Cinderella Step Sister

Cinderella Step Sister
Kemarahan sang iblis


__ADS_3

hai all jangan lupa tinggalkan jejak vote,like & komentar ya guys.......


El gak suka silent reader......๐Ÿ˜€


ok cekidot..............



ย 


๐Ÿ๐Ÿ๐ŸCindrella step sister๐Ÿ๐Ÿ๐Ÿ


ย 


nampak suasana mencekam didalam sebuah ruang yang walau terdapat beberapa orang didalamnya.


"jika bos sampai menghabisi mereka,maka aku tak akan kebagian permainan ini.ck sungguh menjengkelkan"grutu lingga pelan.


"diam bodoh,kau tidak lihat situasi apa ini"maki Jeremi jengkel.


"huh,terserah aku mau nonton saja"ucap lingga menatap Jeremi sinis.


"kenapa kau melihatku seperti ini,mau kucongkel matamu "sinis Jeremi kesal melihat lingga masih saja bermain main di keadaan mencekam seperti ini.


"ok fine"acuh lingga kesal.kini semua mata terarah pada sosok pria yang berdiri angkuh dengan aura bengis layaknya seorang iblis yang siap menelan mangsanya ke dalam neraka.


"kalian mau mati atau bersujud memohon pada istriku"suara berat nan dingin Rafendra menekan jiwa membunuh dalam dirinya.


"BE*EBAH MATI SAJA KALIAN SEMUA,BERANINYA ISTRIMU MEMBAYAR ORANG MELECEHKAN PUTRIKU"teriak winda mencoba menekan rasa takut didalam dirinya saat melihat pandangan mata tajam sedingin es yang sedang menatap nyalang pada keluarganya.


HAHAHAHA


"aku memang tidak akan membunuh kalian,tapi akan kubuat kalian merasakan hidup di neraka dan satu lagi,kalian tak akan bisa melawanku apalagi membunuhku bermimpilah"suara dan tawa Rafendra bak iblis dari neraka terdalam.


lingga sudah jatuh tak kuat menahan aura bengis dari sang bos,Jeremi mundur diikuti anak buah mereka.


"mereka akan tamat"ucap lingga enteng.


tak lama semua bodyguard bayaran hari lari serentak menerjang Rafendra yang berdiri angkuh tak bergeming.


"KAU AKAN KUHABISI,DAN LIHAT APA WANITA IBLIS ITU BISA BEGITU ANGKUH LAGI BERSEMBUNYI DIBALIK PERLINDUNGANMU"maki Hari congkak.


"bodoh"umpat lingga tertawa puas melihat kebodohan Hari,sungguh ia akan dapat menyaksikan kembali bagaimana sang bos akan membantai orang orang bodoh dihadapannya.


begitu dekat.


Wush......


bagai Sapuan angin,sosok Rafendra bergerak cepat menuju orang orang suruhan hari.


Krak.....


Aarrrrggghh


.......


Bugh......


............


Dor.............


darah segar sudah terciprat dimana mana,pakaian bahkan seluruh tubuh Rafendra kini hampir tertutupi oleh darah.


bunyi patahan tulang dan suara letusan senjata api membuat semua orang diam mematung,Rafendra kini terlihat seperti malaikat pencabut nyawa dengan seringai iblis penuh kepuasan di wajah tampan yang tertutup oleh cipratan darah.



Rafendra dengan tenangnya menembak kepala siapa saja yang berani berdiri menghalangi jalannya dan lihatlah tubuh tubuh malang tak bernyawa dengan kepala tertembus timah panah dari senjata api ditangan seorang lucifer Rafendra Wiguna.


kini Hari beserta istri dan putrinya dapat melihat dengan mata kepala mereka sendiri sosok lain dari pria tampan berwajah datar dengan aura dingin dan bengis yang selalu terlihat tenang itu kini nampak sudah bagai iblis yang baru saja tanpa mereka sadari telah dipancing keluar.menyesal,sudah terlambat dan kini demi nyawa mereka sendiri.melawan atau mati.


kini Rafendra tengah mencekik dengan tanpa belas kasihan hingga tubuh itu tak menyentuh tanah.wajah pria itu sudah mulai membiru akibat kehabisan nafas,cekikan Rafendra begitu kuat padanya.


"le...le...pas kan a...aku"ucap pria itu sesak,nafasnya tercekat dan jantungnya seakan mulai berhenti berdetak.


Rafendra tersenyum menyerigai.


Krak...........


satu tangan Rafendra mematahkan leher pria itu hingga tewas seketika.


dan dengan satu tangan ya Rafendra menghempaskan tubuh tak bernyawa itu jatuh menghantam dinginnya lantai marmer.


"mo.....monster"ucap dewi ketakutan melihat kini semua bodyguard bayaran Hari mati tak tersisa,tubuh tak bernyawa dengan timah panas bersarang ditubuh mereka,tulang patah pada kaki,tangan bahkan leher.


Winda jatuh lemas dengan tatapan kosong,Dewi menjerit ketakutan dan Hari sudah bersimbah bagai raga tak bernyawa.


"pria itu di...dia bukan manusia,i...iblis dia seorang monster"ucap hari bergidik ngeri.


Wushhhh........


dalam.kekalutan pikiran Hari bahkan tak sadar bahwa Rafendra kini telah berdiri angkuh sambil menyerigai menatapnya.

__ADS_1


Grep.......


tangan kokoh itu mencekik kuat leher Hari.pria paruh baya itu tersentak kaget .


"MAS"


"PAPA"


Winda dan Dewi menjerit histeris saat Rafendra dengan santai nya mengangkat tubuh Hari dalam keadaan tangan masih erat mencekik leher pria paruh baya itu.


"le...lepas kau mon....monster"ucap Hari tersendat sandat,dadanya sesak dan kepalanya mulai pusing.


"KAU IBLIS LEPASKAN PAPAKU"teriak dewi histeris.


"LEPASKAN SUAMIKU KAU PRIA BAJING*N"maki Winda kalap.


HAHAHAHAH


suara tawa Rafendra membahana memenuhi mansion.


"lepas katamu,bukankah sudah kuberi peringatan jangan mengusik istriku.dan saat ku printahkan kalian bersujud meminta maaf pada wanitaku kalian begitu angkuh menolaknya hahaha sungguh lucu sekali "ucap Rafendra arogan.


cekikan itu semakin kuat Hari sudah merasa seluruh tubuhnya mulai lemas.


Brak.......


Prank......


dalam satu kali hempas,Rafendra melempar tubuh Hari jatuh menghantam meja kaca di belakangnya.darah segar mulai merembes dari punggung kemeja hari.pecahan kaca menancap dalam akibat tubuh hari jatuh telak menghancurkan meja kaca itu hingga hancur tak berbentuk.


uhuk.........


hari mulai mengeluarkan darah dari mulutnya akibat kerasnya hantaman pada tubuh nya yang sudah mulai menua.


"MAS HARI"


"PAPA HIKS "


Winda dan dewi berlari menghampiri tubuh lemah tak berdaya Hari.


"cih,sampah"ejek Rafendra bosan.


saat tengah sibuk melihat kondisi suaminya.


Grep......


Aarrggghhhh


tanpa mereka sadari Rafendra kini menarik kasar rambut kedua wanita beda generasi itu tanpa belas kasihan.


kini hanya tinggal dewi yang berada dalam cengkraman Rafendra,wanita itu meringis menahan sakit akibat jambakan kuat pada rambutnya.


PLAK.......


tangan kokoh Rafendra menampar dengan bengis wajah dewi tanpa iba sedikitpun.


"kau berani memaki istriku dan menggunakan tangan orang lain menamparnya"suara berat nan dingin Rafendra membuat tubuh dewi bergetar takut.wanita itu mulai menangis pilu.


"am...ampuni aku le...lepaskan i...ini sakit hiks"tangis dewi sungguh pria ini menyiksanya tanpa ampun.


lingga,jeremi,rianti,bahkan Bagas dan maya yang sudah sadar dan melihat langsung pembantaian oleh Rafendra,serta bagaimana pria itu menyiksa Hari dan keluarga nya bergidik ngeri.


"inikah sisi lain suami putriku"batin Bagas bergetar ketakutan.


"di..dia psikopat se....seorang iblis"batin rianti lemas seketika.


"makhluk a...apa yang dinikahi putriku"batin Maya tak dapat lagi berkata kata begitu takut dan terkejutnya melihat sisi lain dari pria setenang Rafendra kini bagai seorang iblis berdarah dingin.


"lepas katamu,tidak akan .memang aku tidak sekarang mencabut nyawamu.tapi kau akan menerima siksaan dariku hingga aku merasa puas"ucap Rafendra begitu dalam dan dingin menatap dewi tanpa iba sedikitpun.


Brak..........


tubuh dewi jatuh menghantam pot pot besar hiasan mansion hingga hancur tak berbentuk.


darah segar mengalir deras dari kening punggung bahkan keluar dari mulut tak membuat Rafendra berhenti.


Srak...........


"lingga berikan belatimu"ucap Rafendra dingin..



tanpa basa basi ,lingga melempar sebuah belati berwarna silver gold kepada sang bos,dan Rafendra menangkap belati itu dengan mudahnya.


Tap....Tap.....Tap.......


langkah berat Rafendra bak irama kematian yang mengalun ditelinga semua orang terutama dewi dan kedua orang tuanya.


dengan sekali sentak,Rafendra mencengkram erat dagu dewi dan memaksa wanita itu menatapnya.


dewi meringis sakit merasakan cengkrama kuat pada dagunya,seakan pria itu dapat meremukkan tulang rahangnya.


"hiks...to...tolong le...lepaskan aku"isak dewi pilu.

__ADS_1


"teruslah memohon dan berlutut di kaki istriku,mungkin aku akan melepaskan kalian sekeluarga"tekan Rafendra santai.


meski terlihat tenang,percayalah sorot mata itu begitu gelap penuh amarah dan napsu membunuh yang kental.


Sret...............


jari jemari kokoh itu mulai mengangkat belati indah itu menari.menggores setiap sudut wajah dewi.Winda menangis histeris melihat nasib putrinya,Hari menahan amarah namun tak bisa berbuat apapun.bahkan bergerak saja ia tak mampu.


AAAARRRRGGGHHH.........


teriak dewi saat rasa panas dan perih menjalari setiap jengkal wajahnya,darah segar keluar dari luka sayatan ukiran belati Rafendra.


Bagas terbelalak kaget Maya menegang ngeri dan rianti sudah jatuh tak sadarkan diri.


"bos sungguh iblis,tak perduli pria wanita semua dibantainya"ucap lingga takjub.


dewi menangis meraung raung merasakan sayatan belati dingin itu menusuk dan merobek kulitnya


"lepaskan hiks lebih baik kau bunuh saja aku hiks"isak dewi tak kuasa menahan sakit disekujur tubuhnya.


"hahah maaf saja aku tak bisa membunuhmu,istriku melarangku mencabut nyawamu dan kedua orang tua bodohmu"tekan Rafendra dengan santai nya.


tubuh dewi sungguh menggenaskan,darahnya terus mengalir deras.wajahnya rusak,tubuhnya penuh luka sayatan begitu panjang dan dalam.Winda dan Hari hanya bisa menangis berteriak histeris berharap Rafendra berhenti menyiksa putri mereka .


**Syust.......


Jleb**........


dengan cepat ,belati itu menancap di lutut winda secara cepat dan tiba tiba.


AARRRGGGKKHHH...


winda berteriak pilu melihat belati yang telah menyayat dewi kini menancap pada lututnya ...


"diam kau wanita sial*n"maki Rafendra geram mendengar winda dan hari tak berhenti berteriak memaki dirinya


"lingga bawa kemari besi panasnya"perintah Rafendra bengis.


Hari,Winda dan dewi terbelalak horor,besi panas pria ini benar benar iblis tak berbelas kasih.


dengan semangat lingga membawa sebuah tungku api lengkap dengan sebuah tongkat besi panas dengan simbol Elang di ujungnya.


seringai Rafendra semakin lebar dan terlihat menyeramkan.


**Beshhhhh....


Aaaarrgggkkkhhh**......


besi panas itu menempel sempurna di punggung dewi hingga melebur mencetak lambang elang merah disana.


dewi berteriak histeris merasakan punggungnya terbakar dan amat menyakitkan kulitnya terkelupas pedih tak tertahan.


"ini peringatan dariku,kau target BLOOD EAGLE KINI DAN SEUMUR HIDUPMU.WELCOME TO THE HELL BIT*H"Rafendra menyeringai puas melihat cetakan besi panas itu sudah berada dipunggung dewi dengan begitu jelas.


Maya tak percaya dan sudah tak sanggup lagi melihat kekejaman suami putri mereka itu.Jeremi segera memerintahkan bawahan mereka membawa rianti dan maya menjauh dari ruang tamu mansion tempat sang lucifer tengah menyiksa korban ya.


Bagas nampak panik.


"Jeremi,lingga kalian harus hentikan Rafendra.jika tidak mereka akan mati kehabisan darah dan aku tak mau hal ini menjadi beban pikiran putriku kelak"racau bagas gelagapan.


"maaf paman,kami tidak berani mengganggu pesta bos Rafen,kami masih sayang nyawa"jawab lingga acuh.


bagas semakin panik.dengan sisa-sisa keberaniannya,bagas berjalan perlahan mencoba menghentikan kegilaan Rafendra yang tengah mulai menyayat tubuh winda setelah puas bermain dengan nyawa dewi.


kini belati itu sudah melayang siap menancap ke jantung Rafendra yang mulai kalap akibat ke keras kepalaan winda yang tak mau mengakui kesalahan ya.


"kau...kau membela seorang wanita berhati iblis"ucap winda lemah.


"bunuh aku,dan aku tak perlu lagi melihat anak tak tau diri itu"tambah winda pasrah.


"BE*EBAH BAIK KUKABULKAN KEINGINANMU MATI DITANGAKU"ucap Rafendra berang.


belati di tangan rafendra sudah siap melayang menembus jantung Winda.


"HENTIKAN RAFENDRA,JANGAN MEMBUAT ISTRIMU MERASA JADI PEMBUNUH"teriak bagas kalap.


"putriku menunggumu,Anggita istrimu menanti dirimu disisinya,lepaskan mereka sudah cukup biarkan sampah itu pergi"ucap Bagas menahan rasa takutnya dan berkata sebijak mungkin.


tubuh Rafendra menegang kaku,amarahnya membuatnya lupa bahwa sang istri tengah terbaring tak sadarkan diri.


"bawa mereka pergi dari sini,atau aku akan benar benar mencabut nyawa mereka tanpa belas kasihan"perintah Rafendra dingin.


anak buah Rafendra dibawah komando Jeremi segera membersihkan mansion dari mayat mayat orang orang Hari.


"kalian selamat kali ini,tapi-"ucap Lingga menatap Hari,winda dan dewi bergantian.


Glek......


Hari menelan ludahnya susah,rasa gugup,cemas dan takut menghantui dirinya kalau mendengar kalimat terakhir lingga.


"aku sendiri akan mengambil nyawa kalian sebelum kaki kakian menapak di hadapan kakak iparku camkan itu"smirk lingga berjalan santai meninggalkan Hari dan keluarganya yang diam mematung digiring keluar oleh bawahan Rafendra menjauhi mansion.


__ADS_1


.


TBC........


__ADS_2