
Jessica Griys
Jessica sangat syok setelah melihat orang yang dikeluarkan dari mobil.
Niu Niu Niu Niu :v
suara ambulans datang untuk menjemput mama, Aku menarik tangan Ardan dan berlari menuju Ambulans,
"Perawat! boleh saya ikut? saya anak dari ibu ini!" Aku memanggil salah satu perawat
"ya! silahkan" Perawat itu menyuruh kami masuk ambulans.
"Tante.." Ardan sedikit bergumam sambil memegang tangan Mama.
Aku terisak melihat mama berbaring lemas, tiba tiba tangan mama bergerak lalu menyuruh Ardan mendekat pada Mama, sepertinya mama membisikkan sesuatu dengan Ardan, setelah membisikkan sesuatu Ardan menangis.
12 Menit kemudian
Kami sampai di rumah sakit,
"Enggak!!... hik! Mama!!" Aku berseru saat Mama ingin dimasukan ke ruangan IGD. "MAMA!!!!" Aku terus saja menangis, tiba tiba saja Ardan memelukku sambil mencoba menenagkanku
"Shhh! sudah sudah mama di sana cuma sebentar, nanti juga mama sembuh" Ardan memelukku sambil menahan tangisnya, peristiwa itu membuat seluruh pasien dan perawat menjadi sedih. Ardan menarik tanganku dan kemudian menyuruhku duduk.
1 Jam Kemudian
"Jessica Griys, ada?" Suara perawat menggema di ruang tunggu. aku mengangkat tangan lalu berlari kecil ke arah perawat
"iya ada apa?" Aku mendekati perawat.
"Ayo ikut saya. Pasien ingin bicara dengan anda" Perawat mempersilahkan aku masuk.
Aku melihat jelas Mama yang berbaring di kasur dengan lemas, ada sedikit luka bakar di wajahnya, tangan dan kaki.
"ma? ke..kenapa?" Aku mulai meneteskan air mata lagi.
"Jessica Mama.. sa..sangat menyayangi kamu, anak tunggal papa dan mama itu cantik dan pintar....." Mama menggenggam tangan Ku kuat kuat
"Mama!! please!!" aku Berisak sangat keras, sampai Ardan memaksakan diri ke ruangan rawat inap.
__ADS_1
"pulanglah! mama pasti akan baik baik saja" mama tersenyum Padaku juga Ardan. Aku menggandeng tangan Ardan lalu kami berdua keluar ruangan rawat inap.
Kami berdua lebih memilih naik ojek online dengan mobil.
"Ardan ya?" ucap bapak bapak yang membuka kaca Mobilnya.
"ya itu saya" Ardan menjawab dengan lesu. langsung saja Aku dan Ardan langsung naik
"ke jalan Pemuda, no 123 ya?" Tanya bapak itu sambil sedikit melirik.
"Iya pak" Ardan masih saja lesu.
Semoga mama tidak apa apa.
Aku berbatin.
Setelah Sampai
Aku juga Ardan menaiki motor Shou yang tadi tidak dibawa.
Sesampainya dirumah.
Aku membuka pintu Rumah melepaskan sepatu Putih.
"KALIAN ABIS BUNUH ORANG?" Shou melompat dari duduknya.
"..." Aku tidak menjawab. tiba tiba saja air mataku mengalir deras, rasanya aku ingin memeluk Ketiga sahabatku.
"JESSICA!" Naya terheran heran. "LO APAIN SAHABAT GUE?" Naya mendorong badan Ardan sampai terjatuh.
"Gue bisa... hik... jelasin... hik" Aku menyeka air mata, tapi sayangnya tidak berhasil air mataku masih mengalir deras.
15 menit kemudian
Aku sudah menjelaskan semuanya dengan sesegukkan.
"semoga Tante sehat aja ya.. kasian" ucap Shou.
"Mama! orang yang gue sayangin! Gue gak rela kalo mama ninggalin gue gitu aja. kalo emang mama mau ninggalin gue. GUE BAKAL NYUSUL!" aku memunculkan Wajah serius.
__ADS_1
Aku menyiapkan tali dan mengikatnya pada Kipas angin, aku juga menaruh kursi di bawahnya.
"LO UDAH GILA?" Shou menghalang Aku yang ingin bunuh diri "Bantuin ***!!"
Tanpa basa basi Ardan, Naya dan Shou memengang kakiku.
"DIAMLAHH!!!!" aku berseru air mataku masih saja mengalir deras.
Kringgg... Kringgg...
Suara Telepon sangat menggema di ruang tamu, HandPhone ku berdering Sangat nyaring. aku segera turun lalu mengambil HandPhone. lalu mengangkat telepon.
Suster ada apa ya telepon aku?
aku berbatin.
"Halo suster ada apa?"
"Ibu... bu.... mu.... sudah .... maaf... kami.. ti..tidak bisa menolongnya" Suster itu berkata dengan nada sendu, Air mataku kembali mengalir.
"Ardan anterin Gue ke rumah sakit.. mama Ar! mama!!"
"Baiklah ayo. Tante semoga kau tidak apa apa" Ardan mengambil kunci motor, lalu segera pergi ke rumah sakit.
16 menit kemudian..
Aku turun dari motor, lalu berlari ke arah UGD.
"Suster!! ibu saya!" Aku berseru.
"nyonya Jane?......" Suster itu bertanya.
"YA!"
"Maaf kami sudah berusaha tapi...... Maaf."
"Ardan.. dunia ini memang tidak adil ya.." Aku memeluk Ardan. Ardan terkaget kaget melihat Aku yang tiba tiba memeluknya.
**TBC (bukan penyakit yaa)
__ADS_1
***Terima kasih sudah membaca ceritaku, maaf kalau ada nama, tempat yang sama. mohon dimaafkan, dan jika kalau ada kata kata kasar aku minta maaf. Arigato & Gomen'nasai***
***Yakura ChanChan***