Cinta Diam-diam

Cinta Diam-diam
Part 28: Jalan yang Berbeda


__ADS_3



Flashback


Ini adalah cerita beberapa tahun yang lalu, ketika Serra baru saja kembali dari Korea Selatan dan masuk SMA milik Keluarga Wilson.


Awal semester baru merupakan awal dari sebuah pertemuan baru, awal dari sebuah kisah baru, khususnya untuk siswa dan siswi kelas satu.


Dan terkadang menjadi awal dari sebuah kisah cinta romantis.


Ditempat parkir sekolah, terlihat sangat heboh dengan banyaknya siswi-siswi berkerumunan, sedang mengagumi sesuatu.


Benar, hal-hal yang mereka kagumi adalah Para Pangeran Sekolah mereka.


Padahal ini baru hari pertama sekolah bukan?


Beberapa siswa dan siswi disini kebanyakan berasal dari SMP yang sama, masih yayasan yang sama dengan SMA ini.


Ditengah kerumunan ini, terlihat tiga orang pemuda tampan tertentu.


Terlihat mereka tersenyum menyapa gadis-gadis disekelilingnya.


Ini adalah hari pertama sekolah, jadi mereka bertiga memiliki mood yang baik.


Perlahan mereka bertiga berjalan masuk ke dalam gedung.


Namun, sepertinya suara bel tiba-tiba membuat semua orang panik kemudian langsung berlarian menuju kelas masing-masing.


Benar, itu adalah bel masuk kelas.


Siapa yang mau terlambat untuk masuk kelas dihari pertamanya?


Itulah kenapa mereka terburu-buru dan langsung bubar.


Namun ketiga pemuda ini terlihat santai-santai saja, berjalan dengan tenang.


Ketika mereka sampai dilorong dekat jajaran kelas satu, lorong sudah sepi dan sunyi. Kebetulan kelas mereka ada diujung lorong ini.


Tidak ada seorangpun disana sekarang, sepertinya para siswa dan siswi baru sudah masuk ke kelas masing-masing.


Jadi mereka bertigapun berniat melakukan hal yang sama, sampai sudah melewati beberapa kelas namun sepertinya pemuda yang berada ditengah tiba-tiba pergi meninggalkan teman-temannya, dan berniat kekamar mandi.


"Reno, kamu sungguh terlalu, kenapa hari pertama kamu langsung menuju kamar mandi?" Ejek salah satu temannya disana.


"Diamlah, Revan!" Kata Reno kesal, lalu mengabaikannya, dan langsung buru-buru kekamar mandi.


Dia terlihat terburu-buru menuju kamar mandi diujung koridor dekat Kelas 1 A.


Namun dari arah berlawanan, ada juga seorang gadis juga yang terlihat sedang terburu-buru berlari menuju kelas tanpa memperhatikan jalan.


Keduanya bertabrakan tanpa sengaja, membuat gadis itu hampir jatuh.


Namun kebetulan pemuda yang ditabraknya, berhasil menangkap gadis itu jadi dia tidak jadi jatuh.


Tangannya ada di pinggang gadis itu. Ketika gadis itu membuka matanya, tatapannya bertemu tatapan pemuda disana, pemuda yang begitu tampan.


Seolah ada angin berhembus menerpa gadis itu ketika pandangan mereka bertemu.


"Kamu tidak apa?" Tanya Reno, sambil mengambilkan buku catatan kecil yang dijatuhkan gadis itu.


Sekali lagi karena ini adalah hari pertama, mood Reno masih baik.


Gadis yang ditolongnya memerah karena malu, lalu berterima kasih.


Reno hanya tersenyum menanggapi gadis itu. Sepintas matanya melihat kearah samping, melihat kearah jendela dan seorang gadis tertentu yang menatap adegan barusan, lalu matanya kembali menatap gadis didepannya.


Ini benar-benar terlihat seperti sebuah pertemuan yang ditakdirkan dan seperti sebuah pertemuan romantis.


Apakah sekarang dirinya sedang menonton sebuah drama?


Itu adalah pikiran seorang gadis tertentu dibalik jendela.

__ADS_1


Benar, kejadian barusan tepat berada di samping kelas 1 A, dekat dengan jendela dimana jendela kebetulan terbuka, jendela dekat tempat duduk gadis tertentu.


Gadis dibalik jendela itu adalah Serra Lee.


'Ah, bukankah itu Reno? Betapa iri dengan pertemuan tidak sengaja seperti itu. Tapi kurasa tidak mungkin untukku bisa bertemu tidak sengaja seperti barusan. Ini adalah hari pertama masuk, tentu saja harus berangkat lebih awal dan sampai dikelas lebih awal juga bukan?'


Namun begitulah yang namanya pertemuan, terkadang hanya hal-hal biasa seperti sekedar melihat sekilas saat berpapasan.


Seperti tatapan mereka yang hanya berkisar kurang dari dua detik, tidak terlalu memberikan kesan yang begitu besar.


...####...


Banyak hal terjadi dalam waktu singkat awal semester ini.


Seperti ketika seorang gadis tertentu sedang makan siang di kantin bersama beberapa temannya, dikejutkan oleh sebuah pengumuman mengejutkan dari seorang siswa tertentu disana.


Itu adalah pengumuman untuk mempermalukan salah satu siswa.


Serra sedikit terkejut melihat hal itu, untuk berpikir Reno yang dia tahu sudah benar-benar berbeda dengan Reno yang dirinya tahu dulu.


Dia dulu terlihat baik dan lembut, juga sangat manis dan lucu.


Saat ini dia sudah dijuluki sebagai Tiran Sekolah yang ditakuti.


Dulu, dia terlihat penakut dan konyol, seolah bisa menagis kapan saja.


Namun sekarang dia sudah membuat seseorang menagis dengan mudahnya.


Dulu dia bermusuhan dengan Revan dan Alvin, namun entah bagaimana sekarang mereka terlihat sangat akrab.


Dia dulu rajin dan penurut, namun sekarang dia menjadi pembangkang dan suka bolos.


Dulu orang tuanya masih bersama, namun sekarang orang tuanya sudah berpisah.


Ya, Serra sudah mendengar beberapa gosip yang beredar tentang dia.


Walaupun mereka ada disekolah yang sama dan terlihat memiliki jarak yang dekat, sekali lagi Serra merasakan ada jarak yang jauh antara mereka.


Misalnya, ini adalah pertemuan standar mereka.


Untuk menuju kekelas, harus melewati perpustakaan.


Terkadang ketika Serra keluar dari perpustakaan, dia berpapasan dengan Reno yang akan menuju ruang klub atau dia baru saja akan kembali kekelas.


Itu hanya berpapasan singkat lainnya.


Dirinya bersama beberapa teman sekelasnya, meminjam beberapa buku materi pelajaran, dan mulai membahasnya sambil jalan.


Sedangkan Reno disana, memegang bola basket dan berbicara tentang basket bersama teman-temannya.


Rombongan itu berpapasan, namun hanya seperti itu, tidak ada yang saling memperhatikan, satu kearah kanan dan satu kearah kiri, seolah tidak ada pertemuan apapun.


Namun terkadang Serra akan sedikit melirik kesamping, melihat Reno tertawa dan asik dengan teman-temannya.


Mereka tidak memiliki alasan untuk saling menyapa karena dari kelas yang berbeda.


...####...


Hari-hari lagi-lagi cepat berlalu, sebagai siswa kelas satu, beberapa siswa baru mulai diizinkan ikut berorganisasi termasuk ikut OSIS.


Termasuk Serra yang bergabung dalam OSIS.


Kebetulan, hari ini hari Senin dirinya dapat tugas dengan beberapa anggota lainnya untuk berpatroli dan mengawasi siswa dan siswi disekolah apakah mereka membawa perlengkapan lengkap upacara atau tidak.


Saat ini mereka berdiri didekat gerbang sedang berpatroli.


Siswa yang tidak memakai perlengkapan lengkap seperti dasi atau topi akan diberikan poin pelanggan, atau hanya ditegur dulu tergantung berapa kali mereka melanggar aturan.


Namun seperti biasanya, disini akan ada siswa yang melanggar aturan.


Misalnya, seorang siswa tertentu yang baru saja turun dari mobil mewahnya.


Pakaiannya dikeluarkan, dia tidak memakai dasi, dan bahkan sepatunya berwarna putih.

__ADS_1


Khusus hari Senin, tidak boleh memakai sepatu selain hitam, harus memakai dasi, dan rapi, juga membawa topi untuk upacara bendera.


Namun dilihat sekilaspun, siswa itu terlihat melanggar semua aturan namun dia terlihat cukup tenang, bahkan saat melewati gerbang dan masuk.


Dia hampir melewati tim patroli OSIS.


Seharusnya, Serra dan timnya menghalangi siswa itu.


Namun nyatanya tidak.


Reno dengan santai melewati tim patroli.


Sepintas tatapannya bertemu dengan Serra.


Hanya saling menatap dalam diam, namun dia langsung segera lewat tanpa perlawanan, atau kata-kata, seolah mengabaikan tim patroli.


Ini adalah pemahaman diam-diam seluruh anggota OSIS.


Bila Reno atau kelompoknya melanggar beberapa aturan, biarkan saja, tidak perlu ambil pusing, semacam perlakuan spesial.


Beberapa siswa yang begitu taat peraturan dan begitu rajin, seharusnya membenci hal ini.


Namun kali ini Serra juga mengabaikan hal itu.


Lagipula jika dia harus berdebat dengan Reno didepan gerbang seperti ini hanya akan menimbulkan masalah yang tidak perlu dan terlalu menarik perhatian, lagi pula ini memang sekolah milik keluarga Reno, apa yang perlu dipermasalahkan lagi?


Dan begitu mereka saling mengabaikan satu sama lainnya, kembali keaktifan masing-masing.


Walaupun Serra ingin bisa berbicara dengan Reno, namun ini bukan waktu atau saat yang tepat.


Dan dirinya tidak ingin membuat masalah.


...####...


Ini adalah hari yang lain, OSIS tengah sibuk mempersilahkan acara ulang tahun sekolah.


Mereka baru saja selesai rapat, kebetulan Serra dan beberapa anggota OSIS harus menyerahkan beberapa dokumen hasil rapat ke ruang guru.


Namun kebetulan, saat mereka melewati sebuah kelas, mereka melihat disana ada seorang gadis yang disiram dengan sebuah minuman dirambutnya oleh seorang pemuda tertentu.


Teman-teman sekelasnya terlihat menertawakannya, bersama pemuda yang menyiramkan jus itu.


Gadis yang disiram itu terlihat menangis.


Anggota OSIS yang lewat itu hanya menatap sekilas.


Mungkin beberapa ingin mencoba menghentikan kekacauan namun tidak memiliki keberanian, karena siswa yang terlibat adalah Reno Wilson.


Yups, kesepakatan OSIS diam-diam.


Namun seorang pemuda disampaig Serra terlihat kehilangan kesabarannya.


Owh iya ini adalah kelas pemuda disamping Serra.


Pemuda disamping Serra melangkah maju, berniat menghentikan hal-hal didepan itu.


"Kamu mau kemana, Farrel? Sebaiknya tidak perlu terlibat," kata Serra sambil memegang tangan Farrel mencegah agar tidak kesana.


Namun, Farrel menepis tangan itu.


"Kamu lihat itu, Serra? Mereka sudah melakukan ini berkali-kali, dan aku sudah tidak tahan lagi. Jadi jangan halangi aku." Kata pemuda bernama Farrel itu lalu masuk kedalam Kelas.


Dan terjadilah perkelahian disana.


Serra lalu memanggil bantuan dari anggota OSIS lainnya juga guru untuk melerai perkelahian itu.


Memasuki kelas setelah perkelahian dilerai, Serra dan beberapa anggota OSIS lainnya, membantu Farrel berdiri untuk pergi menuju ruang UKS.


Disisi lainnya, teman-teman Reno, membatu Reno berdiri dan juga hendak pergi dari sana.


Dengan tatapan kebencian, Reno bersumpah serapah untuk Farrel, dan menatap marah pada Farrel juga anggota OSIS yang ada disana, termasuk Serra.


Mereka seolah ada dikubu yang berlawanan.

__ADS_1


Namun tidak benar-benar berurusan, karena memang Serra tidak terlibat.



__ADS_2