Cinta Diam-diam

Cinta Diam-diam
Part 51: Jalan yang kita lalui


__ADS_3

Ini adalah hari yang cukup indah, cuaca diluar terlihat cukup cerah, tidak ada awan dilangit.


Matahari terlihat bersinar sangat cerah dari pagi tadi, terlihat bersemangat, menampilkan seharian merupakan hari yang baik.


Ini adalah akhir Mei, disalah satu Sekolah Elite tertentu, tengah diadakan acara Perpisahan dan Kelulusan untuk Siswa angkatan tahun ketiga mereka.


Ini diadakan diakhir hari, yaitu malam hari nanti.


Jadi siang ini, beberapa siswa akan bersemangat untuk keluar, mulai dari membeli baju, atau membeli kado atau sesuatu untuk persiapan acara nanti malam.


Juga, Siswa dan Siswi Kelas satu dan dua, khususnya anggota OSIS, tengah sibuk mempersiapkan acara untuk malam nanti.


Acara ini tentu ada sangat meriah, siswa dan siswi adik kelas ini sangat bersemangat menyiapkannya Pesta Kelulusan Kakak Kelas mereka.


Pasalnya, Tiga Pangeran Sekolah akan lulus hari ini, juga Sang Dewi Kecantikan mereka.


Harus membuat perta perpisahan yang Hebat!!!


Dan beberapa junior kecil ini, ada yang berani bersiap untuk menyatakan perasaan mereka pada salah satu Pangeran-Pangeran ini.


Ini adalah perpisahan, konflik dengan pangeran-pangeran tampan ini lagi.


Ini tidak bisa dilewatkan, bahkan siswa-siswi yang tidak termasuk dalam OSIS, mencari banyak alasan untuk datang ke acara malam nanti.


Partform Night yang dinantikan oleh semua orang.


Hingga malam tiba, susana disana terlihat sangat-sangat meriah.


Sebelum hari ini, beberapa hari lalu juga ada pengumuman hasil dari Ujian Masuk Universitas Bersama yang diadakan akhir April lalu.


Jadi diacara Perpisahan ini beberapa siswa yang sudah di terima di Universitas favorid bisa mulai membual dan pamer soal itu.


Namun tentu saja, acara hari ini tidak hanya soal pamer, namun acara perpisahan dengan teman-teman juga Sekolah mereka.


Karena jalan yang mereka ambil beberapa berbeda, walaupun satu Universitaspun, mungkin saja Fakultas yang mereka ambil berbeda.


Ada juga yang memutuskan untuk Pergi ke Universitas diluar kota.


Pasti akan susah untuk bertemu lagi kedepannya.


Bahkan ada juga beberapa siswa yang berencana Kuliah di Luar Negeri.


Acara malam belum dimulai, namun siswa dan siswi kelas tiga ini terlihat sangat asik mengobrol satu sama lainnya.


Hari ini di acara perpisahan juga hari mereka menerima Ijazah dan rekap nilai mereka.


Acara sudah dimulai sejak sore hari, dengan Orang Tua siswa yang diundang.


Lalu dilanjutkan acara malam hari untuk para murid-murid.


Di acara Partform Night ini, diadakan pesta dansa yang meriah.


Ini juga saat dimana beberapa penghargaan diberikan pada beberapa orang.


Mulai dari penghargaan resmi sampai beberapa lelucon yang disiapkan oleh siswa-siswa kelas satu dan dua.


Ditengah-tengah itu, terlihat Reno berada didekat pintu masuk ruangan.


Jelas, dia terlihat menunggu seseorang untuk datang.


Siswa-siswi yang kebetulan lewat sesekali melirik kearahnya, mulai bertanya-tanya dan bergosip soal siapa yang akan ditunggu oleh Sang Tiran Sekolah mereka.


Ini malam perpisahan, mungkin akan ada hal-hal yang menarik yang terjadi, mereka tidak sabar untuk menantikannya.


Mengabaikan semua tatapan orang lewat, Reno duduk disana dengan santai.


Dia mulai mengeluarkan sebuah kotak kecil dari jas yang dipakainya.


Ini adalah hadiah untuk Serra nanti, tanda jika mereka resmi berkencan, sepasang cincin dengan nama dan tanggal jadian mereka.


Ini mungkin terlihat berlebihan, namun tidak masalah samasekali, ini juga bisa dipakai sebagai gantungan kalung jika mau.


Ini terlihat sempurna untuk dirinya dan Serra nanti.


Reno harap Serra suka.


Lagipula ini hari yang baik, dirinya juga tengah bersemangat untuk memberi tahu Serra kalau dirinya diterima di Universitas X.


Reno juga tidak sabar untuk memberitahu Serra soal hal ini.


Dirinya benar-benar menepati janjinya, untuk di terima di Universitas X dan akan bisa satu kampus dengan gadis itu.


Ya, tidak perlu bertanya, pasti gadis itu juga diterima disana. Lagipula walaupun Ujian Nasional kemari nilai Serra sedikit menurun, itu tidak pada level dimana Serra tidak akan diterima di Universitas X.


Ah, benar-benar sangat menantikan untuk bertemu Serra.


Setelah hari mereka jadian, Serra ijin untuk kembali kerumahnya.


Dan dirinya tidak lagi bisa bertemu dengan Serra lagi sampai sekarang.


Setelah semua, masih cukup susah untuk berhubungan dengannya lagi.


Tapi mungkin nanti setelah mulai masuk Universitas beberapa bulan lagi, mereka akan mulai mudah bertemu.


Benar-benar tidak sabar untuk menantikannya.


...####...


Disisi lainnya, saat ini Serra berada di bandara sedang menunggu Kakaknya Johan untuk datang.


Pesawat pribadi sudah disiapkan, dan tinggal menunggu Kakaknya Johan untuk kesini.


Ini mungkin benar-benar akan menjadi kesempatan terakhir jika dirinya ingin kabur sekarang, tidak ada kesempatan kedua lainnya.


Namun, dirinya tahu kalau kabur sekarang tidak ada gunanya.


Malam ini adalah hari acara perpisahan di sekolahnya.


Sayang sekali dirinya bahkan tidak bisa melihat Reno untuk terakhir kalinya sebelum berangkat ke Luar Negeri.


Dirinya tidak tahu, ekpersi seperti apa yang akan Reno buat setelah dia tahu, kalau dirinya memutuskan untuk Kuliah ke Luar Negeri.


Apakah marah?

__ADS_1


Kecewa?


Sedih??


Bahkan untuk memikirkan keadaan Reno sekarang, membuat Serra merasa sangat sedih dan merasa ingin menagis.


Dirinya benar-benar tidak mengira bahwa Kakaknya merencanakan ini dibelakangnya, saat dia bilang mencoba menerima Reno.


Untuk benar-benar menjadi orang yang memisahkan mereka.


Dirinya tidak tahu harus berekspresi seperti apa pada Kakaknya sekarang.


Dirinya bahkan tidak memiliki kesempatan untuk mengucapkan selamat tinggal dengan benar pada Reno.


Namun tentu saja, dirinya juga tidak tahu bagaimana untuk mengatakan itu pada Reno.


Terlalu menyakitkan untuk memikirkannya.


Namun......


Ini bukan sebuah akhir....


Ini tidak seperti dirinya dan Reno tidak akan pernah bertemu lagi.


Mungkin ini akan terasa berat, namun Serra harap Reno mengerti.


Ketika Serra sibuk dengan pikirannya, Kakaknya Johan sudah datang.


Dan Serra terkejut melihat seseorang yang datang bersamanya.


Dia adalah seseorang yang mengunakan kursi roda yang didorong oleh Kakaknya.


Seseorang yang sangat Serra kenal dengan cukup baik dulu.


Tapi.....


Bukankah dia koma di Rumah Sakit?


"Farrel?" Tanya Serra dengan heran.


"Dia akan ikut kita ke Luar Negeri untuk menjalani pengobatan dan rehabilitasi pemulihan kesehatan disana," jelas Johan singkat.


...####...


Waktu berlalu semakin malam, Reno masih menunggu ditempat yang sama.


Dari sana, dia mengamati acara yang berlangsung sangat meriah.


Masih menantikan Serra untuk datang.


Serra sudah berjanji padanya akan datang ke acara ini.


Namun kenapa gadis belum juga datang?


Dirinya benar-benar bertanya-tanya kenapa.


Mungkin dia telat?


Atau ada beberapa masalah di jalan?


Waktu terus berlalu, di sana Reno juga sempat menyapa beberapa orang di dalam, namun dirinya tetapi tak bisa merasa tenang dan terus melihat ke arah pintu.


Menantikan Serra untuk datang.


Sampai waktu berlalu, dan acara hampir selesai, dia tidak melihat Serra datang.


Itu mulai membuat Reno khawatir.


Namun tiba-tiba, Revan dan Alvin datang kerahnya dengan ekpersi cukup buruk.


"Ada apa?" Tanya Reno binggung.


Revan dan Alvin saling bertatapan satu sama lainnya, tidak tahu harus mulai mengatakan ini dari mana.


Tadi saat kekamar mandi, Revan kebetulan mendengar percakapan beberapa guru soal bagaimana Serra akan melanjutkan Kuliah di Luar Negeri.


Kakaknya Johan sudah mengambil berkas-berkas penting disekolah kemarin, dan rencananya akan segera pergi ke Luar Negeri secepatnya.


Revan yang mendengar ini, langsung menemui Alvin dan menyampaikan ini.


Dirinya benar-benar tidak tahu bagaimana mengatakan hal ini pada Reno.


Sejak kabar beberapa minggu lalu, jika Reno akhirnya bisa berkencan dengan Serra, Reno terlihat begitu senang.


Mereka sempat merayakan ini dan mengucapkan beberapa selamat, dan mengadakan beberapa pesta untuk Reno.


Karena akhirnya teman mereka berhasil mendapatkan hati gadis pujaannya, walaupun ada dibeberapa situasi rumit dalam keluarga mereka.


Mereka juga menemani Reno yang terlihat begitu bersemangat untuk memilih cincin untuk Serra.


Apalagi setelah kabar kalau ternyata Reno lulus Ujian Masuk Universitas X.


Reno terlihat sangat senang sekali, dan mulai membual bahwa keinginannya untuk bisa satu kampus dengan Serra akan terwujud.


Lihat wajahnya yang tersenyum setiap hari itu.


Jadi baik Revan ataupun Alvin, tidak tahu harus mulai dari mana.


Mereka hanya saling adu tatap, memberi isyarat untuk melimpahkan tanggungjawab satu sama lainnya untuk memberi tahu Reno soal kabar ini.


Akhirnya, Alvin angkat bicara,


"Reno, ada hal penting yang ingin kami bicarakan,"


"Iya, apa? Kalian tahu? Aku sedang sibuk, masih menunggu, Serra untuk datang,"


"Dia tidak akan datang, Reno."


"Apa maksudmu Alvin?"


"Dengarkan aku baik-baik. Aku mendengar kabar dari beberapa guru, jika Serra akan melanjutkan kuliahnya di Luar Negeri. Dan akan segera berangkat secepatnya."


Deg

__ADS_1


Deg


Deg


Hati Reno tidak bisa menerima kabar yang tiba-tiba ini.


Semua yang dirinya rasakan terasa hancur berkeping-keping, seolah-olah semua ini hanya ilusi saja.


"Kamu pasti salah dengar, dia berjanji padaku untuk masuk di Universitas X bersama. Bahwa kami akan bersama selamanya," kata Reno mencoba mengelak dari fakta ini.


"Reno, kamu harus sadar. Jika ini kemungkinan besar adalah berita nyata. Lihat bukankah dia tidak datang ke acara ini?"


"Tidak! Tidak! Itu tidak mungkin!!!" Kata Reno yang terlihat syok itu.


'Selamat tinggal, Reno.'


Itu adalah kata-kata Serra pagi itu.


Gadis itu memang berkata dengan sedikit aneh saat mereka berpisah hari itu.


Namun dirinya saja yang tidak mengerti.


Jadi apakah, sejak awal Serra sudah tahu kalau dia akan pergi ke Luar Negeri?


Dan tidak memberitahu ini padanya?


"Tidak!!! Ini tidak mungkin!!!"


Reno masih mengelak, namun dia sekarang langsung berlari kearah parkiran, kemudian mengemudikan mobilnya kearah Rumah Serra.


Tenang-tenang, mari cari tahu dulu kebenarannya.


Namun ketika sampai disana, siapa yang tahu jika rumah itu telah kosong.


Hanya beberapa penjaga dan pelayanan yang tersisa.


Mereka bilang, Orang Tua Serra di Luar Kota, dan Serra serta Kakaknya pergi Ke Luar Negeri.


Dan tentu saja, setelah tahu hal-hal itu, Reno kemudian merasa hancur.


Kenapa.....


Kenapa Serra berbohong seperti ini padanya....


Kenapa kamu tersenyum, dan mengiyakan semua yang aku katakan....


Membuatku berharap....


Menunggu hari-hari itu datang....


Membuatku menantikan hari-hari itu.....


Membuatku tidak sabar sampai hari itu datang....


Ketika mereka berkencan di Universitas yang sama nanti....


Sebuah janji yang mereka buat....


Yang pada akhirnya....


Hari-hari itu tidak akan pernah datang....


Dirinya kembali mengingat mengingat, hari-hari di masa lalu yang pernah dihabiskan dengan gadis itu...


Hari-hari yang terlihat indah dan damai, ketika mereka belum mengetahui perasaan satu sama lain....


Lalu hari-hari ketika mereka mulai sadar perasaan satu sama lain....


Hari ketika mereka melakukannya untuk pertama kali....


Hari-hari ketika mereka saling menghibur....


Hari ketika mereka akhirnya Resmi berkencan.


Janji ya mereka berdua buat....


Untuk berpikir hari-hari itu tidak akan pernah datang....


Tiba-tiba air mata Reno turun...


Serra benar-benar telah pergi meninggalkannya seperti ini....


Serra.....


Kenapa.....


Namun dia hanya bisa bertanya pada hening malam yang tidak memberikan jawaban....


Kenapa jalan yang mereka lalui begitu sulit?


Kenapa mereka harus berpisah....


Serra....


Kenapa kamu pergi meninggalkanku.....


Bukankah kita berjanji untuk bersama selamanya.....


...####...


...Akhir Dari Season 1...


...####...


Sampai jumpa lagi di Season 2, mungkin akan ada jeda beberapa hari.


Namun akan ada beberapa Side Story atau Bonus Chapter, sebelum Season 2 dimulai.


Selamat menantikannya,


Terimakasih sudah membaca sejauh ini.


Sampai jumpa di Season 2!!

__ADS_1


Terimakasih atas dukungannya ya semua, aku sejauh ini berkat kalian para pembaca setia 🥰🥰🥰


__ADS_2