Cinderella Step Sister

Cinderella Step Sister
Perubahan


__ADS_3

hai para reader,kasih aku like,koment bintangx,biar makin semangat nulisnya😄


ok cekidot


☕happy reading all☕


#selenia pov#


aku sangat sangat kesal dengan sikap kak Rafen,seenaknya saja ia meninggalkanku sendiri ,mending dia memberi tahuku dahulu jika akan pergi,ini malah seenak jidat main ilang aja.


dan dengan bodohnya aku malah menunggunya,sudah hampir sejam lebih aku menunggu seperti orang bodoh dan akhirnya kuputuskan untuk menelpon kakakku.


tut tut tut


setelah lama akhirnya dia mengangkat panggilan ku.


"heem ada apa"


aku begitu dongkol mendengar nada tidak bersalahnya.


"KAKAK DIMANA SIH,KOK AKU DITINGGAL GITU AJA"segera ku menjawab dia dengan emosi jengkel.


"oh,balik aja telfon bimo suruh jemput"kembali kudengar ucapnya tanpa perasaan bersalah sama sekali terhadap adiknya.


"ENAK BANGET KAKAK NGOMONG,UDAH MAIN TINGGAL POKOKNYA JANGAN AJAK AKU LAGI,MENYEBALKAN KAKAK EMANG BATU"makiku pada kakakku ,sekarang aku benar benar merasa jengkel pada sikap acuhnya,maka aku putuskan mencari keberadaanya lewat GPS telpon genggamnya,segera ku telpon Bimo asisten kak Rafendra,agar aku bisa segera memberinya pelajaran karna meninggalkanku.


tak berapa lama menunggu seorang pria yang lumayan tampan usianya hanya beda 2 tahun dari kak Rafen,ia adalah salah satu asisten pribadi kak Rafen,diusianya yang menginjak 23 tahun ia adalah salah satu hacker terbaik yang mengabdi pada kakakku.


pria itu adalah bawahan kakak yang paling loyal,bahkan ia cenderung hanya mengikuti perintah dari kak Rafen,bahkan tidak jarang ayahku sekalipun akan berpikir dua kali untuk memberi perintah padanya,dan see hanya karna kak Rafen memintanya menjemput ku barulah pria satu ini mau,benar benar sial dia itu 11 12 dengan bosnya sama sama membuat orang naik darah saja.


aku menaiki sebuah mobil Audi berwarna hitam,dan GPS ku mengarah ke sebuah rumah sakit,aku mengerutkan kedua alisku bingung.


"kenapa kesini,apa kakak sakit?ah tidak mungkin,jika ia sakit kenapa tidak menghubungi dokter charles saja?kenapa repot repot kesini?"batinku seraya turun dari mobil memasuki area rumah sakit.


Bimo,pria itu mengikuti berjalan disampingku.


"nona,sebaiknya kita kembali,tuan muda tidak memerintahkan saya Membawa nona kemari"kata bimo dengan nada formal .


"sudah diam dan ikut saja,kau ini menjengkelkan sekali"ucapkan dongkol,karna sedari tadi ia terus memaksaku untuk kembali.


"apa sebegitu nya bimo ini takut pada kakak?"batinku bertanya pada diri sendiri.


"oh my god,what i see now,kakakku seorang pria dingin dan arogant sedang tertawa lepas dihadapan seorang gadis,kenapa ia terlihat seperti abege alay yang sedang merayu?"batinku syok melihat pemandangan langka dihadapanku.


"Bim,plis cubit tanganku"pintaku pada Bimo,kami sama sama tercengan melihat perubahan pada seorang Rafendra.


"aww,gila sakit banget ,kamu sengaja ya bim?"pekikku kaget karna cubitanya lumayan keras,dan dia hanya menatapku datar.


"sial untung ganteng"batinku.


kulihat kakakku tertawa bahagia


kemana semua wajah dingin dan arogantnya,semua tergantikan dengan senyum dan tawa cerah bak mentari pagi,dan satu lagi tampang mesum diwajahnya membuat aku sebagai adiknya benar benar seperti tersengat ribuan volt listrik,segera aku memvidiokan moment langka ini dan mengirimkanya ke kedua orangtuaku sebagai bukti.

__ADS_1


setelah puas dengan keterkejutan aku dan Bimo,segera aku menghampirinya.


#selenia POV end#


"wah luar biasa disini kau rupanya"ucap selenia mengagetkan Rafen,segera ia berhenti menggoda gadis yang masih setia terduduk di brangkarnya dan jangan lupakan wajahnya yang terlihat sangat kesal akan ulah kakaku.


"kau"kata kak Rafen sambil memutar bola matanya malas akan kedatangan sang adik,dan lihat lah tampang nya yang kembali datar dan arogant,berbeda saat ia berbicara dengan gadis itu,dan itu membuat selenia menahan senyum geli melihat tingkah kakaknya.


"wah wah sungguh mengejutkan,ternyata kau masih bisa tertawa juga kak?"kata selenia menggoda Rafen.


"kenapa kesini,sudah pulang sana"jawabn rafen datar.


"ck ,kakak jangan gitu dong,btw siapa wanita cantik ini kak?"tanya selenia sambil melirik kearah gadis yang menatap mereka bingung.


"mau tahu saja ,kau masih bocah pulang sana"kembali kak Rafen mencoba mengusir Selenia.


"ya sudah biar aku tanya sendiri saja,dasar pria batu"sambil berjalan ke arah gadis itu selenia mengejek Rafendra.


"hai,aku adik pria batu itu,namaku Selenia Wiguna ,siapa namamu?"tanya Selena.


dia menatap Selenia sejenak kemudian menyambut uluran tangannya dengan senyum manis.


"pantas saja kakak jadi kayak abege alay tukang gombal,aku saja sesama wanita terkesima dengan wajah manis gadis ini"batin Selenia.


"Anggita Valeria,kau bisa memanggilku valy"anggi memperkenalkan dirinya singkat.


"jadi,apa hubungan mu dengan kakakku?"tanya Selenia to the point.


dia menatap bingung ke arahku.


saat kami masih terpaku akan ucapan kak Rafen,tiba tiba sebuah bantal melayang ke arah kakaku.yah anggi melemparnya dengan bantal sangking kesalnya pada kak Rafen.


"HEY JANGAN SEMBARANGAN YA KALO BICARA,KAU INI SETAN MESUM GILA LAGI"maki anggi kini wajahnya benar benar merah menahan amarah.


"ck sweet heart kenapa kau marah,memang tidak sekarang,tapi aku pastikan kau akan segera menjadi istriku,lagian siapa suruh kau sudah mencuri hatiku"kata kak Rafen tanpa dosa,ia menatap anggi dengan senyum yang terlihat sangat menyebalkan,buktinya saja anggi sudah hendak melempar kembali ia dengan selimut yang sudah digulung layaknya sebuah bola.


sebelum sempat melempar Rafen kembali,segera Rafen mengoda anggi kembali


"jangan menggoda ku sweety,apa kau mau ku cium lagi seperti tadi"kata Rafen sambil menaik turunkan alisnya jenaka


"kau-"kata anggi terpotong


"sudahlah kau tidak perlu menggodaku sayang,aku akan dengan senang hati mencium bibir manismu itu"balas Rafen tersenyum geli melihat ekspresi kesal anggi.


dan sepertinya kedua orang itu melupakan keberadaan selenia dan Bimo yang hanya bisa menggelengkan kepala mereka sambil tersenyum geli melihat kelakuan absurd seorang CEO arogant seperti Rafendra terhadap seorang gadis yang bru ia kenal.


"sudahlah kak berhenti menggoda kakak ipar,sekarang kita harus kembali ke hotel ayah mengirim pesan ada hal penting yang mau ia bahas padamu"kata selenia menghentikan ulah sang kakak.


"huft,ya sudah kalian keluar dulu"perintah mutlak Rafen pada adik dan Bimo asisten ya.


setelah Selenia dan Bimo keluar kembali Rafen fokus pada anggi.


"baiklah sweety,sepertinya aku harus pergi dulu,dan nanti aku pasti kembali,jangan kemana mana ingat"ucap Rafen penuh peringatan dan tidak mau dibantah.

__ADS_1


"terserah"jawab anggi ketus


tiba tiba Rafen berjalan mendekat kemudian mencium kening anggi lembut dan terakhir mengusap rambutnya halus,setelah itu ia berlalu meninggalkan anggi sendiri.


sementara itu anggi hanya terdiam kaku menerawang jauh masih syok dengan perlakuan Rafen.


"AKHHH DASAR SETAN MESUM,PRIA GILA MATI SAJA KAU"maki anggi emosi,sedang Rafen ia hanya tertawa geli mendengar umpatan marah gadis manisnya.


"wah rupanya patung es pria batu ini sudah cair sekarang?"tiba tiba Selenia menepuk pundak Rafendra yang masih setia tertawa puas sehabis menggoda anggi.


"ck mmengganggu saja kau ini"kata Rafen datar.


kini wajahnya sudah kembali tanpa ekspresi,Selenia sekali lagi hanya bisa menghela nafas frustasi akan sikap kakaknya yang sudah mendarah daging ini.


sepeninggalnya Rafendra,anggi mengubungi rianti dan menceritakan segalanya pada gadis itu dan memintanya menjemput anggi dirumah sakit.


tak berapa lama rianti datang bersama davin.


"ya ampun gi,kok bisa sampe masuk rumah sakit sih kamu?"tanya rianti panik.


"udahlah gak masalah,jangan kasih tau ayah bunda,aku cuman lelah aj butuh istirahat"jawab anggi menjelaskan.


"ini pasti gara gara kak Dev"pekik rianti emosi.


"udahlah ri,lupain aja mending kamu urusin tuh pernikahan kalian yang tinggal beberapa hari lagi"jawab anggi datar.


"bener sayang apa yang anggi bilang,gak usah mikir macem macem"ucap davin sambil menuntun anggi keluar dari kamar inapnya,karna kondisi anggi yang masih lemah.


setelah membereskan segala urusan dirumah sakit,Anggi meminta rianti membawanya pulang .


sementara Rafendra ,pria itu tidak henti hentinya tersenyum sendiri didalam mobilnya.


"kak,kakak udah gilaya?"goda Selenia.


Rafen masih diam saja tidak mengubris racauan adiknya.


"hello ada orang nanya nih,jawab dong kak"selenia mulai jengkel akan sikap acuh sang kakak.


"ck brisik tau kamu sel,diam kenapa"jawab Rafen mulai kesal.


"makanya kalo orang ajak ngomong itu Jawab dong"kesal Selenia.


"males"jawab Rafen datar.


"dasar batu"gerutu Selenia kesal.


"apa kakak serius sama valy,kakak kan baru kenal dia sehari?"tanya Selenia penuh selidik.


"Udh kamu liat aja,gak usah banyak nanya kenapa"jawab Rafen datar.


"huft what ever"kata Selenia pasrah.


ok ini visual Selenia,cakep kan?_😄

__ADS_1



__ADS_2