
Sudah beberapa hari sejak Serra bangun dari komanya, kondisinya masih kurang baik efek Operasi yang dijalaninya.
Dan dihari-hari ini, Serra tidak bisa apa-apa selain merasakan kecemasan pada Reno.
Dirinya belum bisa melihat Reno....
Dirinya ingin, namun tubuhnya belum mampu, efek dari Operasi yang dilakukan padanya.
Dirinya sendiri tidak tahu, Operasi macam apa yang dilakukan padanya, karena Kakaknya belum sempat cerita.
Dari pada mencemaskan itu, sekarang Serra lebih cemas dengan keadaan Reno karena pemuda itu belum juga sadar.
Sudah berapa lama dia koma seperti itu?
Memikirkan ini membuat Serra benar-benar sedih.
"Kak, Johan apakah... Apakah sekarang aku sudah bisa melihat keadaan, Reno?"
Disini, Johan juga binggung harus bagaimana menghadapi ini.
Tapi akhirnya dirinya memutuskan,
"Baiklah, kamu bisa. Coba aku lihat, dan mencari kesempatan yang cocok untuk kamu kesana, kamu mengerti keadaan Keluarga mereka bukan? Mereka tidak akan mengijinkan kamu melihat Reno,"
Disini, Serra juga mulai memikirkannya, yang dikatakan Kakaknya memang masuk akal.
Jika dirinya langsung kesana, bukankah akan ada pertengkaran?
Lalu sebuah pikiran muncul dalam benak Serra.
"Kakak mungkin bisa mencoba menghubungi, Ayah Reno..." Kata Serra agak sedikit ragu.
Namun seingat dirinya, Reno pernah bilang kalau Ayahnya ada di pihaknya?
Harusnya, Ayahnya bisa membantunya agar bisa melihat Reno?
Tapi...
Kecelakaan ini gara-gara dirinya...
"Ayah Reno?"
"Iya, mungkin dia bisa membantuku agar bisa bertemu dengan, Reno."
"Baiklah."
Dan begitulah, Johan pergi dari ruangan Serra, mencoba membantu adiknya ini.
Reno dan Serra....
Mereka kembali berhubung lagi....
Ini masih hal yang sulit untuk dirinya terima, namun melihat keseriusan Reno, tempo hari ketika menyakinkan nya soal Serra, dirinya sedikit tersentuh.
Tujuh tahun berlalu, namun cinta mereka masih tidak berubah...
####
Setelah beberapa saat, saat itu sore hari, dan benar saja Ayah Reno, William Smith membantu untuk memberi kesempatan Serra melihat Reno.
Saat ini Keluarga Reno yang lain memang sengaja disuruh Ayah Reno untuk pulang, dan giliran dirinya yang berjaga, dan ini kesempatan yang bisa digunakan Serra.
Dengan bantuan Kakaknya mendorong Kursi Rodanya, Serra perlahan memasuki ruangan itu, lalu dia segera pergi, menitipkan Serra pada seseorang didalam.
Disana, dia melihat seorang pria paruh baya yang terlihat mirip dengan Reno.
Sejujurnya, ini pertama kalinya baginya untuk bertemu dengan Ayah Reno.
"Terimakasih atas bantuannya, Tuan William," sapa Serra dengan sopan.
"Ah? Jadi kamu Serra Lee? Bukan apa-apa, aku senang bisa membantu mu, lagipula kamu adalah seseorang yang sangat Putraku cintai, tidak mungkin aku memisahkan kalian,"
"Tuan William sayang baik. Senang bertemu dengan anda,"
"Tidak perlu begitu sopan, Nona Serra. Reno sudah banyak bercerita soal kamu padaku,"
"Benarkah?"
"Itu benar. Dia sudah terlihat cukup dewasa bukan sekarang? Dia sudah melewati masa-masa memberontak. Sejujurnya, ketika Reno datang padaku dan bilang dia ingin berubah dan mulai menurus Perusahaan, aku tidak pernah mengiranya. Cinta itu begitu hebat bukan? Bisa merubah Putraku yang pembankang itu menjadi anak yang patuh,"
Serra hanya tersenyum menanggapi kata-kata Ayah Reno.
Disini, lalu dia mulai mengalihkan pembicaraan,
"Keadaan Reno sekarang?"
__ADS_1
Ekpersi William sekarang terlihat sedih.
Dia menatap wajah tertidur ditempat tidur, terbaring sangat tenang entah kapan akan membuka matanya, wajah tampannya terlihat begitu tenang, seolah seperti Pangeran Tidur yang menunggu Tuan Putri nya untuk membangunkannya.
Disini, Serra juga menatap kearah Reno yang terbaring, dia lalu memegang tangan Reno.
"Reno.... Tolong bangun, jangan membuat ku takut seperti ini...."
Namun disana, tidak ada jawaban.
Hanya keheningan, dan suara mesin detak jantung yang berbunyi dengan tenang.
Tangan Reno masih begitu hangat, Serra tidak bisa menahan air matanya sekarang.
"Reno.... Tolong bangun... Aku sudah ada disini sekarang,"
Namun, tetap tidak ada jawaban.
Sore itu, Serra hanya bisa menatap kearah wajah tenang Reno.
Hanya bisa berharap agar Reno segera bangun dari tidurnya itu.
Disana, Wiliam hanya bisa menatap gadis itu yang menagis disana.
Tidak tahu bagaimana menghibur gadis itu.
Karena memang keadaan Putranya seperti itu.
"Operasi yang dia jalani berhasil hanya saja, sepertinya dia belum bangun, tidak tahu apa yang salah."
"Operasi?"
"Ya, dia hampir mengalami gagar otak, namun seharusnya tidak apa-apa. Kata dokter juga dari pemeriksaan tidak ada yang salah dari kondisinya, hanya saja...."
"Kenapa?"
"Dia belum bangun, tidak diketahui penyebabnya."
"Ini.... Ini salahku... Coba saja aku tidak pergi bersama Reno...."
"Jangan menyalahkan dirimu. Kamu tidak salah, kamu juga memiliki maksud agar kecelakaan ini terjadi, ini benar-benar kejadian tidak terduga. Lagipula kamu juga terluka parah, aku dengar kamu juga menjalin beberapa Operasi,"
"Aku sudah cukup pulih sekarang,"
"Itu bagus. Reno akan sedih jika dia sadar terjadi sesuatu padamu,"
Itu adalah Veronica.
Dia begitu kaget melihat Serra disana sambil memegang tangan Reno, dia begitu marah lalu datang meraih tangan Serra, memisahkannya dari tangan Reno.
"Kamu!! Gara-gara Reno dengan mu dia menjadi seperti ini?! Kamu tidak layak melihat Reno!!"
"Ve... Veronica.... Aku..."
"Ini salahmu!! Apakah kamu tahu?"
"Aku tidak...."
"Ah... Kamu benar-benar tidak tahu apa-apa bukan? Kecelakaan itu bukan hanya kecelakaan!! Itu sesuatu yang disengaja!! Seseorang membuat Rem Mobil Reno blong, Kakek Reno sudah menyelidiki ini."
"Tidak mungkin...."
Disini, Serra kaget juga William disana.
"Dan apakah kamu tahu? Kemungkinan pelaku dari semua ini adalah suruhan dari Keluarga Lee!! Dari Keluarga mu itu! Aku tidak tahu masalah apa yang kalian miliki tapi... Tidak kah kamu lihat? Gara-gara kamu sekarang Reno seperti ini!!"
"Apa? Itu... Itu dari Keluarga Lee...."
Disini, William lalu mulai berkomentar,
"Apakah kamu tidak salah? Namun yang menaiki mobil tidak hanya Reno, namun Serra juga? Masa iya, mereka juga berniat mencelakakan Serra?"
"Aku tidak tahu soal itu!! Kenapa tidak tanya gadis murahan dari Keluarga Lee ini? Ada masalah apa dalam Keluarganya itu?" Kata Veronica dengan emosi.
Disini, Serra terdiam.
Dirinya benar-benar tidak tahu harus berkomentar apa.
Jika itu Keluarga Lee...
Dirinya memang punya musuh....
Hah....
Apakah ini seperti sekali dayung satu dua pulau terlampaui?
__ADS_1
Selain bisa membuat dirinya lenyap dalam kecelakaan, juga menginginkan Reno sekalian ikut bersamanya?
Berati...
Ini salahnya....
Salahnya jika Reno menjadi seperti ini...
Reno...
Ini salah ku....
"Apa? Kamu tidak bisa berkata-kata? Ini salahmu! Kamu hanya membuat masalah pada Reno! Tidakkah kamu tahu?"
"Aku... Aku... Tidak..."
"Kamu masih menyangkal? Bahkan pengeroyokan yang dialami Reno tempo hari karena Kamu!! Kamu hanya beban bagi Reno!! Namamu bahkan sudah hancur, kamu wanita penggoda!! Kamu pasti memperdaya Reno!!"
"Veronica!! Cukup!" Kata William sudah tidak tahan lagi.
"Tapi, aku hanya mengatakan fakta! Gadis itu tidak layak untuk Reno!!"
Disini, Serra sekali lagi menagis.
Kemudian, Johan yang tadi diruangan sebelah mendengar keributan segera masuk kedalam.
"Serra.... Ini bukan salahmu..." Dia lalu berdiri dibelakang Serra, dia juga mendengar semua perkataan Veronica.
Dia lalu menatap Veronica.
"Dan kamu!! Cukup dengan omong kosong mu itu!! Ini Rumah Sakit!!"
Namun, sepertinya Veronica tidak mau berhenti membuat keributan.
"Itu salah Serra!! Gadis murahan itu!!"
Ketika ada keributan, seseorang yang berbaring di tempat tidur itu lalu bangun.
"Cukup. Semua sudah cukup. Aku baik-baik saja." Kata Reno yang mulai bangun itu.
Semua mata menatap kearah Reno, terutama Serra yang paling dekat, lalu memeluk Reno disana.
"Reno...."
"Tidak apa-apa, Serra. Semua bukan salahmu. Aku baik-baik saja oke?"
Disana, Veronica tentu saja tidak tinggal diam.
"Reno! Jelas ini salah gadis itu kenapa kamu masih membelanya?"
"Diam kamu Veronica!!" Kata Reno dengan marah.
"Hah? Apakah kamu senang gadis murahan sekarang mendapatkan pembelaan dari Reno? Owh, benar ini mengigatkanku pada Operasi yang kamu jalani... Ah bukankah itu Operasi Pengakatan Rahim? Ah... Sekarang kamu mandul dan tidak akan punya anak lagi, kamu benar-benar tidak layak untuk Reno..."
Disini, Serra maupun Reno kaget mendengar berita barusan.
"Apa?"
Serra menatap kearah Kakaknya, dan terlihat wajah Kakaknya pucat.
"Kak Johan?"
"Maaf Serra. Aku tidak punya pilihan lain... Itu... Itu untuk menyelamatkan nyawamu..."
Disini, Serra yang menerima banyak fakta mengejutkan itu seolah tidak bisa menerimanya.
Dirinya benar-benar hanya membuat masalah pada Reno, dan membuat dia celaka.
Hanya beban...
Dan sekarang lihat...
Bahkan sekarang dirinya sudah bukan lagi wanita yang sempurna..
Namanya sudah hancur, dan hanya akan membuat Reno malu....
Dirinya tidak layak untuk Reno...
Disini, Serra lalu melepaskan tangannya dari Reno, dia menggeser kursi roda nya menjauh.
"Reno... Aku... Aku mau kita putus.... Kita akhiri hubungan ini..."
Kata-kata yang tidak pernah terduga keluar dari gadis itu, bersama air mata yang tumpah.
####
__ADS_1
Bersambung