
Hari-hari sekali lagi berlalu, diantara hari-hari yang berlalu ini, ada begitu banyak berita dan gosip yang belakangan menjadi cukup panas soal Pembangunan Apartemen Mewah di Kota A.
Selain itu, ada juga gosip-gosip yang beredar di acara Gosip televisi kalau Calon Pewaris Wilson Grub sudah akan bertunangan.
Saat ini, disalah satu Apartemen, terlihat sebuah televisi sedang dimuat dengan berita semacam ini.
Judul yang tercantum di Acara gosip ini adalah 'Identitas Gadis Yang Menyelamatkan Tuan Muda Wilson adalah Calon Tunangannya'.
Banyak orang mulai berpendapat soal ini.
Dan tempo hari saat keluar dari Rumah Sakit, saat gadis itu diwawancarai, ada berita yang lebih menghebohkan lagi yang membuat gosip ini menjadi lebih terverifikasi.
Di acara tersebut saat ini ditayangkan acara ulangnya. Terlihat diantara wartawan ada seorang gadis di Kursi Rodanya, dikelilingi oleh banyak wartawan, salah satu wartawan dengan berani mulai bertanya,
"Apa hubungan Nona dengan Tuan Muda Wilson?"
Gadis yang terlihat panik di kursi Roda itu menjawab dengan panik,
"A... Aku Calon Tunangannya...." Lalu terlihat menutup mulutnya, dan kemudian gadis itu langsung dibawa pergi naik mobil setelahnya, tanpa memberikan penjelasan lebih lanjut.
Didepan televisinya, Reno menatap acara ini dengan kesal.
Kenapa sampai ada berita seperti ini?
Semua orang benar-benar suka bergosip dengan dirinya sendiri bukan?
"Reno, lihat kamu begitu populer belakangan, bahkan acara Pertunanganmu menjadi bahan pembicaraan yang begitu spektakuler, sampai-sampai ini menutupi semua gosip soal Pembangunan Apartemen Mewah di Kota A."
Itu adalah suara salah satu gadis tertentu yang saat ini duduk disamping Reno, nada suaranya terdengar dingin dan sarkastik.
"Ayolah, Serra jangan percaya omong kosong itu. Aku tidak akan bertunangan dengan siapapun oke?"
Gadis didepannya hanya tersenyum lalu kembali bicara,
"Itu benar. Tidak ada yang bisa aku lakukan selain percaya padamu,"
"Serra...."
"Aku percaya padamu oke?" Kata gadis itu lagi, lalu mulai mendekatkan dirinya kearah pemuda didepannya itu, dan memberinya ciuman singkat.
"Karena kamu hanya milikku," lanjut gadis itu lagi, lalu membaringkan kepalanya pada dada pemuda itu.
Reno hanya tersenyum lalu memeluk dan membelai kepala gadis itu yang ada didadanya.
"Ya, itu adalah hal yang pasti."
"Kamu tahu? Aku begitu khawatir setelah mendengar kamu Kecelakaan,"
"Aku tidak apa-apa oke?"
Gadis itu lalu bangun, dan menatap pemuda didepannya, memegang perban di kepala pemuda didepannya.
"Apakah ini sakit?"
"Ini hanya lecet kecil oke? Ini dibalut hanya untuk membuat efek dramatis saat jumpa pers dengan wartawan,"
Gadis itu lalu tertawa mendengar penjelasan pemuda itu.
__ADS_1
"Jadi apakah tanganmu yang diperban ini juga termasuk settingan?"
"Itu benar. Lihat tanganku tidak apa-apa, ini bahkan masih bisa digunakan untuk memasak."
"Kamu sudah bisa memasak lebih banyak sekarang?"
"Ya, itu benar, aku sekarang sangat pandai memasak! Kamu harus mencobanya."
"Ya, aku ingin. Tapi aku pikir semua perban-perban ini terlihat berlebihan,"
"Ini hanya untuk mengalihkan topik! Bukankah kamu lihat sekarang kalau sepertinya bahan gosip udah mengalir kearah yang lain? Kakek yang sengaja mengatur semua hal ini."
"Ya, itu benar. Ini sejujurnya adalah salahku."
"Kamu tidak perlu menyalakan diri sendiri oke? Tahu ini bukan maksudnya untuk melakukan ini,"
"Ya..... Aku tidak tahu bagaimana cara aku harus menyelesaikan masalah ini...."
Gadis itu terlihat cemberut, dari sini Reno tidak suka melihat wajah sedih gadis itu, yang Reno lebih suka melihat gadis itu tersenyum bahagia, jadi dari sini Reno mulai memiliki beberapa ide.
"Sudahlah, kamu jangan pikirkan soal itu! Bagaimana kalau kamu mulai mencoba masakanku? Aku akan menunjukkan keahlianku padamu,"
"Tapi kamu sedang sakit."
"Tidak-tidak! Kamu tidak bisa begitu. Kamu sudah datang ke Apartemenku, jadi kamu harus mencoba masakanku!" Kata Reno lagi dengan nada yang bersemangat.
"Kamu terlihat sangat percaya diri dengan masakanmu?"
"Tentu saja. Jadi sekarang apa yang ingin kamu makan?"
"Ah, kamu benar-benar menyukai Seafood bukan? Untunglah sepertinya ada beberapa udang di Kulkas, aku akan segera memasakan itu untukmu."
"Aku akan coba membantumu."
"Tidak usah, Serra. Kamu adalah Tamu! Dan aku sebagai Tuan Rumah harus memperlakukanmu sebagai Raja, ah tidak maksudku, sebagai Ratu. Jadi Ratuku duduk manis saja disini," kata Reno sambil berdiri dari duduknya, lalu langsung berlutut dan mencium tangan Serra disana.
Serra tertawa mendengar perlakuan Reno itu.
"Aku hanya ingin melihat saat kamu memasak,"
"Baiklah-baiklah, mari kamu bisa melihat dari kursi di dapur. Jadi aku akan bertanya, apakah kamu bisa memasak?"
Gadis itu menggelengkan kepalanya.
"Aku sudah menduga itu. Sebaiknya kamu duduk manis saja disana, oke? Biar aku melakukan segala soal memasak. Aku punya pengalaman yang cukup buruk mengajari seseorang memasak."
"Siapa yang kamu ajari?"
"Itu, Merry suatu hari dia tiba-tiba bertanya padaku, dia ingin membuat bekal untuk Alvin dan minta diajari, namun apa hasilnya? Oh sungguh ketika aku tinggal ke Kamar Mandi sebentar, Dapur hampir meledak! Dia benar-benar sama seperti Revan bagaimana hebatnya hanya bisa membuat masalah di Dapur."
Serra tertawa mendengar cerita itu.
"Ada kejadian seperti itu? Kamu kira aku bakal seperti itu juga?"
"Nona Muda Serra Lee, aku berani bertaruh kalau kamu juga hanya menghabiskan waktumu untuk belajar saat di Universitas, dan tak pernah berpikir untuk menyentuh dapur, apakah tebakanku benar?"
"Kamu sepertinya mengeri aku dengan baik,"
__ADS_1
"Apa yang tidak aku tahu dari Ratu ku ini?"
"Sudah-sudah, berhenti menggodaku, dan cepat memasak untukku."
Dan begitulah suasana sore itu di Apartemen Reno.
Reno mulai memasak beberapa aneka hidangan yang dia bisa. Sekarang dia sudah bisa memasak cukup ahli dari pada dulu.
Sudah menantikan hari-hari seperti ini, hari dimana dirinya akan memamerkan keahliannya dalam memasak pada gadis yang dicintainya, yaitu Serra.
Dan akhirnya hari baik seperti ini akhirnya datang.
####
Setelah beberapa saat, sampai akhir Reno menyelesaikan acara memasaknya.
Dia memasak, Udang asam manis pedas, juga udang goreng tepung, disana juga ada sambal tomat yang terlihat mengiurkan.
Disana juga ada ayam panggang yang terlihat lezat itu, karena baru saja keluar dari Oven.
Semua itu sudah disiapkan di Meja Makan, tidak lupa Reno mengeluarkan semangkuk puding dari Kulkasnya, juga menyiapkan beberapa minuman dari sana.
Melihat semua hidangan yang terlihat menggiurkan itu ada di depan matanya, Serra menjadi tidak sabar, dan menjadi tambah lapar, lalu berkomentar,
"Ini terlihat sangat enak,"
"Ini tidak hanya terlihat sangat enak. Namun ini benar-benar enak! Cobalah!" Kata Reno bersemangat sambil mengambil udang dengan sendoknya, lalu menyuapinya pada Serra.
Serra terkejut merasakan masakan Reno.
Ini benar-benar enak!!
Ini seperti masakan seorang koki profesional!
Kemampuan memasak Reno benar-benar meningkat.
"Bagaimana?"
"Ini benar-benar enak. Kamu belajar memasak?"
"Bukankah aku sudah berjanji dulu? Aku akan membuatkan masakan yang enak hanya untukmu," kata Reno sambil tersenyum.
Disini, Serra kembali mengingat janji yang mereka buat tujuh tahun lalu......
Waktu sudah berlalu....
Itu adalah janji yang kurang lebih saat itu tidak bisa ditepati.....
"Itu sudah tujuh tahun...."
"Namun aku masih ingin menepati janjiku... Aku masih ingin bersama denganmu selamanya,"
Serra hanya tersenyum menanggapi kata-kata Reno.
####
Bersambung
__ADS_1