Cinta Diam-diam

Cinta Diam-diam
Part 33: Saling Menipu


__ADS_3


Malam ini berangin, suhu terasa cukup dingin. Bahkan bulan pun samar-samar tertutup awan hitam tanda-tanda akan terjadi badai.


Dari kejauhan kamu akan mendengar suara petir namun jika kamu melihat keluar kamu hanya akan melihat cahaya kelap-kelip dari jauh dan tidak ada hujan diluar.


Suasana malam yang begitu suram, sama seperti sebuah pertemuan keluarga tertentu di suatu rumah mewah tertentu.


Suasana makan malam di sana sungguh terlihat tegang. Terutama karena kehadiran 1 sosok tertentu yang membuat suasana malam itu begitu suram dan mencekam.


"Serra, bagaimana dengan nilai Ujianmu belakangan ini?" Tanya sosok paling tua dalam ruangan itu.


Gadis yang ditanya itu yang saat ini tengah menikmati makan malamnya, lalu meletakkan pisau dan garpunya kemudian menjawab,


"Semuanya berjalan dengan baik. Aku masih ada di rangking sepuluh besar secara umum."


"Tidak ada peningkatan?" Tanyanya lagi dengan dingin.


"Maaf, Kakek."


"Jangan bilang ini karena hubungan mu dengan Putra Keluarga Wilson itu?"


"Ini tidak ada hubungannya sama sekali dengannya, Kakek. Peringkat ku naik dari sebelumnya 10 ke 8 sekarang."


"Baguslah kalau begitu. Aku harap kamu tidak terganggu tentang hal-hal seperti itu dan fokus dengan studimu."


"Baik, Kakek."


"Kamu sudah memikirkan Universitas yang akan kamu masuki? Lihat Serrly diterima di Universitas A, salah satu Universitas terbaik saat ini."


"Aku ingin masuk Universitas X. Disana memiliki Fasilitas Sains dan Teknologi yang lebih maju dan canggih."


"Jadi kamu lebih tertarik dalam hal-hal ini? Ini lebih baik jika kamu memilih Kuliah di Amerika jika tertarik dengan Sains dan Teknologi, disana lebih maju."


"Aku akan memikirkannya."


"Benar saat ini kamu sudah kelas 3 SMA, dan Ujian Kelulusan dan Itu Masuk Universitas sudah dekat kamu jangan bermain-main dengan hal-hal tidak berguna seperti Cinta. Dan pikirkan baik-baik soal studimu dan rencana Universitas yang akan kamu masuki."


"Baik, Kakek. Aku mengerti." Jawab Serra dengan tenang.


"Aku harap kamu sudah mengerti setelah mendapatkan hukum itu. Jangan kamu berani-beraninya memiliki hubungan dengan Putra Keluarga Wilson itu. Dia hanya akan memberikan pengaruh yang buruk padamu."


"Baik, Kakek. Aku mengerti."


"Harap kamu menjaga kata-katamu. Kamu masih muda, jadi Kakek hanya akan berpikir kejadian tempo hari hanya bentuk dari bermain-main."


"Ya, Kakek. Aku hanya bermain-main dan mencoba-coba. Aku tidak memiliki hubungan dengan Putra Keluarga Wilson. Ini hanya permainan kecil. Kami hanya teman sekelas biasa."


"Ya, sebaiknya cepat akhiri permainan kalian."

__ADS_1


"Baik, Kakek."


"Dan kamu, Johan! Kamu tahu soal adikmu tapi tidak melaporkannya pada ku?" Tanyanya pada cucu laki-lakinya.


"Tidak ada yang perlu dilaporkan. Itu hanya permainan seperti yang Serra bilang bukan? Bukankah Kakek sudah melihat foto-foto disana? Apakah itu cukup sepadan melaporkan hal-hal tidak berguna itu untuk membuang-buang waktu Kakek yang berharga?"


"Ya, aku tahu kamu bisa mengatasinya, Johan. Jadi aku tidak perlu membuang-buang waktu yang tidak perlu. Aku akan serahkan masalah ini padamu."


Johan hanya mengangguk, lalu melanjutkan makan malamnya dengan damai.


Dan tanpa perdebatan panjang makan malam itu berlangsung dalam diam.


Tidak ada lagi yang berani mengungkit-ngungkit soal hubungan Serra dan Reno lagi di meja makan, Kakeknya mengagap hal-hal ini telah usai.


Lagipula masa depan masih panjang, dan ini hanya hubungan anak-anak apa yang perlu diperhatikan?


Namun masih perlu untuk memberikan beberapa pengawasan agar cucunya tetap fokus belajar.


Ini adalah saat-saat yang penting bagi siswa kelas 3 untuk mempersiapkan ujian jadi, tidak perlu mengagu Serra tentang hal-hal tidak perlu.


Lagipula ada Johan yang akan mengatasi masalah ini.


...####...


Tepat setelah makan malam ini, Johan dipanggil oleh Kakeknya ke ruangannya. Ada beberapa hal yang akan dia bahas dengan cucunya itu.


saat ini berdiri di dalam ruang kerja Johan dan kakeknya saling berhadap-hadapan saling menatap satu sama lain.


"Apa yang ingin Kakek bicarakan?"


"Johan, kamu harus benar-benar mengawasi Serra soal ini. Jangan sampai dia melewati batas. Aku benar-benar tidak ingin Keluarga kita memiliki hubungan dengan Keluarga Wilson itu. Mereka semua sama, bukankah Putra mereka yang hampir membunuh temanmu itu?"


"Iya, Kakek. Aku akan mengawasinya dengan baik, dan akan kupastikan mereka berdua berpisah dan tidak memiliki hubungan lagi. Orang itu tidak layak untuk Serra."


"Benar, semua Keluarga Wilson itu buruk, mereka Keluarga Pembunuh, jangan pernah memiliki hubungan dengan mereka."


"Maksud, Kakek?"


"Sampai kapanpun aku tidak akan pernah memaafkan mereka dan seluruh keturunannya, dia hidup bahagia setelah merampas hal-hal yang seharusnya milik, Adikku. Kamu sebagai seorang Kakak pasti paham, Johan. Kamu tidak ingin bukan adikmu bernasib sama seperti Mendiang Adik Kakek? Jangan pernah biarkan mereka berhubungan."


Johan agak binggung dengan arah pembicaraan ini.


Masalah dengan Keluarga Wilson memang dimulai dari generasi Kakeknya ketika masih muda.


Cerita lengkapnya, Johan sendiri masih belum mengerti.


"Baik, Kakek. Aku akan melakukan apa perintah, Kakek. Lagipula aku juga sangat membenci Putra mereka."


"Ya, itu bagus kalau kamu paham, kamu memang cucuku yang layak."

__ADS_1


"Terimakasih, Kakek."


"Jadi bagaimana dengan proyek yang baru-baru ini kamu tangani?"


"Semua berjalan lancar, tapi...."


Kemudian keduanya mulai membahas soal masalah-masalah bisnis.


Tidak ada yang tahu apa yang sebenarnya orang-orang ini pikirkan.


Dan ketika pembicaraan itu selesai Johan kembali ke kamarnya.


Sejujurnya dirinya merasa lega untuk bisa meyakinkan Kakeknya ataupun menyakinkan Serra untuk percaya padanya.


Tentu ini semua demi kebahagiaan Serra.


Serra sangat menyukai orang itu, tapi saat ini saja.


Cinta itu pasti akan berakhir, Cinta adalah sesuatu yang berubah-ubah, bisa datang dan pergi, cepat atau lambat adiknya itu mungkin akan melupakan Reno.


Dirinya masih tidak bisa menerima keberadaan Reno, walaupun dirinya percaya pada Serra yang begitu yakin mempercayainya.


Namun mereka berdua masih begitu muda, apa yang mereka tahu soal Cinta?


Seberapa lama mereka bisa mempertahankan sesuatu seperti benang tipis yang bernama Cinta itu?


Cinta adalah sesuatu yang rapuh, yang bisa rusak dengan mudah.


Masih terlalu cepat untuk memikirkan hal-hal seperti Cinta untuk mereka berdua.


Masa depan mereka masih panjang, memaksakan hubungan saat ini bukanlah hal baik.


Dirinya sudah menyiapkannya rencana untuk Serra nantinya, soal Kuliahnya di Luar Negeri.


Jadi apakah Reno benar-benar bisa membuktikan dirinya layak atau tidak, itu tergantung nanti.


Tapi mungkin itu sudah terlambat jika mereka berdua sudah berpisah jauh.


Di dunia ini masih banyak laki-laki yang mungkin lebih baik daripada Reno dan nanti masih ada kemungkinan juga Serra akan berpindah ke lain hati bukan?


Dan bagaimana dengan Reno?


Siapa yang tahu jika nantinya dia juga tidak akan bisa mempertahankan Cintanya itu.


Dia masih terlalu kekanak-kanakan, dia pikir semua hal akan berjalan sesuai rencananya?


Mari tunggu dan lihat saja.


__ADS_1



__ADS_2