Cinderella Step Sister

Cinderella Step Sister
Unconditional


__ADS_3

hai all makasih ya buat yang udah baik kasih vote like n ikut even new year,El gk tau mau bilang apa,so enjoy this story😄


☕happy reading☕


seorang pria tengah membaca sebuah kertas berisi informasi mengenai seseorang yang menyangkut kehidupan wanita yang sangat ia cintai.


"jadi,tak kusangka orang yang bermasalah dengan Rafendra adalah pria seperti Darius dan Bastian"ucap nya dengan ekspresi yang sulit diartikan.


"Devan,sebaiknya kau baca menyeluruh dan lihat apa yang kutemukan mengenai Rafendra,ini sangat mengejutkan"jawab Mei,seorang hacker yang bekerja pada Devan.


"mafia,pantas begitu sulit bagiku menemukan anggi,bedebah"geram devan .


"yah,dan semua musuhnya adalah orang orang yang berbahaya"jawab mei bergidik.


"aku tidak perduli ,selama aku bisa mendapatkan anggi kembali .dan apa kau sudah bisa melacak keberadaan anggi sekarang?"tanya Devan tegas.


"London"jawab Mei pasti.


"kau mencari anggi,aku ikut"tiba tiba davin sudah berada di ruangan sang kakak tanpa permisi.


"baiklah ,beritahu Harul kita berangkat besok pagi pagi sekali "perintah Devan mutlak.


**************


London


seorang wanita dengan wajah penuh kemarahan mengendarai mobilnya dengan kecepatan tinggi membelah jalanan kota yang di derai hujan lebat.


ckiiit........


dengan tergesa gesa ia menghentikan mobilnya dan berlari masuk ke dalam rumah mewah bertingkat tiga dengan wajah merah penuh amarah.


"BASTIAN DIMANA KAU,DIMANA WANITA ITU"teriakan nya memenuhi seluruh rumah mewah tersebut dan menimbulkan keributan disana.


"Monika,kau masih hidup kupikir iblis itu sudah membunuhmu"Bastian terlihat kaget melihat kedatangan istri dari sekutunya itu.


yah,Monika still adalah istri dari Darius yang telah dibantai oleh Rafendra saat itu,beruntung ia tak ada di rumah saat penyerangan yang dilakukan oleh BE dan Xavier.


"kau selamat Monika,maafkan aku tak bisa menolong suamimu,tapi kau jangan risau,selamat istri dari Rafendra.sekaligus adik dari Marvel berada di tangan kita,semua pasti bisa kita urus,kau tenang saja"ucap Bastian yakin.


"jangan banyak omong kau Bastian,dimana wanita itu ,suaminya telah membunuh dariusku aku akan membuat hidupnya menderita"jawab monika berapi api.


"kau tau tempatnya,ingat jangan kau bunuh ,kita masih perlu dia hidup"ucap Bastian menyeringai.


"tergantung,lihat saja nanti"jawab monika tersenyum licik.


*************


sementara itu disebuah ruang inap nampak duduk seorang gadis sembari dipeluk erat oleh sang ibu sehabis berteriak histeris sebelumnya.


nampak seluruh keluarganya begitu terpuruk dan merasa frustasi.


hiks


hiks


hiks


"dad,mom kak Rafen,aku gak kuat lagi kayak gini,biarkan aku mati bersama bayi pria jahat itu"tangis Selenia terisak didalam dekapan sang ibu.


"bedebah,katakan Selenia apa yang harus kakak lakukan agar kau menghentikan pikiranmu itu?"tanya Rafendra menatap iba pada sang adik.


ceklek.......


pintu ruang inap Selenia terbuka dan menampilkan sosok Xavier disana.


"Selenia,bagaimana kabarmu"tanya Xavier berbasa basi.


"seperti biasa Xavier,tak ada yang baik"bukan Selenia yang menjawab namun Mrs citra sang ibu.


Xavier menatap Rafendra dalam dan mengajak pria itu keluar sejenak.


"ada apa Xavier kau mengajak ku keluar?"tanya Rafen to the point.


"ini mengenai Selenia,dan kuharap kau menerima keputusanku nanti tanpa bertanya apapun"ucap Xavier ambigu.

__ADS_1


"apa yang kau bicarakan ,jangan membuatku bertambah pusing"ucap Rafendra kesal.


"kita masuk dulu dan bicarakan dengan Mr Bayu dan Mrs citra"tanpa buang waktu Xavier berlalu meninggalkan Rafendra yang menatapnya jengkel.


didalam nampak Selenia masih menangis parau,dan entah mengapa itu membuat suatu perasaan aneh dalam hati Xavier dan ia tidak tau apa.


maka dari itu sejak beberapa hari yang lalu Xavier tidak datang mengunjungi Selenia,sebenarnya ia pergi untuk menenangkan diri dan berfikir.dan inilah keputusannya akan menjadi hal yang mengubah seluruh masa depannya.


"Selenia"panggil Xavier lembut.


Selenia menoleh dan tatapan mereka saling mengunci satu sama lain.


keduanya terdiam dan mencoba menyelami arti tatapan masing masing.


deg...........


jantung Selenia berdebar melihat tatapan lembut dan hangat pria tampan seperti Xavier,baru ia sadari betapa teduhnya manik mata hazel pria itu.


"i....ia"jawab Selenia gugup,kini hilang sudah tangisnya berganti dengan desiran hangat mengalir dalam darah gadis itu.


"apa kau sudah lebih baik?"tanya Xavier tak melepaskan pandanganya dari gadis manis yang masih setia memeluk sang ibu.


"ti....tidak tau"jawab Selenia semakin gugup,dan kini nampak semburat merah menghiasi pipi mulus gadis itu.


interaksi keduanya tak luput dari pandangan kedua orang tua dan Rafendra sendiri.


Rafendra tersenyum dan mulai mengerti arti dari pembicaraan Xavier padanya.


"kau ku izinkan dengan senang hati ,buat adikku kembali tersenyum"ucap Rafendra menepuk bahu Xavier puas.


Xavier mengangguk dan membalas senyum Rafendra dengan bertos ria ala lelaki.


"Selenia aku tau semua berat untukmu,maukah kau berbagi semuanya denganku?"ucap Xavier menatap hangat pada Selenia yang nampak bingung dengan ucapan Xavier.


"kau bicara apa Xavier?"tanya Mr Bayu binggung.


"benar,apa maksud ucapan Rafendra tadi,dan kalian bicara begitu ambigu saat ini"ucap Mrs citra tak kalah binggung.


Bimo dan lingga masuk dengan tergesa gesa.


"bos ada-"ucap Bimo terpotong melihat isyarat tegas Rafendra.


"baik,saya minta maaf Mr bayu ,kedatangan saya kemari ingin melamar Selenia,izinkan saya berada disisinya dan saya berjanji akan menerimanya bagimanapun dia,saya tidak ingin mengumbar janji tapi saya pastikan kalian bisa melihat tindakan saya nyata"ucap Xavier mantap.


Selenia tercengang,bahkan Mr Bayu dan sang istri terbengong dengan keterkejutan diwajahnya.


"kau dengar apa yang si Xavier itu katakan Bimo,apa aku bermimpi cubit aku"ucap lingga syok.


dengan sadis Bimo mencubit lengan lingga hingga membiru.


"AAAAWW KAU GILA SAKIT BODOH"umpat lingga meringis menatap cubitan maut Bimo .


"tadi kau yang menyuruhku ,kenapa sekarang kau marah"jawab Bimo tanpa dosa.


"ia tapi tidak perlu kau gunakan tenaga badakmu juga,jomblo"ucap lingga jengkel.


"playboy busuk"jawab Bimo kesal.


"diam,tunggu di ruangan ku"ucap Rafendra datar.


"sorry bos"ucap lingga tersenyum kikuk.


lantas kini tersisa Rafendra,Selenia,Xavier dan kedua orang tuanya.


"kau tak sedang bercanda Xavier?"tanya Mr bayu tak yakin.


"tidak,dan saya benar ingin menikahi Selenia dan menjaga anaknya kelak,dan saya tidak main main"ucap Xavier tegas.


"ke....kenapa kakak laku...lakukan ini,masih banyak wanita lain di luar yang lebih pantas untuk kakak"jawab Selenia sambil menunduk tak berani menatap manik hazel Xavier.


Rafendra memberi instruksi kepada orang tuanya untuk menyingkir dan memberi ruang kepada Xavier untuk bisa berbicara lebih leluasa kepada Selenia.


Xavier mendekat perlahan dan kini ia sudah berdiri kokoh didepan gadis yang masih betah menundukkan kepalanya.


dengan lembut Xavier menyentuh dagu dan menganggkat wajah Selenia menatap matanya.

__ADS_1


"Selenia,dengarkan aku jangan bicara seperti itu,kau lebih dari kata pantas untuk itu"ucap Xavier menatap lembut manik coklat Selenia dalam.


deg


deg


deg


mati matian Selenia menahan debaran jantungnya yang seakan hendak melompat keluar,ia takut pria tampan dihadapannya bisa mendengar suara jantungnya itu.


Xavier tersenyum lembut menunggu jawaban dari gadis itu.


"tapi...tapi aku sudah kotor hiks aku tidak pantas untuk kakak,apa alasan kakak mau aku bersama kakak,aku hiks aku malu"isak Selenia sembari menutup matanya tak berani menatap balik pada Xavier.


cup...........


ciuman panjang serta penuh kelembutan mendarat dibibir mungil Selenia,dan gadis itu sekitika berhenti terisak dan hanya bisa terbelalak kaget.


"tidak ada alasan,hanya satu cinta,aku mencintaimu Selenia,izinkan aku menjadi obat untuk segala lukamu dan kau satu satunya wanita yang pantas untukku jangan pikirkan yang lain mengerti sweetheart dan satu lagi jangan menunduk saat aku berbicara padamu"ucap Xavier tegas.


blushhh.........


seakan ada ribuan bunga bermekaran dihati Selenia,gadis itu memerah malu serta bahagia secara bersamaan,ia tak menyangka Xavier akan menerimanya dengan setulus ini.


"ap....apa kakak yakin"tanya Selenia cemas.


"kau harus percaya padaku,dan aku berjanji setelah Valeria kembali bersatu bwrsama Rafendra,kita akan menikah"ucap Xavier tegas.


"hiks terima kasih Xavier,dan apa yang sudah terjadi pada kakak iparku?"tanya Selenia panik.


"dia diculik Selenia,dan sekarang aku hendak membantu Rafendra mencarinya,apa kau sudah paham sweet heart"ucap Xavier mengelus lembut pipi Selenia.


"i...ia"jawab Selenia gugup.


kini nampak kebahagiaan di wajah kedua insan tersebut,Xavier menatap hangat penuh cinta pada gadis yang entah sejak kapan sudah memasuki hatinya,dan Selenia sendiri entah bagaimana bisa begitu cepat menerima Xavier,entahlah yang pasti saat cinta datang tak ada seorangpun yang Bisa menolaknya.


************


dilain tempat nampak seorang wanita tengah menyiksa dengan sadis wanita lain yang tengah berdiri dengan tangan dan kaki terikat kuat.


Ctar.........


satu lagi cambukan kuat menghantam punggung putih mulus yang kini penuh dengan luka cambuk baik luka lama atau masih baru.


"cukup monika,kau bisa membunuhnya"ucap Bastian melihat tubuh anggi yang sudah melemah.


Cih.......


anggi meludah jijik menatap penuh cemoh pada wanita yang tengah menyiksanya.


"jika aku lepas,kau yang akan kubunuh beruntung nyawamu aku sedang terikat dan sudah lemah seperti ini,jika tidak matilah kau "ucap anggi lemah namun pandangannya setajam elang penuh amarah.


"KAU DAN SUAMI IBLISMU YANG AKAN MATI DITANGAN KAMI NANTI,SUAMIMU ITU SUDAH MEMBUNUH SUAMIKU "teriak monika emosi.


hahahhahha


Anggi tertawa lemah menatap monika dan bastian penuh hina.


"suamimu tidak akan mati jika tidak mengusik terlebih dahulu,kurasa kalian tak bisa mengenal lawan dengan baik,***"ucap anggi tertawa mengejek.


*Ctar....ctar......


*Bugh**........


dengan kalap monika melayangkan cambuk dan menghantam perut Anggi keras hingga tubuhnya oleng.


darah segar keluar dari mulut Anggi namun wanita itu tak bergeming .


"Rafen,aku sudah tak kuat lagi,jika ini sudah batasku,aku akan ikhlas,maafkan aku Rafen aku mencintaimu"batin Anggi tersenyum miris sebelum kegelapan datang.


"cih,wanita sialan ayo Bastian kita pergi"ucap monika tertawa puas.


**************


TBC......

__ADS_1


see you next part arigato....😄



__ADS_2