Cinderella Step Sister

Cinderella Step Sister
Pukulan telak


__ADS_3

hai all jangan lupa tinggalkan jejak vote,like dan komentar ya guys.......


ok cekidot...........



 


🌿🌿🌿Cindrella step sister🌿🌿🌿



seorang pria tampan tengah memandang pantulan dirinya dari gelas berisi wine merah pekat,diotaknya berputar segala rencana pembalasan yang entah bagaimana hanya dirinya dan tuhan saja yang tahu.


"sebentar lagi just see and wait"gumamnya pelan sambil melirik lembut tubuh seorang wanita cantik yang baru saja melahirkan buah cinta mereka.


*************


sebuah aula nan megah di desain seindah mungkin guna menyambut pesta pernikahan putra bungsu keluarga Jhonatan.Dean Franklin Jhonatan hari ini akan menikahi putri bungsu keluarga Adijaya,Dewi Lara Adijaya.


keluarga besar Jhonatan yang notabene adalah keluarga dengan menganut agama kristiani, maka pernikahan mereka pun dilaksanakan disebuah gereja katedral yang sudah disulap menjadi aula pernikahan bak negri dongeng.


dewi tengah tersenyum puas menatap hasil kerjanya bersama sang mama.winda mengatur seapik mungkin pernikahan dewi.meski kabarnya kakek serta putra sulung besan mereka tak setuju.


Barata,entah sejak kapan pria angkuh itu tak nampak sama sekali batang hidungnya meski yang menikah adalah adiknya sekalipun.Barata pria yang jika sudah bicara tidak maka jangan pernah berharap pria itu akan bicara iya.


"ma akhirnya dewi bisa menikahi dean ma,meski cara kita tidak benar tapi dewi gak perduli"ucap dewi senang .


"ya sayang,mama akan lakukan apapun demi melindungi keluarga kita"ucap Winda sembari menyapukan blush on pada wajah dewi.


"ia ma .sungguh dewi sangat mencintai mama"gumam dewi,rasanya ia ingin menangis bisa memiliki kasih sayang seorang ibu untuk dirinya sendiri.masa bodoh dengan orang lain selama ia bahagia.


*************


sementara itu seorang pria tampan berwajah datar dengan aura dingin mencekam baru ssaja turun dari pesawat pribadinya diikuti para kaki tangan serta bodyguard berwajah kaku.


Rafendra disambut oleh Barata di bandara dengan senyum smirk penuh kepuasan.dibelakang Rafendra ada Jeremi dan juga lingga berjalan dengan tenang keluar dari Bandara internasional diiringin jajaran para bodyguard berwajah kaku dan sangar.



suara pekikan penuh kagum terdengar saat pria tampan dengan balutan jas Armani mahal berhias sebuah switer rajut abu abu berjalan angkuh dengan sorot mata dingin tanpa senyuman diwajah adonisnya.


"selamat datang Mr Wiguna,saya sudah lama menunggu anda tiba"ucap Bara formal.


"tidak perlu seformal itu Tn Barata.sudah waktunya mari akhiri permainan ini"smirk Rafendra membuat senyum Bara bertambah lebar.


"tentu mari kita langsung saja.upacara pernikahan adikku sudah berjalan dan aku terlalu malas melihatnya"ucap Barata santai.


"hm ayo"ucap Rafendra dingin.iringan mereka berjalan memasuki mobil mobil mewah yang telah disiapkan sebelumnya oleh Barata.


"wah aku tak sabar menonton drama kolosal penyesalan ibu tiri hehehe"girang lingga sembari memasuki mobil limosi dimana sang bos sudah duduk tenang.


"let's see the end"gumam Rafendra menyeringai.


*************


aula sudah penuh dengan tamu tamu undangan.senyum bahagia tidak pernah lepas dari wajah dewi dan winda.sementara itu dean nampak gelisah karna bisik bisik para kolega mereka yang tak nampak akan sosok CEO Barata yang notabene adalah kepala keluarga besar Jhonatan.


"pah,mah apa kak Bara benar benar tidak akan memberi restu padaku"bisik Dean pada kedua orangtuanya,sementara sangat kakek Galih hanya terlihat acuh tak perduli.

__ADS_1


"tenanglah Dean mungkin kakakmu masih ada sedikit urusan.sudah biar saja dan biar semua berjalan"bijak Louis sang ayah.


"Dean Frangklin Jhonatan apa kau menerima Dewi Adijaya sebagai istrimu dalam sakit dan sehat.susah dan senang sampai maut memisahkan kalian"ucap sang pastor tenang.


"ya saya Dean Franklin Jhonatan menerima Dewi Adijaya sebagai istri saya dalam sakit dan sehat.susah dan senang sampai maut memisahkan kami"ucap Dean tegas.


"Dewi Adijaya apa kau menerima Dean Franklin Jhonatan sebagai suamimu dalam sakit dan sehat ,susah dan senang sampai maut memisahkan kalian"sang pastor melihat kearah dewi dengan raut tenang.


"ya saya bersedia"ucap dewi berbinar.


"baiklah jika disini ada yang merasa keberatan silahkan bicara atau diam selamanya"ucap sang pastor lantang.


hening............


"baiklah maka saat ini kunyatakan kalian sebagai-"


Brakkkkkk............


ucapan sang pastur terpotong akibat masuknya iringan pria pria bwrjas hitam sedang membuka jalan dengan ekspresi kaku.


"ADA APA INI SIAPA KALIAN MENGACAU PERNIKAHAN PUTRA PUTRI KAMI"teriak Louis berang.


tak lama Rafendra berjalan angkuh didampingi Barata dengan Jeremi dan lingga berjalan tenang dibelakang kedua pria angkuh itu.


"kau bilang siapapun yang keberatan silahkan bicara atau diam selamanya.benarkah pastur yang terhormat.maka dari itu kami datang ingin memberi sedikit hadiah sebagai bentuk keberatan kami"Barata berucap penuh penekanan.pria itu


nampak tersenyum angkuh melirik sinis pada keluarganya yang terlihat sangat bodoh di mata nya.


"BARA APA APAAN KAMU,JANGAN MENGACAU JIKA KAU TIDAK SETUJU MAKA DIAM SAJA"emosi Hari melihat kakak ipar putrinya itu.


"Bara mengapa kau lakukan itu,ini pernikahan adikmu bara"ucap Lori sang ibu sendu.


Rafendra duduk angkuh menunggu gilirannya tiba dan membiarkan Bara mengambil waktunya menyadarkan keluarganya dulu.


"pernikahan,hahahah.........sejak kapan aku setuju wanita itu masuk kedalam lingkaran kekuasaanku.masuk ke keluarga Jhonatan jangan mimpi"sinis Bara.wajah tampan itu tertawa mengejek pongkah.


"PRIA SOMBONG,PUTRIKU DAN DEAN SALING MENCINTAI MENGAPA KAU BEGITU KEKEH MENGHALANGI MEREKA"emosi Winda.


"kak Bara apa salah dewi kak,kenapa aku dan Dean tidak kau izinkan bahagia"ucap dewi berpura pura menjadi gadis lemah yang teraniaya.


semua tamu mulai bisik bisik mempertanyakan kelakuan Barata yang terkenal tenang dan bertangan dingin dalam berbisnis menjadi kasar dan sinis terhadap calon adik iparnya.


"tidak usah banyak drama kau ja*ang,aku sudah mengetahui semua sepak terjanganmu selama ini dibelakang adikku"sinis Bara menatap tajam pada dewi.dewi seketika diam 1000 bhasa.kakak iparnya ini sangat menakutkan ditambah lagi dibelakang pria itu duduk tenang seorang pria berhati iblis dengan 2 senjatanya menatap dewi lapar.lingga dan Jeremi terlihat santai namun sorot matanya amat lapar ingin melenyapkan kekuarga penuh drama itu.


"CUKUP KAK,APA MAKSUDMU MENYEBUT CALON ISTRIKU JAL*NG.JAGA MULUTMU ITU"Dean berteriak berang memaki sang kakak.Bara diam dengan senyum mengejek diwajahnya.


"kau memang buta"acuh Bara kemudian pria itu mengangguk menatap Rafendra yang mulai memejamkan kedua matanya jengah.


"baik.pah,mah,kakek dan kau Dean jika kalian setuju tetap melanjutkan pernikahan ini maka diamlah disana dan tunggu kotoran yang akan kulemparkan ke wajah kalian, setelah itu jangan pernah datang dan memohon padaku.dan jika kalian sependapat denganku kemari dan berdiri dibelakang ku"tegas Bara dengan sorot mata tajam tak ada bantahan.


Galih Jhonatan selaku tertua dalam keluarga bangkit dan berjalan menuju sang cucu kebanggaan ya Barata .semua tamu nampak tercengang dan Bara mengulas sebuah senyum tipis.


"kau selamat kakek"ucap Bara puas.


"AYAH"teriak Louis dan Lori tak berdaya.


"KAKEK TEGANYA KAU"emosi Dean berang,apa apaan kakek dan kakak nya itu menekan dirinya.


"MAKSUDMU APA BARA KENAPA KAU LAKUKAN INI"geram Hari menatap penuh benci pada Bara.

__ADS_1


kini Bara menuntun sang kakek duduk tenang tanpa memperdulikan lagi keadaan disekitar mereka.


"JAWAB BARA KAU TELAH MEMBUAT KEKACAUAN"maki Winda emosi.dewi menangis sesunggukan dalam pelukan dean,dewi geram melihat perbuatan Bara dan apapun caranya ia harus membuat pernikahannya tetap berjalan.


"sudah dewi,maafkan Bara tante minta maaf atas namanya dan apapun yang terjadi kalian akan tetap menikah"bujuk Lori iba melihat tangisan dewi.


kini hanya keheningan yang terasa,para tamu terdiam menunggu apa yang akan terjadi selanjutnya.keluarga Jhonatan melihat Bara dengan wajah penuh kekecewaan atas perbuatan ya sedang keluarga Adijaya menatap benci dan tak terima atas sikap Bara dan Galih.


"aku tidak perduli dan pastur mari lanjutkan pernikahan ini"putus Dean geram.


"berhenti"satu kata penuh penekanan dan intonasi dingin mencekam dari seorang Rafendra mampu membuat semua orang terdiam ketakutan,bahkan sang pastur memilih mundur perlahan tak sanggup melihat sorot mata penuh kedinginan dan aura bak iblis berdarah dingin.sang lucifer didunia nyata berwujud pria tirani Rafendra Wiguna.


"apa kabar ibu mertua?"ucap Rafendra tenang,suaranya begitu berat dan dingin menatap datar pada Winda.wanita paruh baya itu bahkan bergidik ngeri melihat ketenangan pria yang dulu pernah membuatnya lumpuh dan dewi koma.


"aku datang hanya ingin memberi tahumu.putri mu Anggita Valeria Hermawan telah melahirkan dua pangeran kembar yang tampan.dan putrimu menitipkan salam untukmu****"tekan Rafendra setenang mungkin menunggu reaksi wanita paruh baya itu.


"apa ini,nyonya adijaya memiliki putri lain selain dewi?"


"tidak disangka mereka menyimpan hal seperti ini"


"apa kah gadis itu putri terbuang yang disembunyikan nyonya adijaya"


"katanya keluarga harmonis,cih sungguh drama"


"bla bla bla"


bisikan para tamu membuat emosi Winda tersulut.


"DIAM KAU,AKU TAK MEMILIKI PUTRI SELAIN DEWI.DAN APA PERDULIKU DIA SUDAH MELAHIRKAN ATAU TIDAK"maki Winda.


Rafendra mengepalkan tangannya menahan emosi.rahang pria itu mengeras dengan gigi gigi bergemeratuk keras,emosinya sudah bergejolak mendengar ucapan Winda,sorot matanya semakin tajam dan memerah penuh amarah.


"baik itu adalah kesalahan terbesar dalam hidupmu maka lihatlah hadiahku untuk kau dan juga putri Ja*angmu itu.nyonya Winda aku datang memberimu kesempatan demi istri dan juga anak anakku tapi kau memang tidak tau diri jangan salahkan aku nanti.walau kau merangkak menyembahku tidak akan kuizinkan sejengkal pun kau melihat putri dan juga cucumu"geram Rafendra murka,wajah tampan nan tenang itu memerah penuh amarah yang ia tekan sebisa mungkin.


"aku tak perduli,wanita jahat itu bukan lagi putriku"ucap Winda acuh.


"ma,jangan bicara begitu.anggi tetaplah putri mama.jangan membencinya karna dewi mah"ucap dewi dengan drama queen nya.


"tidak sayang.dia bukan lagi putri mama dulu dan selamanya"sanggah winda memeluk sayang putri tirinya itu.


Bara mendengus melihat drama calon istri adiknya itu.Jeremi memutar mata bosan dan lingga merasa ingin muntah seketika.


"DRAMA....DRAMA BERASA BOSAN PENGEN MUNTAH"heboh lingga memicu keriuhan para tamu.


"ok you wanna play game with me,now just wait and see the end"ucap Rafendra dalam.


"lingga let's star the game"lingga paham ucapan sang bos dan langsung menyiapkan sebuah proyektor dengan sebuah kain putih besar sebagai layar yang telah Jeremi siapkan sebelumnya.


semua orang mengeryit bingung namun tak ayal diam menunggu.


tak lama muncullah gambar interaksi dua orang wanita yang nampak berbincang panas.dewi melotot syok seketika.


Winda mematung tak mampu berkata kata,dadanya sesak dengan ribuan jarum seakan menusuk jantungnya.


"lihat dan saksikanlah betapa busuk nya putri tirimu ini"seringai puas terpampang di wajah Rafendra melihat wajah pias dewi dan ekspresi syok Winda,Hari dan semua orang yang hadir.



TBC.........

__ADS_1


hehe tunggu nextx......El cabut dulu😂😂😂


__ADS_2