
hai all,maaf x El skrg up rada lama,soal El idenya rada konslet so....enjoys this story don't forget give me vote ,like n komen El tunggu ya reader kuh😄😄
🌹🌹🌹Cindrella step sister🌹🌹🌹
☕happy reading☕
Dor
Dor
Dor
suara tembakan mulai menghujani ruang aula pertemuan para CEO dan pengusaha besar di asia menyebabkan kepanikan dimana mana.
"sialan para tikus ini,beraninya membuat ku repot"maki Rafen geram.
disaat semua orang mulai panik dan perhatian Rafendra mulai pecah,Devan dengan perlahan lahan meninggalkan aula dan mencari keberadaan pujaan hatinya.
"dimana kamu sayang"gumam Devan gelisah.
"Harul segera cari tahu siapa orang orang itu,dan mengapa mereka membuat kekacauan"printah Devan pada asisten kepercayaan nya.
Rafendra serta lingga segera berlari berlawanan arah lengkap dengan senjata dikedua tangannya masing masing.dengan cepat Rafendra meraih kedua pistol Asp.45 silencer dan Bereta 92 Bruniton dari balik jas Armani yang tersembunyi rompi anti peluru membalut tubuh atletisnya.
tak beda jauh dengan lingga pria cantik itu sudah siap dengan Glock 20 serta jejeran belati mini nan tajam dibalik jas nya.
"lingga cepat bereskan bagian timur,dan mulai beri printah pada anggota BE"seru Rafendra emosi.
"bimo laporkan keadaan,dan bersihkan bagian pintu masuk"Rafendra melalui HT yang tersembunyi di telinganya mulai memaki penuh emosi melihat seakan para musuh tidak ada habisnya meski sudah ia bantai begitu banyak.
kedua manik kelam Rafendra mulai menyisir seluruh bangunan utama,mata elangnya menangkap 2 orang pria memakai topeng yang sedang sibuk berbicara dengan seseorang melalui telpon genggamnya.
sret
blesh
jleb
Dor
Dor
Dor
AAKKKHH
AAARGGHH
AAAAA**
musuh sudah tumbang dengan kondisi menggemaskan dengan tubuh penuh peluru dan terpotong tak berbentuk.darah segar berceceran dimana mana menimbulkan bau anyir yang membuat siapapun ingin muntah dan bergidik ngeri menyaksikan pemandangan mengerikan seperti itu.
"tangkap dua tikus sialan itu"suara Rafendra mulai berat menahan emosi setelah habis membantai para musuhnya,dengan tubuh penuh darah dan sebuah luka tembak dibahunya Rafen mulai murka mencari keberadaan sang istri.
"bawa keparat ini ke markas biar aku sendiri yang akan memberi hadiah pada mereka,beraninya bermain main denganku"kini wajah tampan itu sudah terciprat noda darah dan siapapun yang berani mencari masalah dengannya maka bersiaplah menemui ajalnya karna pria ini tak pernah berbelas kasih.
dengan dipenuhi rasa takut,Rafendra berlari mencari keberadaan istrinya,siapapun yang menghalanginya akan menerima timah panas tanpa perduli kawan atau lawan.
"Bimo cepat sisir seluruh area gedung dan jalan disekitar sini,cari istriku"printah Rafendra gusar,kini hatinya benar benar gelisah tidak dapat menemukan sang istri dimanapun.
"jika sampai kalian berani menyentuh istriku,akan ku habisi mereka tanpa ampun"rahang Rafen mengeras,dengan langkah lebar Rafen berjalan menaiki tangga lalu membuka setiap pintu yang ada di gedung dengan tergesa gesa,terlihat wajahnya begitu memerah menahan panik serta amarah.
"baby,tolong dimanakah kau,jangan membuatku gila jangan tinggalkan aku sayang,please"ucap Rafendra begitu panik.
************
England 08.00 morning.
hamparan pasir putih ditemani gulungan ombak dan langit biru menjadi pemandangan yang terlihat dari dari balik kaca besar sebuah kamar hotel mewah di manhattan.
"bagaimana,apa anak buah Mr Bastian berhasil membawa istri cantik Rafendra?"tanya seorang pria yang nampak berumur 30 tahun.
"kerja sama kita berhasil Darius,sekarang tinggal bagian kita untuk Selenia,wah aku tak sabar dengan gadis manis itu,dengan dua batu kita bisa menumbangkan seekor elang"seringai kejam menghiasi bibir seorang pria bernama Damian.
Darius,Bastian dan Damian adalah tiga orang pria yang memiliki masalah pribadi dengan Rafendra serta Marvel,dan mereka sudah mulai menjalankan rencana mereka dengan langkah awal menculik anggi istri sang bos mafia BE.
"tenanglah,ini baru pemanasan setelah ini giliran kita,oh ia tidak ada masalah kan?"tanya Darius menatap tajam pada Damian.
"akupun belum tahu pasti,tapi yang jelas Bastian berhasil jadi kita langsung saja pada bagian kita"jawab Damian tenang.
Darius pria itu membenci Rafendra sebab kematian adik perempuan nya Shelly.
__ADS_1
sedang Damian menyimpan dendam pada keluarga houston terlebih Marvel, karna Marvel telah membuat ia bangkrut dan masuk penjara karna penipuan yang ia lakukan pada sebuah tender besar dibongkar oleh putra houston itu.
sedangkan Bastian,laki laki itu harus kehilangan sebelah matanya akibat penyerangan BE pada kelompoknya dulu RED COBRA.
karna dendam masing masing ketiga pria itu akhirnya bekerja sama menjatuhkan BE sekaligus Houston bersamaan.
"dan sekarang anak buahku tengah mengurus Selenia,hahaha"tawa Darius membayangkan sebentar lagi ia akan mendapatkan adik dari musuhnya.
*************
disebuah jalanan sepi Selenia melihat para bodyguard miliknya tumbang dengan beberapa luka tikaman pada tubuh ke 4 pria itu.
"hiks,siapa kalian?mengapa menyerang kami?"tangis Selenia pecah akibat tiba tiba tubuh mungilnya diseret oleh beberapa pria besar dengan wajah sangar masuk ke sebuah mobil hitam tertutup.
"Selenia,ada apa ini?siapa mereka?"batin Xavier dari jauh melihat penculikan yang dialami oleh adik rivalnya itu.
tanpa ba bi bu Xavier memutar arah mobilnya dan mengikuti mobil yang menculik Selenia diam diam.
dengan kalut,Xavier menghubungi nomor telpon Rafendra.
tut.....
tut....
tut......
lama panggilan Xavier tak diangkat oleh Rafendra,akhirnya karna mulai kesal Xavier menghubungi Bimo.
"hallo Bimo,aku akan Bicara cepat,Selenia dia diculik,aku sedang mengikuti mereka jadi cepatlah beri tahu Rafendra"ucap Xavier nampak tergesa gesa.
"kau tidak bercanda Xavier,dimana lokasimu sekarang"tanya Bimo nampak panik
"pinggiran manhattan,entahlah ini menuju kemana,sudahya aku sedang fokus menyetir,aku akan menghubungi Deren menyusul ku aku tutup"Xavier langsung menutup panggilannya dengan Bimo.
setelah menghubungi kepala bodyguard sekaligus sahabatnya Deren,kini Xavier melihat mobil SUV hitam itu berhenti di sebuah rumah berlantai dua dan setelah itu keluar beberapa orang pria besar menyeret Selenia yang masih menangis histeris.
"sial,banyak sekali Mereka bagaimana aku bisa menyelamatkannya sendiri,sebaiknya aku tunggu Deren"ucap Xavier sambil meneliti kondisi sekitar rumah mewah tersebut.
*************
Prank
Prank
Rafendra pria itu mengamuk murka mendengar laporan yang disampaikan oleh Bimo.
Glek......
Bimo serta lingga nampak menelan salivanya susah melihat sisi iblis dari sang bos mulai bangkit.
"matilah mereka"batin lingga bergidik ngeri.
"habislah sudah"batin para anggota BE
"me...mereka di ruang eksekusi bos"jawab Bimo gugup.
seringai iblis Rafendra muncul menghiasi wajah tampan nya.
"let's play the game"ucap Rafendra terdengar mengerikan ditelinga setiap anggota BE yang hadir.
dengan langkah berat dan aura membunuh dihiasi wajah gelap nan dingin Rafen menuju rumah eksekusi yang teletak di pinggiran kota.
nampak dua orang pria dengan tubuh penuh luka lebam berdiri dengan tangan diikat keatas dan kedua mata yang tertutup kain hitam menjerit pilu akibat siksaan ppara anggota BE pimpinan Rafendra.
"buka penutup mata mereka"suara dingin Rafen mengejutkan semua orang yang ada di ruang eksekusi tersebut.
"wah bos benar benar seperti iblis,bahkan langkah kakinya pun tak terdengar saat masuk"batin Thomas.
"mereka sudah bicara?"tanya Rafen tenang,tapi percayalah sorot matanya sekarang bagi seorang predator yang tengah memindai mangsanya.
"mereka masih bungkam bos"ucap Thomas takut.
"menyingkir"Rafendra berkata dengan senyum mengerikan diwajahnya.
dengan tenang Rafendra berjalan dan menyentuhkan tangannya di salah satu lukisan yang ada di dinding ruangan tersebut,dan terlihatlah jejeran pisau belati berbagai ukuran disana.
dengan tenang Rafendra mengambil sebuah pisau perak berbentuk bulan sabit dan dengan penuh senyum ia mendekati kedua korbanya.
Sret..........
CES......
jleb.....
AAARRRGGGGGGGHHHHHH
__ADS_1
teriakan kedua pria itu memenuhi seluruh ruang eksekusi.
dengan perlahan dan tenang,Rafen menarik goresan panjang dan dalam ditubuh salah satu pria yang berani mengusiknya.
goresan dalam dan panjang pada paha kiri pria berambut coklat itu mengeluarkan darah segar bak sungai mengalir,setelah itu dengan sadis Rafendra mulai menyayat seluruh kulit pada tubuh pria malang itu,teriak kesakitan dari musuhnya terdengar bak melodi pengantar tidur bagi Rafendra.
AAAARRRRGGGGHHHH
"lingga bawa seember air dengan garam"perintah Rafendra tersenyum puas.
Byur
dengan kasar Rafen menyiramkan air garam itu ke seluruh tubuh korban ya hingga menjerit kesakitan .
AAAARRRRRGGGGHHH
"SUNGGUH LEBIH BAIK KAU BUNUH AKU SEKARANG DASAR IBLIS"makinya pada Rafendra yang tersenyum menyerigai melihat korban ya menunggu ajal.
namun Rafendra seakan tuli dan tak ada rasa iba sedikitpun,pisau tajam itu sekarang berpindah menancap pada pria malang tersebut hingga meregang nyawa dalam kondisi mengenaskan.
"ini akibatnya kalian berani bermain main denganku dan mengusik istriku"tawa Rafen puas melihat hasil karyanya.
lingga menggangga takut melihat kesadisan sang bos tampan berwajah malaikat namun berhati iblis.
"lucifer telah bangkit"ucap lingga bergidik ngeri.
"ku harap ini semua cepat berakhir,tak ada yang bisa menenangkan iblis lucifer ini,nona valy belum kami temukan,sekarang nona Selenia pun diculik,benar benar manusia bodoh"batin Bimo menatap korban kemarahan sang bos.
"nah,sekarang jika kau ingin menyusul temanmu ini,maka dengan senang hati kubuat kau tersiksa lebih dari ini"ucap Rafen menatap pria yang bergetar ketakutan menatap kematian kawannya oleh Rafendra.
"ja...jangan baik aku mengaku,Bastian dan Darius mereka bos kami"ucap pria itu bergetar ketakutan.
DOR........
DOR......
DOR......
tiga tembakan menembus kedua mata dan jantung pria itu hingga meregang nyawa.
"bawa dan bakar mereka,dan siapkan penerbangan ku ke England,mari kita makan besar hahahahhaha"tawa Rafendra membayangkan membawa istrinya pulang setelah membantai habis para musuhnya.
***********
disisi lain seorang wanita cantik nampak berdiri dengan tangan terikat rantai besi.
Cetar.......
Cetar........
cambukan keras diterimanya tampa rasa takut dan masih menatap datar dan dingin pada pria yang tengah menyiksanya.
nampak kulit putih nan halus itu kini dipenuhi luka cambukan yang mengeluarkan darah segar,namun wanita itu tidak bergeming dan menatap nyalang beberapa orang pria yang melihatnya sedang tertawa puas.
"sayang sekali,wanita cantik seperti mu harus mati,salahmu sendiri tak mau melayani kami"ucap salah satu pria itu.
Cih..
wanita itu membuang ludahnya jijik menatap hina para pria yang sudah menculiknya.
"lebih baik aku mati dan membawa kalian ke neraka daripada melayani para pria menjijikan layaknya sampah seperti kalian ini"ucap wanita itu tak ada rasa takut.
"kurang ajar"
Ctar.....
ctar......
tes...
tes...
darah segar memenuhi tubuh wanita cantik tersebut,namun tak ada air mata sekalipun,hanya ringisan kecil menahan sakit yang terdengar walau samar.
"kita pergi kawan kawan,bos pasti senang"
setelah 4 orang pria sangar itu pergi,dan kini hanya tatapan kosong dari wanita itu yang terlihat.
"kalian akan mendapat balasan nanti,lihat dan tunggu saja"ucap wanita itu sebelum kegelapan menyapa.
TBC.....
i hope you like this story,and give me vote like n komen ok guys........😉
enjoy and see you next chapter😀
__ADS_1