
hay hay semua chapter ini thor lebih fokus sama hubungan Davin & Rianti dulu ok
don't forget give me like,coment and star๐๐๐
โhappy reading allโ
Sinar matahari mulai merambat masuk melalui celah gorden kamar dua orang gadis,salah satunya sudah berjalan masuk ke kamar mandi dan yang satunya masih bergwlung dalam selimut dan guling nya.
Anggi keluar dari kamar mandi dan berjalan ke arah lemari dan mengambil sebuah kaos putih polos,dan sebuah celana pandek jeans.
segera ia turun dan menuju dapur membuat sarapan untuk semua.
nampak jam.sudah menunjukan pukul 8 pagi dan semua orang sudah berangkat bekerja.
Bagas sudah pergi ke kantornya,sedangkan Maya sudah pergi ke toko bakery tinggal lah dua orang gadis itu dirumah.
segera anggi menuju kamar untuk membangunkan rianti.
cklek
suara pintu terbuka
"ri,bangun udah siang mau sampe kapan kamu tidur,kebo banget sih"sambil mengguncang dan menarik selimut rianti.
"ia ini bangun bawel banget si kami gi"jawab rianti sambil berjalan ke kamar mandi.
"makanya tidur jangan kebo"anggi hanya bisa menggeleng kepala melihat kelakuan sahabatnya itu.
sesudah selesai dengan urusan di kamar mandi,rianti duduk menemani Anggi diruang tv.
"gi,hari ini aku mau ketemu kak davin nih,tapi aku agak bimbang gitu"keluh rianti.
"kenapa?emang kenapa dia minta ketemu"tanya Anggi
"gak tau,katanya ada yang mau diomongin gitu"jawab rianti.
"ya udah pergi aja,apa aku ajakin kak devan juga kali ya"tanya Anggi
"bagus tuh,biar aku ada teman,lagian aku grogi banget nih"jawab rianti sambil ******* ujung bajunya.
"cieee,kenapa muka kamu lagi demam ya?"Anggi pura pura menggoda rianti.
"ih jangan gitu dong,kan aku malu gi"jawab rianti malu sambil menutupi wajahnya dengan bantal sofa.
--------
sementara di rumah dewi, gadis itu tengah sibuk memoles diri dengan segala perawatan wajahnya,hari ini dia bertekat akan menemui davin,dan membuat dia jatuh cinta padanya.
sambil duduk depan cermin dan menatap tampilan dirinya disana.
dengan menggunakan Halter dres model kerah melingkar dan tidak berlengan Berwarna hijau serta sepatubstileto merah maroon dewi tersenyum melihat dirinya dipantulan cermin.
"kak davin,aku akan buat kamu menjauh dari jalang itu"dengan senyum licik di wajahnya,dewi mengajak winda menuju cafe tempat dia janjian makan siang dengan mamanya,karna hari ini winda sedang malas memasak Dan memilih ikut dengan anak tirinya.
--------
sedang dirumahnya Anggi sedang menghubungi devan untuk ikut makan siang Bersama di cafe tempat davin dan rianti akan bertemu.
tut tut tut
panggilan terakhir devan baru mengangkat telfon nya.
"halo my angel,kangen ya sama pacar tergantengmu"devan menjawab panggilan telfon anggi dengan senyum jahil diwajahnya.
"terlalu pede gak baik kak,lagian siapa juga yang kangen sama kakak"sanggah Anggi,padahal senyum lebar tercetak jelas diwajahnya.
"ah masa sih,trus kenapa telfon kalo gak kangen?"tanya devan terkikik geli.
"mau ikut gak nih"tanya Anggi gemas.
__ADS_1
"ikut ke pelaminan ayok,mau banget kalo itu sayang"goda devan sambil tertawa keras.
"sembarangan mana ada kyak gitu,ini Anggi cuma mau bilang kita ke cafe tempat davin sama rianti yuk,buat makan siang mau gak?"Tanya rianti ketus.
"astaga santai dong sayang,ama pacar jangan galak galak ntar aku cium mau?"devan tekikik geli membayangkan wajah Anggi.
"up to you,jam 12 gak pake telat"Anggi langsung menutup telfon nya sepihak.
sementara dikantornya devan tertawa geli akan kelakuan pacarnya yang satu ini,walau memang mereka sudah resmi menjadi sepasang kekasih,sikap Anggi terkadang masih tetap datar dan dingin,walau tidak jarang itu membuat dia semakin jatuh cinta pada gadisnya itu.
jam sudah menunjukan pukul 11.30 Anggi sudah siap dengan blouse model sabrina berwarna peace serta rok kain selutut lengkap dengan spatu boot pendek semata kaki hitam menampilkan kesan manis Dan segar dengan polesan make up ringan karna wajah Anggi sudah nampak cantik tanpa perlu menambahkan make up tebal,jangan lupa rambut coklat panjangnya diikat kuncir kuda sehingga leher putih jenjangnya semakin terlihat jelas.
lain dengan rianti ia sudah siap dengan mini drees selutut berwarna putih,sepatu pumps serta polesan make up natural rambut sebahunya ia sisir rapi dan sedikit lipstik berwarna pink coral,rianti nampak manis dan imut.
sebuah mobil Lamborghini hitam milik devan dan mobil sport putih milik davin sudah menunggu di luar kediaman Setiawan.
begitu Anggi dan Rianti keluar bersama Devan dan juga Davin tidak bisa berkedip,Mereka mematung didepan pintu rumah Bagas.
Devan memandang Anggi penuh damba,tanpa membuang waktu ia langsung mengecup pipi Anggi dan menariknya menuju mobil yang terparkir didepan rumah.
"kak devan apa apaan sih main cium orang sembarangan"Anggi langsung mengomel begitu masuk kedalam mobil devan,sambil sedikit memajukan bibirnya jengkel.
cup cup
devan bukanya menjawab malah mencuri dua kecupan di bibir anggi.
"kamu ngegoda kakak sih gi,siapa suruh bidadari turun ke bumi dan menjelma dalam wujudmu,lagian cium pacar sendiri gak papa dong"jawab devan ngeles,sambil menampilkan senyum tanpa dosa.
Anggi tidak tinggal diam langsung memberikan cubitan keras di pinggang devan.
"aduh sayang sakit nih,kalo mau cium lagi ngomong dong,jangan kasih cubitan segala"devan menjawab asal sambil mengelus bekas cubitan anggi.
"bodo,cepat jalan "pinta Anggi ketus.
"ia nyonya devan Anggara"goda devan Sambil mulai menghidupkan mobilnya.
sedangkan davin dia bahkan belum bisa mengedipkan mata melihat penampilan sederhana namun terkesan indah dimatanya,tanpa sadar davin berjalan dan langsung mencium bibir pink rianti lama,rianti begitu kaget hingga berdiri diam tanpa membalas ciuman davin.
Suara panggilan devan menyadarkan mereka,refleks rianti mendorong tubuh davin.
"ma...maaf ri,kakak khilaf tadi"davin menampilkan cengiran tanpa dosa diwajahnya.
"minta maaf kok kayak gitu emang ada,gak ada wajah bersalahnya"tanya rianti
"ah udahlah honey,kita jalan aja kak devan ama Anggi sudah jalan tuh"jawab davin,yang sebenarnya mengalihkan debaran jantungnya yang mulai menggila.
------------
saat sudah sampai di cafe mereka segera duduk dan memesan makanan,namun devan memilih duduk di meja lain demi memberi privasi pada davin yang hendak berbicara serius dengan rianti.
setelah devan dan anggi pergi,davin langsung menarik dan menggenggam erat tangan rianti dan menatap manik mata gadis itu intens.
rianti yang mendapat perlakuan seperti itu dari davin hanya bisa mematung diam Rasa ngori menyelimuti dirinya.
"ri,kakak sudah selesai dengan dewi,dan itu semua karna di hati kakak hanya Ada Kamu,kakak sadar sepertinya kakak sudah jatuh cinta sama kamu,dan kakak serius dengan itu"davin berbicara lembut sambil menatap wajah rianti dalam.
"ta....tapi ke...kenapa bisa kak"tanya rianti gugup.
"sudah kakak bilang sayang,kakak mencintai kamu rianti dan dewi itu hanya hubungan perjodohan yang tidak pernah kakak inginkan,dan sekarang semua sudah kakak Pastikan batal,itu semua karna kakak ingin kamu yang menjadi istri kakak,bukan dewi"kata davin tegas namun lembut.
saat sedang berbicara serius tiba tiba dewi datang bersama winda,Sebenarnya Mereka tadi kerumah davin,namun Art dirumah Anggara memberi tahu davin dan devan tidak makan siang dirumah tapi cafe milik temannya,setelah mendapat alamat cafe dewi dan winda langsung menuju kesana,dan alangkah terkejutnya ia melihat dan mendengar apa yang davin katakan pada rianti disana,tidak tahan dewipun menghampiri Mereka dengan raut wajah marah terpampang diwajahnya,begitupun winda raut Kecewa terlihat jelas diwajahnya Pada rianti.
"PEREMPUAN RENDAHAN INI CALON TUNANGAN KAMU VIN,CWEK RENDAHAN YANG MAU KAMU BUAT GANTI POSISI AKU,ORANG BUTA AJA TAU AKU LEBIH BERKELAS DARI DIA"maki dewi geram sambil menunjuk rianti.
davin tidak tinggal diam Gadisnya dihina.
" oh,kuberi kau nilai 100 atas kepercayaan dirimu itu dewi,dan satu hal yang harus kamu tau,hanya orang bermata minus yang menilai seperti itu,dan yah rianti ada Gadis kelas atas di hatiku"balas davin santai namun menusuk.
"APA YANG MEMBUATMU SUKA DENGAN JALANG INU YANG MANA AKU LEBIH BAIK DARI SEGALA HAL DARINYA"maki dewi sambil menunjuk rianti geram.
tiba tiba dewi langsung mencium davin panas,davin langsung terbelalak dan segera mendorong dewi kasar.
__ADS_1
"WHAT THE **** YOU,WHAT ARE YOU DOING"maki davin sambil mengusap bibirnya kasar
anggi yang sudah geram datang menimpali kata kata dewi.
"sudah selesai curhat kastamu,listen to me bitch,secara harta orang tua kamu memang lebih dari rianti,but personally rianti better than you"balas anggi datar .
"GAK USAH IKUT CAMPUR KAMU ANGGI,DAN SEBAIKNYA KAMU DAVIN TINGGALKAN SI RIANTI INI KARNA KEDUA KELUARGA KITA SUDAH MEMBUAT KESEPAKATAN DALAM PERJODOJAN INI DEMI MASA DEPAN KALIAN"winda mulai geram melihat pembelaan Anggi pada rianti,dan ia mulai angkat bicara dengan nada memaksa pada davin.
"maaf,anda bukan orang tua davin atau rianti yang mana bisa seenaknya mengatur hidup Mereka,jika kak davin menolak dewi maka anda tidak bisa memaksa mereka "tegas anggi pada winda dengan ekspresi datar dan suara terkesan dingin.
Devan mulai jengah dengan sikap memaksa dewi dan sikap menuntut winda yang tidak pantas sebagai orang tua.Devan mulai memutuskan mengajak davin,rianti serta Anggi kekasihnya pergi.
"sudah cukup,sekarang kami permisi nyonya Adijaya,sepertinya nafsu makan saya sudah hilang karna pembahasan yang sudah memuakkan ini".akhirnya mereka berempat meninggalkan dewi dan winda yang masih terlihat menahan amarah .
setelah keluar dari cafe devan dan davin berjalan berlawanan menuju mobil masing masing.
di dalam mobil
"rianti"panggil davin hati hati.
"apa"jawab rianti malas,ssebenarnya dia sedang menahan suara detak jantungnya akibat perilaku dewintadinpada davin.
tanpa peringatan davin menghadapkan tubuh rianti padanya .
"ke...ke..napa sih kak?"tangan rianti sedikit gugup
"kau tau bagaimana cara menghilangkan jejak wanita gila itu"tanya davin sambil menatap rianti intens
"tentu saja rianti gk tau,pertanyaan bodoh"jawab rianti ketus.
"kamu tau sayang,aku sangat jijik dengan ciuman tadi,kkamu tau aku tidak dap"belum sempat davin menyelesaikan kata katanya.
cup.....
tiba tiba rianti mencium bibir davin singkat,davin mematung ditempat dan menatap rianti dalam,sementara rianti sudah merona malu.
"kau....kau mencium kakak rianti"tanga davin tidak percaya.
"setidaknya itu bisa membuat kakak berhenti mengoceh"jawab rianti.
tina tiba davin menarik tubuh rianti duduk dipangkuanya.
"KAK DAVIN"pekik rianti kaget.
"oh ayolah honey,give me one more"kata davin dengan tatapan memohon.
"no way"tolak rianti dan berusaha bangkit dari pangkuan davin.
"lepaskan aku kak"pinta rianti.
"gak sampe kamu kasih ciuman lagi"kata davin sambil menarik turunkan alisnya.
"aku gak mau "tegas rianti sambil berusaha menggerakkan tubuhnya agar lepas dari pangkuan davin.
"shit!rianti don't move kau sudah membangunkan"belum sempat selesai berbicara
cup cup
rianti langsung mengecup bibir davin cepat,davin tidak tingal diam ,ia langsung menahan tengkuk rianti melumat,mencecap dan menghisap bibir rianti kasar
mmmphhh mpphm(sorry bayangi sendiri ok๐ )
suara ciuman davin memenuhi seluruh mobil,davin seakan sudah kecanduan dengan manis bibir rianti dan belum mau melepasnya begitu saja,nafas mereka saling beradu,tatapan davin menggelap melihat manik mata teduh rianti yang seakan mampu membiusnya dan entah sejak kapan tangan rianti mengalung dileher davin,tatapan davin seakan mampu menghipnotisnya.
"kak stop,aku harus kembali"kata rianti sambil melepas ciuman davin
"stay here"pinta davin masih enggan melepas bibir rianti.
"aku gak bisa Anggi pasti sudah sampai rumah dan mereka pasti nunggu kita"jawab rianti yang sudah lepas dari pelukan davin dan duduk kembali pada kursinya sebelah davin.
"ok,ya sudah love you my sweet angel"sambil mencuri kilat ciuman bibir rianti.
rianti langsung memberikan hadiah cubitan keras di perit davin,sedangkan davin hanya bisa mengaduh kesakitan namun masang wajah super jailnya dengan sebelahbmata mengerling pada rianti.
ok gimana berasa gak๐๐๐
jangn jadi pembaca gelap dong,kasih aku like,coment n bintang lo,sapa tau ntar kalian dapat jodoh kayak davin๐ ๐
__ADS_1