
Semakin siang, suasana di salah satu gedung tertentu semakin ramai pengunjung. Beberapa, hanya sekedar datang sebentar lalu langsung pergi, ada juga yang berada disana cukup lama untuk menikmati pesta ini.
Ini adalah sesi kedua acara yaitu acara Resepsi, sedangkan akad nikah sudah berlangsung tadi pagi. Namun diacara Resepsi ini masih punya beberapa jatwal acara yang berjalan sampai nanti sore penutupan.
Di dalam ruangan pesta itu, beberapa rombongan yang sedang asik bergosip.
"Ketua Kelas, apakah kamu tahu? Selama kamu pergi selama ini, Tiran Sekolah kita, Reno Wilson sudah berubah, aku ada satu Kampus dengannya, bahkan kecut dengan nilai hasil ujian masuk Universitasnya. Lupakan soal Nilai Ujian Masuk Universitas, bahkan Nilai Kelulusan Ujian Nasionalnya hukum tinggi membuatku heran," kata salah seorang gadis disana.
Serra yang mendengar ini mulai bertanya lagi,
"Benarkah? Bagaimana ketika dia di kampus?"
Gadis yang ditanya itu terlihat bingung harus menjelaskannya dari sudut mana.
"Dia benar-benar berubah!! Ini benar-benar seperti sosok Tiran Sekolah yang kita kenal itu hilang!"
Disamping gadis itu ada seorang pemuda yang ikut berkomentar,
"Itu benar sekali, aku juga sempat satu Kelas dengannya, dan mengerjakan beberapa tugas kelompok bersama, melihat dia yang menjadi ramah tiba-tiba saat itu membuatku merinding,"
Gadis lainnya yang juga ikut bergosip mulai berkomentar,
"Itu karena kamu terlalu payah,"
"Bukan begitu, tapi ayolah kalau kalian melihat sikapnya ketika kita masih SMA, bagaimana dia yang bergitu dingin dan seram itu, tiba-tiba tersenyum di depanmu, bukankah itu terlihat menyeramkan?"
Beberapa gadis disana mulai tertawa mendengar komentar pemuda itu.
"Tapi dia benar-benar terlihat sangat tampan saat tersenyum, Ah~" komentar salah satu gadis disana.
"Dia benar-benar berubah drastis saat ini bukan? Kamu belum bertemu dengannya kan Ketua Kelas? Kamu pasti juga akan terkejut." Kata gadis lainnya pada Serra.
"Ya, aku juga jadi tertarik untuk bertemu dengannya," jawab Serra dengan tenang.
"Dia benar-benar menjadi idaman sekarang! Lihat dia sangat tampan, pintar, hebat dan kaya, baik hati pula,"
"Itu benar, ini mengingatkanku pada Alvin. Alvin selalu menjadi sosok yang pintar, tampan, baik dan kaya, tapi sayang sekali dia sudah menjadi milik orang lain sekarang,"
"Ah, Sang Dewi Sekolah kita. Aku benar-benar tidak pernah mengira mereka akan bersama,"
"Itu benar, mengigat Merry dulu sangat mengejar-ngejar, Reno."
"Tapi kalau aku pikir lagi, Alvin dan Merry terlihat sangat serasi bukan? Seperti pasangan yang dibuat oleh surga, Ah~ Begitu Tampan dan Cantik,"
"Memikirkan mereka sudah menikah seperti ini membuatku sedikit iri,"
"Itu benar ini membuatku segera ingin menikah!"
"Omong kosong apa yang kamu bicarakan? Memangnya kamu punya pacar?"
Begitulah seputar gosip gosip yang mereka bicarakan, dan Serra disini hanya mendengarkan saja, namun tiba-tiba ada topik yang membuatnya tertarik.
"Tadi, aku melihat Reno datang dengan seorang gadis!!"
"Apa? Bahkan Pangeran idaman kita sudah ada yang punya?"
__ADS_1
"Apa yang kalian katakan?" Tanya Serra binggung.
"Reno bersama seorang gadis....."
Memikirkan ini jelas ada perasaan tidak nyaman di hatinya.
Apakah ini Calon Tunangan Reno?
####
Setelah beberapa saat mengobrol dengan teman sekelasnya, Serra melihat sekeliling, mencoba mencari keberadaan Reno.
Namun sepertinya, walaupun dia berkeliling dia tidak melihat keberadaan pemuda itu.
Jadi dirinya memutuskan untuk pergi ke bintang pesta ini dan mengucapkan selamat.
Disana, Alvin dan Merry kebetulan sedang tidak ada tamu dan duduk dikursi dengan santai, mungkin mereka cukup lelah menyapa tamu?
Disini, Merry yang duduk santai, melihat siluet familiar yang mendekatinya, dirinya jadi cukup bersemangat.
Tentu saja, disini Merry sangat menghormati Serra dalam beberapa hal, dan cukup akrab dengan gadis itu.
Saat dirinya awal masuk SMA sebagai siswa pindahan, Ketua Kelasnya, Serra lah yang pertama kali menyapanya, dan membantu dirinya bergaul dengan semua orang, bersikap sangat ramah dan baik pada dirinya. Dia bahkan akan menolong dirinya jika ada beberapa kesalahan saat itu.
Untuknya, Ketua Kelasnya itu adalah sosok gadis yang sempurna, dia begitu baik, hebat, ramah, dan sungguh keren luar biasa. Dirinya selalu mengagumi sosok Ketua Kelasnya itu sebagai panutannya.
Jadi ketika mendengar dulu hari itu, saat Reno bilang dia menyukai Ketua Kelas, ada perasaan rumit dihati Merry.
Tapi disisi lainnya, ada perasaan seperti ya, jika itu menyukai sosok seperti Ketua Kelas, itu adalah semacam hal yang cukup wajar, melihat betapa mengagumkannya sosok Ketua Kelas mereka, Serra Lee.
Melihat ada perbedaan yang sangat jauh antara Reno dan Serra saat itu.
Bukan-bukan, bukan karena Ketua Kelas memiliki kekurangan banyak, namun Reno lah yang memiliki lebih banyak kekurangan.
"Serra? Kamu akhirnya datang,"
Disini, Serra lalu tersenyum menyapa Merry dan Alvin lalu mengucapkan selamat.
"Ya, aku cukup terkejut setelah mendapat Undangan ini," kata Serra yang saat ini tengah mengobrol santai dan duduk dengan Merry disana, membiarkan Alvin menyapa tamu lainnya. Merry ingin bicara antar pada gadis dengan Serra katanya.
"Owh? Benarkah kamu terkejut? Aku juga cukup terkejut sebenarnya bisa bersama Alvin seperti ini. Suatu ketika Alvin yang pendiam itu tiba-tiba menyatakan cinta padaku, padahal tidak ada angin ataupun badai, aku sangat terkejut saat itu."
"Benar-benar tidak terduga bukan?"
"Iya, itu benar. Saat itu aku sedang patah hati setelah aku ditolak. Orang yang selalu aku sukai kala itu ternyata memiliki gadis lain dihatinya,"
Mendengar ini, Serra terdiam sesaat, lalu lanjut berkata,
"Kamu tahu tentang itu?"
"Ya, aku juga terkejut saat tau kalau, Reno menyukaimu, ini bukan hal-hal yang pernah aku kira sebelumnya,"
"Apakah begitu? Kamu marah padaku?"
Merry lalu mengeleng-gelengkan kepalanya.
__ADS_1
"Hahahaha, aku hanya menertawakan Reno saat itu, mustahil dia bisa mendapatkan Ketua Kelas kami yang begitu hebat ini,"
"Kamu terlalu berlebih-lebihan,"
"Namun aku juga sudah mendengar soal hubungan Keluarga kalian yang....."
"Aku sedang tidak ingin membicarakan itu,"
"Ah, aku mengerti. Kamu harus tetap semangat oke? Aku yakin kalian bisa melewati semua ini,"
"Iya... Aku tidak tahu soal Reno...."
"Kamu tahu? Bahkan setelah kamu pergi, aku yang melihat Reno disana, bahkan merasa tidak akan ada tempat dihatinya untukku saat itu. Dia hanya fokus memperbaiki dirinya, dan dihatinya hanya ada kamu selama bertahun-tahun,"
Mendengar itu membuat Serra cukup terkejut.
"Demi aku?"
"Tentu saja, dia selalu melakukannya demi seseorang yang ada dihatinya, selalu. Bagaimana denganmu?"
"Aku juga masih menyukainya tapi...."
"Ya, aku yakin selama kalian memiliki perasaan kalian, kalian pasti nanti akan bersatu, sama seperti aku dan Alvin. Sejujurnya, aku cukup terkejut Alvin masih mau menerimaku. Karena beberapa penyakit tertentu dan operasi, aku memiliki beberapa kekurangan sebagai seorang wanita. Namun lihatlah? Pada akhirnya kita tetap bisa menikah, dan dia menerimaku apa adanya."
"Ya, aku sangat beruntung,"
"Tentu saja, cinta bisa menjadi sesuatu yang tidak terduga bukan? Aku harap kalian segera menyusul."
"Terimakasih, Merry."
Dan begitu lah percakapan mereka disana, lalu Serra sempat menanyakan soal dimana Reno, Merry bilang Reno sedang kekamar mandi.
Dan disini, Serra berpamitan ijin pergi mencari Reno, tapi siapa yang tahu bukannya bertemu dengan Reno, dia malah bertemu dengan Mikael lagi.
"Kenapa?" Tanya Serra kesal melihat Mikael ada dihadapannya.
"Bukankah kamu harus bersikap ramah pada Calon Tunanganmu?" Kata Mikael sambil menggandeng tangan Serra.
Disaat mereka sibuk bertengkar, tiba-tiba ada kedatangan yang tidak terduga.
Disana, Reno merangkul Veronica yang tadi sempat terkilir.
"Serra?"
Mendengar namanya dipanggil, Serra langsung menepis tangan Mikael yang berada ditangannya. Namun dia terkejut melihat Reno merangkul seorang gadis.
"Owh? Bukankah ini, Tuan Muda Reno Wilson? Apakah kamu sedang bersama Kekasihmu? Ini kebetulan yang bagus, aku akan memperkenalkan seseorang. Lihat, ini adalah Calon Tunanganku, Serra Lee." Kata Mikael dengan senyum licik, sambil merangkul Serra.
Tatapan Serra dan Reno bertemu.
Keduanya memiliki ekspresi rumit.
#####
Bersambung
__ADS_1