
Disebuah mansion besar duduk seorang pria maskulin bermata hazel,wajah tampannya memancarkan aura gelap yang mampu membuat orang lain menahan nafas.
suara teriakan,pukulan dan cambukan terdengar dari sebuah ruangan di sudut terbelakang mansion.
bugh,,,,,bugh,,,,cetar,,,,,cetar
akgh,,,ampun,,,,,ampuni aku tuan muda rafendra....
teriakan dan permohonan pilu terdengar dari seorang pria yang sudah terkapar lemah di lantai marmer di mansion itu.
pria itu hanya memberikan pandangan datar dan senyum dingin yang mampu menusuk hati.
"sekarang kau tau akibat dari berani bermain di belakangku" katanya dengan tenang namun dengan seringai yang menyeramkan.
segera dia memerintahkan semua anak buahnya keluar dan dengan tangannya sendiri dia menghabisi pria malang tersebut.
Suara teriakan pria malang itu terdengar akibat dari sayatan pisau di seluruh kulit dan tikaman bertubi tubi yang diberikan Rafendra diakhiri dengan tembakan menembus dada menjadikan tewas seketika.
"Alex bersihkan semua dan bakar mayatnya"perintah Rafendra datar.
"baik tuan muda "tanpa diperintah dua kali pria bernama Alex segera memerintahkan para anak buahnya membereskan kekacauan di mansion milik Rafendra.
"ini peringatan bagi siapa yang ingin jadi penghianat dan berani bermain api denganku,tidak ada ampun bagi siapa yang ingin jadi penghianat"Rafendra berkata dingin dan dengan wajah datar tanpa emosi.
Rafendra kusuma Wiguna pria berwajah tampan dan bertubuh sempurna bak maha karya yang apik,siapa saja yang melihatnya tidak akan menyangka bahwa dia adalah pria berdarah dingin yang suka menghabiskan nyawa orang lain yang berani mengusiknya.
Pagi ini suasana kediaman keluarga Adijaya nampak ramai ,terlihat ada beberapa mobil mewah terpakir rapi dihalaman rumah besar itu.
sementara tadi Anggi sedang ada dirumah rianti untuk menyelesaikan tugas kuliah mereka.
yah tidak terasa memang Anggi begitu berusaha mendapatkan beasiswa ke Oxford,hingga dia mampu menyelesaikan kuliah S1 dalam Wktu 2 tahun .
saat pulang dia heran melihat kesibukan di rumah keluarga papa tirinya,tapi itu tidak diambil pusing oleh Anggi,segera ia masuk ke kamarnya dan beristirahat tanpa memperdulikan panggilan dari Winda ibunya,yah meskipun sudah tinggal cukup lama namun hubungan mereka tidak kunjung membaik,Karna Anggi memasang tembok tinggi dihatinya untuk winda.
sementara kakak Tirinya sudah setahun lalu dipindah tugaskan di kota lain,mau tidak mau dia harus bisa berdiri sendiri tanpa kasih sayang dan perhatian dari kakak tirinya yang sudah dianggap Anggi sebagai kakak sendiri.
berbeda dengan dewi yang nampak kebencian sangat kental pada Anggi.
malam itu entah Mengapa dewi masuk ke kamar Anggi dan memperingatinya agar jangan keluar dari kamarnya.
__ADS_1
"eh Anggi,aku minta sama kamu jangan pernah keluar dari kamarmu malam ini,aku gak mau kamu menggoda calon tunangan aku,ngerti gak"hardik dewi dengan pongahnya.
"oh kamu mau tunangan,gak ada urusannya sama aku"jawabku datar
"aku peringatkan sama kamu Anggi,aku gak takut buat ngerusak muka kamu,kalo sampai kamu berani menggoda kak davin"dewi semakin menjadi,sambil memaki dia mencengkram keras baju Anggi,dan langsung ditepis kasar oleh anggi.
"heh sialan,gak usah kamu pake berani ngancem aku ya wi,kalo aku mau banyak yang lebih dari davin,oh atau kamu benar benar takut kalo davin berpaling dari kamu,makanya kamu gak pernah bawa davin kerumah,takut dia ketemu sama aku dan ninggalin kamu?"tanyaku sinis,dan menatap penuh ejekan pada dewi,kulihat dia mengepalkan tangannya dengan wajah yang merah padam menahan emosi akibat ejekanku.
segera ku dorong dewi keluar dan membanting pintu kamarku keras,bosan aku menanggapi sifat irinya.
tak berapa lama tiba tiba pintu kamarku diketuk dari luar.
tok,,,tok,,,tok
"Anggi ini kakak dek,kamu gak mau bukain pintu nih" goda tomi.
Tomi baru saja meminta cuti dari atasannya dan pulang ke jakarta bersama calon istrinya,karna adiknya dewi akan dilamar oleh keluarga Davin pacarnya.
segera ku bukakan pintu dan langsung menghambur memeluk kak Tomi dan mbak gladis.
"loh kak kok pulang gak ngabarin Anggi"tanyaku rindu.
"ia nih gi,katanya mas tomy mau kasih kejutan buat adek tersayang nya"jawab mbak gladis dengan kedipan di mata nya.
"serius mbak,kalo gitu mana oleh oleh buat aku"kata anggi sambil menjulurkan tangan.
karna sikap baik dan perhatian tomi pada Anggi adik tirinya,sekarng Anggi sudah bisa mengganggap tommy seperti kakak kandung sendiri,dia bisa bermanja manja pada tomi walaupun sikapnya masih tetap dingin dan datar pada mama,papa dan dewi saudara tirinya.
sebuah mini dres selutut berwarna peach dengan bahan satin dilengkapi dengan sebuah sepatu stileto berwarna krem,sebuah jam tangan cantik berwarna gold dan kalung mas putih bermata biru safir.satu paket yang sangat komplit dengan sedikit make up natural dan lipstik pink soft menjadikan penampilan Anggi begitu manis.
"emmm perfecto "Anggi bergumam menatap cermin besar dikamarnya.meski wajah Anggi sudah memang dasarnya cantik ditambah dengan segala hadiah dari kakak tirinya membuat anggi terlihat jauh lebih manis.
tok,,,,,tok,,,,tok
"dek mbak sudah boleh masuk belum"pintar gladis
"masuk mbak"kataku singkat.
gladis diam terpaku didepan pintu,bahkan dia yang seorang wanita sampai terpesona oleh kecantikan Paripurna calon adik iparnya.
"hem,,,hem,,hem ya ampun gi,mbak gak nyangka kamu begini aja udah cantik dan manis banget loh"puji gladis terkesima.
"mbak bisa aja,gak kok mbak juga sma cantiknya"balasku sedikit malu dipandngi oleh calon istri kak tomi.
"gak nyangkak mbak gi,pilihan mbak dan mas tommy sempurna dipake sama kamu"kata gladis.
setelah cukup lama mengobrol,gladis pergi membantu mama winda di dapur untuk mempersiapkan kedatangan calon besannya.
aku melangkahkan kakiku ke halaman belakang dan duduk di kursi panjang dekat kolam renang,tidak lama aku mulai memasang headset dan mendengar kan lagu favorit ku,sambil memejamkan mata aku menikmati anggin malam yang menyentuh kulitku,tak terasa mataku mulai berat dan aku tertidur di kursi dekat kolam.
__ADS_1
lama aku tertidur sampai aku merasa ada sebuah tangan mengeluh halus pipiku dan mengecupnya,aku pikir itu hanya mimpi sampai lama kelamaan aku merasa ada sebuah benda hangat dan kenyal mulai melumat bibirku hingga Rasanya nafasku tersekat dan terpaksa aku membuka mata,namun aneh tidak ada siapapun di sekitar ku.
kuputuskan untuk masuk,namun anehnya pintu belakang yang kulewati tadi terkunci,dengan terpaksa aku memutar rumah dan masuk lewat pintu depan.
dapat kulihat tatapan semua orang tamu om Hari menatap kagum padaku,ada dua orang pria muda duduk disamping sepasang suami istri paruh baya yang kuyakini pasti keluarga calon suami dewi,salah satu dari mereka nampak tidak asing pria bermata biru itu tersenyum penuh arti kepadaku.
"orang aneh"gumamku datar,tak peduli aku langsung menaiki tangga menuju kamarku.
sementara itu didalam rumah kedua keluarga besar Adijaya dan Aksara tengah serius membicarakan tanggal pertunangan dewi,mereka tiba tiba terdiam saat seorang gadis manis bermata emerald masuk dan berlalu begitu saja tidak memperdulikan keramaian yang ada.
"maaf winda,gadis manis itu tadi siapa,kupikir kau hanya punya satu orang putri"tanya ayu Laksmi,ibu devan dan davin.
"ia pak Hari siapa gadis itu,wajahnya oriental "tanya tuan seno anggara ayah devan dan davin.
"emm sebenarnya dia itu anak tiri saya,putri sebelumnya winda istri saya pak aksara"jawab Hari.
"saya tidak menyangka loh,mbak winda punya anak secantik itu,namanya siapa mbak"_tanya laksi penuh dengan nada antusias.
"ck ini tante laksi mau ngelamar aku atau anggi sih"gumam dewi dalam hati,Hatinya semakin panas kala calon mertuanya justru memuji muji saudara tirinya.
"namanya Anggita Valeria mbak"jawab winda singkat,ia tidak mau calon besanya berlama lama berbicara tentang Anggi ,dia tak mau dewi semakin membenci anggi.
akhirnya setelah perbincangan yang cukup lama diputuskanlah dewi akan menikah 3 bulan dari sekarang,setelah semua beres keluarga Aksara pamit pulang.
#Devan pov#
aku merasa mulai bosan mendengarkan pembicaraan orang tua tentang pertunangan adikku,segera aku permisi tak terasa saat kakiku melangkah ke arah belakang rumah Adijaya,disebuah kursi panjang dekat kolam aku melihat gadis manis ku.
dia tertidur sambil duduk dengan headset masih terpasang manis ditelinganya.
kupandangi wajahnya yang begitu manis ditambah lagi dengan penampilan Sederhananya kini sebuah minu dres satin lengkap dengan sepatu stileto berwarna krem membuatnya nampak lebih manis berkali lipat dimataku.
bibir pinknya sungguh membuat jantungku berdetak kencang,tampa kesadari entah kapan tanganku bergerak mengelus pipi nan halus nya,tidak puas menyentuhnya akupun mengecup pipinya dan makin lama turun ke bibirnya.
awalnya kecupan lembut namun rasa manis bibirnya membuatku semakin candu dan melumatnya,masih dalam keadaan tidur dia tidak membalas ciumanku,namun aku tidak perduli selama aku Bisa terus mencecap bibir manisnya.
lama aku melumatnya hingga aku rasa dia mulai terganggu,sebelum dia terbangun segera aku berdiri dan melangkah pergi,sebelum itu kupastikan mengunci pintu belakang jalanya masuk,agar dia masuk lewat depan rumah karna aku tidak tau kenapa bisa gadis manis ini ada disini ada hubungan apa di dengan keluarga Adijaya.
karna dalam informasi yang diberikan Harul asistenku bahwa Anggi adalah putri dari seorang pria bernama Aksan Hermawan,tidak ada informasi mengenai ibunya,maka mulai saat ini aku akan mencari tau sendiri.
tidak lama setelah aku duduk kembali disamping keluargaku,Anggi masuk dan berjalan santai melewati keramaian di ruang pertemuan keluarga kami dengan santai dan cuek.
"emmm benar benar gadis manis yang menarik"gumamku tersenyum padanya penuh arti.
tak lama dari percakapan orang tua dewi dan orang tuaku dapat aku tahu bahwa bu winda adalah ibu kandung Anggi dan pak Hari adalah ayah tirinya.
__ADS_1