
Malam semakin larut, ditengah malam yang semakin larut ini suasana di salah satu Ruang Makan di suatu Rumah Mewah tertentu terlihat tegang.
Setelah bertengkar dengan Kakeknya, dan sepertinya ini tidak membuahkan hasil, Reno sedikit mengalah dan akhirnya duduk di kursi ruang makan.
Saat ini, mereka saling bertatapan dimeja makan itu, mengabaikan makanan dimeja yang lama kelamaan mendingin itu.
Disana, Kakek Reno mulai membuka percakapan,
"Maafkan ketidaksopanan cucuku. Dia masih muda dan begitu Impulsif."
Disini, Ayah Veronica membalas,
"Anak muda memang terkadang akan memasuki masa-masa pemberontakan. Ini mungkin terkejut tentang rencana perjodohan ini yang tiba-tiba."
"Sebenarnya rencana perjodohan ini sudah cukup lama aku rencanakan. Dulu ketika, Kakek Veronica masih hidup, dia sering membicarakan cucu perempuannya yang manis. Aku ingin segera melihat mereka bertunangan segera."
"Ayah mertuaku memang sangat mencintai cucunya ini."
"Aku sempat kehilangan kontak dengannya selamanya beberapa tahun, dan begitu aku menemukan kebenaran kalian, aku tidak mengira dia sudah meninggal. Namun janji yang aku berikan padanya tidak akan pernah aku ingkari. Kami dulu berjanji untuk menjodohkan cucu kami. Ini adalah balas budiku pada Keluarga kalian dulu."
Mendengar ini, Reno jelas tidak menyukainya.
"Tapi, Kakek aku jelas menentang hal ini. Aku tidak ingin dijodohkan, aku akan memilih orang yang akan aku cintai sendiri. Mama sudah pernah berjanji padaku soal ini dulu jika aku menjadi anak yang patuh. Jadi apakah aku selama ini pernah meminta yang lain selain ini?"
Mendengar perkataan putranya itu, Ellie menjadi binggung sendiri.
Jelas, sejujurnya dirinya juga tidak menyukai perjodohan ini.
Tentu dirinya sudah mendidih di latar belakang tentang keluarga yang akan dijodohkan dengan putranya ini.
Ini cukup bagus jika itu dari keluarga kaya, namun Keluarga Veronica hanyalah dari Keluarga biasa.
Entah janji apa yang ayahnya buat dengan Kakek Veronica ini.
Dan itu benar dirinya juga sudah berjanji pada putranya ini jika dirinya akan membebaskan putranya dari perjodohan, jika dia menjadi anak yang patuh.
Dan selama 7 tahun ini, tidak ada yang membuatnya tidak puas tentang prestasi yang ditunjukkan putranya.
Sesuai dengan janjinya dia mulai memperbaiki nilai-nilainya, memperbaiki kelakuannya, mulai belajar bisnis dengan serius, mengurus perusahaan dengan baik dan bahkan memenangkan beberapa penghargaan, dan putranya ini bisa menaikkan laba perusahaan yang cukup signifikan.
Putranya ini adalah kebanggaan nya, satu-satunya harta berharga yang dirinya miliki, namun dirinya juga tidak bisa mengabaikan Ayahnya.
Namun kalau dipikir lagi, apa hasil dari Perjodohan?
Sudah pernah membahas ini sebelumnya dengan putranya.
Bukti jika pernikahannya hancur dengan William Smith.
Ellie akhirnya mengemukakan pendapatnya,
__ADS_1
"Aku akan mengikuti kemauan Putraku. Jadi bebaskan untuk memilih siapa pun yang ingin dinikahi nya,"
Kapan putri satu-satunya itu membuat, Allen Wilson marah.
"Ellie kamu, masih membela Putramu?"
"Tapi yang tidak ada hal yang baik jika sesuatu dipaksakan. Aku hanya tidak ingin putraku hidup dengan buruk seperti ku. Aku hanya ingin dia hidup bahagia dengan pilihannya sendiri."
Mendengar Mamanya membela dirinya, membuat Reno merasa senang.
Setidaknya ada seseorang di sini yang ada di pihaknya.
Tapi....
Jika Mamanya tahu kalau orang yang saat ini disukainya masih Serra apakah, Mamanya masih ada dipihaknya?
Untuk sementara lupakan hal ini dulu.
Paling penting adalah membatalkan perjodohan ini.
"Kalian berdua tidak mengerti. Jika tidak karena Jasa Kakek Veronica yang menyelamatkan Aku dan Istriku dulu dari sebuah Kecelakaan, aku mungkin ini sudah mati. Kalian berdua tahu? Kecelakaan itu yang membuat Nenekmu menjadi buta dan lumpuh, Reno!! Keluarga mereka telah menyelamatkanku dulu, kamu harus mengerti awal mula Perjodohan ini, Reno!!"
Mendengar kisah untuk pertama kalinya, Reno menjadi kaget.
"Tapi Kakek....."
Mendengar kisah yang begitu mendadak ini, membuat Reno kaget.
Jadi....
Masalah Keluarga mereka yang rumit dengan Keluarga Lee akhirnya sedikit demi sedikit terungkap.
Tapi dirinya benar-benar tidak pernah menyangka jika Keluarga Lee bisa berbuat jauh itu.
Kalau di pikir-pikir jika itu memang mungkin.
Lihat perlakuan mereka pada Serra mereka yang begitu kejam sejak Serra kecil.
Mereka bahkan tega dengan keturunannya sendiri apalagi dengan keluarga musuh mereka?
Memikirkan ini membuat Reno merasa rumit.
Harus segera menyelidiki ini tak lebih lanjut lagi.
Mengungkap semua misteri dengan jelas.
Untuk saat ini dirinya harus lebih memikirkan soal harus fokus pada membatalkan perjodohan ini dulu.
"Walaupun itu sebuah hutang budi kenapa harus dengan sebuah pernikahan? Aku disini bisa mengangkat Veronica sebagai bagian dari keluarga ini, sebagai adikku. Bukankah ini keputusan yang cukup bijak dari pada harus memaksakan sebuah pernikahan?"
__ADS_1
"Reno!!! Ini berbeda!! Janji kita adalah menikahkan kalian!"
"Tapi bukankah yang paling penting adalah membalas budi ini? Kenapa harus dengan pernikahan? Kami bisa juga dengan memberikan mereka uang. Kita memiliki banyak uang kenapa harus pernikahan? bikin kue led amerika juga hanya menginginkan uangku warga kita apalagi kalau bukan itu? Alasan mereka menerima perjodohan ini bukan?" Kata Reno dengan kejamnya sambil menunjuk kearah Veronica.
Gadis itu masih terdiam, tahu harus berkata apa.
Namun ayah gadis itu terlihat marah.
"Jaga bicaramu!! Di sini karena permintaan dari Tuan Allen Wilson!! Kami disini tidak untuk mengemis! Aku tidak menerima perlakuan kasar ini."
"Reno!! Jaga bicaramu!!"
"Apa? Tapi bisa saja kenyataan bukan? Keluarga kami memiliki uang dan bisa memberikannya pada mereka kenapa harus menikah!!" Kata Reno begitu marah.
Mendengar itu, Allen Wilson mulai memegang dadanya, sepertinya penyakitnya benar-benar kambuh.
"Kakek...." Kata Reno panik saat melihat Kakeknya hampir jatuh pingsan disana.
####
Saat ini, Reno ada didepan pintu kamar Kakeknya menunggu dokter memeriksa Kakeknya.
Orang yang ada di sana juga sedang menunggu dengan cemas.
Keluarga Veronica disuruh pulang dahulu dan akan membahas hal ini lagi lain kali.
"Mama, apakah aku kitab keterlaluan pada Kakek?"
"Kamu tahu? Kakekmu memang sudah keras kepala dari di dulu. Kamu hanya harus sakit membuatnya lunak, pura-pura lah sedikit lagi mana?"
"Tapi aku mau membuat kesalahpahaman."
"Reno, percayalah pada Mama. Pura-pura lah sedikit soal hal ini. Sebenarnya, Kakekmu ini ingin langsung kalian bertunangan, namun kamu bisa mencoba mengelak dulu dan mencari beberapa alasan seperti masa pengenalan atau apa dulu. Nanti kamu bisa mencari cara untuk meyakinkan Kakekmu jika kalian tidak cocok."
"Aku rasa itu merupakan bencana yang bagus."
Ini selain menghawatirkan Kakeknya, Reno juga khawatir soal Serra yang masih menunggunya.
Sudah memerintahkan petugas taman hiburan untuk membiarkan Serra menunggu didalam...
Namun ini sudah hampir jam sembilan malam....
Bagimana ini apa aku harus menyuruhnya pulang?
Menghadapi semua masalah ini Reno benar-benar merasa pusing sendiri.
####
Bersambung
__ADS_1