
hay hay para reader terkece jangan lupa kasih support ke saya ya dengan kasih like,bintang n komen terbaik kalian,supaya makin tambah semangat.
hahahah berharap banget lho aku
ih apaan sih author gaje😂😂😂
hahhahah maaf maaf😉😉😉
udah gak ngejablak lagi deh
HAPPY READING
malam ini aura ketegangan menyelimuti kediaman keluarga Adijaya,Bagas masih terlihat belum puas memberi pelajaran pada Hari dan Winda yang seenaknya memperlakukan anggi yang sudah dianggap seperti putrinya sendiri.
"SEKARANG KATAKAN KALIAN BRENGSEK,APA SIH MAUNYA KALIAN TERUTAMA KAMU WINDA,JAWAB"geram Bagas
"SUDAH MAS,MAMA GAK TAHAN LAGI POKOKNYA ANGGI HARUS PULANG IKUT KITA"Maya ikut tersulut emosi seperti suaminya.
"Bagaimana anggi sayang,kamu mau ya ikut om sama tante seperti dulu"Bagas berbicara lembut kepada Anggi.
"ia sayang om sama tante sangat menyayangi kamu seperti rianti,kamu mau ya ikut tante seperti dulu"pinta Maya lembut.
winda begitu panik atas permintaan Maya pada Anggi,dia sangat menyesal karna belum mampu memberi kasih sayang pada Anggi,dan terlebih permasalahan dewi telah mengalihkan dirinya akan tanggung jawab kepada Anggi sebagai ibu kandungnya.
sedangkan disana Anggi masih duduk di sofa samping rianti dengan tatapan kosong namun sarat akan kekecewaan atas sikap winda,sementara rianti nampak menatap penuh kebencian pada dewi karna telah membuat masalah pada Anggi,sedang dewi dia merasa puas jika keluarga Bagas membawa Anggi pergi,maka tidak ada lagi yang akan merebut kasih sayang winda darinya.
__ADS_1
lama Anggi terdiam tak bersuara hingga sentuhan lembut Maya pada pundaknya menyadarkanya dari segala pikiran yang berkecambuk dalam otaknya.
sambil memeluk Anggi,maya bertanya kembali.
"sayang bagaimana pertanyaan om dan tante tadi,apa kamu bersedia ikut kembali pulang ke rumah om dan tante?"tanya maya lembut.
"ia gi,kamu ikut mama sama papa aja,kita bisa bersama lagi seperti dulu,lagian disini gak ada yang bisa kamu harapkan,kak tommi juga udah pindah sama mbk gladis,mau ya gi"bujuk rianti mencoba membantu mamanya.
"sayang om akan selalu menggap kamu sama seperti rianti,tidak akan membeda bedakan kalian seperti ibu kamu itu"sindir Bagas pada Hari dan Winda.
winda dan Hari tidak bisa berbuat apa apa mereka sadar akan tanpa sadar Mereka telah berlaku tidak adil atas Anggi.
tapi semua sudah terlambat,sekarang tinggal keputusan anggi,mau tetap tinggal bersama mereka atau ikut dengan Bagas,dan merutuki kebodohan mereka sebagai orang tua.
Anggi menatap pada manik mata Bagas dan Maya,ada ketulusan dan kasih sayang disana.
kemudian beralih menatap manik mata ibu kandung dan ayah tirinya,jelas ada penyesalan dan permohonan disana.
tapi rasa sakit dan kecewa yang Anggi rasakan telah membuat hatinya menutup untuk keluarga ibu kandungnya,sejenak kemudian dia menarik tangan Maya dan membawanya ke kamarnya,sebelum menaiki tangga Anggi berkata pada Winda dengan datar dan dingin.
bagai petir menyambar,tubuh winda seperti kehilangan rohnya mendengar kata kata dari putrinya Anggi,seakan ada batu besar yang menindih tubuhnya,dia mematung dan tanpa peringatan winda menangis dan meraung dalam pelukan suaminya,sementara tanpa semua orang sadari dewi telah Tertawa bahagia dalam hatinya,namun senyum di wajah dewi telah di lihat oleh Rianti dengan mata mengalang penuh amarah.
"akhirnya tanpa perlu repot jalang itu keluar sendiri dari rumahku,bagus ternyata takdir perpihak padaku,senang banget aku gak perlu ngeliat muka tuh jalang lagi hahahah"gumam dewi tertawa bahagia dalm hati.
"brengsek nih sih dewi,seneng banget liat sahabatku susah,tapi gak apa selama Anggi bersama aku,mamah dan papa"rianti berbicara dalam hati.
didalam kamar anggi ,maya membantunya berkemas sedangkan anggi nampak diam terduduk ditepi ranjang,maya sebenarnya tau anggi sedang menangis dalam hati,ia hanya tidak ingin mengganggu anggi,biarlah dia menata hatinya terlebih dulu,maka Maya dengan cekatan membereskan semua barang anggi dan memasukannya ke dalam koper.
Bagas dan rianti menunggu Anggi dan Maya turun kebawah,sementara winda masih menangis dalam pelukan Hari,tak berapa lama Maya turun bersama anggi dengan membawa sebuah koper besar,langsung dibantu rianti membawanya ke dalam mobil.
tanpa berkata apa apa lagi Bagas membawa keluarganya serta Anggi keluar,sebelum itu Winda tiba tiba bersimpuh di kaki Bagas.
"Bagas aku mohon hiks,,,,hiks jangan,,,Bawa anggi,a,,,,aku sung,,,,sungguh menyesal tolong kasih aku satu kesempatan lagi"tangis winda sambil berbicara terbata bata,melihat istrinya bersujud di kaki Bagas membuat Hari tidak tega.
__ADS_1
"Pak Bagas saya yang harus meminta maaf,tolong jangan pisahkan winda dari anggi,saya akan lakukan apapun yang kamu minta,tapi tolong jangan siksa istri saya seperti ini"pinta Hari.
langsung Bagas melangkah mundur dan membentak kasar pada winda.
"ENAK SAJA KALIAN MINTA KESEMPATAN,KESEMPATAN KALIAN SUDAH HABIS,DAN DENGAR KAMU HARI MAU ISTRIMU MENANGIS DARAHPUN SAYA DAM MAYA TIDAK SUDI KALIAN BERTEMU ANGGI LAGI CAMKAN ITU"maki bagas dan segera berlalu masuk kedalam mobil diikuti oleh rianti,sedangkan maya masih berdiri disamping Anggi karna winda tiba tiba memeluk anggi erat,tak berapa lama Anggi menghempaskan tubuh winda yang langsung ditahan oleh Hari.
sebelum berbalik dan masuk ke dalam mobil Bagas ,Anggi sekali lagi menampar winda dengan kata kata yang dingin menusuk hati.
"mulai dari ini,detik ini dan saat ini juga Anda tuan dan nyonya Adijaya yang terhormat terima kasih atas segala perlakuan kalian selama ini pada saya,saya berharap jika kelak kita bertemu lagi anggaplah Tidak lebih dari orang asing,bukan saya yang memutuskan hubungan tapi anda NYONYA WINDA HERMAWAN OH BUKAN SEKARANG SUDAH MENJADI NYONYA WINDA ADIJAYA dan maafkan atas segala kesalahan saya ,permisi".
setelah itu anggi berjalan pergi tanpa menoleh lagi kebelakang,didalam mobil Maya dan rianti kembali memeluk Anggi mencoba memberi dukungan moril padanya.
"Anggi tante sama om bangga sekali padamu,mulai sekarang kamu akan menjadi putri angkat dari Bagas Setiawan dan Maya sari Setiawan,juga jangan lupa saudara perempuan Rianti putri Setiawan"jelas Maya dengan senyum di bibirnya.
"terima kasih tante,kalian sangat baik pada anggi sepeninggal oma dan juga ayah kalian lah keluarga satu satunya Anggi"jawab Anggi sendu.
malam itu Anggi benar benar meninggalkan dan memutuskan segala hubungan nya dengan winda dan Hari,beberapa bulan tinggal bersama membuat Anggi sadar cinta dan kasih sayang winda bukan lagi untuknya,namun untuk keluarga Suaminya Hari juga Dewi,beruntung Anggi masih ada kakak tirinya tommy,walaupun hanya kakak tiri tapi tommi Tidak pernah berat sebelah pada dirinya,sosok seorang kakak yang sempurna.
meski tommy sudah pindah dan tinggal bersama istrinya gladis,namun mereka masih tetap memperhatikan Anggi dengan selalu menanyakan kabarnya lewat telfon atau mengirimkan hadiah.
Anggi tidak pernah berharap akan perpisahan kedua orangtua nya,tapi nasi sudah menjadi bubur,nasib sudah tertulis seperti itu,mau tidak mau Anggi harus mengikuti roda Kehidupan yang terus berputar,tidak perduli siapa diri Kita semua sudah menjadi keputusan yang maha kuasa,manusia hanya bisa berdoa dan bertawakal memohon Pada yang kuasa.
ok guys segini dulu yah,ntar aku tambahin deh bumbu cinta di chapter selanjutnya,kasih aku like,coment and bintang ya😉😉😉
thor ngarep lho😅😅😅
__ADS_1