Cinderella Step Sister

Cinderella Step Sister
Koma


__ADS_3

hai jangan lupa tinggalkan vote like n komen ya guys😀


ok cekidot😉


 


🌹🌹🌹Cindrella step sister🌹🌹🌹


 


☕happy reading☕


 


 


"BEDEBAH SIALAN BERANINYA KAU MELUKAI ISTRIKU ,MATIKAU"teriak Rafendra murka.


dengan panik monika berteriak memanggil para penjaga untuk menghalau Rafendra yang tengah berjalan murka kearahnya.


belasan pria besar mulai muncul dan menghadang langkah berat Rafendra dengan serempak semua pria itu maju dan hendak menghajar Rafen,suatu hal yang tidak sebanding 1:20 sungguh Rafendra kini terkepung namun nampak raut wajah pria itu semakin nyalang.


"maju kalian semua biar ku habisi sekalian"ucap Rafen datar dan tanpa ekspresi menatap semua orang yang mencoba menghalanginya.


WUSH.......


BUGH.......


TRING....


DOR....


DOR.....


SRET.....


tanpa ampun Rafendra maju seorang diri tanpa gentar,Bloody Queen miliknya berayun sempurna menangkis puluhan peluru yang siap menembus kulitnya.


tebasan demi tebasan di ayunkan Rafen dengan murka dan telak memisahkan anggota tubuh para musuhnya menebar ceceran darah segar memenuhi seluruh ruangan.


monika bergetar lemas tak mampu bersuara melihat betapa beringas pria tampan bak iblis dihadapannya.ingin ia berteriak memanggil takegawa,Takeda dan bastian namun suaranya nampak tercekat.


dilain tempat Marvel,Xavier,Devan dan Davin tengah melajukan mobil mereka setelah membereskan para anak buah takegawa di pintu masuk pulau.


DOR........


DOR........


DOR........


kedatangan mereka mendapat sambutan ribuan timah panas menghujani seluruh body mobil yang sudah dilapisi kaca anti peluru.


"sialan,jika begini terus kita tak bisa membalas serangan mereka"geram Xavier .


tim elit BE tengah membuka jalan untuk Rafendra membawa keluar sang istri sedang Marvel,Xavier ,Devan dan davin tengah sibuk menangani serangan dari Takeda dan Bastian.


"sial kita kalah jumlah"maki Marvel.


"tetap fokus dan habisi sebanyak mungkin,aku masih ingin bertemu istri dan putraku"ucap davin kesal.


Duar......


Boom......


dengan santai nya lingga datang dan melempar sebuah granat kearah para anak buah Takeda hingga serangan mereka terhenti dan dengan cepat Marvel dkk segera membalas balik serangan mereka dengan tembakan beruntun.


DOR.....


DOR....


DOR....


"mati kalian semua hahahha"tawa Alex dengan tembakan melesat dari revolver miliknya.


"gila"batin Marvel.


"bos nya iblis pantas anak buahnya seperti setan"batin Xavier ngeri.


"inikah kehidupan Rafendra yang sebenarnya?"batin Devan dan davin bergetar.


"WOY,JANGAN MELAMUN BODOH.KAMI SUDAH MEMBUKA JALAN KALIAN SEKARANG CEPAT BERESKAN SISANYA"teriak lingga gemas.

__ADS_1


tanpa ba bi bu Marvel dkk segera menerobos masuk gerbang dengan menghantam kan pada body mobil mereka dan seketika gerbang kokoh itu tumbang.


Takegawa,Takeda serta Bastian sudah menunggu dengan barisan bodyguard bersenjata lengkap siap meberi hujan timah panas begitu mereka keluar dari mobil.


tanpa diduga hal sama dilakukan oleh lingga 3 buah bom mini dilemparkan tepat ditengah kepungan brikade takegawa dan menyebabkan semua anak buah mereka lari kocar kacir.


"hahahha bodoh "tawa lingga dan Alex melihat kepanikan anak buah Yakuza itu.


"wah,kau hebat alex bisa membuat bom palsu semirip itu"ucap lingga keras.


"semua tunggu apa lagi serang bodoh"maki Alex geram.


tak elak pertarungan berlangsung sengit dengan Takegawa bersaudara mulai turut campur.


DOR....


DOR....


BUGH...


BRAK...


DUAK....


kedua kubu saling bertarung sengit dan dengan kecerdikan koordinir dari Bimo tim mereka dapat memukul mundur Takegawa.


"sialan,kenapa kita bisa kecolongan cepat hubungi monika,Takeda"maki takegawa geram.


"tidak bisa aniki,wanita itu tidak bisa dihubungi"jawab Takeda sengit.


kini bastian tengah terkepung oleh Marvel dan davin.


"bagaimana tuan Bastian hehe,ku yakin sekarang kau tidak hanya akan masuk penjara namun masuk neraka berjumpa dengan Darius dan Damian"tawa remeh Marvel menatap Bastian jijik.


"BRENGSEK KUBUNUH KAU HOUSTON"teriak Bastian geram.


"sayang sekali kami tidak bisa membunuh mu,karna Rafendra ingin turun langsung menangani kalian"ucap davin cuek.


Bugh......


sebuah pukulan telak diberikan oleh Marvel pada tengkuk Bastian hingga pria itu tumbang.


Takegawa kini bertatap langsung oleh Xavier dan Devan.


"wah pria pria yang ditolak heh"ejek takegawa congkak.


"diam kau bedebah"maki Devan emosi sedang Xavier hanya diam dengan pandangan tajam.


"hahahha kasihan sekali kalian hanya bisa melihat wanita yang kalian cintai bersanding dengan orang lain"kembali takegawa tersenyum remeh.


BUGH....


BUGH .....


"banyak omong"ucap Xavier geram sembari melayangkan pukulan demi pukulan yang ditangkis oleh takegawa mudah.


"dua lawan satu heh,pecundang"ucap takegawa semakin mengejek.


sedang Takeda sibuk melayani serangan lingga dan juga Alex.


"sebagai kaki tangan Rafendra kalian lumayan juga"ucap takeda menyeringai.


"benarkah,wah aku tersanjung "ucap lingga tak kalah jenaka sembari melempar belati belatinya ke arah pria yakuza jepang itu.


"tak usah kau layani dia bodoh,cepat bereskan sebelum kau melihat bos mengamuk"geram Alex melihat lingga masih bisa bercanda saat seperti ini.


***********


dengan kalap monika menembak tanpa sadar ke arah anggi dan


Dor.....


sementara itu Rafendra mematung dan sudah berada dipuncak amarahnya kala melihat tubuh sang istri tumbang sembari tersenyum kearahnya dan mulai menutup mata.


"TIDAKKKKK SAYANG JANGAN TUTUP MATAMU BABY OPEN YOUR EYES"teriak Rafendra panik,sekarang kesabarannya mulai habis dengan brutal ia menebas apapun tanpa sisa dan berlari menerjang tubuh sang istri yang terkulai lemas.


dengan tangan bergetar Rafendra mengangkat tubuh sang istri yang terkulai lemas tak sadarkan diri dengan luka lebam dan cambukan yang menodai kulit putih nan mulus istrinya.


"tunggu saja pembalasan ku ,tunggulah saat kalian bedebah"geram Rafendra menatap sakit dan ngilu tubuh rapuh istri cantiknya itu.


"THOMAS...CEPAT SURUH BIMO BERSIAP DAN KAU RATAKAN TEMPAT INI BAWA WANITA ITU PADAKU"teriak Rafendra murka.

__ADS_1


Thomas yang mengikuti Rafendra bergetar takut melihat puncak kemarahan dari bos tiraninya itu.


"ba..baik bos"ucap thomas gugup.


Rafendra meninggalkan mansion merah yang dipenuhi tubuh tak bernyawa yang telah ditebasnya.


darah menggenang dimana mana tak menghentikan langkah Rafendra membawa tubuh lemah sang istri menuju helikopter miliknya.


"dengar,segera selesaikan dan bumi hanguskan pulau ini,bawa Takegawa,Takeda dan Bastian padaku dan untuk monika wanita itu sebelum kalian membawanya padaku potong tangan ya"perintah Rafendra dingin.


dengan perlahan dan hati hati Rafendra membawa tubuh sang istri berbaring di di kasur emergency yang sudah disediakan dalam heli oleh Bimo.


"RMS BE dan suruh Charles bersiap"tak lama helikopter Rafendra mengudara meninggalkan kekacauan dibawahnya.


melihat Rafendra telah pergi membawa Anggi,Devan dengan cepat meminta Marvel dkk segera menyelesaikan semua dan meringkus Takegawa dkk.


***************


dengan panik Charles menunggu kedatangan Rafendra bersama beberapa orang perawat dan sebuah brangkar yang siap membawa tubuh anggi ke ruang UGD.


Charles menunggu Rafendra diatap rumah sakit tempat khusus pendaratan helikopter pribadi BE.


begitu Rafendra tiba,Charles begitu terkejut melihat kondisi Anggi begitu mengenaskan.


"Rafendra apa yang terjadi,kenapa istrimu bisa sampai seperti ini?"tanya Charles panik dan langsung membawa tubuh anggi ke brangkar yang sudah siap menunggu.


"tak usah banyak bicara Charles cepat tangani istriku"ucap Rafendra kalut.


dengan tergesa gesa Rafendra membantu Charles dan dua orang perawat pria mendorong brankar anggi masuk ke dalam ruang ICU karna kondisi anggi semakin memburuk.


"Rafen tunggulah disini,biar kutangani istrimu,bersabarlah"ucap Charles berusaha menenangkan Rafendra yang tengah kalut.


"kumohon Charles selamatkan istriku"untuk pertama kali dalam hidup Charles melihat pria seperti Rafendra sampai memohon.


"pasti,akan kulakukan apapun"jawab Charles yakin.


"hm terimakasih"ucap Rafen tulus.


Charles sejenak tertegun melihat keputusan asaan seorang Rafendra namun segera ia tersadar dan masuk ke ruang operasi bersama perawat dan dua orang dokter lainya.


Rafendra diam mematung menatap pintu ruang operasi,tak lama seluruh keluarganya dan keluarga sang istri sudah datang dengan tergesa gesa.


"Rafen bagaimana kondisi putri kami?"tanya maya terisak.


"ia Rafen bagaimana kondisi putri kami?"tanya Hana tak kalah panik.


"bicaralah son jangan diam saja"ucap BAyu ayah Rafendra.


"entahlah dad,akupun tidak tau"ucap Rafen parau sembari mengacak rambutnya frustasi.


lama tiga keluarga besar itu menunggu didepan ruang operasi menunggu kabar dari Charles yang tengah menangani Anggi.


"hiks ayah,bunda takut terjadi apa apa pada putri kita"tangis maya pecah sembari memeluk rianti putrinya dan Bagas hanya bisa mengusap sayang rambut sang istri ia pun tak bisa berbuat apa apa.


Jack memeluk sang istri yang juga tengah terisak pelan sedang Rebecca menggendong putranya yang tengah tertidur sembari menahan suara tangis nya.


sedang Bayu dan Citra hanya bisa menguatkan putra mereka yang tengah kalut menunggu sang istri didalam ruang operasi.


4 jam telah berlalu dan kini Charles keluar dengan wajah suram memandang semua orang terutama Rafendra penuh penyesalan.


"Charles bagaimana keadaan menantuku?"tanya Mrs Citra cepat.


"maaf"ucap Charles penuh penyesalan.


Rafendra dengan kalut menarik kerah baju Charles.


"APA MAKSUD MAAFMU HAH,BICARA YANG JELAS CHARLES KAU INGIN KUBUNUH HAH"maki Rafendra tak bisa menahan dirinya.


"istrimu koma Rafendra,terlalu banyak luka dan ditambah tembakan yang mengenainya membuat kondisinya drop,sungguh aku tak bisa berbuat lebih"terang Charles menyesal.


Duar.......


seakan tersambar petir di siang bolong,Rafendra jatuh lemah dengan pandangan kosong.


"TTIDAK JANGAN JANGAN ISTRIKU,OH TUHAN TOLONG JANGAN MENGHUKUMKU SEPERTI INI "air mata Rafendra mengalir deras ,jantungnya sseakan terhantam batu besar,sakit sakit melihat dan mendengar kondisi sang istri.


"akan ku bunuh mereka dengan cara paling sadis perlahan,lihat dan tunggu saja"ucap Rafen sembari mengusap wajahnya kasar.


"bawa iistriku ke ruang VVIP terbaik"Rafendra bangkit dan berjalan pergi membawa luka dihatinya.


TBC.......see you next part arigatou...😄

__ADS_1


__ADS_2