
Malam ini, adalah malam yang kelam tanpa bulan, namun memiliki bintang yang begitu banyak dan berkelap-kelip.
Sebuah malam yang indah, cocok untuk sebuah Pesta.
Seperti Pesta yang diadakan disalah satu Hotel Bintang Lima tertentu.
Bersama alunan musik indah, para pemuda dan gadis-gadis di ruangan auditorium itu mulai berdansa satu persatu bersama teman atau pasangan mereka, menikmati pesta malam ini.
Ini seharusnya menjadi malam yang indah untuk seorang gadis tertentu yang sedang merayakan Ulang Tahun nya yang ke 18.
Namun semua menjadi sesuatu yang tidak pernah gadis itu duga.
Hari ini didalam Pesta, gadis itu tidak bisa berdansa dengan orang yang disukainya.
Perlahan, turun dari panggung, dia menerima uluran tangan pria lain.
Demi sopan santun, gadis itu menerimanya, lalu berdansa dengannya.
Namun, bahkan walaupun dia bersama orang lain, tatapan matanya berkeliling mencari seorang pemuda tertentu.
Ditengah kerumunan dia dengan cepat bisa menemukan dimana pemuda itu berada. Seolah seperti bintang yang bersinar begitu terang, Serra selalu dengan mudah bisa menemukan dimanapun pemuda itu berada.
Dari sini dia bisa melihat wajah kesal dan penuh amarah pemuda itu, dan tidak lama setelah itu dia melihat pemuda itu pergi dari ruangan Pesta.
Gadis itu paham kalau pemuda itu merasa kesal atas pilihannya.
Dirinya sendiri juga merasa tidak nyaman dengan ini.
Serra mulai tenggelam dalam pikirannya, dan mulai tidak memperhatikan apa yang Pasangan Dansanya bicarakan.
Sampai beberapa saat berlalu, gadis itu mengakhiri Dansanya, dan membuat alasan ingin kekamar mandi.
Namun sekali lagi, itu hanyalah sebuah alasan.
Gadis itu hanya sangat ingin bertemu dengan orang yang disukainya.
Terlalu malas dengan Pesta yang begitu ramai, walaupun ini Pasta miliknya sendiri.
Terlalu banyak mata mengawasi, membuat dirinya tidak bisa melakukan apapun yang diinginkannya.
Lalu gadis itu mulai berjalan menuju balkon tempat pemuda yang dicarinya berada.
Ketika gadis itu menuju kearah balkon, dia melihat pemuda itu mengandeng dan merangkul gadis lainnya.
Dia diam-diam mengikuti mereka berdua menuju ke Ruang Istirahat.
Sedikit penasaran apa yang keduanya lakukan didalam, dia berniat kesana, menuju lorong sepi koridor dekat ruangan itu.
Ada perasaan kesal dan cemburu melihat pemuda itu bersama gadis lainnya, menyentuh dan merangkulnya seperti itu.
Namun gadis itu tidak tahu harus mengungkapkan rasa kesalnya dengan cara apa.
Dia paham, kalau pemuda itu pasti memiliki alasan, dan dirinya sendiri yang menerima uluran tangan pria lain di dalam Pesta juga harusnya membuat Pemuda itu marah dan kesal padanya.
Jadi begitu pemuda itu keluar dari ruangan Istirahat, Serra segera menarik Reno kebalik Tirai dekat sana, lalu menciumnya.
Reno kaget dengan ciuman tiba-tiba ini. Namun perlahan dia mulai terbiasa dan menikmati ini.
Setidaknya, dengan ini bisa membuat rasa kesal dihatinya hilang.
Seolah dengan ciuman ini, mendakan kalau Serra hanya miliknya seorang, Serra nya.
Namun sayangnya adegan romantis itu tidak bertahan lama.
Seketika, Tirai terbuka, dan Reno sekali lagi dikagetkan dengan pertemuannya dengan seorang Pemuda yang tempo hari memukulinya tiba-tiba.
__ADS_1
"Kakak?" Kata Serra kaget.
Kakak dia bilang??
Dia Kakak Serra??
Kakak Serra yang itu?
Johan Lee?
Kamu bercanda bukan??
Dia.....
Belum sempat Reno berpikir lagi, Serra yang ada dipeluknya ditarik menjauh darinya, dan sekali lagi sebuah pukulan tidak terduga mendarat dipipi Reno.
"Serra!! Menjauh darinya!! Kamu jangan pernah dekat-dekat dengan Playboy Brengsek sepertinya!! Dia menipumu!" Kata Johan dengan marah.
Terlihat tatapan kebencian muncul diwajah Johan yang terlihat jelas.
"Reno tidak seperti itu, Kak!" Bela Serra.
Namun sekali lagi, Johan hendak memukul Reno, namun dihalangi oleh Serra.
"Serra!! Minggir!! Apa kamu tidak tahu apa yang orang itu lakukan?? Aku jelas melihat dia berciuman dengan seorang gadis saat aku pergi ke Kota S! Dia hanya mempermainkan mu!!" Kata Johan menarik Serra dari hadapan Reno, namun tangan Serra juga ditarik oleh Reno.
"Ha... Hari itu tidak seperti yang Kakak lihat, itu salah paham..." Kata Reno mencoba membela diri.
Namun kali ini Johan berusaha lebih keras dan menarik Serra kearahnya.
"Serra lepaskan dia!! Kamu tidak tahu apa-apa seberapa Brengsek nya bajingan kecil ini!"
"Kak! Ini tidak seperti itu percaya lah!"
"Dia dari Keluarga Wilson! Apa kamu mengerti maksud Kakak?"
"Ini tidak biasa hubungannya dengan Keluarga nya,"
Lalu setelah berbicara dengan Serra, Johan kembali menatap dingin kearah Reno.
"Hah? Dan untukmu? Kamu pikir kamu layak untuk Serra? Lihat! Kamu adalah penjahat yang hampir membuat Farel meninggal!! Dan kamu masih menyebut dirimu manusia? Lepaskan, Serra sekarang juga!! Kamu bahkan tidak sedikit pun layak untuk, Serra!"
Mendengar nama Farel disebut-sebut membuat Reno gemetar, lalu tanpa sadar dia melepaskan tangan Serra.
Setelahnya, Serra ditarik menjauh darinya, dan Johan meminta pengawalnya untuk menyeret Reno pergi dari sana.
"Reno!!!" Teriak Serra melihat Reno diseret keluar oleh pengawal Kakaknya.
Disana, dia bisa melihat tatapan penuh kesedihan dari gadis itu.
Namun, hanya seperti itu.
Sekali lagi, dirinya merasa tidak berdaya dan tidak bisa melakukan apa-apa untuk Serra.
Hal-hal tidak termaafkan dimasa lalu....
Dirinya yang Kekanak-kanakan seperti ini...
Apakah dirinya layak untuk Serra?
Memikirkan ini membuat Reno merasa frustasi.
Dan tentu insiden Reno yang di seret keluar oleh Pengawal Keluarga Lee, menjadi tontonan seluruh orang yang ada dipesta.
Mereka mulai bertanya-tanya dan bergosip apa sebenarnya yang terjadi?
Ada apa dengan perang Dingin Keluarga Wilson dan Keluarga Lee?
Apakah sekarang mereka terang-terangan berperang?
__ADS_1
...####...
Setelah kejadian itu, Serra diseret kesalah satu kamar di hotel itu, lalu dikurung oleh Kakaknya tanpa mengatakan apapun.
Karena ketidak hadiran tokoh utama dalam pesta ini, Johan menjadi perwakilan untuk mengisi acara dan mulai membuat Alasan kalau adiknya tiba-tiba sakit, jadi tidak bisa mengisi acara sampai akhir.
Pesta itu tetap berlanjut setengah nya tanpa Serra.
Dan sekali lagi, dalam paruh Pesta tanpa Ketua Kelas, semua orang yang sangat suka bergosip mulai tambah penasaran akan apa yang terjadi.
Apalagi penampilan pertama Kakak Serra, Johan Lee untuk pertama kalinya didepan mereka.
Biasanya setiap tahunnya, Ulang Tahun Ketua Kelas diadakan, hanya ada Ketua Kelas disana, tidak ada salah seorang Keluarga Lee yang hadir termasuk Orang Tua ataupun Kakak Serra.
Mereka dengar Keluarga Lee suka mengadakan Pesta Ulang Tahun Privat khusus untuk Keluarga Lee saja, dan tidak hadir di Pesta Publik, jadi keberadaan Keluarga Ketua Kelas masih menjadi misteri.
Terutama calon pewaris Lee Grup, Johan Lee yang memang tidak pernah menunjukkan wajahnya pada publik.
Dan hari ini dia tampil disini, membuat semua orang menjadi heboh sendiri.
Beberapa orang gadis mulai berkomentar betapa tampannya Johan Lee. Dan dari tadi orang itu menyapa semua tamu dengan senyuman lembutnya, membuat karisma nya semakin meningkat.
Ah~
Bahkan ada Kak Romeo yang tampan disini, dan sekarang ada Kak Johan Lee~
Betapa beruntungnya bisa datang ke Pesta Ulang Tahun Ketua Kelas, banyak pria tampan ditempat ini, Ah~
...####...
Didalam kamar, Serra saat ini duduk lemas dilantai.
Dirinya tidak berharap akan ketahuan secepat ini, dan lagi oleh Kakaknya.
Setidaknya, dirinya pikir bisa mendapatkan sedikit restu dari Kakaknya.
Dirinya pikir setidaknya Kakaknya sedikit mengerti.
Namun semua ternyata hanya harapan, dan ini malah menjadi seburuk ini.
Serra selalu tahu, kalau Kakaknya punya seorang sahabat baik yang tengah dirawat di Rumah Sakit, dan untuk berpikir orang itu adalah Farrel.....
Melihat betapa baiknya hubungan Kakaknya dan Ferrel, jelas sekali kalau Kakaknya akan membenci Reno.
Akkkhhhhh
Kenapa semua menjadi begitu berantakan seperti ini?
Apa karena dirinya dan Reno menjadi begitu Impulsif?
Dan bagaimana kalau Kakaknya sampai melaporkan ini pada Orang Tuanya?
Yang paling buruk, Serra benar-benar tidak ingin kedua Orangtuanya tahu terutama Kakeknya.
Kemungkinan terburuk apa yang mungkin Keluarga nya lakukan untuk membuat dirinya berpisah dengan Reno?
Memikirkan ini membuat Serra mengigil.
Yang dirinya inginkan hanyalah jatuh cinta dengan normal.
Dirinya tidak meminta sesuatu yang lebih.
Apakah jatuh cinta itu salah?
Kenapa semua hal bisa menjadi rumit hanya dengan jatuh cinta?
Padahal Jatuh Cinta begitu mudah....
Seperti bagaimana dirinya jatuh cinta pada Reno pada pandangan pertama bertahun-tahun yang lalu.
__ADS_1
Seolah memory kenangan lama kembali.