Cinderella Step Sister

Cinderella Step Sister
Gadis yang tangguh


__ADS_3


Seorang pria tampan sedang berlari panik masuk kedalam sebuah rumah sakit sambil menggendong seorang gadis cantik ala bridal,yah pria tampan itu adalh Rafendra Wiguna dan gadis cantik yang berada dalam gendongan nya adalah Anggita.


"HEI SUSTER CEPAT KEMARI "teriak Rafen panik sambil menatap wajah pucat anggi.


tak berapa lama beberapa perawat datang membawa sebuah brangkar dan membawa tubuh lemah anggi ke ruang IGD.


selama brangkar bergerak membawa anggi,Rafendra tak hentinya memandangi wajah pucat anggi,meski terlihat pucat tapi rona pink alami bibir anggi tetap alami tidak berubah.


"damn,you are so beautiful"tanpa sengaja Rafendra bermonolog sendiri dan senyum smirk terpampang jelas diwajahnya membuat semua orang yang berpapasan dengannya akan berhenti dan menatapnya penuh kagum,teritama kaum hawa,bahkan tidak jarang kaum adampun akan merasa iri.


setelah beberapa lama menunggu,pintu ruangan terbuka terlihat seseorang pria paruh baya bersetelan jas putih dengan sebuah stetoskop dilehernya keluar mendekati Rafendra.


"bagaimana keadaanya dokter?"Rafen mendekati dokter itu dengan cemas dan langsung menanyakan kondisi anggi.


dokter itu memberikan seulas senyum kemudian menjawab pertanyaan Rafen.


"keadaanya baik baik saja,hanya saja dia membutuhkan sedikit istirahat dan nutrisi,sepertinya gadis itu sangat jarang memperhatikan asupan nutrisi tubuhnya,oleh karna itu badannya lemas dan lesu ,ah satu lagi sepertinya ia sedikit banyak pikiran juga"terang sang dokter menjelaskan panjang lebar kepada Rafen.


"apa anda suaminya?"tiba tiba dokter itu melontarkan pertanyaan pada Rafen.


Rafendra diam sejenak


"oh,ia dok kami akan segera menikah"jawab Rafendra tegas,ia bahkan tidak tau mengapa tiba tiba ia bisa mengaku sbagai calon suami gadis yang bahkan baru ia kenal.namun ada rasa bhgia yang ia rasakan saat dokter itu bertanya apakah ia suami dari Anggi.sebuah rasa yang bahkan belum pernah ia rasakan selama hampir 25 tahun hidupnya.sungguh gila pikirnya.


"baiklah ,tidak perlu cemas kalau begitu,anda sudah boleh melihat keadaanya,tapi saya peringatkan pastikan keberadaan anda tidak mengganggu pasien sekarang saya permisi"kemudian dokter itu berlalu meninggalkan Rafen.


setelah kepergian sang dokter,Rafendra bergegas menuju ruangan anggi, perlahan masuk kekamar inap Anggi,gadis itu terlihat damai dengan wajah polos yang sangat cantik.


disana Anggi tertidur pulas dengan tusukan infus ditangannya.


sambil menunggu Anggi sadar,Rafen tak henti hentinya memandangi wajah gadis itu,alis hitam tebal yang melengkung sempurna,bulu mati panjang nan lentik hidung mungil yang mancung serta bibir pink alami yang kissable.Rafendra seperti terhipnotis melihat wujud gadis dihadapannya,walau ada begitu banyak wanita cantik mengelilingi nya ,namun tak ada satupun yang bisa membuat Pria dingin itu melirik,Anggi hanya gadis itu yang mampu membuat seorang CEO dingin dan arogant itu tersenyum dan menampilkan rasa cemas,suatu hal yang dalam mimpi sekalipun tidak akan ia lakukan terutama untuk seorang wanita.dan seorang gadis bernama Anggita sudah menjungkir balikan kepribadiannya.


baru beberapa jam saja mereka bertemu Rafen sudah bisa tersenyum,merasa cemas bahkan berbicara terlalu banyak dan terkesan Rafendra merasa bukan dirinya.


tiba tiba saat sedang sibuk dengan pikirannya ,suara panggilan masuk telpon nya mengganggu Rafendra.


"ck,siapa sih berani beraninya menggangu ku"gumam Rafen.


ia melihat nama selenia di layar telpon genggam miliknya.


(suara nada dering milik Rafendra mengalun pelan)


"heem ada apa"tanya Rafen malas.


"KAKAK DIMANA SIH,KOK AKU DITINGGAL GITU AJA"selenia berteriak kesal akan tingkah sang kakak.


"oh,balik aja telfon bimo suruh jemput"jawab Rafen tanpa dosa sambil menjauhkan telponn dari telinganya karna suara teriakan adiknya membuat telinganya sedikit berdengung


"ENAK BANGET KAKAK NGOMONG,UDAH MAIN TINGGAL ,POKOK NYA JANGAN AJAK AKU LAGI,MENYEBALKAN KAKAK EMANG BATU"selenia kembali berteriak lewat sambungan telponnya lalu dengan kesal menutup telponnya sepihak.

__ADS_1


"ck kekanakan"gumam Rafen sambil memijat pangkal hidungnya pelan.


Rafendra hanya menatap datar layar ponselnya kemudian fokusnya kembali kearah Anggi yang sedang tertidur damai.


Anggi yang terbaring lemah perlahan mencoba membuka matanya.ia mengedarkan pandangannya mencoba mengetahui keberadaanya.anggi menyadari ia berada disebuah ruangan dengan nuansa putih ,bau obat obatan menyeruak memasuki indra penciumannya,anggi memegangi kepalanya yang terasa sakit.


tak jauh dari tempat tidur Anggi,disebuah sofa di ujung ruangan itu seorang pria dengan senyum sumringah menatapnya lembut.


"kau sudah bangun nona"terdengar sebuah suara berat terkesan lembut membuat anggi menajamkan penglihatan ya .


seorang pria tampan berkemeja hitam yang digulung sesiku mulai bangkit berdiri dan berjalan kearah Anggi.dengan senyum tak henti menghiasi wajah tampan nya yang mampu membuat wanita manapun meleleh akan pesonanya.


"dimana aku"tanya anggi masih dengan memegangi kepalanya yang terasa pening.


"kau berada dirumah sakit sekarang,aku mwnemukanmu pingsan didekat taman tempat kita mengobrol tadi.jadi aku membawamu kesini.dokter bilang kau kurang istirahat dan banyak pikiran itulah mengapa kau bisa sampai pingsan tadi"ucap Rafen menjelaskan panjang lebar sambil menatap wajah anggi hangat.


"te..terima kasih"balas Anggi sambil membalas kembali senyum Rafen.


deg!!!


"oh god damn ada apa denganku ,kenapa sepertinya aku tak bisa bergerak melihat senyum gadis ini"batin Rafen ,pria itu masih diam mematung disebelah ranjang anggi.


anggi terdiam bingung menatap pria disampingnya yang masih diam tidak bergerak,akhirnya anggi putuskan menepuk pergelangan tangan Rafen,dan seketika itu kesadaranya kembali ke dunia nyata.


"ya tidak masalah yang penting sekarang kau sudah mulai membaik"ucap Rafen tersenyum kikuk.


"emmm baiklah apakah kita bisa mulai memperbaiki berkenalan kembali,sepertinya yang tadi tidak dihitung"tanya Rafen mencoba mengalihkan debaran jantungnya


"em kayak nya tidak masalah,dia sudah menolongku tadi,dan sepertinya dia pria yang baik"batin anggi


"Anggita Valeria,dan kau bisa panggil aku Vely saja. "ucap anggi sambil mengulurkan tangannya.


Rafendra menyambut uluran tangan anggi dengan senyum sumringah di wajah tampan ya.


deg deg deg deg


"damn namamu bahkan sangat indah terdengar di telinga ku,mana ini jantungku kyak lagi lari maraton,holy shit lebih baik aku berkelahi dengan banyak musuh dan mati dengan terhormat,bukanya malah mati jantungan hanya karna seorang gadis"batin Rafendra masih setia menggenggam erat tangan anggi dan menatap gadis itu intens tak berkedip.


Anggi mulai merasa risih ditatap dalam oleh seorang pria yang baru dikenalnya.


"khem ,maaf apa perkenalan nya masih berlanjut"tanya anggi sambil berdehem keras mencoba menyadarkan Rafen.


reflek Rafendra melepas genggamanya dan menggaruk tengkuk nya malu.


"maaf maaf,ya sudah kenalkan aku


Rafendra kusuma Wiguna pemimpin Wiguna coorporation "jawab Rafendra dengan nada sedikit arogant.


"oh"balas anggi cuek.


"kenapa malah cuman oh,aku sudah memperkenalkan diri ku panjang lebar padamu nona manis"kata Rafen tersenyum sambil menatap bingung ekspresi wajah datar anggi.biasanya wanita yang mengetahui jati dirinya akan seperti cacing kepanasan dan sibuk melakukan segala cara untuk menggoda pria itu,namun anggi gadis itu malah menatapnya datar dan menjawab cuek ucapan ya.

__ADS_1


"tidak ada,hanya malas saja"kata anggi ketus,anggi tidak suka dengan pria sombong yang terkesan arogant ,anggi belum tau saja kepribadian dingin dan arogant seorang Rafendra.pria gila yang bahkan bisa membunuh orang tanpa ragu demi kepentinganya.


Rafendra,sejak bertemu dengan anggi seakan pria ini menjadi pribadi yang hangat dan murah senyum,Berbeda saat ia bertemu dengan orang lain bawahanya bahkan keluarganya sendiri menyebutnya manusia tanpa ekspresi,karna setiap saat yang terlihat hanya ekspresi datar dan dingin saja tidak ada emosi apapun di wajah tampan ya.


"hahahaha kau ini lucu sekali,apa begitu caramu berbicara dengan orang yang sudah menolongmu cantik"Rafen tertawa lepas sambil menggoda anggi,sesuatu yang bahkan membuatnya merasa geli akan dirinya sendiri.


"kenapa kau tertawa,tidak ada yang lucu lagipula aku tidak Memintamu menolongku"balas anggi ketus.


"mana bisa aku mengabaikan gadis manis sepertimu,siapa suruh kau pingsan didekat tempatku,terpaksa deh aku menolongmu"jawab Rafendra sambil menatap geli anggi,gadis itu sudah nampak kesal dengan wajah yang sudah memerah.


"ya sudah berapa yang harus aku bayar untuk jasamu menolongku"kata anggi ketus.


"hahahha kau ini lucu sekali sweet heart,memangnya aku nampak kekurangan uang"balas Rafendra kembali tertawa lepas,ia kini mulai melangkah kemudian duduk disamping ranjang anggi.


"heh,ngapain duduk sini,pergi sana"anggi mencoba mendorong tubuh tegap Rafendra,namun nihil lelaki itu tidak bergerak sedikitpun.


karna sibuk berusah keras mendorong tubuh atletis Rafen,hal itu justru membuat tubuh Rafen jatuh **** tubuh mungil anggi.


sesaat Mereka berdua terdiam pandangan mata mereka terkunci satu sama lain,pandangan Rafen jatuh pada mata indah anggi kemudian turun ke bibir pink ranum anggi dan tatapan Rafen terkunci pada dada anggi yang nampak terlihat sedikit karna kancing atas dari blousenya terbuka dua baris,Rafen menelan salivanya susah matanya seakan tidak mau berkedip barang sedetikpun.


anggi sedikit terkejut dengan posisinya sekarang yang tengah berada dibawah tubuh atletis Rafendra,anggi sesaat terpesona dengan wajah tampan Pria itu,jarak wajah mereka hanya setipis telapak tangan,anggi memperhatikan mata hazel kelam yang memandanganya tak berkedip,gadis itu kemudian mengikuti arah pandangan pria bermata hazel tersebut,dan ppandangannya jatuh pada belahan dadanya yang nampak terlihat dari balik blouse yang kancing atasnya sudah terlepas dua baris,tanpa sadar Rafendra mulai mencium bibir ranum anggi lembut,ia mulai mencecap dan melumat rakus seluruh bibir anggi,meskipun tidak ada balasan apapun dari gadis itu.


"KYAAAA ,APA YANG KAU LIHAT DAN APA YANG KAU LAKUKAN DASAR MESUM"teriak anggi sambil membetulkan kancing blousenya dan mengusap bibirnya kasar


"ck,manis benar benar manis kenapa sadarnya cepet sekali sih,belum puas aku menikmati surga dunia"batin Rafendra sambil tersenyum mesum.


"hei ,biasa aj kenapa lagipula dada rata kayak gitu aja"jawab Rafendra tanpa dosa,sebenarnya kalau bisa jujur anggi,gadis itu memiliki ukuran dada bulat sempurna dan ukuran yang lumayan diatas gadis seusianya,dan itu lah salah satu kelebihan anggi yang menambah kadar kecantikannya.laki laki manapun yang melihatnya akan dengan senang hati berhenti dan melihatnya dengan tatapan memuja.


tentu saja Rafendra tidak akan mengakui bahwa dia sedang menatap penuh damba pada gadis itu,mau ditaruh dimana wajahnya serta kesan pria arogant yang tidak pernah tertarik dengan wanita cantik manapun,suatu predikat yang ia banggakan menjadi pria dengan begitu banyak dipuja oleh wanita,dan sekarang malah dia sendiri yang memuja seorang gadis,dan parahnya lagi ia tertangkap basah sedang menatap Dada gadis itu tanpa berkedip lagi.


"kalo rata ya udah gak perduli juga,mana tasku"tanya Anggi ketus sambil mengulurkan tangannya.


"itu ada di lemari kecil samping ranjangmu sweet heart"jawab Rafendra ,kini ia bahkan tidak peduli lagi akan pandangan gadis itu padanya,rupanya benar kalo cinta itu bisa membuat orang lupa diri,bahkan bisa saja menjadi bucin,gila sungguh rupanya gadis ini sudah membuat seorang Rafen menjadi gila.


"siapa sweet heart mu,jangan sembarangan ya manggil orang"ketus anggi sambil memutar bola matanya malas.


"ya sudah pergi Sana,tunggu apa lagi"kata anggi sambil mengusir Rafen jelas.


"ck sudah ditolong bukanya terima kasih,lagian aku hanya menciummu sebentar,kenapa harus marah begitu sih"ucap Rafen sambil mengerling sebelah matanya menggoda anggi.


"siapa suruh kau sembarangan mencium orang,kau pria pertama yang berani menciumku,pacarku saja tidak pernah dan tidak akan berani mencium ku seperti dirimu tanpa izinkan"terang anggi marah,kini siaranya mulai meninggi.


"hahahahhaha,yang benar?gadis secantik dirimu tidak pernah berciuman,tidak mungkin?"jawab Rafen sambil mennoel dagu Anggi dan jangan lupa suara tawanya yang terdengar menawan ditelinga orang lain namun justru menyebalkan bagi anggi.


"wah artinya aku pria beruntung yang mendapat first kiss mu manis"goda Rafendra lagi.


tanpa mereka sadari sepasang mata melihat mereka dengan ekspresi terkejut luar biasa.


"wah luar biasa disini kau rupanya"


sontak kedua pasang manusia itu menoleh ke arah pintu.

__ADS_1


"kau"


__ADS_2