
Hari sudah menjelang sore, hampir pukul tiga sore.
Ini adalah sebuah restoran diruangan pribadi, terlihat dua orang didalamnya masih asik saling berpelukan satu sama lainnya.
Mereka juga masih ingin bersama menghabiskan waktu bersama satu sama lainnya.
Namun keduanya tahu, jika ini adalah saatnya untuk berpisah.
Saatnya untuk kembali ke aktivitas masing-masing.
"Aku masih ingin bersamamu," kata Reno dengan nada manja.
"Bukannya kamu masih harus memiliki beberapa hal yang harus kamu lakukan?" Tanya gadis itu.
"Sebenarnya tidak ada jadwal khusus hari ini yang begitu penting."
"Bertemu calon tunanganmu?"
"Lupakan lupakan aku tidak akan datang ke acara nanti malam. Kenapa nanti malam kita tidak makan malam bersama saja?"
"Tapi apakah benar tidak apa-apa? Bagaimana dengan Kakekmu nanti?"
"Aku juga tidak tahu mungkin dia akan marah."
"Bagaimanapun juga itu terserah kamu Reno itu kamu yang akan mengambil keputusan."
"Keputusan apa? Bukankah ini sudah sangat jelas? Aku hanya akan memilihmu dan tidak perlu mempertimbangkan hal-hal lainnya."
"Tapi kamu harus memikirkan ini baik-baik."
"Aku tahu aku tahu. Tapi dari awal aku sudah lama memutuskan ini."
"Baiklah aku mengerti. Semoga keputusanmu tidak berubah."
"Tidak akan oke?"
Gadis itu hanya tersenyum menanggapi kata-kata Reno.
"Kurasa aku harus pergi sekarang aku memiliki beberapa hal yang harus aku urus."
Reno menatap dengan sedih kearah gadis itu, yang saat ini sudah berdiri dan berniat pergi.
"Apakah harus benar-benar sekarang?"
"Ya aku tidak bisa bolos kantor terlalu lama."
"Baiklah aku mengerti tapi aku masih meminta satu hal."
"Apa?"
"Bagaimana kalau beberapa ciuman?"
Gadis itu lalu tertawa mendengar permintaan nakal Kekasihnya itu.
"Padahal kita hanya baru saja bertemu, namun kamu sudah begitu nakal."
"Aku diajari olehmu,"
Dan begitulah, Serra lalu menarik Reno kearahnya kemudian mencium pemuda itu.
####
Sore itu, Reno kembali ke kantornya, untuk mengurusi rencana proyek pembangunan Apartemen Mewah di Kota A.
Ketika sampai di kantornya dia disambut oleh sekretarisnya Merlin, menyadarkan begitu banyak berkas.
Reno menatap kumpulan berkas yang harus dibacanya itu.
"Sepertinya malam ini aku masih harus lembur."
"Proyek ini sangat penting, setelah berhasil mendapatkannya masih ada banyak yang harus diurus."
"tentu tentu aku tahu betapa pentingnya projek ini dan aku tidak susah apa yang mendapatkannya."
"Tapi Pak Presdir, nanti malam anda memiliki Acara Makan Malam sudah disiapkan oleh Kakek anda."
"Tidak bisakah aku tidak perlu hadir acara malam ini?"
"Kakek anda sudah menelepon saya untuk memastikan Anda hadir."
"Ayolah, Merlin. sebut saja beberapa alasan lagi pula kan aku harus mengurus banyak dokumen untuk proyek penting ini."
"Kenapa tidak anda saja yang menelepon langsung Kakek anda?"
"Kamu tahu aku tidak akan selesai jika aku menelepon Kakek. Dia hanya akan memaksaku lagi dan lagi dan itu hanya akan berakhir dengan membuat jantungnya kumat lagi."
"Baiklah saya akan diam saja dan akan pura-pura jika lupa tentang kegiatan malam ini."
"Itu bagus kita hanya perlu lembur malam ini dan membuat alasan jika ada banyak hal yang harus diurus sampai-sampai tidak ingat dengan hal-hal seperti makan malam." Kata Reno sambil tersenyum puas mendengar rencana sempurnanya ini.
Dari sini, sejak Reno datang, Merlin yang merasa ada yang aneh dengan Presdir ini.
Ini lebih seperti dia lebih banyak tersenyum dari biasanya, lebih terlihat ceria, dan lebih bersemangat dari biasanya.
Lihat kalau orang ini terlihat sangat bahagia.
__ADS_1
Jadi kira-kira selama beberapa jam ini dirinya tidak bersama orang ini, Apa kira-kira yang terjadi?
Namun sebagai bawahan, jadinya tidak boleh bertanya terlalu banyak tentang kegiatan pribadi atasannya itu.
Walaupun mereka berdua juga teman sekampus namun harus tetap bisa membedakan mana urusan pribadi dan mana urusan bisnis.
Namun dirinya juga ikut senang melihat bosnya ini lebih bersemangat dari biasanya.
Ya ini mungkin yang terjadi.
Karena sejak dirinya mengenal orang ini di bangku kuliah, orang ini selalu tersenyum palsu, dan selalu bersikap ramah penuh kepalsuan di depan semua orang.
Dan dirinya tidak pernah mengerti apa yang bosnya ini pikirkan.
Tapi ya sudahlah setidaknya Sekarang keadaan bosnya sudah menjadi lebih baik sejak pertama kali mereka bertemu.
####
Ini adalah sebuah restoran mewah, di salah satu ruang pribadi yang sudah dipesan secara khusus, di dalamnya sudah memiliki dekorasi yang cukup romantis.
Namun sayangnya di dalam ruangan mewah itu hanya ada satu orang gadis yang menunggu dari tadi.
Habis itu mengenakan sebuah gaun berwarna merah muda, aksesoris serta riasan yang cukup mewah.
"Emm, apakah orang yang dibicarakan Kakek belum datang?" Guma Gadis itu bingung.
Dirinya sebenarnya cukup kaget dengan makan malam ini.
Bukan karena Dirinya belum diberitahu hal ini sebelumnya, namun lebih seperti dirinya tidak menyangka kalau teman Kakeknya ini bahkan sudah menyiapkan sebuah gaun, aksesoris dan semua perlengkapan untuk makan malam ini yang disiapkan khusus untuknya, bahakan tata rias yang sudah disiapkan.
Memikirkan berapa harga baju yang dirinya pakai saat ini membuat Gadis itu hanya bisa geleng-geleng kepala.
Apakah ini gaji selama setahun?
Sungguh terlalu bisa-bisanya ada gaun semahal ini.
Memikirkan baju yang dipakainya membuat Gadis itu merasa tidak bebas.
Bagaimana kalau sampai ini rusak saat aku pakai?
Atau barangkali kotor terus tidak bisa dibersihkan?
Memikirkan semua hal itu membuat Gadis itu tiba-tiba tertekan.
Dan lagi siapa nanti seseorang yang akan dijodohkan dengannya ini?
Mau bagaimanapun orang itu nantinya, dirinya harus menerimanya karena ini semua demi keluarganya.
Ya ada hal yang harus tetap dilakukan demi keluarganya begitulah dirinya hidup sampai saat ini.
Semoga saja ini bukanlah pria yang buruk.
Bahkan sampai Gadis itu ketiduran di meja.
Dan semua menu yang ada di hadapannya menjadi dingin.
####
Saat ini di meja kerjanya, Reno masih sibuk mengurusi dokumen dimejanya yang tidak kunjung berkurang itu.
Melihat jam sudah hampir menunjukkan pukul 11 malam, membuat pemuda itu terlihat lelah.
"Ah, sebaiknya aku pulang saja. Sudah begitu lelah."
Reno lalu mulai membereskan barang-barang yang ada dimejanya.
Tidak lupa merapikan bajunya yang sudah cukup berantakan itu.
Setelah beberapa saat merapikan bajunya dia baru teringat sesuatu.
Ah....
Telah memikirkannya dirinya benar-benar lupa.
Lupa akan pertemuan malam ini, itu harusnya jam tujuh malam bukan?
Pada akhirnya keinginannya untuk tidak datang telah terpenuhi.
Bikin semalam dan tidak mungkin juga kalau gadis yang akan dijodohkan dengannya itu masih akan menunggunya, kecuali kalau gadis itu bodoh.
Reno mulai mengeleng-gelengkan kepalanya, merasa percuma memikirkan hal-hal yang tidak berguna.
Jadi Reno segera mengambil ponsel miliknya itu.
Dia terkejut melihat banyak panggilan tidak terjawab disana.
Ah...
Itu dari Kakeknya.
Merepotkan sekali jadi bahkan jam segini Kakeknya masih menelepon nya?
Pasti Kakeknya ingin memarahinya karena tidak datang pada pertemuan hari ini.
Ponselnya memang segaja dirinya silent dari tadi agar tidak ada yang menganggu.
Melihat ponselnya sekali lagi bergetar, akhirnya Reno mengalah dan mengangkat ponselnya, memilih untuk telepon dari Kakeknya.
Pasrah jika dirinya dimarahi.
__ADS_1
Itulah apa yang Reno dengar ketika dia mengangkat telepon.
"Reno!! Kamu kenapa tidak datang, Hah?"
"Maaf, Kakek aku lupa. Aku bekerja lembur dan memiliki banyak pekerjaan yang baru saja selesai."
"Kamu sudah Kakek ingatkan, tapi tetap saja bandel."
"Maafkan aku, Kakek." Kata Reno dengan tenang.
"Baik, namun sekarang kamu harus ketempat pertemuan itu sekarang juga!!"
"Maksud Kakek?"
"Aku mendengar telepon dari Pelayan di Restoran jika gadis itu masih menunggumu!! Sudah selesai bukan urusanmu? Cepat datang dan temui gadis itu!! Kamu harus bertanggung jawab membuat gadis itu mengganggu."
Mendengar itu Reno kaget, masa iya gadis itu masih menunggu?
Ini kan sudah mau jam 11 lebih malah, sudah dari jam 7 kan?
Apakah gadis itu bodoh?
Sudah jelas jika memang kalau tidak datang tepat waktu, itu artinya tidak ada niatan dirinya untuk datang.
Kenapa buang-buang waktu percuma menunggu?
"Reno!! Jawab Kakek!?"
"Tapi Kakek...."
"Tidak ada tapi-tapian!! Cepat datang kesana segera atau...."
Reno benar-benar tidak ingin berdebat dengan Kakeknya lebih lanjut.
Jadi dengan terpaksa, Reno menyetujui hal ini.
Mau sendirinya harus tetap bertemu dengan gadis itu.
Lagi pula ini juga saatnya untuk menegaskan, pada gadis itu kalau dirinya jelas menolak perjodohan ini.
Segera setelah memikirkan rencananya, Reno turun dari ruangannya, menuju ke parkiran dibawah sana.
####
Tidur salah satu ruangan pribadi restoran itu, terlihat seorang gadis telah terlelap dimeja itu.
Membiarkan semua makanan mewah di depannya menjadi dingin.
Lilin yang sudah dipasang di sana juga sudah hampir mati, tinggal cahaya gelap redup.
Malam yang semakin malam membuat cuaca di sana juga cukup dingin.
Mungkin karena gadis itu sedikit kedinginan, dia terlihat mengigil dalam tidurnya.
Reno yang memasuki ruangan itu terkejut dengan pemandangan yang ada didepannya itu.
Apakah gadis itu benar-benar bodoh?
Malam ini cukup dingin, namun dia tetap berada disini dengan pakaian yang begitu terbuka, tertidur pulas pula, seperti orang bodoh.
Disini, lalu Reno membangunkan gadis itu.
"Hey, bangun."
Namun tidak ada tanggapan.
"Bangun!! Cepatlah!! Jangan membuang waktuku!"
Melihat suaranya tidak direspon, lalu Reno mulai mengguncangkan tubuh gadis itu dengan tangannya.
Namun dirinya kaget merasakan tubuh gadis itu yang terlihat cukup dingin.
Apakah dia kedinginan?
Lagipula ini masalahnya kenapa gadis itu bisa tertidur di sini dengan begitu bodohnya.
Gadis yang tengah tidur pulas itu, kaget merasakan tubuhnya diguncangkan.
Ya masih setengah sadar dan masih merasa ada di alam mimpi.
Dia langsung terbangun dan berdiri dengan kaget, membuat kepalanya membentur kelapa Reno yang ada diatasnya.
Reno juga kaget melihat gerakan ektrim gadis itu, dagunya sedikit sakit akibat benturan yang tiba-tiba.
Gadis itu yang berdiri dengan tiba-tiba, jadi agak kehilangan keseimbangannya, dan hampir terjatuh.
Reno yang melihat itu, menangkap gadis itu kedalam pelukannya.
Tatapan mereka bertemu....
Ini wajah yang familiar....
Untuk sementara waktu mereka berdua sama-sama terdiam....
Menatap satu sama lainnya dengan jarak yang begitu dekat....
Terimakasih atas dukungannya ya, 😉😉😉
__ADS_1
Nantikan kelanjutannya 😉