
Flashback
Itu adalah hari yang cerah, langit terlihat biru, awal dari musim panas.
Di hari yang cerah itu terlihat beberapa anak tengah bermain disalah satu taman tertentu.
Owh tidak, sebenarnya ini bukan permainan, namun hanya ada terlihat beberapa anak yang sedikit lebih besar mengelilingi seorang anak yang terlihat lebih kecil.
Sepintas bisa melihat kalau anak-anak yang lebih besar tengah mengintimidasi anak laki-laki yang lebih kecil.
Ya, ini jelas bukan perkelahian, dilihat dari anak yang lebih kecil seolah akan menagis kapan saja sejak barang kesayangannya diambil darinya.
"Kembalikan!" Kata anak kecil itu.
"Coba ambil kalau bisa. Dasar cengeng," kata anak yang lebih besar sambil menjauhkan tangannya agar boneka di tangannya tidak bisa diraih anak kecil itu.
Anak yang lebih kecil terlihat melompat-lompat mencoba mengambil boneka miliknya.
Itu adalah boneka berbentuk beruang berwarna coklat.
Terlihat tidak begitu cocok untuk seorang anak laki-laki, namun terlihat menjadi kesayangan anak itu.
Tidak lama kemudian, datang seorang anak lagi.
Anak yang baru datang itu mengenakan hoodie yang menutupi rambutnya, dan celana panjang selutut.
Anak yang baru datang lalu buru-buru mengambil boneka beruang dari anak yang lebih besar disana, lalu menyerahkannya ke anak yang lebih kecil.
"Hay! Kalian! Mentang-mentang kalian lebih besar dari anak ini kalian menggangunya!" Kata Serra kecil dengan nada marah.
Lalu dia menoleh kearah anak kecil dibelakangnya yang menatapnya dengan mata berkaca-kaca seolah melihat seorang pahlawan.
Ya ampun, kenapa anak ini begitu manis, Ah~
Memang, melihat ekpersi lucu dan manis anak kecil ini membuat mu ingin sedikit mengodanya, karena dia terlihat begitu manis saat seperti ini. Namun juga terlihat sangat kasian, jadi seolah seperti kamu juga ingin memeluknya tiba-tiba.
Begitu manis dan lucu, Ah~
Serra tidak bisa menahannya.
Serra lalu membelai rambut anak itu sambil berkata,
"Sekarang sudah tidak apa-apa,"
Namun masalah belum selesai, terlihat anak yang tadi mengintimidasi anak kecil itu marah.
"Apa mau mu hah?" Katanya marah.
Lalu Serra terlibat beberapa perkelahian kecil dengan anak didepannya, sedangkan anak disebelahnya lagi terlihat seolah tidak ingin terlibat.
Ini adalah pertempuran antar anak kecil yang berakhir dengan berguling-guling di lumpur dekat taman.
Perkelahian ini terlihat seimbang, sampai keduanya menjaga jarak masing-masing.
"Alvin!! Kenapa kamu tidak membantuku! Kamu menyebalkan!!" Keluh anak laki-laki yang diajak ribut Serra barusan.
__ADS_1
"Revan, berhentilah membuat masalah dan membuat anak orang menagis," kata anak yang dipanggil Alvin itu dengan dingin, sambil menjewer telinga Revan.
"Alvin! Kamu jahat!!! Sakit!! Lepaskan!!" Keluh Revan kecil dengan kesal.
Namun Alvin hanya menyeret anak itu pergi, tanpa memperhatikan dua anak lain yang berbeda disana.
"Dan kalian berdua!! Awas ya!! Lain kali aku akan membuat perhitungan!!" Kata Revan kecil sambil menatap marah kearah Serra dan anak kecil disana.
Tepat setelah mereka pergi, Serra lalu bertanya pada anak kecil itu.
"Kamu tidak apa-apa?"
"A... Aku baik-baik saja," kata anak itu dengan gugup.
"Kamu beneran tidak terluka?" Kata Serra lagi sambil memeriksa tubuh anak itu, dan melihat wajahnya.
Namun anak kecil itu tiba-tiba telinga dan wajahnya memerah karena malu.
Astaga kenapa ini bisa menjadi semanis ini?
"Ti.. Tidak apa-apa, Kak." Kata anak kecil itu terlihat malu-malu.
"Ah baiklah kalau begitu. Siapa namamu?"
"Re... Reno. Aku Reno! Terimakasih, Kak telah menolongku. Kakak sungguh hebat! Bagaimana aku harus memanggilmu?"
"Kamu bisa memanggilku, Ketua! Ya benar, semua orang memanggil ku begitu dikelas."
"Ah, Kakak Ketua sungguh hebat! Dan julukan itu terdengar sangat keren!"
Dan itulah awal pertemuan tidak terduga itu dimulai.
Melihat Reno kecil memuji-muji dirinya seperti itu membuat Serra merasa senang.
Ah tapi sayang sekali dirinya tidak bisa membawa anak itu pulang.
Mereka bermain-main sebentar sampai Serra melihat jam tangannya, lalu segera mengucapkan selamat tinggal karena dirinya harus pulang.
Sungguh sedih harus berpisah dengan anak itu, Ah~
Namun tiba-tiba, anak kecil itu memberikan sebuah kalung dari bonekanya untuk kenang-kenangan.
Itu adalah sebuah pertemuan yang singkat namun memberikan kesan tersendiri pada Serra saat itu.
Saat itu Serra menyembunyikan identitasnya, jadi Reno tidak tahu siapa dirinya.
Namun suatu hari disebuah Pesta yang diadakan disalah satu teman orang tuanya, Serra kembali bertemu dengan Reno.
Reno yang masih kecil dan pemalu yang terlihat ada dibelakang Mamanya dan menempel padanya, memasang ekpersi memerah dan malu-malu, baju kemeja kecil dan dasi kupu-kupu yang dia pakai menunjukkan sisi imutnya.
Dan cara Mamanya yang memperlakukannya dengan hati-hati lalu menyuapinya dengan sepotong Kue terlihat lucu.
Ah~
Begitu manis, dia benar-benar seperti 'Tuan Putri Kecil yang Manis dan dimajakan,' Ah~
Namun ketika Serra hendak mendatangi anak itu, orang tuanya mencegahnya.
Mereka bilang pada Serra kalau tidak boleh dekat-dekat dengan anak itu.
__ADS_1
Itu adalah anak dari Keluarga Wilson, musuh Keluarganya.
Jadi Serra tidak bisa berbuat apa-apa dan hanya bisa memandang anak itu diam-diam dari jauh.
Di beberapa pesta lainnya setelah itu terkadang Serra juga melihat anak itu. Dia terlihat sangat disayanginya oleh Mamanya dan selalu dimanjakan olehnya, bahkan suasananya disampingnya terlihat begitu damai dan manis.
Terkadang ada beberapa perasaan iri yang tumbuh.
Keluarganya begitu ketat bahkan sejak kecil, hanya membandingkan dirinya dengan Kakaknya, dan menunjukkan betapa hebatnya Kakak laki-lakinya itu dan dirinya harus bisa mencontohnya.
Juga mulai membandingkan dirinya dengan sepupunya, dia harus ini dan itu, dan bagaimana Serra di paksa untuk bermain Piano pada awalnya agar bisa bersaing dengan sepupunya itu.
Anak kecil itu terlihat begitu bebas dan dimanjakan, jadi wajah bukan jika ada perasaan iri?
Mereka sama-sama dari keluarga yang terpandang namun perlakuan yang mereka terima berbeda.
Namun setelah beberapa saat berlalu, sekali lagi Serra bertemu dengan anak kecil itu ditaman yang sama.
Kali ini anak kecil itu terlihat sedang berkelahi dengan anak yang bernama Revan tempo hari.
Berbeda dari sebelumnya yang dia hampir menagis karena di intimidasi, sekarang anak itu bisa melawan.
Lalu sebuah kata-kata keluar darinya,
"Ini adalah apa yang Ketua ajarkan padaku! Aku akan menjadi seorang yang kuat dan begitu keren seperti dia!!"
Anak kecil itu walaupun wajahnya penuh dengan pasir, dan terlihat hampir menagis itu mengatakan kata-kata yang begitu berani.
Ah~
Perasaan ini seolah benar-benar memberikan Serra kekuatan untuk terus maju.
Lambat laut, setiap kali ada beberapa acara pesta atau pertemuan khusus, mata Serra akan selalu melihat anak itu jadi jauh, melihat anak itu tumbuh setiap tahunnya, yang awalnya kecil dan lucu hingga menjadi seorang pemuda yang tampan dan keren.
Dirinya tinggal di Luar Negeri jadi hanya bisa bertemu diacara-acara khusus.
Terkadang untuk terus berjuang tidak perlu banyak alasan.
Dirinya cukup memiliki sesuatu yang dirinya inginkan.
Suatu saat bisa berbicara dan bergaul dengan bebas dengan anak itu, dan membuat dia menjadi miliknya.
Sampai suatu hari saat dirinya sudah SMP dirinya pergi dan bersekolah di Korea Selatan dan tidak pulang untuk tiga tahun.
Setelah tiga tahun, ahirnya Serra memiliki cukup kemampuan untuk bisa menentukan dia bersekolah dimana.
Dia memilih sekolah milik keluarga anak itu, agar bisa bertemu dengannya.
Namun segalanya sudah berubah.
Anak yang dia lihat, sudah bukan dirinya yang bisa Serra lihat dulu.
Namun tidak masalah, karena semua orang berubah.
Cinta itu sedikit tidak masuk akal.
'Bahkan walaupun kamu sudah jadi begitu jahat, ataupun jatuh ke tempat terburuk, aku akan tetap menyukaimu, dan akan menjadikanmu milikku suatu saat nanti.'
Itulah yang Serra pikiran saat itu dan masih tidak berubah sampai saat ini.
__ADS_1