
aduh El rada sedih soalnya jumlah votenya belum nembus😯
so mungkin upx gk bisa setiap hari,tergantung ilham
☕happy reading all☕
seorang gadis tengah terbaring di ranjang dalam posisi kedua kaki dan tangan terikat serta kepala yang ditutup kain hitam dan dalam keadaan tidak sadarkan diri.
sebuah ruangan kecil yang hanya berisi sebuah ranjang dan sebuah kursi didalamnya,anggi masih dalam keadaan pingsan ,efek dari obat bius yang diberikan oleh orang yang menculiknya.
"kita tinggalkan saja gadis cantik ini dulu,pantas saja bos Blood Eagle dan tuan muda Houston itu tergila gila rupanya wanita ini sangat cantik"
"hahaha kau benar,sudah kita keluar saja menunggu bos tiba"
samar samar terdengar suara laki laki saling bercakap,rasa pusing menghantam kepala anggi membuatnya berat untuk membuka mata,belum lagi kedua kaki dan tanganya seperti mati rasa,entah sudah berapa lama ia terikat seperti ini.
hening!!!!!
anggi menajamkan pendengaran nya.
"sial,siapa mereka? kenapa menculikku seperti ini?jika saja aku lepas akan kuhajar para bedebah itu"maki anggi penuh emosi.
---------
"KENAPA BISA SAMPAI KAU MENJADI LENGAH BIMO,APA SAJA KERJAMU"teriak Rafendra dengan urat urat sudah menonjol menahan amarah.
"ma maaf kak,it itu salah kami,Bimo sudah melarang kami keluar sampai kakak kembali,tapi kak valy merasa bosan jadi-"belum sempat Selenia menjelaskan hingga selesai,Rafendra.sudah membentaknya murka.
"DIAM,KAKAK TIDAK INGIN MENDENGAR ALASAN,CEPAT CARI TAU SIAPA BEDEBAH SIALAN YANG MENCARI MATI DENGAN KU"teriak Rafen emosi,Rafendra pria yang biasanya tenang dan dingin dalam menghadapi masalah apapun tiba tiba akan menjadi seperti kehilangan kontrol diri jika menyangkut Anggita,cinta dan hidupnya.
tak mau menjadi bulan bulanan sang bos yang tengah terbakar emosi,Bimo segera mengajak kevin mulai berkutak dengan segala alat alat berteknologi tinggi milikknya mulai melacak ponsel milik anggi.
Marvel hanya memandang kosong melihat Rafendra yang tengah memaki habis para anak buahnya yang bertugas menjaga Anggi gadisnya.
Marvel membuang nafasnya kasar.
"sudahlah Rafen,kau mengamuk juga tidak akan berguna,biarkan Bimo dan Kevin bekerja dengan tenang,calm down"ucap Marvel tegas,walau dalam hatinya sendiri tengah merontak gelisah,panik,takut semua menjadi satu mengingat perkataan Rebecca sang adik.
#flasback on#
saat itu Marvel baru saja membawa Rebecca kembali ke kamarnya untuk beristirahat karna kondisi kehamilannya sudah mulai membuat sang adik menjadi lebih mudah lelah dan mengganggu segala aktifitasnyan karna kehamilannya yang sudah memasuki usia 8 bulan.
"kak,ada yang ingin aku sampai kan"ucap beca menahan sang kakak yang hendak berlalu keluar.
"kenapa beca,kamu istirahatlah,kakak akan kebawah menemui Bimo mengurus masalah Val"ucap Marvel sedikit gusar.
"NANA"ucap Rebecca dengan nada meninggi dan cukup membuat Marvel tersentak kaget.
"ke kenapa kamu menyebut nama itu lagi beca?"tanya Marvel tergugup.
"kak itu bukan salahmu,hanya saja semua orang salah faham,tunggu sebentar kak"pinta Rebecca kemudian mulai membongkar isi lemari nya.
sebuah cd polos digengaman beca,perlahan ia berjalan menuju sang kakak.
"ini semua adalah bukti kalau kakak tidak bersalah,bukalah saat kita bertemu dengan kak Xavier,dia begitu membencimu dan kurasa sudah saatnya memberikan ini padanya"ucap beca menerawang.
"apa ini beca?"tanya Marvel bingung.
"jika dugaan ku benar ,mungkin penculikan Val itu karna kakak,bukan kak Rafen,biarkan Bimo dan Kevin memastikan baru kita bertindak"ucap beca yakin.
"baiklah,meski kakak tidak tau apa isi cd ini,tapi kakak percaya padamu"
sepeninggalan Marvel ,Rebecca teringat memorinya tentang gadis berambut pirang sebahu yang sangat menyukai kakaknya semasa sekolah dulu.
__ADS_1
-----------
seorang gadis dengan penampilan nerd berambut pirang sebahu berjalan mengendap endap menuju lapangan basket sekolahnya.
ditengah lapangan seorang pemuda tampan most wanted disekolahnya sedang asik mendribel bola bermain bersama teman temannya dan tidak perduli akan teriakan pemujaan para murid perempuan di sekolahnya.
"Marvel kami mencintaimu"
"Marvel pangeran ku"
"oh calon pacarku "
dan segala teriakan penuh damba yang para murid wanita teriakan pada Marvel membuat nyali gadis berambut pirang sebahu itu menciut.
saat berbalik
brugh!!!
minuman yang ia bawa tumpah mengenai baju siswi perempuan yang terkenal cantik namun memiliki sifat sombong dan suka menindas.
tiga orang gadis dengan wajah bengis menatapnya tajam.
"hei cupu,kamu buta ya liat baju seragam ku jadi kotor"maki emi,gadis cantik dengan sifat berbanding terbalik dengan wajahnya.
"dia bisu em"balas teman emi.
"udah kita kasih dia pelajaran aja"balas yang lainya.
Nana gadis itu hanya diam pasrah saat emi dan kedua temanya menariknya paksa menuju toilet.
didalam toilet emi memukul,menampar bahkan menyiram tubuh Nana dengan air kotor.
plak!!!
plak!!!
bugh!!
"am ampun emi,lepaskan aku hiks hiks"tangis pilu Nana,namun emi seakan tuli dan terus menghajar tubuh Nana ,bahkan dengan sebuah gagang sapu emi seperti kesetanan memukul Nana hingga pingsan.
"udah emi,entar dia mati,kita pergi aja"teman teman emi menarik tangan nya menjauhi kamar mandi dan menutup bilik nana dengan tulisan rusak agar tidak ada yang memasuki bilik tempat Nana terbaring pingsan.
hingga sore Rebecca datang menjemput Marvel,karna saat itu ia masih kelas 1 maka ia pulang lebih awal,Rebecca berjalan bersama Marvel dan tiba tiba ia ingin bbuang air kecil.
"kak tunggu bentar aku mau ke toilet"ucap beca sambil berlari menuju toilet yang tidak jauh dari tempat ia berjalan tadi .
"to tolong ak aku"tiba tiba saat akan mencuci tanganya di wastafel,suara rintihan minta tolong terdengar dari bilik yang rusak .
awal nya Rebecca ketakutan,namun lama kelamaan suara itu terdengar jelas,beca mendekat.
"siapa didalam"tanya beca was was.
"tolong aku terkunci disini"suara itu makin lemah,dengan sigap beca berlari keluar memanggila Marvel.
"KAK,TOLONG KAK,ADA YANG TERKUNCI DI TOILET"teriak beca mengagetkan Marvel,dengan sigap Marvel berlari dan mendobrak pintu salah satu bilik kamar mandi.
mereka terbelalak melihat seorang gadis terkapar dengan tubuh penuh luka lebam dan darah di sudut bibir dan hidungnya.
" nana"ucap beca pelan.
Marvel dengan sigap mengangkat tubuh Nana dan membawanya kerumah sakit.
tanpa mereka sadari 3 orang gadis dengan wajah merah padam menatap semakin benci pada gadis yang tengah berada dalam gendongan Marvel.
__ADS_1
"awas kamu nana"
batin emi kemudian niat buruk segera tersusun dalam otaknya.
seminggu setelah kejadian entah keberanian dari mana Nana membuat bekal untuk Marvel dan berniat mberikannya saat jam istirahat,tidak lupa dengan menulis sebuah surat cinta untuk marvel,tanpa ia sadari emi mengetahui niatnya dan ingin mempermalukan nana di depan semua murid di sekolah nya.
dengan malu malu,Nana menitip bekal dan surat untuk Marvel ke julio salah satu teman sekelas Marvel,dan emi memanfaatkan itu,julio menyukai emi dan dengan sedikit bujuk rayu dari emi,julio memberikan amanat Nana kepada emi.
emi memberikan obat diare pada bekal Marvel dan surat Nana ia tempel dimading sekolah.
"rasakan kamu cupu,kau akan ku permalukan di seluruh sekolah"kata emi tersenyum menyerigai.
hingga rencana emi berhasil,Marvel keracunan dan dilarikan kerumah sakit,sedang Nana dibuli semua siswi disekolahnya akibat surat cintanya dibaca di mading sekolah,nana begitu depresi,semua orang membulinya nana fikir Marvel balas dendam padanya dengan menempel surat cintanya di mading sekolah,namun tanpa sengaja saat dia menangis di toilet ia mendengar teman teman emi berbicara tentang keberhasilan emi mengerjai Nana.
Nana begitu emosi ia berlari keluar dan menemui Rebecca dan menceritakan segalanya.
"maafkan aku beca,aku mencintai Marvel,tapi aku tau aku tidak pantas untuknya,sampaikan maaf ku padanya karna sudah membuat dia celaka,dan selamat tinggal"setelah menceritakan semua perbuatan emi,nana mohon pamit pada Rebecca setelah memberi sebuah cd dan meminta untuk beca menyimpannya ,nana berpesan jika suatu hari kakaknya membuat masalah berikan cd ini pada Xavier.
Rebecca begitu marah akan ulah emi,dengan emosi beca mencari emi dan menemukan ia sedang bersabda gurau dengan teman temannya dikantin.
tanpa banyak bicara,beca menjambak serta menampar emi didepan semua murid di kantin.
plak!!!
plak!!!
"BERANINYA KAMU MENCELAKAI KAKAKU DAN MELEMPAR KESALAHANMU KE ORANG LAIN,DASAR CEWEK SIALAN,KU PASTIKAN KAU AKAN KULEMPAR DARI SEKOLAH INI,DAN KALIAN TUNGGU GILIRAN KALIAN"setelah puas melampiaskan kemarahannya beca pergi begitu saja meninggalkan emi dan teman temannya yang terkulai lemas dalam penyesalan.
sementara itu nana tidak keluar kamar selama seminggu dan Xavier sang kakak semakin cemas dan gelisah hingga hari buruk itu tiba.
suatu pagi karna sudah tidak tahan lagi ,Xavier membuka paksa kamar Nana,dan betapa terkejutnya ia mendapat Nana sudah tidak bernyawa dengan luka sayatan dalam pada urat nadinya.
disamping tubuh nana di lantai,dengan darahnya,Nana menulis pesan untuk Marvel kak Marvel aku sangat mencintaimu jika kau membenciku maka aku tidak masalah jika harus meninggalkan dunia ini dan menunggumu di kehidupan yang lain selamat tinggal semua dan kak Xavier aku menyayangimu .
itulah kata kata terakhir yang ditulis Nana dengan darahnya sendiri,dan Xavier menjadi begitu murka dan menganggap Marvel lah penyebab kematian nana.
#flasback off#
Rebecca menerawang tanpa terasa air matanya mulai jatuh.
"Nana,apa sudah saatnya cd ini kuberikan pada kak Xavier,jika benar ia yang menculik Val,aku takut kemarahan kak Marvel dan kak Rafen akan menghancurkan ya"ucap beca pilu.
"Tuhan takdir apa ini"
------------
Anggi masih diam mematung ,hingga tiba tiba terdengar suara orang berbicara dari luar meski samar.
"ap benar gadis itu yang dimaksud Dery?"
"benar bos,fotonya memang benar,kami tidak mungkin salah"
"ya sudah kalian semua keluar"
dan percakapan pun kembali hening,hanya terdengar langkah kaki berjalan mendekati ranjang Anggi.
semakin dekat dan Anggi yakin orang itu tengah berdiri dihadapannya.
Anggi semakin gelisah,namun ia berusaha tetap tenang,anggi merasa sebuah tangan terulur membuka ikatan penutup wajahnya dan.............
TBC......
SORRY BESOK LAGI HEHEHE
__ADS_1