
Malam yang semakin larut, membuat suhu juga semakin dingin.
Namun, bintang-bintang dan bulan di langit tetep menunjukkan sosoknya dengan kemerlap malam ini.
Cuaca cukup cerah, untuk menatap langit malam ini yang begitu indah tanpa tertutup awan.
Dimalam yang larut ini, jam sudah menunjukkan pukul 22:00.
Disana, disebuah Taman Hiburan tertentu, dimana hanya ada beberapa lampu remang-remang, dan dua orang tertentu didekat pintu masuk.
Sang Pemuda mengandeng tangan gadis disampingnya, lalu mulai memberikan beberapa sinyal dengan remote control ditangan kanannya.
Tiba-tiba, Taman Hiburan yang gelap itu, terang.
Semua lampu yang berada disana, langsung menyala dalam kelap-kelip, dan berwarna-warni.
Bagaikan sebuah ledakan cahaya di Taman Hiburan yang gelap ini.
Dan diiringi dengan lampu-lampu yang menyala itu, dilangit ada kembang api warna-warni mulai bersinar dan langsung menghilang seketika.
Kelap-kelip yang indah dan menawan, bersama suara-suara yang membuatnya meriah.
Pemandangan yang cukup indah dimalam hari.
Keduanya menatap indahnya malam ini dalam keheningan, tanpa sepatah katapun.
Bersama tangan mereka yang terjalin satu sama lainnya, mencoba mencari kehangatan satu sama lainnya dimalam yang dingin ini.
Lalu, disini Reno memulai percakapan.
"Apakah kamu menyukainya?"
Gadis itu lalu menatap pemuda disampingnya sambil tersenyum, dan berkata,
"Aku menyukainya. Ini benar-benar sangat indah,"
Kelap-kelip kembang api masih menghiasi langit.
Gadis itu lalu menarik pemuda disampaignya, mendekat kearahnya, lalu menciumnya.
Reno menjukan ekspresi kaget dengan gerakan yang tiba-tiba itu.
Namun begitulah, gadis yang dicintainya, masih benar-benar suka melakukan hal-hal yang begitu Impulsif dan berani.
Disini, Renopun membalas ciuman itu.
Dan begitulah keduanya tenggelam dalam dunia mereka sendiri.
__ADS_1
####
Malam ini masih panjang, setelah melihat kembang api untuk beberapa saat, Reno dan Serra mulai melihat-lihat sekeliling Taman Hiburan.
"Jadi wahana apa dulu yang ingin kamu coba? Ah, sebenarnya aku juga ingin mengajakmu menonton di Bioskop malam ini, tapi sepertinya jam sudah lewat,"
"Sekarang kamu sudah jadi begitu Romantis bukan? Untuk menyiapkan Kencan seperti ini?"
"Tentu saja, aku benar-benar ingin terlihat keren kamu tahu? Setiap kali aku ingin menunjukan sisi kerenku, itu selalu gagal dulu,"
"Owh, seperti menyatakan cinta di perpustakaan?"
"A... Aku tidak mengatakannya saat itu," kata Reno mencoba mengelak.
"Hmm, apa saat kita ke Rumah Hantu lalu kamu pingsan?"
Mengingat kejadian itu, muka Reno jadi memerah karena malu sendiri, itu Aib masalalu.
"Kenapa kamu masih mengingat-ingat hal-hal seperti itu?"
"Ah, tentu saja aku masih ingat. Aku bahkan masih ingat wajah pucatmu saat kita naik Rollercoaster. Mau mencobanya lagi? Masuk Rumah Hantu dan naik Rollercoaster?"
"Sebaiknya tidak."
Mendengar jawaban yang terlihat pasrah itu membuat Serra tertawa.
"Ini bukan masalah umur oke?"
"Apakah ini semacam trauma masalalu?"
"Dulu ketika aku masih kecil, aku pernah diculik dan disekap disebuh ruangan kecil gelap. Mungkin karena itu aku jadi takut gelap dan hantu?"
Ada sedikit getaran dalam suaranya ketika Reno mengatakan itu, disini Serra mempererat genggaman tangannya pada Reno.
Pasti sulit mengatakan hal-hal buruk.
"Itu pasti pengalaman yang sulit, dan ingin kamu lupakan. Kenapa kamu mengigatnya lagi dan mengatakannya padaku dengan santai?"
Reno tersenyum kearah Serra, lalu mulai memalingkan wajahnya dan menatap kearah langit.
"Aku hanya ingin mengatakan hal-hal jujur tentang diriku padamu, aku tidak akan menyembunyikan apapun darimu, karena itu adalah kamu Serra, itulah kenapa aku mengatakannya. Aku ingin mengatakan semua hal tentangku padamu. Setelah beberapa tahun kita berpisah, namun aku pikir aku tidak banyak tahu hal-hal tentangmu. Aku hanya ingin lebih dekat dan lebih banyak mengenalmu. Aku ingin tahu juga tentangmu."
"Apa yang ingin kamu tahu dariku?"
Reno lalu menatap kearah Serra dengan serius, dan berkata
"Aku ingin tahu segalanya tentangmu...."
__ADS_1
"Namun mungkin aku bukanlah seorang gadis yang seperti yang kamu kira."
"Serra adalah Serra."
"Tapi mungkin saja jika aku memberitahumu kamu bisa saja membenciku."
"Rahasia kecil apa yang kamu sembunyikan dariku? Tentu saja aku tidak mungkin untuk membencimu. Kamu tahu bukan? Aku tidak memiliki kemampuan untuk membencimu."
"Aku sudah mengenalmu lebih lama dari yang kamu kira."
"Aku pikir aku sudah menduganya."
"Sejak kita menjadi siswa baru Kelas Satu, aku sudah menatapmu. Mungkin jauh lagi sebelum itu."
Di sini, Reno hanya mendengarkan dan Serra melanjutkan ceritanya,
"Ketika awal Kelas Satu dulu, kita kadang-kadang bertemu dibeberapa situasi. Walaupun begitu, namun kamu tidak pernah mengingatku. Kupikir aku hanyalah seorang gadis X yang lewat dalam hidupmu, jadi aku pikir itulah kenapa awalnya aku hanya menatapmu dari jauh."
Disini Reno mengigat kembali ketikan dirinya masih muda.
"Ah.. Masa-masa gelap itu....."
"Apakah kata-kata ini terdengar familiar? 'Aku adalah penguasa sekolah ini, kalian semua harus mematuhi perintahku. Jika ada yang berani, kalian akan tahu hukumannya,'. Seseorang mengatakan itu sambil berdiri disalah satu meja di kantin sekolah sambil tersenyum angkuh."
Disini mengigat hal itu, membuat Reno ingin sembunyi mengali sebuah lubang, itu terlalu memalukan.
"Kenapa kamu bahkan ingat hal-hal itu?"
Disini Serra lalu tertawa,
"Karena kamu memang selalu terlihat begitu lucu, Reno... Aku tahu banyak tentangmu bahkan tentang hal-hal yang tidak pernah kamu kira.... Dan ini mungkin bisa menjadi ceria yang panjang...."
Kata gadis itu dengan santai, lalu melepaskan tangannya dari Reno, dan menunjuk kearah salah satu wahana disana.
Itu adalah sebuah bianglala.
"Kita mungkin akan membahasnya lain kali? Kita kehabisan waktu bukan?"
"Ya, lain kali Ceritakan juga hal-hal tentang kamu."
"Tentu saja."
Dan keduanya pun mulai menaiki Bianglala itu, menikmati pemandangan malam dari atas, terlihat indah dicuaca cerah malam ini.
####
Bersambung
__ADS_1