
hai all jangan lupa tinggalkan jejak vote,like dan komentar ya guys.......😉
🍀🍀🍀Cindrella step sister🍀🍀🍀
seorang wanita tengah duduk meringkuk di sudut ruang kamar bernuansa eropa klasik,bulir bulir kristal berjatuhan dengan derasnya membasahi wajah cantik yang sudah semakin sembab.
tak ada suara hanya isakan kecil namun terdengar amat memilukan dan menyayat hati.
"kenapa,kenapa hiks.....kenapa mama gak bisa menyayangi anggi ma,kenapa mama selalu memandang buruk pada putrimu sendiri hiks.....apa salah aku dan ayah pada mama hiks...kau wanita,istri dan ibu yang sangat buruk hiks....aku membencimu tapi hatiku juga merindukan kasih mu mama hiks..."isak anggi sambil memukul mukul dadanya yang terasa sakit jantungnya seperti diiris pisau tajam,inilah arti sakit namun tak berdarah.
#flasback on#
2 orang wanita berbeda generasi tengah saling menatap penuh arti.wanita cantik berbalut short dress hitam menatap wanita paruh baya yang berdiri tak jauh darinya dengan mata yang mulai memanas dan tanpa sadar kristal bening itu sudah mulai terjatuh dengan sendirinya.
meski ada benci didalam tatapan mata sayu itu,namun jika dilihat lebih dalam maka ada kerinduan dan kekecewaan yang amat dalam disana,dan wanita paruh baya itu justru menatap dengan sorot mata acuh dan dingin.
sakit,itulah yang dirasakan oleh Anggi menatap wanita yang telah melahirkannya itu,entah apa yang sudah terjadi tanpa disadari hubungan ibu dan anak itu semakin jauh dan tak terjangkau lagi.
dewi memandang tak suka pada sosok saudari tirinya itu dan senang melihat wajah dingin Winda memandang Anggi.
"aku akan buat mama benar benar membuangmu anggi,lihat saja dasar sampah"batin dewi memandang hina pada anggi.
"ma,kalau mama rindu pada anggi temui saja,sungguh dewi tak apa apa kok ma"ucap dewi lembut penuh kelicikan didalam wajah polosnya.
Winda memandang putri tirinya itu haru,didalam hatinya sungguh bersyukur memiliki dewi putri dari suaminya Hari.gadis itu sungguh baik dan mulia dimata Winda berbeda dengan putri kandungnya sendiri.meski dalam hatinya menjerit ingin sekali memeluk tubuh Anggi putri kesayanganya dulu.
"tidak sayang,mama gak mau Anggi nanti menyakiti kamu lagi,sudahlah kita pulang saja.kamu istirahat dan mama mau ke restoran menyusul papamu"ucap Winda lembut.
sakit,hancur dan benci yang kian mendalam itulah yang dirasakan anggi melihat betapa besar kasih sayang winda ibu kandungnya pada dewi.
tubuh Anggi bergetar,kedua telapak tangan ya terkepal erat hingga kuku kuku itu menancap menembus kulit halus anggi,wanita itu tak perduli rasa perih yang menerpa kedua tangan ya.hatinya terlalu sakit akan sikap Winda.ibunya itu bukannya merasa bersalah atas semua sikapnya,ia justru semakin tenggelam dalam kesalahan dan dosa yang entah dia sadari atau tidak telah membuat jurang dalam dalam kehidupan putri kandungnya.satu kata semakin besar kesalahanmu semakin tipis kata maaf yang bisa kau dapat.
Rafendra diam membeku melihat tetesan darah pada kedua tangan sang istri.tanpa Anggi sadari Rafendra,pria itu mengambil pelan tangan sang istri dan mengecup sayang kedua tangan anggi yang sudah terluka dengan cukup dalam akibat kuku wanita cantik itu sendiri.
"hiks...."isakan itu akhirnya lolos keluar dari bibir mungil Anggi setelah melihat kepergian Winda dan Dewi.
"sudah sayang kumohon jangan menangis,kita pulang sekarang.it's okey everything will be alright jangan begini kau membuat hatiku sakit,dimana istriku yang kuat dan bar bar itu hem"ucap Rafendra berusaha menggoda sang istri agar kembali tersenyum meski didalam hatinya sendiri sedang meraung murka melihat air mata dari istri cantiknya itu,hal yang paling dibenci oleh Rafendra melihat sang istri menangis.
Rafendra memeluk sayang tubuh rapuh Anggi yang masih terisak pelan terlihat sekali wanita rapuh itu tengah menahan suara tangisnya,anggi wanita itu tak ingin terlihat lebih hancur lagi didepan suaminya.
Dewi tertawa puas dalam hati melihat tangis Anggi,tanpa winda sadari dewi menyeringai keji dibalik punggung winda.
"rasakan kau ******,mulai hari ini hanya akulah putri satu satunya mama,dan kau ucapkan selamat tinggal pada ibumu hahah"batin dewi tertawa puas
kini anggi telah tertidur sembari bersandar pada bahu kekar Rafendra,jejak jejak air mata di wajah cantik sang istri membuat amarah Rafendra sudah mencapai titik batasnya.
"lihat dan tunggu lah hadiah kalian,ibu mertua "seringai keji Rafendra sembari tangan ya mengelus sayang rambut panjang sang istri.
tiba dimansion Rafendra langsung menggendong tubuh sang istri ala bridal dan membaringkan tubuh anggi sepelan mungkin agar tak mengganggu tidurnya.
"sayang jika kau tak tega,biarlah suamimu ini yang bertindak"ucap Rafendra mengelus pipi mulus anggi dan menghapus sisa sisa air mata itu.
Cup.....
"aku mencintaimu my Queen dan tidurlah sweet dream sayang"
🍀🍀🍀Cindrella step sister🍀🍀🍀
__ADS_1
Rafendra keluar dari kamar mereka dengan wajah gelap tak bersahabat,aura dingin dengan tatapan tajam dan rahang yang mengeras penuh amarah membuat Bagas dan Maya yang hendak menyapa menantu mereka itu urung.
kedua orang tua angkat anggi itu bergidik ngeri merasakan atmosfer penuh tekanan yang memancar dari tubuh Rafendra.pria itu kini sedang terbakar amarah dan siap menghabisi siapapun juga.
"LINGGA"suara Rafendra menggelegar memenuhi mansion.
"uhuk.....sialan kenapa lagi dengan bos dan siapa lagi orang bodoh yang sudah membuatnya mengamuk"ucap lingga tersedak minumannya mendengar suara mengerikan penuh amarah dari bos tirani nya itu.
dengan tergesa gesa dan peluh keringat dingin lingga menemui sang bos yang sudah nampak seperti predator memindai mangsanya.
"sa...saya bos "ucap lingga tergugup.
"kau ikut aku keruang kerja sekarang"ucap Rafendra memandang tajam pada lingga,suara nya terdengar dalam dan penuh emosi.dan percayalah saat ini lingga sudah merinding dengan kaki seperti jelly tak kuat menahan aura bengis dari sang bos.
lingga hanya menggaguk dan mengikuti Rafendra dalam diam tak mau mengusik iblis yang sedang dalam hati tak baik itu.
***********
disinilah sekarang Rafendra duduk di kursi kebesarannya sambil mengetuk jarinya pada meja coklat kayu itu .
"kau lingga,minta pada Bimo berikan semua informasi tentang kehidupan Winda Hesti ibu kandung istriku dan berikan laporannya padaku malam ini juga"perintah Rafendra dengan wajah datar tanpa ekspresi.meski kilatan amarah masih terlihat jelas dimanik mata kelamnya.
"baik bos"ucap lingga cepat.
setelah itu lingga langsung pergi terburu buru takut akan amarah sang bos yang masih meluap luap .
"tunggulah pembalasan ku "ucap Rafendra dengan kilatan penuh amarah mengingat air mata sang istri.
**********
sementara itu Winda tengah melamun mengingat raut wajah Anggi saat menatapnya tadi.
"kenapa kamu tak bisa seperti dewi,mama hanya ingin kamu sedikit memperbaiki sikapmu pada dewi kalian juga putri mama.apa dihatimu hanya ada dendam dan tak ada kasih disana"ucap winda sendu.
dewi mendengus kesal melihat mamanya itu masih saja mengingat Anggi dan dewi tidak suka itu.dengan menahan kekesalan dan wajah polos tanpa dosa,dewi beranjak menemui Winda.
"ma,mama kenapa? apa masih terpikirkan anggi,pergilah ma temui anggi jika mama merindukannya.sungguh dewi sedih melihat mama seperti ini "ucap dewi dengan wajah pura pura sedih dan terluka.
Winda mengulas senyum dan memeluk Dewi erat ,bersyukur disisinya masih ada dewi dan suaminya Hari yang begitu baik dan memberinya banyak kasih sayang dan cinta meski dewi bukan putri kandungnya namun sikap dan perhatian dewi membuat hati winda cukup puas .meski kini Tommy sudah mulai menjauh dan enggan berbicara lagi pada mereka seperti dulu dan winda hanya bisa mengelus dada sabar akan sikap anggi dan Tommy padanya.
"tak apa sayang,mama belum mau menemui anggi dulu .hati mama masih enggan menginggat bagaimana terakhir dia menyakiti dan mempermalukanmu dulu mama masih tak enak hati dengan kamu dan papamu sayang,mohon mengertilah"ucap winda lembut membelai sayang pucuk rambut dewi.
Dewi tertawa senang dalam hati ,akhirnya ia bisa membuat Winda benar benar menaruh pandangan buruk pada Anggi yang merupakan putri kandungnya sendiri.
"makasih ma,Dewi sungguh sayang mama.jangan pernah tinggalkan dewi ma selamanya"ucap dewi memeluk erat tubuh mama tirinya itu.
"ia sayang,kamulah putri kesayangan mama"balas Winda tersenyum mengecup kening dewi lembut.
***********
"bos ini laporan kiriman dari Bimo"ucap lingga menemui Rafendra yang tengah berbincang bersama Gabriel wakil Rafendra yang mengurus cabang WJC di indonesia.
"baiklah Gabriel aku pergi"ucap Rafendra singkat.
"ya baiklah bos,senang anda berkunjung kemari"ucap Gabriel tulus.
"hm"gumam Rafendra dan berlalu pergi.
"sampai jumpa Gabriel"ucap lingga .
__ADS_1
"ya sampai jumpa kawan"balas Gabriel geli melihat senyum tersiksa lingga mengikuti langkah tegas sang bos.
*********
Rafendra tak langsung masuk ke ruang kerja mansionnya.kini ia tengah duduk santai bersama ayah mertuanya Bagas Setiawan.
"jadi sudah umur berapa kandungan putriku Rafendra,kalian jarang sekali memberi kabar"ucap Bagas sedikit kesal.
" maaf ayah,sungguh pekerjaan dan masalah yang menumpuk membuatku lupa"ucap Rafendra biasa saja tidak perduli sekarang betapa jengkelnya Bagas menghadapi sikap dingin dan acuh menantunya itu.
"hm,jadi sudah masuk berapa bulan?"tanya Bagas lagi mulai tak sabar melihat gelagat Rafendra yang seakan tak ada niat memberitahu pria tua ini.
"nanti ayah,biar Anggi saja yang bicara"ucap Rafendra mulai sibuk membaca berkas laporan melalui tabletnya.
Bagas menyerah dan menghela nafas frustasi mendapat menantu datar,dingin dan arogan seperti Rafendra Wiguna ini,sungguh ingin sekali Bagas menghajar anak kurang ajar ini,namun sayangnya putrinya Anggi mencintai pria ini,jadi Bagas harus berbesar hati memaklumi watak arogan tuan muda CEO dari WJC GRUP.
sementara itu.....
"nah,sayang kenapa berdiri disini bukannya membawa kopi ini untuk ayah dan suamimu"ucap Maya melihat anggi masih berdiri didepan pintu dapur melihat ayah angkat dan suaminya tengah duduk santai diruang tamu,entah apa yang mereka bahas nampak wajah sang ayah begitu kesal dan Rafendra suaminya itu justru tenang tenang saja.
"hehehe tidak bun,lihatlah pasti sekarang ayah sedang sangat kesal menghadapi sikap Rafendra yang menyebalkan itu"kekeh Anggi melihat sang ayah begitu terlihat jengkel dan suaminya itu malah sibuk sendiri.
"hahah biarkan saja ayo cepat kita temui kedua pria kesayangan kita"ucap Maya tertawa geli melihat ekspresi jengkel suaminya.
Anggi dan Maya berjalan santai dengan anggi membawa nampan berisi 2 cangkir coffe dan 2 gelas orange jus.sedangkan Maya membawa sepiring cookies coklat buatannya sendiri.
"ayah kenapa wajah ayah bertekuk gitu,siapa yang membuat ayah kesal katakan pada Anggi biar aku beri belajaran dia"ucap anggi bergelanyut manja di lengan sang ayah.
Bagas tersenyum senang dan mengelus rambut panjang putrinya itu,Maya terkekeh geli melihat kini justru Rafendra lah yang menampakkan raut kesal.
"kau tau nak,suamimu itu mengacuhkan ayahmu ini"ucap Bagas sambil tersenyum mengejek pada menantunya itu.Rafendra mendelik tak terima.
"benar kau seperti itu pada ayahku Rafen,tega sekali sih kau ini"ucap anggi pura pura marah.Rafendra gelagapan sendiri,hell ia tak mau Anggi marah padanya bisa bisa istrinya itu mengusirnya tidur diluar lagi seperti dulu.
"tidak sayang sungguh,aku sedang sibuk tadi membaca laporan Bimo,ayah sungguh maafkan aku"Rafendra menjatuhkan harga dirinya menghadapi sifat licik mertuanya itu memanasi istrinya.
"benar,tidak bohong?"tanya anggi menatap curiga pada Rafendra.
"oh ia katanya kalian mau menyampaikan sesuatu pada kami"ucap Maya mengambil suara melihat Rafendra mulai pasrah menghadapi sikap curiga anggi,dan Bagas bukanya berhenti malah semakin memojokkan menantunya itu.sungguh Maya ingin tertawa puas melihat kebahagiaan keluarga kecil nya itu.
"ayah,bunda kau tau bayi kami twins"ucap Anggi berbinar senang sambil mengelus pelan perutnya yang membuncit,Bagas dan Maya tersenyum penuh syukur. hingga pria baruh baya itu tertawa bahagia..
"wah sungguh ,syukurlah bunda dan ayah ikut senang dan berdoa semoga kebahagian ini semakin bertambah"ucap Maya penuh binar bahagia.
"akhirnya ayah dapat cucu juga darimu putri ayah setelah Rianti,oh Aksan kau akan mendapat cucu seperti diriku,double lagi"ucap Bagas menerawang jauh mengingat alm sahabatnya itu.
anggi tersenyum hingga tanpa sadar air matanya jatuh mengingat sang Ayah yang telah pergi dengan tenang.
"sayang semua akan baik pada akhirnya dan kesabaran akan membuahkan hasil percaya pada bunda"maya menghapus air mata anggi dengan sayang .
"hentikan air mata dan mulai sekarang sambut dunia dengan senyuman indah mu my Queen ,my lovely wife"ucap Rafendra menarik tubuh sang istri pelan kedalam pelukan hangatnya.
"terima kasih semua,hiks....aku sayang kalian"ucap anggi membalas pelukan erat suaminya,Bagas dan Maya meneteskan air mata penuh haru dan syukur.
"Tuhan berkahilah keluargaku"
TBC......
__ADS_1
salam sayang dari lingga😉manga version