
Disalah satu Sekolah SMA Elite tertentu, terlihat suasana hari ini tenang, lebih tenang dari kemarin dimana suasana begitu tegang.
Jelas itu semua karena ahirnya, Tryout yang diadakan Provinsi ahirnya selesai.
Beberapa siswa terlihat ahirnya merasa lega karena menyelesaikan Ujiannya, jadi setelah bergosip ringan mereka langsung segera pulang kerumah masing-masing, ada juga yang masih sempat mengajak yang lain pergi bermain diluar.
Namun salah satu gadis tertentu yang keluar dari ruang ujian terlihat tegang.
Ini bukan masalah soal Ujian, namun karena tiba-tiba begitu dia membuka ponsel, ada sebuah Pesan dari seseorang yang seharusnya tidak mengirimkan Pesan padanya.
Itu adalah sebuah Pesan dari Kakeknya.
Pesan itu sangat singkat dan padat, hanya bertuliskan untuk kembali ke villa tempat Kakeknya tinggal setelah Ujian.
Serra mulai bertanya-tanya, sebenarnya untuk apa Kakeknya ingin bertemu dengan nya?
Kalau memikirkan ini, Serra jadi begitu cemas.
Apakah ahirnya kabar hubungan nya dengan Reno ahirnya sampai ke telinga Kakeknya?
Jadi mari pikirkan kemungkinan terburuk nya.
Serra yang duduk didekat kelas itu, masih terlihat cemas dan tegang.
Melihat gadis tertentu sedang duduk didekat kelas dengan cemas, Reno pun mendekatinya.
"Ada apa, Ketua Kelas?" Tanyanya penasaran.
Saat ini tempat itu sudah cukup sepi, banyak siswa dan siswi yang sudah pulang dari tadi, hanya menyisakan dua orang itu didekat kelas.
"Reno, kurasa hal-hal yang paling buruk akan terjadi."
"Apa maksudmu?"
"Kamu akan segera tahu besok,"
"Serra apa maksud mu?"
Tanpa menjelaskan apa-apa, Serra lalu menarik Reno kearahnya, lalu menciumnya.
"Aku harap ini bukan ciuman terakhir kita."
Reno kaget mendengar perkataan Serra barusan.
"Reno, kita akan bertemu lagi di Ujian Kelulusan," kata Serra lagi, lalu dia berjalan menjauh dari Reno.
"Serra?"
"Kurasa Kakek ku tahu, dan hanya masalah waktu sampai Keluarga mu dapat telepon darinya, atau mungkin mereka sudah tahu. Jadi Reno, berjanjilah padaku, apapun yang terjadi kamu harus tetap fokus pada tujuan kita,"
"Ya, aku berjanji."
"Bagus."
Gadis itu lalu tersenyum sambil melambaikan tangannya.
__ADS_1
...####...
Dalam perjalanan pulangnya didalam mobil, Reno masih linglung dengan perkataan Serra barusan.
Memang, cepat atau lambat ini akan ketahuan juga, entah bagaimana dan apa yang akan Keluarga Serra lakukan padanya nanti, semoga tidak ada hal buruk terjadi padanya, semoga semua baik-baik saja.
Dilimpungi perasaan cemas, Reno memasuki rumahnya.
Namun siapa yang tahu kalau begitu Reno masuk ke Rumahnya, di Ruang Tamu sudah ada Kakek dan Mamanya.
Disebuah meja ada foto, itu Foto Reno dengan seorang gadis tertentu.
Tanpa ditanyapun Reno mengerti apa yang terjadi.
"Reno, jelaskan pada Kakek, apakah ini benar?" Kata Kakek Reno mencoba mencari penjelasan.
"Ya, tidak ada yang salah dari ini,"
Lalu disana Mama Reno lanjut berkata,
"Jadi apakah gadis yang kamu maksud tempo hari adalah Dia, Reno? Kamu harus tahu, dia adalah Serra Lee!! Kenapa harus Putri Keluarga Lee?"
"Kenapa dengan dia? Kenapa jika itu dari Keluarga Lee?" Tanya Reno dengan nada marah.
"Reno, kamu harus tahu hubungan Keluarga kita dengan mereka itu buruk. Kamu tidak bisa bersamanya. Taukah kamu? Beberapa hari lalu Kakek gadis itu menelpon ku! Dan menjelekkan kamu!! Dia bahkan menghina Keluarga Kita!! Kamu harus menjauhi gadis itu!"
"Apa masalah nya? Ini urusan Kakek dan mereka! Ini tidak ada hubungannya denganku!"
"Dengarkan Kami, Nak,"
"Apa? Aku hanya ingin satu hal! Aku akan menjalankan semua permintaan dan perintah Kakek dan Mama namun hanya satu yang aku minta, aku hanya ingin bersama dengan Serra,"
Itu adalah perdebatan sengit antara Reno dan Kakeknya.
Namun suasana disana masih bisa terbilang cukup terkendali.
Berbeda dari suasana ditempat tertentu.
...####...
Saat ini Serra sudah pulang kerumah nya setelah bertemu dengan Kakeknya, dan dimahari soal hubungannya dengan Reno dan banyak hal lainnya.
Namun baru sampai dia membuka pintu rumahnya, dia disambut oleh sebuah tamparan di pipinya.
"Serra!! Bukankan aku sudah berulangkali bilang padamu? Jangan pernah membuat Kakekmu kecewa! Lihat sekarang kamu menjadi begitu liar dan berani memiliki Kekasih tanpa sepengetahuan Kami! Bahkan dengan Keluarga Musuh?"
Serra hanya bisa diam saja mendengar perkataan mereka.
Rasanya sudah lelah mendengar hal-hal ini.
"Serra! Apa kamu mendengarkan ku, Hah?"
PLAKKK
Itu adalah sebuah tamparan lagi.
Hal-hal seperti ini sudah sering terjadi sejak dulu.
Ketika Serra kalah dalam kontes piano saat kecil, saat nilai Serra buruk dikelas, atau kejadian-kejadian kecil lainnya.
__ADS_1
Dia selalu dihukum oleh orang taunya.
Wajah Serra memerah karena lebam dari tamparan, namun Serra tetap tidak memiliki ekperi, tetap terlihat biasa.
Hal-hal seperti ini tiba-tiba mengingatkan Serra pada masalalu.
Itu adalah hari seperti ini juga ketika dia habis dimarahi oleh orang tuanya ketika masih kecil.
Hari dia bertemu dengan Reno untuk pertama kalinya.
Flashback
Itu adalah hari yang cerah, namun merupakan hari yang buruk untuk Serra.
Serra kecil yang dikurung dikamarnya setelah dimarahi, diam-diam keluar dari kamarnya melalui sebuah tangga tali yang sudah dia siapkan di balkon rumah.
Waktu itu dirinya masih berumur sekitar enam atau tujuh tahun, namun dia sudah berani melakukan hal-hal nakal.
Biasanya ketika dia keluar diam-diam seperti ini, dia tidak akan mengenakan gaun, tapi dia mengenakan pakaian laki-laki agar tidak ada yang mengenalinya.
Di hari yang cerah, untuk menghilangkan rasa frustasinya, Serra pergi ke taman dekat rumahnya.
Disana ada beberapa anak berkumpul, itu adalah anak-anak yang terlihat sedikit lebih tua mengelilingi seorang anak yang terlihat begitu kecil. Anak kecil itu memegang boneka ditangannya.
Namun boneka ditangan anak kecil itu diambil oleh anak yang lebih besar, sambil berkata,
"Apakah kamu ditinggalkan oleh orang tuamu lagi? Sudah aku bilang bukan? Cepat atau lambat orang tua mu akan berpisah dan bercerai lalu meninggalkan mu selamanya!"
Anak kecil itu lalu berkata dengan takut,
"Ti... Tidak... Papa dan Mama selalu menyayangiku jadi mereka tidak akan meninggalkanku! Kembalilah bonekaku!"
Itu adalah perkelahian anak kecil, namun dari pada perkelahian itu lebih seperti pembulian antar anak kecil.
Anak yang lebih kecil mulai sedikit menangis, namun dia tetap berusaha agar tidak menagis, matanya berkaca-kaca sambil tetap mencoba merebut kembali boneka yang dia punya.
'Cantik,' itulah yang pertama kali Serra pikirkan ketika bertemu Reno.
Kecil, manis dan lucu, terlihat sangat cantik.
Seolah jatuh cinta pada pandangan pertama, Serra untuk pertama kalinya menginginkan sesuatu.
Ingin melindungi dan memiliki anak kecil manis itu.
Dirinya selama ini hanya hidup mengikuti kemauan orang tuanya. Melakukan apapun sesuai apa yang mereka minta, tidak pernah membantah, seperti robot tanpa emosi.
Jarang meminta apapun.
Tidak memiliki keinginan apapun.
Hanya mengikuti alur.
Namun.....
Tiba-tiba dia menginginkan sesuatu...
__ADS_1