
Saat ini disebuah Rumah Sakit tertentu, terlihat beberapa orang tengah berkumpul.
Disana, terlihat wajah-wajah yang terlihat marah dan emosi.
"Andrew Lee!! Apa kamu bisa jelaskan apa yang cucu perempuanmu itu lakukan Hah? Lihat dia mencoreng nama baik Keluargaku!! Benar-benar gadis murahan! Kamu memberikan gadis seperti itu untuk menjadi calon pengantin bagi cucuku?" Itu teriak seorang Pria Tua pada Pria tau lainnya yang terbaring di tempat tidur Rumah Sakit.
"Ini.... Ini tidak seperti yang kalian kira, aku akan mencoba meminta cucuku untuk memberikan penjelasan untuk ini."
"Hah? Penjelasan apa lagi? Tidak cukup kah foto-foto cucumu tidur dengan Farrel?"
Lelaki tua itu cukup emosi, namun disana terlihat seorang lelaki muda mencoba menenangkannya.
"Kakek.... Tenangkan dirimu." Kata Mikael yang mencoba menenangkan Kakeknya yang tengah emosi itu. Pasalnya, Kakeknya juga memiliki penyakit lemah jantung, jika dia lebih emosional lagi, Mikael takut kondisinya akan drop.
"Tapi bukankah Farrel adalah cucumu juga? Siapa yang tahu kalau dia yang menggoda cucuku, Serra! Aku pikir cucuku bukan orang seperti itu,"
"Apa katamu!!"
"Itu urusan Keluargamu yang rumit dan hubungan antara cucumu yang buruk, dan melibatkan cucuku pada akhirnya."
"Hah.... Kamu.... Berani bicara seperti itu?"
"Aku bicara tentang kenyataan, jika kamu bisa menjaga Putramu dengan baik, dia tidak akan memiliki selingkuhan dan memiliki anak tidak syah seperti sekarang,"
"Ini soal Cucu mu! Ini tidak ada hubungannya dengan Keluargaku!"
"Ini jelas masalah Keluarga Kalian yang rumit bukan?"
Sejujurnya, Andrew Lee juga merasa sangat kecewa dengan semua perkara ini. Untuk berpikir cucunya yang begitu patuh ini berani mencoreng nama baik Keluarga dengan kelakuannya seperti ini.....
Ini tidak bisa dipercaya!!!
Gadis itu, ternyata sama murahannya dengan Ibunya itu yang dulu merayu dan berani naik ketempat tidur Putranya yang berharga.
Buah memang tidak akan jatuh terlalu jauh dari pohonnya.
Ini benar-benar seperti Ibu dan Putrinya.....
Beraninya, Serra Lee itu membuat Kekacauan disaat seperti ini!!!!
Pertengkaran itu terjadi cukup rumit, sampai Serra dibawa oleh Ibunya masuk ke Ruangan itu.
"Kamu!! Kamu gadis murahan!! Mengoda cucuku seperti itu!" Itu adalah Kata-kata Kakek Mikael sambil menampar Serra.
Disini, setelah tamparan itu, Serra terlihat tidak mengubah ekpersinya.
"Aku kecewa padamu, Serra." Itu adalah kata-kata dari Kakek Serra, sekali lagi sebuah tamparan mendarat di pipi Serra, namun tidak membuat gadis itu bergeming.
"Ayah Mertua, aku yakin Putriku dijebak. Kamu tidak akan melakukan semua itu bukan?"
Mikael disini hanya menatap Serra dengan ekpersi rumit.
Dirinya tidak bisa percaya, gadis yang dicintainya itu berani melakukan hal-hal ini dibelakangnya!!
Melihat dari Farrel dan gadis itu yang memang terlihat dekat dari awal memang membuat dirinya curiga.
Namun, dengan semua bukti ini....
Ini cukup....
Memikirkan ini membuat hati Mikael merasa hancur!!
Dari semua orang kenapa harus Farrel Brengsek itu????
Ada suatu ketika, ketika dirinya kalah dari Farrel.
Walaupun dia anak tidak syah, dia cukup pandai, walaupun tidak sehebat dirinya, Farrel Kakaknya masih suka mendapatkan sebuah pujian.
Terutama dalam hal musik dan bermain Piano.
Farrel selalu bisa memenangkan semua kontes itu, dan mendapatkan penghargaan, namun tidak dengan dirinya yang bahkan tidak masuk dalam klasifikasi lomba.
Ada saat semua orang memuji orang itu.
Mendapatkan sesuatu yang dirinya tidak bisa dapatkan.
Sampai akhirnya, dirinya sengaja melukai tangan berharga itu agar dia tidak bisa bermain Piano lagi.
Kemudian rasa lega perlahan muncul.
Dirinya akan selalu menjadi yang terbaik dalam Keluarga dan akan selalu menjadi kebanggaan Keluarganya, dan menjadi calon Pewaris Keluarga, bukan Kakaknya!
__ADS_1
Tidak akan sedikitpun dirinya membiarkan Anak Tidak Sah ini menyentuh semua miliknya.
Namun sekarang....
Lihat!!!
Orang tidak berguna ini sekarang mencoba mengambil Tunangannya yang berharga!!
Ini tidak bisa dibiarkan!!
"Aku dijebak... Aku tidak melakukan hal seperti itu, aku dan Farrel tidak memiliki hubungan apapun." Kata Serra dengan tegas.
"Kamu!! Gadis ini! Kamu masih mencoba mengelak?"
"Aku bersumpah, aku tidak memiliki hubungan apapun dengan Farrel! Dan malam itu.... Kami tidak melakukan apapun!"
Mikael yang mencoba menenangkan dirinya ini, sekarang mencoba berpikir logis.
Memang, ada kemungkinan kalau Serra dijebak seseorang, sangat aneh untuk semua berita ini langsung tersebar begitu cepat bukan?
Ada seseorang yang mencoba menjatuhkan dia?
Atau jangan bilang, Farrel Brengsek itu yang mencoba merayu Serra nya!!
Mari coba beri dia kesempatan....
"Apakah kamu bisa menjamin ucapanmu?" Kata Mikael dengan tenang.
"Ya. Percayalah, Mikael. Malam itu aku tidak melakukan apapun dengan Farrel."
"Baik, mari kita coba percaya kata-katamu,"
"Mikael!! Jangan hanya percaya ucapan gadis murahan ini!" Kata Kakek Mikael dengan penuh emosi.
"Tenang, Kakek. Aku hanya akan percaya jika dia bisa membuktikannya. Mumpung kita di Rumah Sakit, mari kita periksa apakah dia masih suci atau tidak,"
Mendengar ide ini, semua orang memutuskan untuk mencoba.
"Ya, kalian harus percaya padaku."
"Jadi kamu ingin melakukan Tes ini?"
Namun siapa yang tahu, ketika Mikael mengajak Serra ke bagian kandungan, dan mulai mendaftarkan Serra, disini Serra baru saja mengerti Tes apa yang akan mereka lakukan.
"Mikael Tes ini...."
"Tentu saja. Kalau kamu benar-benar tidak bersalah, dan tidak melakukan apapun malam itu, kamu tentu masih suci, masih perawan."
Mendengar itu, Serra mengigit bibirnya karena cemas.
Bagaimana bisa?
Ini Tes apa?
Jelas, Tes seperti ini hanya akan membuat dirinya terlihat lebih bersalah!!
Tentu saja hasil Tesnya sangat jelas.
Dirinya sudah tidak lagi....
Dirinya memang tidak melakukannya apapun dengan Farrel malam itu, namun dirinya sudah melakukan ini dan itu dengan Reno di masalalu.
Dirinya tidak mengira kalau tindakan Impulsifnya dimasa lalu akan menjadi bumerang pada dirinya sendiri.
Namun untungnya, dirinya dan Reno belum melakukan itu lagi dalam waktu belakangan ini.
Jika hari itu dirinya benar-benar melakukanya dengan Reno lagi, dan disaat seperti ini ketika Tes, ada kehamilan atau sesuatu....
Hal yang cukup buruk akan terjadi.
Reno sudah cukup dewasa saat ini untuk mengambil keputusan yang bagus.
'Kita tidak akan melakukannya, bukanya aku tidak mau, namun tunggu sampai kita menikah nanti. Karena jika terjadi kesalahan, nama baik dan reputasi milikmu yang paling ternoda, aku tidak ingin merusak gadis yang aku cintai,'
Kata-kata Reno hari itu masih terngiang di benak Serra.
"Kenapa kamu jadi cemas, Serra?" Tanya Mikael dengan binggung.
Jelas disini, Serra cukup panik, cukup yakin kalau reputasinya sudah tidak bisa diperbaiki, dan orang-orang tidak akan percaya padanya.
Ketika Serra panik dan cemas sendiri itu, tiba-tiba ada seseorang yang datang, lalu menepuk pundak Serra dari belakang.
__ADS_1
"Tidak perlu ada Tes apapun. Ini tidak ada gunanya." Kata orang itu.
Dua orang disana, lalu menatap pemuda yang tiba-tiba datang itu.
"Kak Johan?"
"Johan Lee?"
Mereka menatap Johan dengan ekpersi kaget dan tidak percaya.
Mikael mencoba menenangkan diri dari keterkejutannya.
"Apa maksud Kakak kalau Tes ini tidak berguna?"
"Karena hasilnya sudah jelas. Aku tahu adikku dan masalalunya seperti apa. Tidakkah kalau aku tanya padamu, Mikael, apakah dimasa muda mu, kamu tidak pernah tidur dengan seseorang?"
Kata-kata sarkastik itu menusuk Mikael, yang jelas tidak bisa mengelak.
Namun tanpa Mikael bisa bertanya lebih lanjut, Johan sudah menyeret Serra untuk pergi dari sana.
Membawa Serra ke tempat parkir yang sepi.
Seretan Johan terlihat penuh emosi sekarang.
"Kak Johan.... Sakit...."
Johan lalu membanding Serra kearah dinding parkiran itu, menatap gadis itu dengan penuh perasaan rumit.
"Serra, aku tanya padamu. Apakah ini semua cukup untuk membuat nama Keluarga Lee hancur? Ini bagian dari rencanamu bukan? Untuk membuat nama Keluarga ini hancur, aku tahu seberapa bencinya kamu pada Keluarga ini,"
Serra yang mendengar hal ini tentu cukup terpukul.
Dari semua orang....
Berpikir kalau Kakaknya akan percaya padanya setidaknya, namun apa?
Hanya tuduhan yang terjadi?
"Kak Johan... Ini tidak seperti yang kamu kira!"
"Diam Serra! Aku tidak peduli jika kamu bermain-main dengan orang lain dalam bagian rencanamu itu, namun kenapa harus Farrel? Kenapa harus nama dia yang dibawa-bawa dan harus dia yang dipermalukan seperti ini?"
"Jadi Kakak lebih peduli dengannya dari pada denganku?"
Serra sendiri yang diliputi oleh rasa kepuasan tiba-tiba menjadi marah.
Disini....
Tidak adakah seseorang yang percaya padanya dan ada disisinya?
Jika dirinya tidak bersalah apalagi membuat rencana seperti itu.
"Ya, aku lebih peduli dengannya." Kata Johan dengan dingin.
"Jadi... Jadi Kakak masih......"
"Diam! Itu bukan Hak mu untuk berbicara,"
Keheningan terjadi, karena Johan setelah itu meninggalkan Serra disana.
Disini, Serra diliputi oleh keputusan, karena semua orang sekarang menuduhnya, dan dirinya tidak bisa memberikan pembelaan....
Tidak ada seorangpun yang percaya padanya.....
Dirinya benar-benar ditinggalkan....
Memikirkan ini tiba-tiba membuat Serra ingat dengan Reno....
Bagaimana dengan Reno....
Memikirkan ini membuat Serra lebih takut lagi.
Takut kalau bahkan Reno akan percaya semua ini.
Sekali lagi, air mata tidak bisa terbendung.
Dia menagis sendirian disana, tanpa seorangpun disisinya.
####
Bersambung
__ADS_1