
hai all El balik lagi nih,jgn lupa tinggalkan vote like n komen.
ok cekidot😄oh ia berhubung byk request panggilan buat anggi,so El ganti deh yang kemaren hehehehe......
☕happy reading all☕
disebuah kamar yang kental dengan nuansa maskulin,seorang pria tengah sibuk dalam lamunannya sembari salah satu tangan mengelus sebuah bingkai foto yang terukir cantik dimana terisi sesosok gadis cantik dengan senyum manisnya.
"sayang,apa kamu tau sekarang aku sudah resmi menjadi duda,hahahah.
bahkan sampai sekarang pun dirimu tidak pernah bisa hilang dari pikiran ku,apa sebenarnya yang telah kau lakukan padaku?"ucap pria itu tertawa miris.
ya,Devan sedang menertawakan dirinya sendiri hingga tak sadar ada seorang anak yang tengah memperhatikannya.
Nikolas merasa binggung karna untuk yang pertama kalinya ia melihat sang ayah begitu sedih,perlahan bocah tampan itu mendekat dan memeluk erat tubuh sang ayah.
"daddy,why you crying?"tanya Nikolas dengan polosnya.
"oh putra daddy,ada apa sayang?"tanya Devan berusaha tersenyum.
"apa mom buat dad sedih?"tanya Nikolas sambil mengusap wajah Devan.
"gak apa sayang,daddy hanya pusing karna urusan kantor,sudah sekarang katakan pada daddy,ada apa tak biasanya Niko ke kamar daddy?"ucap Devan sambil mengecup pipi gembul putranya.
"em,bolehkah Niko bermain ke taman dengan Niel bersama mbak santi?"tanya Niko memelas.
"ya boleh dong,katakan pada mbak santi,jangan lupa makan siang pulang kembali ke panthouse ok"jawab Devan lembut.
"ok daddy"Niko turun dari pangkuan ayahnya dan berjalan dengan riang .
"maafkan daddy Niko,daddy gak bisa memberimu keluarga yang utuh"ucap Devan sendu.
**********
mansion Rafendra.
seorang pria tampan tengah masuk secara perlahan lahan ke dalam kamar seorang gadis yang masih bergelung didalam selimutnya.
dengan hati hati ia mendekat dan naik untuk bisa membaringkan tubuh nya di sisi gadis cantik itu.
dengan hati hati ia mengelus sayang pipi putih nan mulus gadisnya sembari mengecup singkat bibir pink yang nampak sangat menggoda.
"baby,maafkan aku ya,mungkin saat kau bangun kau akan mengamuk nanti,hehehe tapi biarlah aku sudah sangat merindukan mu"tawa geli Rafen mengingat apa yang akan dilakukan nanti anggi padanya.
jam sudah menunjukkan pukul 8 pagi,namun kedua insan yang masih betah terpejam diatas ranjang empuk seakan enggan untuk bangun.
anggi mengeliatkan tubuhnya berusaha untuk bangkit,namun seakan tubuhnya tertindih beban terutama pada bagian perut,dan rasa geli pada bagian leher membuatnya sedikit tak nyaman.
saat menoleh ia tersentak mendapati Rafendra dengan santainya berbaring sambil memeluk erat tubuhnya,dan membenamkan wajahnya diceruk leher jenjang anggi.
AAAAAAAAA
BRUGH!!!!!
tubuh Rafendra terpental jatuh hingga mendarat dengan tidak elegannya.
Anggi dengan tanpa sadar menendang tubuh Rafen kuat hingga pria itu terjungkal kebawah ranjang dengan posisi terkurap.
"aduh baby,kenapa kau menendangku sih?"tanya Rafen sedikit jengkel.
sudah telinganya sakit,ditambah lagi tubuhnya yang secara tidak etis jatuh Seperti kura kura,sungguh pagi yang memalukan.
"KAU...KAU KENAPA BISA MASUK KE KAMARKU,KAU DASAR MESUM"maki anggi jengkel.
Rafendra menutup kedua telinganya dan tersenyum tanpa dosa.
"duh baby,masih pagi jangan teriak teriak nanti sakit tenggorokan nya"ucap Rafen sabar.
Anggi menarik nafas mencoba bersabar akan tingkah calon suaminya itu.
"baiklah .sayangku.kenapa .bisa .masuk. kesini."ucap anggi benar benar jengkel ia bahkan menekankan setiap kalimat dari ucapannya.
Deg!!!!
Deg!!!!
seakan ada ribuan bunga mekar dalam hati Rafendra mendengar kata sayangku dari bibir manis gadisnya,meski terdengar tidak ikhlas sama sekali,masa bodo yang penting dia senang.
hehehehe
Rafendra menyengir tanpa dosa.
"kau lupa baby,mansion ini adalah hadiah ku untukmu,so seluruh ruangan dalam mansion selain kunci,juga bisa menggunakan sidik jariku untuk membukanya"jawab Rafen bangga.
Bugh!!!
Bugh!!!
beberapa buah bantal mendarat dengan telaknya mengenai wajah tampan Rafen,pria itu membelalakkan matanya tak habis pikir dengan kelakuan bar bar calon istrinya.
"KELUAR KAU DASAR MESUM"teriak anggi dongkol.
__ADS_1
"ck,ia ia aku keluar sekarang baby,galak banget sih sama calon suami"ucap Rafen pura pura keluar,sambil tanpa disadari Anggi,pria tampan itu menyeringai jahil.
setelah dirasa Rafendra keluar,anggi segera beranjak menuju kamar mandi,didalam kamar mandi ia sudah menanggalkan seluruh pakaian nya.
tok
tok
tok
suara pintu kamar mandi anggi diketuk oleh seseorang.
"aduh,apa maid ya?"pikir anggi.
dengan tergesa gesa,anggi menggunakan handuk menutupi tubuh polosnya.
ceklek
dengan gusar ia membuka pintu kamar mandinya.
Cup!!!!
"morning kiss baby,oh ia kau sangat seksi"ucap Rafendra sambil tersenyum puas kemudian berjalan santai tanpa beban meninggalkan Anggi yang tengah mematung kaget.
"RAFENNNNN,,,,,AWAS KAU"teriak anggi murka sambil membanting pintu kamar mandinya penuh emosi.
HAHAHAHHAHAHA
tawa Rafen membahana di seluruh mansion hingga membuat seluruh penghuninya tersenyum sambil memgelengkan kepala melihat tingkah absurd sang bos.
"bos,kau gila ya"ucap bimo sambil menatap geli sang bos
"bodoh kau bim,bos bukan gila,tapi kena virus bucin dia,makanya kau jangan menjomblo terus"ejek lingga yang tiba tiba datang eentah dari mana.
tak!!!
Bimo menoyor jengkel kepala kawannya itu.
"ish,kau ini suka sekali memukul kepala ku"ucap lingga jengkel.
"kau memang pantas dipukul"kini Rafen yang berbicara datar kemudian berlalu pergi menuju ruang makan sambil menunggu anggi ia memeriksa fail di tablet miliknya .
kret!!!
suara kursi ditarik mmembuyarkan konsentrasi Rafen.
ruang makan hanya terisi suara dentingan sendok dan garpu,Bimo,lingga serta Rafendra menatap anggi yang tengah makan dalam diam.
"bos,apa yang kau lakukan pada kakak iparku,kenapa dia marah"goda lingga sambil tersenyum jahil menatap muka masam sang bos.
"bos kami kekantor duluan"pamit lingga berlalu mengikuti Bimo.
kini tertinggal Rafen yang bingung bagaiman membujuk gadisnya yang nampak masih kesal tidak tepatnya marah padanya.
"baby,sudah dong marahnya,ia aku minta maaf ,sekarang katakan bagaimana menebusnya?"tanya Rafen frustasi.
sudut bibir
Anggi tertarik sekilas.
"pinjamkan aku mobil,aku ingin jalan jalan"ucap anggi ketus karna masih merasa kesal atas ulah Rafen padanya tadi.
"huft ok tapi jangan pergi terlalu jauh,jangan mengebut,jangan lupa pakai seatbell,jangan-"belum selesai Rafen berbicara ,anggi sudah menaruh jari telunjuk nya pada bibir Rafen agar ia berhenti bicara.
"ia ia kenapa kau jadi cerewet begini sih,ia aku hanya ketaman saja ok"jawab anggi menatap geli pada sikap posesiv Rafen.
"ok baby,pergilah ke garasi dan pilih sendiri mobil mana yang kau ingin pakai,tapi sebelum pergi-"Rafen menjeda ucapan ya menatap anggi jahil.
Anggi memicing tajam menatap Rafen .
" apa,jangan macam macam ya Rafen"anggi menatap jengkel Rafen yang tengah menyeringai kepadanya.
"gak macam macam,cuma satu macam kok,sekarang tutup matanya ,jangan ngintip ya baby"ucap Rafen sambil bangkit mendekati anggi.
Anggi terpaksa menerima permintaan Rafen,karna ia sungguh bosan sekarang dan ingin jalan jalan.
Rafendra tersenyum senang melihat anggi menurut tanpa banyak bantahan.
Cup!!!!
sebuah kecupan manis mendarat di bibir ranum anggi.
"Rafen,kenapa sih kau suka sekali mencium ku"ucap anggi dongkol.
"ya gak apakan nyium calon istri sendiri,udah gak usah protes,atau mau aku ajakin tidur lagi gak usah jalan jalan"goda Rafen menyeringai.
"ish ,dasar mesum muka tembok"grutu anggi jengkel.
hahahhahaa
"aku denger lho baby,kalau kamu ngomel terus ntar aku makan abis tubuhmu itu"tawa devil Rafen membuat bulu kuduk anggi berdiri.
__ADS_1
tanpa ba bi bu,anggi melesat pergi menuju garasi.
sebuah mobil audi berwarna putih menjadi pilihan anggi,sebuah mobil yang nampak diantara jajaran mobil mobil sport milik calon suaminya itu.
"dasar boros,untuk apa dia mengoleksi mobil sport sebanyak ini,apa dia mau buka showroom"anggi tak habis pikir dengan banyaknya koleksi mobil sport mewah milik Rafen.
Lamborghini,ferrari,bugati,force,hingga Audi berjejer rapi mengisi garasi luas milik Rafen.
tak mau ambil pusing,anggi melajukan mobil nya meninggalkan mansion mewah mereka.
Anggi berhenti disebuah taman yang cukup asri ditengah kota.
cukup lama ia duduk menikmati sinar mentari ditemani cup ice coffe hingga matanya terfokus pada dua orang bocah lelaki tampan yang salah satunya nampak tengah menangis.
"hai sayang,kenapa kalian menangis,dimana orang tua kalian sayang"ucap anggi tersenyum lembut.
hiks
hiks
"aunty cantik siapa?"tanya salah satu bocah laki laki tampan dengan nada khas anak anak.
"aunty valy,kalian namanya siapa sayang?"tanya anggi lembut.
"aku Nikolas,dan adik ku yang menangis ini Daniel"ucap bocah tampan yang ternyata kakak dari anak laki laki yang tak kalah tampan yang sedang menangis disampingnya.
"baiklah kenapa menangis,mau aunty bantu"tawar anggi lembut.
"Niel mau es krim aunty,tapi mbak santi gak tau kemana"jawab Niel sambil menatap polos anggi.
"gak papa aunty,apa aunty mau nemenin kami mencari mbk santi"tanya Niko menatap penuh harap.
Anggi tersenyum hangat sambil mengusap pipi gembul Niel.
"ia sayang,tapi mbk santi itu siapa?"tanya anggi menatap kedua bocah itu hangat.
"baby sitter kami "ucap Niel polos.
tes
tes
tes
"loh Niko,kenapa nangis sayang"tanya anggi menatap bingung pada bocah tampan yang tiba tiba sudah menangis sesungukan.
"aunty baik dan hangat,tidak seperti momy Niko,selalu marah marah dan bertengkar dengan daddy"jawab Niko menatap anggi dengan tatapan sendu.
hiks
hiks
"kakak jangan nangis,kan masih ada ayah dan bunda Niel"ucap Niel menenangkan sang kakak.
anggi tersentak kaget sekaligus sedih mendengar pengakuan bocah tampan bernama Nikolas tersebut.
"tenang sayang udah jangan nangis lagi,ayo aunty ajak beli ice cream,mau gak"tawar anggi sambil memeluk hangat kedua bocah tampan dihadapannya.
kedua bocah itu mengangguk senang.
sementara itu rianti tengah panik mencari putra dan keponakan nya setelah baby sitter mereka memberi tahu bahwa mereka kehilangan kedua putra majikan mereka.
tanpa memberi tahu suami dan kakak iparnya,rianti menelusuri seluruh area taman bersama para maid dan beberapa orang bodyguard.
*************
"aunty makasih nya,ice creamnya enak"ucap polos Niel.
"ia aunty makasih udah beliin kita ice cream"ucap Niko tak kalah berbinar dari sang adik.
"ia sayang,sekarang kita kembali yuk,pasti baby sitter kalian lagi sedih nyari Niko sama Niel"kata anggi lembut.
"ok aunty"jawab keduanya serempak.
anggi tertawa geli melihat tingkah polos kedua bocah tampan dihadapannya.
"jika aku dan Rafen menikah nanti,apa anak kami akan selucu ini"batin Anggi sambil mengingat wajah tampan Rafen serta kelakuan aabsurd calon suami nya itu.
keluar dari kedai ice cream,anggi berjalan santai sambil menggandeng erat kedua bocah tampan yang sedang asik berceloteh ria.
"BUNDA"teriak Niel sambil melepas genggaman tangan anggi.
"rianti"
"anggi"
TBC..........
ok guys segini dulu ya ,oh ia panggilan anggi buat Rafen enaknya apa ya?😞
__ADS_1
El masih ngawang.....so request dong.......