
Jessica Griys
waktu sudah menunjukan pukul 03.50 aku harus segera kembali ke sekolah dan belajar bersama guru killer yang dikenal garang tapi menyukai hello Kitty :v. yaa seperti pepatah "gaya boleh preman tapi hati tetap Hello Kitty". aku agak ragu mau diantar Ka Jonaz atau Ardan, mereka kan orang yang aku sayangi, ga mungkin aku tolak mentah mentah mereka berdua
"kalo sama kakak akan terjamin selamat!" Ka Jonaz ngeloyor dengan mulut manyun, pantas banyak cewek yang pada jijiq sama manusia satu ini. padahal mukanya tamvan, tapi kalo makan mie ayam malah pake tangan. emang kampungan!
"sama aku aja" Ardan tersenyum dengan senyuman khasnya, tidak lupa dengan lesung pipinya yang dalam sedalam cintaku padanya :) (ea).
"terimakasih ya, tapi aku minta dijemput sama Naya aja" Ucapku sambil mengibaskan rambut pirangku yang pajang se pinggang. keduanya murung berbarengan.
setelah menunggu 12 menit. Ada chat masuk di handphoneku, segera mungkin ku ambil dan ku buka aplikasi WhatsApp.
Nayyaw
p. Jes, lw nunggu dmn? nant w kesana, tmbn kgk bareng Ardan wkwkwkwk
aku tersenyum kecil membaca pesan dari teman terbaikku, aku membalasnya, jari jemari lentikku mengetik cepat di atas keyboard berwarna biru.
You
nant w crita in yaks wskwskwskk
pesanku di baca olehnya dan tidak dibalas lagi, tidak sampai 1 abad :v anak cewek itu datang dengan mobilnya. kubuka pintu mobil belakangnya, dan ternyata aku ga sendiri ada cowok teman kecilnya.
"Anjazzz Elward!" aku memasang muka jelek untuk Naya, itu juga sebagai muka ejekan. Elward juga sahabat kecilku, jadi aku merasa heboh dia di mobil Naya. seingatku dulu, Elward pernah suka sama Naya, tapi Naya menolak mentah mentah pernyataan cintanya.
"udah dong!" Naya tersipu, pipinya bersemu pink muda. aku tetap memasang muka jelek yang juga sebagai ejekan.
"kalian ga berubah juga yah!" Elward terkekeh melihat tingkah laku kami berdua.
__ADS_1
"ah ya. di chat lw mau ngomong paan dah?" tanya naya wajahnya yang cantiq berubah menjadi wajah penasaran yang akud.
Sedangkan Elward masih diam melihat kedua sahabat kecilnya sedang berbincang dan hampir berdebat.
Aku berusaha menceritakan semuanya dari awal sampai akhir, Naya yang mendengar itu menjadi geram. tanganya mengepalkeras seolah olah ingin menonjok Ardan.
"kalo w ktmu dia, bkl w bantai! hyahyahyaaaa!!!" Naya menunjukan sifat buruknya di depan kedua sahabatnya.
"Well kapan kita jalan? w laper nih" ucap Elward menyela pembicaraan aku dan Naya, sontak aku kaget dan hampir menonjoknya tapi hal itu di lerai oleh Naya.
Dengan kecepatan penuh, Naya mengendarai mobil hijau miliknya. di perjalanan kami tertawa tawa, dan sesekali mengingat kejadian masa lalu, bisa dibilang di mobil kita lagi nostalgia . Rasa sedihku juga berkurang semenjak tadi tawaku meledak. Tapi itu hal biasa untuk Elward dan Naya. mereka sudah tau sifatku yang humoris
Mobil Naya meluncu di depan rumahku, aku berhenti tertawa dan hanya tersenyum.
"ok thx yak!" seruku setelah membuka pintu mobil Naya. Naya hanya mengangguk, dan Elward tersenyum
"Yak!" Aku tersenyum dengan kelakuan sahabat sahabatku. ku buka pagar rumahku yang berwarna hitam. Seseorang di ambang pintu telah menunggu ku. aku segara masuk.
"sudah pulang?" tanya Seseorang di ambang pintu itu dengan suara berat. Aku masih penasaran dengan orang itu. ingin segara cepat cepat melihatnya tapi sepatuku susah diajak kerjasama!
"Jess! ayo masuk sini" ajak Kak Jonaz yang datang dari dalam, dia berada di sebelah orang misterius itu. akhirnya sepatuku lepas, ku taruh sepatuku di rak dan. segera berlari ke arah orang itu. ups! dia adalah....
"Hai Jess :)" sapanya dengan senyuman, aku membalasnya dengan senyuman palsu, aku ingat orang ini sudah mati, tapi kenyataannya tidak.
"Gas, lo masih idup? Gue kira lo udah mati" Namanya Bagas Raymond, dia adalah orang pertama yang aku cintai, tanpa sadar dia mencintaiku juga, tapi pada akhirnya dia meninggalkan aku karena syarat untuk berpacaran dengan cewek yang bagas suka selain aku adalah, harus memutuskan pacar lama. entah apakah sifatnya masih sama seperti dulu?
"tentu saja aku masih hidup, karena gosip kecelakaan itu Hoax! " pupilku mengecil beberapa saat, karena saking kagetnya. ternyata gosip itu tidak benar berarti dia masih bisa mengejarku lagi.
"seperti biasa ya kamu masih cantik saja" ucap Bagas sambil menyentuh rambutku yang pirang. aku menangkis tangannya. Aku berlari menuju kamarku yang di lantai dua.
__ADS_1
Pagi hari ini memang tidak mengasikan, orang yang aku benci datang dihadapanku untuk menikah dengaku. tentu aku menolak! aku lebih setia dengan Ardan walaupun Ardan menyukai perempuan lain. Pagi itu jam 6 aku sudah turun ke lantai bawah untuk sarapan. tapi aku tidak sudi sarapan di meja yang sama dengan Bagas, apalagi kak Jonaz sudah berangkat.
"aku buat Steak nih, ayo makan" Bagas tersenyum ketika aku turun, aku tidak mempedulikannya lagi aku mengambil sepotong roti dan ku olesi dengan selai coklat. aku langsung berjalan menuju pintu dan memakai sepatu, aku menunggu Naya untuk dijemput.
Nayyaw
lo ama Ardan yak! gue lupa, gue udah disekolah gome ne 🙏🙏
Yah... mau ga mau aku harus di antar Ardan. tidak lebih dari 5 menit, Ardan datang dengan mobilnya. aku membuka pintu depan laku langsung duduk.
"lama nunggu ya? maaf yah" ucapnya sambil tersenyum. aku membalasnya.
"gapapa" lalu aku memalingkan wajahku.
"ayo jalan, pake basa basi segala" suara seorang cewek terdengar jelas di kursi belakang. aku kaget dia kakak kelasku yang aku benci juga, dia menyukai Ardan sama sepertiku.
apa lagi rencana nya sekarang?!
***❇✴TBC (bukan penyakit yaa)✴❇
❇✴Terima kasih sudah membaca ceritaku, maaf kalau ada nama, tempat yang sama. mohon dimaafkan, dan jika kalau ada kata kata kasar aku minta maaf. Arigato & Gomen'nasai✴❇***
✴❇Yakura ChanChan✴❇
Support author Yakura dengan klik Favorite 💝 dan Klik Like 👍
jangan lupa Comment 💬dibawah!
Arigatou! 😘✌
__ADS_1