau akan tinggal bersamaku"kata Xavier dengan ekspresi sulit diartikan.


Anggi tersenyum mengejek.


"lucu sekali anda tuan,jika kau ingin membalas dendam pada kakak angkat ku,kenapa melibatkan ku?"kata anggi sambil tersenyum kecut.


"itu bukan urusanmu,sekarang diam dan jadilah nona yang baik agar aku tidak menyakitimu"ucap Xavier tegas.


"cih,lepaskan aku,siapa kau berani ya mengurungku,kita bahkan tidak saling kenal,kau lihat saja aku tidak akan mau kau kurung disini"ucap anggi memberontak.


"terserah,kau tidak akan bisa lepas dariku nona"ucap Xavier tajam,tanganya mencengkram erat dagu Anggi.


tanpa sadar air mata Anggi mulai menetes,dan hal itu tidak lepas dari pandangan Xavier.


Deg!!!


"kenapa denganku,kenapa rasanya jantungku sesak melihat air matanya"batin Xavier sambil melepas perlahan cengkraman tangan ya.


Anggi mengusap air matanya kasar dan memandang Xavier dengan kebencian.


"lepaskan aku,aku mau pulang"kata Anggi dengan suara mulai bergetar.


entah ada apa tiba tiba Xavier memeluk Anggi erat dan membelai rambut panjangnya.


"maaf,jadilah penurut dan aku janji tak akan menyakitimu"kata Xavier melembut.


Anggi dengan refleks mendorong tubuh Xavier menjauh darinya.


"jauhi aku,kau pria bustard"ucap Anggi serak.


hati Xavier terasa sakit melihat penolakan Anggi,selama ini bahkan ada begitu banyak wanita yang datang dengan suka rela padanya,namun tak ada yang bisa membuat hatinya menghangat seperti Anggi,walau belum ada sejam mereka bersama,entah mengapa ada perasaan tidak terima saat anggi menolak Xavier seakan harga dirinya sebagai seorang pria tercoreng.


Xavier menatap anggi tajam dan tanpa berkata lagi,Xavier meraih wajah anggi dan melumat bibirnya kasar.


Cup!!!


Xavier mencecap,melumat,dan mengigit bibir anggi kasar seakan menumpahkan segala emosinya disana.


"mmmph mmphm"anggi berusaha memberontak dengan memukul mukul dada bidang Xavier.


Xavier seakan tidak perduli dan terus menciumi bibir anggi secara paksa dan menuntut,Xavier menekan tengkuk anggi dan membelit lidah anggi dengan penuh napsu.


air mata anggi turun dengan derasnya ditengah ciuman kasar Xavier,Xavier akhirnya tersadar dan merutuki kebodohannya.


Xavier dengan terpaksa melepas ciumannya pada bibir manis anggi,ia membelai bibir anggi yang sedikit membengkak akibat ciuman panasnya.


"jadilah penurut,atau aku akan berbuat lebih dari ini"ucap Xavier dingin,tak mau melihat air mata anggi lebih lama,Xavier meninggalkan anggi sendiri dan menutup pintu tempat ia mengurung anggi dan memerintahkan anak buahnya menjaga anggi dengan ketat.

__ADS_1


sepeninggalan Xavier,Anggi jatuh terduduk dilantai dengan perasaan hancur dan sakit dihatinya akibat perlakuan kasar Xavier padanya.


"Rafendra,kak Marvel aku mau pulang hiks tolong jemput anggi,hiks hiks"anggi menangis dalam diam sambil memanggil manggil nama Rafendra dan Marvel,entah kenapa hanya nama kedua pria itu yang ada dalam pikiran anggi saat ini.


sudah dua hari anggi dikurung oleh Xavier,selama itu pula para pelayan selalu mengantarkan makanan dan minuman untuk anggi,dan anggi hanya meminum munumannya tanpa ada niat menyentuh makananya sedikitpun.


Xavier baru saja pulang dari perjalanan bisnisnya dari Boston.


"bibi mary,bagaimana dengan gadis itu,apa dia berulah?"_tanya Xavier begitu ia tiba di mansion milikknya.


"maaf tuan Xavier,nona itu bahkan selama dua hari ia tidak menyentuh makanan yang diantar oleh maid,saya tidak tau lagi harus bagaimana"ucap mary kepala pelayan di mansion pribadi Xavier.


tanpa basa basi lagi ,Xavier berjalan cepat menuju ruangan tempat ia mengurung anggi.


begitu membuka pintu terlihat tubuh anggi meringkuk diantas ranjang dengan posisi seperti bayi.wajah anggi nampak pucat dengan bibir yang terlihat bergetar dan tubuh yang nampak mengigil.


Xavier berjalan panik dan telapak tangan menyentuh kening anggi yang dipenuhi oleh keringat dingin.


"astaga ya tuhan apa yang sudah kulakukan ,gadis ini demam tinggi"batin Xavier penuh penyesalan.


diangkatnya tubuh mungil anggi yang dalam keadaan menggigil dan menggendongnya ala bridal,dibawanya anggi ke mansion utama miliknya.


Xavier membaringkan tubuh anggi di ranjang king size dikamar miliknya.


"mary cepat hubungi dokter Nero,dan bawakan wadah air es dan handuk kecik kemari"perintah Xavier tegas.


para maid segera bergegas menjalankan perintah Xavier,setelah itu Xavier menyuruh para maid nya keluar dan sambil menunggu kedatangan Nero dokter pribadinya ,Xavier dengan telaten merawat Anggi


"kenapa kau menyiksa dirimu sampai seperti ini,apa kau benar benar membenciku veleri?"ucap Xavier menatap wajah pucat anggi sendu.


dalam kekalutan nya,tiba tiba seseorang menepuk pundak Xavier pelan,Xavier menoleh dan mendapati sang ibu tengah menatapnya sedih.


"Xavier ,sudahlah nak kembalikan gadis itu pulang,dia tidak ada kaitannya dengan kematian adikmu"ucap Susan ibu Xavier.


"sudahlah ibu tidak usah ikut campur,selama dendam nana belum tuntas,aku tidak akan melepaskan veleri"kata Xavier datar menatap Susan.


"nak,jangan sampai kau menyesalinya suatu hari nanti"ucap Susan parau kemudian berlalu meninggalkan Xavier .


"maaf veleri,meski harus membuatmu menangis,aku tidak akan melepaskan Marvel,karna dia penyebab kematian adikku,dan kaulah gadis yang sangat berarti dalam hidupnya,maka maafkan aku jika nanti harus menyakiti mu"kata Xavier sambil membelai pipi anggi lembut.


tak lama dr Nero datang dan memeriksa kondisi Anggi.


"kau yakin mau.menyakiti gadis cantik seperti dia?"tanya Nero.dokter pribadi sekaligus sahabat Xavier.


"sudahlah itu bukan urusanmu,jika sudah berikan resepmu pada mery dan pergi dari sini"ucap Xavier datar.


Nero menggeleng pasrah melihat ke keras kepalaan Xavier.


"ingat Xavier,karma itu ada"ucap Nero kemudian menepuk pelan pundak Xavier sebelum berlalu pergi kembali ke rumah sakitnya.


---------------


"bagaimana apa sudah kau temukan posisi valy,Bimo" tanya Rafen dengan aura mencekam disetiap kata katanya.


Bimo serta Kevin yang bekerja siang malam demi menemukan posisi anggi hanya bisa meneguk rasa ketakutan dalam hati mereka akan aura bengis yang dikeluarkan oleh Rafendra.


Bimo menarik nafas panjang dan mengeluarkannya perlahan sebelum menjawab pertanyaan sang bos.


"gps terakhir aktif di inggris bos,setelah itu hilang tidak terdeteksi"ucap Bimo yang diangguki oleh Kevin disampingnya.


Rafendra memejamkan matanya lelah,hatinya terus dilanda kecemasan memikirkan wajah calon istrinya yang entah berada dimana.


lain Rafen,lain Marvel matanya menerawang jauh mengingat kembali memorinya pada laki laki seumurannya yang dulu pernah terlibat masalah.


"Xavier,apa benar kau yang sudah menculik Val,jika ia aku tidak akan melepaskan mu"ucap Marvel pelan.


#flasback on#


dua orang pemuda tengah berkelahi saling pukul didepan sebuah rumah sakit.


Bugh!!!


Bugh!!!


Bugh!!!


Marvel dan Xavier saling baku hantam didepan kamar mayat sebuah rumah sakit.


Xavier dan Marvel berkelahi dengan masing masingnya dipenuhi emosi.

__ADS_1


"kau,laki laki sialan,karna kau adikku tiada,aku akan mengirim mu menemaninya"ucap Xavier sambil mengusap darah di sudut bibirnya.


"apa maksudmu brengsek,bicara yang jelas"maki Marvel tidak terima atas tuduhan Xavier padanya.


Xavier melempar foto foto dimana terdapat tubuh tak bernyawa Nana dimana disampingnya terdapat pesan yang ditulis dengan darahnya yang berisi pengakuan cinta Nana untuk Marvel dan penyesalan serta kata maaf Nana yang lebih memilih meninggalkan dunia ini dan berharap bertemu Marvel di kehidupan yang lain.


Marvel terduduk lemas melihat foto foto yang dilempar Xavier.


"kau tidak tau Marvel,kau penyebab kematian Nana,dan ku pasti kan kau akan merasakan apa yang aku rasakan,camkan itu"kata Xavier datar namun penuh dendam didalamnya.


sepeninggalan Xavier,Marvel diajak oleh sang adik kembali pulang untuk segera bersiap akan kepindahan mereka menunggalkan negara ratu Elisabet.


#flasback off#


"aku tau harus kemana untuk mempersempit pencarian anggi"ucap Marvel tiba tiba.


semua mata memandangnya,didalam ruangan itu ada kkeluarga Houston lengkap,serta keluarga Wiguna beserta para orang orang kepercayaan mereka.


"dimana?"tanya Rafendra cepat.


"kita ke inggris,dad,mom,Selenia ,Rebecca kalian disini saja biar kami berangkat"ucap Marvel tenang.


"kak,bicaralah baik baik dan berikan cd itu pada kak Xavier,kalian lihatlah bersama baru mengambil keputusan"ucap Rebecca bijak.


semua orang menatap Rebecca penuh tanya dan Rebecca hanya tersenyum sambil mengelus perut buncitnya yang sudah membesar.


"Val,tunggu kami akan segera datang menjemputmu"ucap Marvel penuh tekat.


"jika aku menemukan siapa yang sudah berani membawamu jauh dariku,akan ku habisi dia siapapun itu"batin Rafendra dengan penuh amarah dalam dirinya.


"lingga siapkan jet pribadiku,kita berangkat sekarang"perintah Rafen mutlak.


lingga salah satu orang kepercayaan Rafendra,pria cantik itu tidak hanya mahir menggunakan segala jenis pisau belati,ia juga sudah memiliki izin sebagai pilot pribadi grup WJC .


************


anggi masih enggan membuka matanya,gadis itu masih betah menyelami mimpi mimpi indahnya dari pada harus kembali pada kenyataan.


Xavier masih juga setia merawat Anggi yang semakin hari mulai membaik,walau masih enggan membuka mata indahnya.


"veleri,bencilah aku sepuas mu,tapi kumohon sadarlah"ucap Xavier sambil mengelus pipi putih sedikit pucat Anggi.


tanpa sadar Xavier bangun dan menundukan wajahnya.mendekati wajah Anggi yang sedang tertidur damai.


"maaf,tapi aku sudah sangat merindukan rasa manis bibirmu"ucap Xavier kemudian.


Cup!!!!


Xavier mencium dengan lembut dan penuh perasaan pada bibir anggi,ia melumatnya ,mencecap dan mengigit bibir anggi lembut seakan anggi bagai porselen rapuh yang bisa pecah kapan saja jika ia berbuat kasar.


"oh Tuhan,betapa manisnya gadis ini,aku tidak bisa melepaskanya"batin Xavier ditengah aksinya menciumi bibir anggi yang masih tertutup rapat,meski anggi tidak membalas,tapi bagi Xavier itu sudah cukup.


Xavier tidak sadar bahwa anggi sudah membuka matanya dan secara refleks anggi mengigit keras bibir kurang ajar Xavier hingga sobek dan berdarah.


Xavier begitu terkejut menahan perih dibibirnya akibat ulah anggi,pria itu mengusap sudut bibirnya yang sobek dengan ibu jarinya kemudian tersenyum menyerigai melihat wajah penuh amarah anggi.


"jika kau sampai sakit lagi nona,maka aku akan berbuat lebih dari sekedar mencium mu,jadi jangan mencoba menyakiti dirimu lagi,hanya aku yang berhak atas dirimu,kau tawanan ku,camkan itu"kata Xavier pada penekanan akan status anggi sebagai tawanan Xavier saat ini.


"jika aku tidak dalam kondisi seperti ini,aku akan membunuhmu kau pria brengsek"maki anggi dengan suara serak namun tatapan nya tajam menatap murka pada Xavier.


"terserahmu,lakukanlah jika kau bisa"kata Xavier datar sambil berlalu pergi meninggalkan anggi sendiri.


hiks


hiks


hiks


"ayah aku ingin pulang"ucap anggi kini sudah mulai menangis pilu,entah kenapa belakangan ini ia mudah menangis dan merasa menjadi lemah.


Xavier menyandarkan dirinya dibalik pintu sambil mendengar tangis pilu gadis yang sudah mulai masuk dalam hatinya.


"maaf"hanya itu yang bisa Xavier ucapkan sambil memukul dadanya yang terasa nyeri dan sesak mendengar tangisan pilu Anggi.


anggi menatap nanar kamar yang ia tempati,begitu mewah dan manly tak kalah dari kamar milik Marvel maupun Rafendra.


"bagaimanapun caranya ,aku harus bisa mengabari kak Marvel atau Rafen,aku harus kuat dan kabur dari pria brengsek seperti Xavier"batin anggi bertekat.


TBC.....see u next chapter😀

__ADS_1



__ADS_2