Cinderella Step Sister

Cinderella Step Sister
kehidupan Winda resti


__ADS_3

Sudah lebih dari 2 minggu setelah kepergian ayah,aku jalani hari-hariku dengan penuh tekat untuk menjadi gadis yang kuat dan tegar,aku telah lelah menangis,ini saatnya aku berubah.



#WINDA POV#



Tak terasa sudah lebih dari 5 tahun telah kutinggalkan suami dan putriku anggita.


kini aku telah menjadi istri dari pria bernama Hari adijaya.


suamiku adalah seorang pria yang sangat baik dan sangat menyayangi ku,meskipun dia adalah seorang duda dengan 2 orng anak,anaknya yang pertama adalah laki-laki bernama Tommy adijaya yang berprofesi sebagai polisi sekarang usianya sdh 25 tahun anak itu adalah anak yang cerdas dan tegas,sedang anak keduanya adalah Dewi lara seorang gadis yang usianya sekitaran putriku anggita.



flashback winda on




siang itu setahun sejak kutinggalkan mas Aksan,aku tengah duduk disebuah mall bersama teman-temanku,ya aku yang notabene adalah wanita yang high class tentu saja belum berpikir tentang rasa sesal karna meninggalkan mas aksan.aku ingat itu adalah hari dimana aku bertemu dengan mas Hari suamiku.


"sarah aku ke toilet dulu bentar",kataku.


"ya udah win,cepet ya kita pada mau balik nih,suamiku udah nelpon",kata sarah.


"ok"jawabku.


setelah selesai ,akupun bergesa-gesa kembali ke cafe di mall tadi aku duduk bersama sarah dan nima temanku.




Brugh,,,



aku tak sengaja bertabrakan dengan seorang pria


"astaga maaf mbak"


kudengar pria itu meminta maaf dan menjulurkan tangannya membantu ku berdiri.


itulah awal aku berkenalan dengan mas Hari suamiku sekarang.


awalnya aku tak tau dia sudah memiliki anak,namun karna sikap baik dan pengertian nya padaku serta anak-anaknya yang begitu menyukaiku,akupun akhirnya menikah dengan mas Hari.



#flasback end#



"ma hari ini mas akan melihat renovasi restoran kita yang di bandung,jadi mas akan keluar kota selama 3hari,apa mama mau ikut?",kata mas hari.


"tidak apaa mas,mama akan dirumah saja bukanya hari ini tommy akan pulang dari sekolah militer nya",kataku.


"ia mama benar,ya sudah papa mau siap-siap dulu",kata mas hari.


"baik mas",kataku.


semenjak 5 tahun kebelakang aku mulai teringat pada mas Aksan dan anggita putriku bagaimana keadaan mereka sekarang.


semua perlakuan mas hari dan anak-anaknya membuat aku sedikit demi sedikit berubah dan mulai merasa sangat merindukan putri kecil nan manis ku anggita,ingin aku pergi mencari mereka namun rasa sesal dan malu yang kurasakan menjadi beban berat bagiku.



"pagi mamaku sayang",sapa dewi.


"pagi juga putri mama",balasku.



yah,setidaknya memperlakukan dewi dan Tommy selayaknya ibu kandung mereka sendiri adalah caraku untuk tidak terlalu membebani hati dan pikiran ku pada anggita.



"mah hari ini kakak akan pulang,jadi mama mau masak apa",kata dewi.


"emmmm,,,kakak kamu paling suka kalo mama masak semur ayam,bagaimana kalau kita masak itu saja",kataku.


"ok ma"



pagi itu aku dan dewi putriku anak dari mas hari sibuk di dapur mempersiapkan hidangan untuk menyambut Tommy


sementara mas Hari sudah berangkat sejam yang lalu.

__ADS_1


"huft,,,akhirnya selesai juga masakannya ma",kata dewi.


"ia makasih ya sayang sudah bantu mama",kataku.



kami menyiapkan semua dimeja makan sambil menunggu kepulangan putraku Tommy,walaupun mereka hanya anak tiriku tapi rasa cintaku pada mereka seperti orang tua kandung sendiri.



"Assalamualaikum mama,papa adek abang pulang nih"kata tommy.



kudengar suara Tommy didepan,akupun bergegas menyambutnya.


"waalaikumsalam,anak mama sudah pulang ayo masuk mama udah siapin makanan kesukaanku",kataku.


"makasih ma,memang itu yang tommy cari",balasnya dengan senyum lebar di wajah tampan putraku.



"papa mana mau?"


"papamu ke bandung urus renovasi resto",kataku.


"oh,papa ini sibuk terus untung ada mama ",balasnya.


"ya sudah mari makan dulu".


"kak gimana sekarang,kakak ditugaskan dimana?"tanya dewi.


"alhamdulillah kakak tugas disini,jadi gak perlu bolak balik jakarta",balas tommy.


"asik berarti kakak sekarang bisa dong sering-sering ajak aku jalan",balas dewi dengan senangnya.


"enak aja kamu,minta aja jalan sama mama kakak ini sekarang udah kerja dewi,jadi gak punya banyak waktu santai",balas tommy dengan senyumnya.


"yah sama aja dong,akukan mau pamerin kakak ke temen-temen aku kak,abis mereka pada bilang kakak itu guanteng kayak aktor korea,apalagi kalo udah pake seragam nanti,kan lumayan buat jadi bodyguard"hehehehe balas dewi dengan senyum lebay nya.


"itu mah enak di kamu dewi,gak enak di kakak"balas Tommy.



pagi itu aku makan dengan dipenuhi canda tawa dari kedua anak tiriku,walaupun kadang aku harus menyembunyikan rasa rinduku pada anggita putriku,yah aku tau semua salahku karna egoku terpaksa anggita kutinggalkan dengan mas Aksan.




Tapi aku terus teringat anggita bagaimana dia sekarang mungkin dia juga akan mulai masuk SMA seperti dewi.


akhirnya kuputusan untuk mencari tau kehidupan Anggita setelah dia kutinggalkan bersama mas Aksan.


setelah menunggu beberapa hari,akhirnya detektif swasta yang ku sewa untuk mencari tau kehidupan putriku Anggita memberikan aku informasi atas penyelidikan nya.



ternyata setelah bangkrut mas Aksan menjual rumah kami di Solo dan pindah bekerja di jakarta atas bantuan Bagas sahabat nya,dia membeli sebuah rumah sederhana dan tinggal dengan anggita putri kami.



akupun segera menuju alamat yang diberikan oleh orang suruhanku.


Anggita putriku mama sangat menyesal dan sangat merindukan mu,tunggu mama nak.


sesampainya disana aku lihat Maya baru keluar dari rumah mas Aksan,dalam hati aku bertanya apa putri dan mantan suamiku baik-baik saja.



melihat wajah putriku yang sangat manis aku semakin merindukan nya,tapi saat aku hendak mendekat aku mendengar maya berkata.



"anggi sayang sudah jangan terus bersedih,semua pasti akan baik-baik saja",kata maya.


"ia tante sekarang anggi udah baik-baik saja kok,lagian ada oma juga makasih tante udah anter segala kebutuhan sekolah anggi",katanya.



"tunggu kenapa maya yang mengurus anggi,dimana mas Aksan,gumamku dalam hati".


setelah sekian lama akhirnya maya pamit pulang dan Anggita masuk kedalam rumah.



akhirnya karna rasa sesal akupun tidak berani menyapa anggita putriku,dan lebih baik akupun bertanya pada tetangga disekitar rumah mas Aksan.



"maaf bu boleh saya tanya kemana pria yang tinggal dirumah itu",aku bertanya sambil menunjuk rumah mas Aksan.

__ADS_1


"oh pak Aksan,ibu tidak tahu kalau beberapa waktu lalu pak Aksan telah wafat",kata wanita patuh baya yang ku tanyai.



sekitika itu nafasku rasanya tersekat dan jantung ku berdebar kencang,tiba-tiba air mataku jatuh mengalir deras.


sambil terisak aku bertanya penyebab kematian mas Aksan pada wanita yang bernama bu leha tetangga mas Aksan.


"maaf boleh saya bertanya apa penyebab kematian pak Aksan".


"katanya dari yang saya dengar serangan jantung dan komplikasi,karna setau saya pak Aksan itu selalu bekerja keras dan jarang memperhatikan kesehatan nya",balas bu leha dengan nada sedihnya.


"ya sudah bu terimakasih,saya permisi dulu"



akupun berlalu pergi meninggalkan tempat itu dan tidak jadi menemuai anggita putriku,aku takut reaksinya melihatku apa dia mau memaafkanku.


ku putuskan untuk kembali dan berencana berbicara pada suami dan anak tiriku semua masalah ku ,bagaimana hasilnya nanti aku akan menerimanya.



setelah 3 hari akhirnya mas Hari pulang kusambut dia dengan kehangatan dan segelas teh hangat madu kesukaanya.


kuputuskan setelah mas Hari mandi dan makan aku akan menceritakan semua masa lalu ku padanya.


setelah makan mas Hari masuk ke kamar akupun mulai berbicara padanya dengan wajah tertunduk dan air mata yang mengalir deras,ku yakin saat ini mas Hari pasti binggung akan diriku.



hiks,hiks,hiks..



"mama kenapa,kok tiba-tiba jadi seperti ini,papa jadi bingung ma"kata mas Hari


"pah maafkan mama,mama sudah berdosa sama papa",kataku masih dengan suara tangis terisak.



"ia tenang dulu,coba cerita baik-baik supaya papah mengerti masalah mama",kata suamiku.



belum aku mulai membuka mulut tiba-tiba dewi dan Tommy masuk kekamar aku dan mas Hari.


"ma kenapa menangis",tanya dewi dengan suara penuh cemas.


kulihat mas Hari,dewi dan juga Tommy melihatku dengan tatapan penuh tanya dan rasa khawatir karna aku masih juga terisak dengan tubuh bergetar.


dewi mulai memelukku,dan akhirnya aku mulai berbicara.


"mas,dewi,Tommy mungkin apa yang kalian dengar nanti akan sangat menyakitkan,tapi mama harap kalian tidak membenci mama",kataku.


akhirnya kuceritakan semua kesalahan ku pada mas Hari dan juga anak-anak.


setelah ke cerita kan semuanya,dapat kulihat raut wajah Mereka penuh kesedihan.



"ma sudahlah lupakan semua,lebih baik mama memaafkan diri mama sendiri,anggap ini sebagai pelajaran hidup untuk mama supaya Bisa menjadi Orang yang lebih baik",kata Mas Hari padaku.



tak kuduga mereka semua begitu baik dan mau menerima kesalahan ku,tak salah aku menjadi istri dari mas Hari dan ibu dari anak-anaknya,Mereka adalah orang-orang yang begitu baik.



"ma,dimana anak mama dari suami mama yang pertama",kata dewi.


"dia ada di jakarta dan baik-baik saja",kataku.


"apa mama tidak berencana menemuinya",tanya tommy.


"ia mah kalo mama mau,mama bisa mengajaknya tinggal Bersama kita,karna suami mama yang pertama sudah meninggal,papa tidak masalah kok",kata mas Hari.


"apa mama mau aku antar"tanya tommy.


"tidak pah,sepertinya untuk sekarang mama belum siap menemuinya,tapi mama akan terus memantaunya",kataku.


"baiklah sekarang mari kita semua istirahat,hari sudah mulai malam"kata mas Hari



akhirnya semua kembali kekamar masing-masing,mas Hari tidur sambil memeluk dan mencium keningku pertanda rrasa cintanya padaku tidak berubah setelah apa yang kukatakan padanya mengenai masa lalu ku,kami akhirnya tertidur pulas.




__ADS_1



__ADS_2