
Waktupun begitu cepat berlalu, saat ini sudah menunjukan pukul tujuh malam, saatnya Pesta Ulang Tahun Serra dimulai.
Pesta diadakan disalah satu Hotel bintang lima milik Keluarga Lee. Dekorasi mewah dan penuh dengan mawar putih, terlihat simpel namun disisi lain juga mewah. Semua orang mengenakan pakaian putih, seolah-olah mereka sedang mengadakan pesta pernikahan, namun nyatanya bukan.
Semua undangan terlihat sudah hadir disini, mulai dari angkatan kelas 3 kenalan Serra, beberapa kenalan Serra dari Kelas 1 dan 2 bahkan beberapa Kakak tingkat yang sudah Lulus juga ada di Pesta ini.
Pesta sungguh meriah sekali. Saat ini sebagai bintang dari Pesta, Serra menjadi pusat perhatian dengan Gaun Putihnya yang panjang, dan terlihat mewah. Dan lihat sepatu kaca transparan yang dipakainya, terlihat seperti seorang Cinderella yang akan segera dijemput oleh Pangerannya saat dia turun dari tangga.
Owh tapi tunggu?
Tapi siapa yang bisa layak untuk dipasarkan dengan Ketua Kelas mereka?
Seseorang yang layak di panggil Pangeran untuk Ketua Kelas mereka?
Namun ketika mereka memikirkannya, tiba-tiba ada seseorang yang mengulurkan tangannya untuk membantu Ketua Kelas turun dari tangga.
Coba tebak siapa itu?
Bukankah itu salah satu Senior mereka, Kak Romeo?
Dia Kuliah di Amerika bukan?
Sepertinya dia sedang libur makanya dia sengaja pulang kesini.
Atau jangan-jangan dia pulang khusus untuk menghadiri Pesta Ulang Tahun Ketua Kelas mereka?
Ah~
Dulu ketika mereka masih satu sekolah keduanya memang cukup terlihat dekat, dulu sempat menjadi perbincangan panas!
Owh dan apakah Kisah Asmara mereka masih berlanjut sekarang?
Semua orang yang suka bergosip mulai terlihat sangat Kepo.
Ketika Serra turun dari tangga, dengan tangan Romeo mendampingnya, suara alunan musik terdegar.
Alunan Musik Dansa yang menjadi pembuka dalam acara ini, dan tentunya Dansa Pertama akan dilakukan oleh Bintang Pesta hari ini yaitu Ketua Kelas mereka!!
Coba lihat, hari ini Ketua Kelas tidak mengenakan kacamatanya, dan dia terlihat sangat cantik dengan balutan make up yang terlihat tipis itu, sangat serasi dengan gaun putih dan hiasan rambut crytal dirambutnya.
Dan lagi, Romeo terlihat sangat tampan dengan Jas berwarna putihnya, serta penampilannya yang tinggi, sangat cocok dengan tinggi Ketua Kelas.
Benar-benar seolah terlihat seperti seorang pengantin pria sedang menjemput mempelai wanitanya, Ah~
Owh astaga!!
Coba lihat itu!!
__ADS_1
Ketika keduanya mulai berdansa, banyak orang mulai merasa kagum.
Ah~
Betapa seperti Pasangan yang dibuat oleh Surga, Ah~
Yang satu Tampan, Pintar dan Baik yang satunya, cantik pintar dan baik, Ah~
Keluarga mereka juga memiliki hubungan yang cukup bagus.
Disisi lainnya, terlihat pemuda tertentu hampir memecahkan gelas yang dipegangnya karena kesal.
Ya, pemuda itu adalah Reno, dia juga sudah ada disini dari tadi, melihat adegan yang bah seperti dalam dongeng keluar menjadi nyata dari awal sampai akhir.
Dirinya sungguh kesal melihat gadis yang dicintainya berdansa dengan pria lain.
Harusnya yang saat ini berdansa dengan Serra adalah dirinya.
Harusnya yang mengandeng tangan Serra saat turun dari tangga barusan adalah dirinya....
Harusnya itu adalah tempat miliknya.....
Namun setelah semua, diseluruh acara seperti ini, Reno memang tidak pernah memiliki kesempatan untuk berdansa dengan gadis itu.
Karena akan menjadi pusat perhatian yang tidak perlu, dan tentunya akan sampai ke Keluarga mereka dan berakhir merepotkan.
Melihat kearah mereka berdua yang saat ini berdansa dan terlihat romantis membuat Reno kesal dan frustasi.
Jadi Reno memutuskan untuk keluar mencari udara segar dibalkon yang ada di ujung ruangan itu.
Dia lalu mengeluarkan sebuah kotak kecil dari sakunya, itu berisi sebuah kalung dengan liontin berbentuk persegi panjang kecil dan tipis, diatasnya ada gambar setengah hari kecil, yang jika disatukan dengan kalung yang dipakainya, akan membentuk gambar hati penuh.
Reno disana mulai merenungkan hubungannya dengan Serra.
Mereka berkencan?
Entahlah, belum ada konfirmasi kata-kata dari keduanya, ataupun komitmen apapun, mereka hanya mengikuti alur.
Ketika Reno sibuk berpikir, ada seorang gadis yang masuk kesana.
"Reno? Kamu disini?" Tanya gadis itu binggung, ya dia adalah Nana.
"Terlalu berisik didalam."
"Ah? Benar juga sih. Semua sibuk berdansa sekarang. Apa kamu tahu siapa pemuda yang bersama dengan Ketua Kelas barusan? Apakah itu Kekasih Ketua Kelas? Mereka benar-benar terlihat serasi, bukan?" Tanya Nana yang saat ini sudah ada disamping Reno.
Mendengar itu membuat hati Reno terasa semakin panas.
"Bukan," kata Reno dingin.
__ADS_1
Melihat respon dingin dari Reno membuat Nana terdiam, lalu hanya ada momen hening antara keduanya yang menatap keluar, kearah langit malam yang begitu gelap.
"Langit begitu gelap tanpa bulan, namun terlihat lebih indah karena memiliki begitu banyak bintang yang berkelap-kelip, bukankah begitu, Reno?" Tanya Nana mencoba membuka percakapan.
"Hmm," guma Reno tidak jelas karena dia sedang tidak mood untuk berbicara.
Melihat respon dingin Reno, Nana jadi binggung. Lalu dia berkata lagi,
"Apakah kamu haus, Reno? Mau aku ambilkan minum?"
Namun sekali lagi Reno fokus keduniaan sendiri, dan tidak memperhatikan apa yang Nana katanya dan hanya mengangguk ringan.
Dari sana, ketika mau keluar balkon kembali ketempat pesta, Nana malah terpleset dan kakinya kakinya terkilir.
Ahirnya karena tidak ada pilihan lainnya, Reno membatu merangkul Nana untuk pergi ke ruang istirahat disamping ruang pesta. Disana biasanya ada dokter atau pelayan atau sesuatu yang akan menghandel jika ada hal-hal seperti ini di Pesta.
Namun tanpa Reno ketahui, ketika dia tengah terlihat merangkul Nana dengan mesra, ada seorang pemuda tertentu yang menatap kearah mereka.
Pemuda itu terlihat begitu kesal ketika melihat wajah Reno.
'Lihat, laki-laki brengsek itu bahkan sekarang bermain-main dengan gadis lain? Rasanya sangat ingin memukulnya dengan keras. Ah tahan dirimu, Johan. Ini adalah Ulang Tahun Serra! Kamu tidak bisa membuat kekacauan di Pesta Ulang Tahun adikmu. Tahan....'
Pemuda itu terlihat menahan amarahnya, sambil bertanya-tanya, kemana pemuda itu akan pergi.
Apakah ke ruang Istirahat?
Untuk apa dia ketempat itu bersama seorang gadis?
Jangan bilang......
Dan begitulah, Johan Lee mengikuti Reno sampai ke Ruang Istirahat.
Namun, tidak beberapa lama, Reno sudah keluar lagi dari sana, terlihat tidak melakukan apapun.
'Apakah aku salah?' pikir Johan binggung.
Namun belum sempat Johan kembali berpikir, di lorong yang sepi dan cukup gelap itu tiba-tiba ada seorang gadis yang menarik Reno kebalik tirai disana.
Tirai itu sedikit transparan, samar-samar bisa terlihat dari arah Johan jika Reno tengah berciuman dengan gadis itu.
'Benar-benar laki-laki brengsek! Tidak cukup dengan gadis yang tadi dan sekarang berganti lagi!!! Hah!!'
Memikirkan ini Johan benar-benar tidak tahan, lalu dengan marah dia menghampiri tempat itu, menarik tirai itu.
Dibalik tirai ada Serra dan Reno yang tengah berciuman.
Mata mereka bertiga saling bertatapan.
__ADS_1