
Ini adalah hari yang lainnya, disalah satu gedung perkantoran tertentu, disalah satu ruangannya, terlihat seorang pemuda sedang fokus dengan berkas-berkas yang dibacanya dengan serius.
Namun di hari yang sudah siang dan saatnya makan siang itu, seorang wanita tertentu memasuki ruangan itu setelah mengetuk pintu.
"Ini saatnya makan Siang Pak Presder, jadi anda harus segera Istirahat,"
Melihat wajah Merlin yang masih terlihat ramah seperti biasanya, Reno mengalihkan pandangannya dari berkas dan menatap Sekertarisnya itu.
Sangat lega, melihat Merlin kembali menyiapkan semua agenda dan jatwal-jatwalnya mengigat Asistennya sedang cuti. Apalagi sebelumnya Merlin sempat minta cuti karena ada masalah keluarga, sebenarnya bukan masalah keluarga, tapi masalah dengan Kekasihnya atau apalah itu, dan Reno dengar mereka baru saja putus.
Reno masih ingat wajah kesal Merlin kemarin yang mengumpat dan bilang kalau semua laki-laki sama saja, sama-sama Brengsek.
Tidak habis pikir saja, padahal ya tidak semua laki-laki seperti itu, hanya saja Merlin yang sial mendapatkan seorang laki-laki yang kebetulan Brengsek saja.
Namun melihat sikap Merlin yang sudah terlihat tenang itu, sepertinya gadis itu baik-baik saja sekarang. Sikapnya terlihat profesional dan bisa membedakan mana yang urusan pribadi mana yang urusan kantor, tidak seperti gadis tertentu yang merupakan Asistennya sebelumnya yang menyebalkan itu.
Setelah masuk dalam lamunannya, dia sekali lagi tersadar berkat panggilan Merlin, lalu Reno dengan tenang menjawab,
"Nanti saja, ada beberapa berkas yang masih harus aku selesaikan."
Disini, Merlin yang sudah menduga hal itu akan keluar dari mulut Bosnya, dia lalu meletakan beberapa plastik dan kotak makan Take Way, diatas Meja Kerja Bosnya itu.
"Ini sudah dipesan sesuai makanan kesukaan anda. Sebaiknya segera dimakan agar tidak dingin."
"Merlin, kamu masih terlihat perhatian seperti biasanya, aku heran laki-laki mana yang sampai-sampai putus dengamu itu,"
"Aku bukan seseorang yang ditinggalkan, namun aku yang minta putus, karena dia ketahuan selingkuh."
"Namun setahuku, kalian sudah cukup lama berkencan bukan?"
"Itu benar, namun cinta selalu atas dasar kepercayaan, dan ketika kepercayaan itu hilang, dan cinta itu mulai goyah, itu sudah tidak bisa lagi dipertahankan. Aku adalah tipe yang realistis, aku akan percaya pada pasanganku pada tingkat tertentu, namun begitu itu hilang, aku tidak ragu-ragu untuk putus, lagipula, kalau kepercayaan hilang, apa lagi yang tersisa? Jika dipertahankan hanya akan menjadi lebih menyakitkan,"
"Ah... Jadi kamu bukan orang yang mudah cemburu sebenarnya? Dan tipe yang percaya dengan pasangannya. Aku pikir ini cukup romantis, mengingatkanku pada seseorang,"
"Owh apakah ini, Kekasih Bos yang legendaris itu?"
"Sejak kapan ada rumor semacam itu?"
"Ini bukan rumor, tapi sesuatu yang benar-benar terlihat dengan jelas kalau seseorang memperhatikan tingkahmu dengan baik. Kita sudah kenal cukup lama, dan aku tahu, itu kalau Bos selalu tergila-gila dengan seseorang, apakah ini sejenis cinta cahaya bulan putih itu?
Cinta tidak terbalas yang legendaris pada seseorang yang berada diluar jangkauan seperti itu?"
"Jangan bicara sembarangan, jelas ini bukan cinta tidak terbalas, ini benar-benar dibalas dengan baik,"
"Aku turut senang mendengarnya,"
"Aku akan memperkenalkannya padamu jika waktunya pas,"
Keduanya saling mengobrol dengan ringan, dan akhirnya Reno memutuskan untuk makan siang diruangannya dengan Merlin, karena kebetulan Merlin juga memesan makanan Take Waynya sendiri.
Dua orang itu makan dengan santai sambil menonton televisi yang ada di ruangan itu.
Sampai disana, ada sebuah berita yang membuat Reno kaget.
"Lihat, Bos, sepertinya Mikael sudah akan Bertunangan? Apakah dengan Tuan Putri Keluarga Lee yang Legendaris itu? Aku selalu mendengar banyak romornya saat di kampus dulu," itu adalah komentar Merlin yang tidak tahu apa-apa.
Disana, di berita itu terlihat bagaimana kedua Keluarga sudah sangat setuju dengan hal itu, apalagi dengan pengumuman Marger Perusahaan yang juga akan dilaksanakan bersama dengan penyatuan kedua Keluarga ini.
Dari segi dunia bisnis, ini adalah keputusan pernikahan dua kelompok besar yang akan cukup menguncang dunia bisnis.
Banyak orang mulai tertarik dengan berita Merger dan acara Pertunangan Tuan Muda Keluarga Lewis dan Nona Muda Keluarga Lee ini yang akan dilaksanakan bulan depan, dan akan segera disusul dengan Pernikahan setelah itu.
Dan di televisi ini, ada sebuah video pendek dari acara Pernikahan sebelumnya, saat Mikael memberikan bunga pada Serra, banyak yang mulai berkomentar betapa cocoknya mereka berdua.
"Aku pikir mereka terlihat cukup cocok? Bukankah begitu?" Tanya Merlin yang dari tadi matanya fokus pada televisi, namun setelah dia melihat kearah wajah bosnya, dia jadi kaget.
Jelas, dirinya melihat wajah Bosnya itu berubah menjadi pucat.
####
Disisi lainnya, disalah satu gedung perkantoran lain, terlihat ada dua orang satu tua dan yang satu seorang gadis muda.
__ADS_1
Sang gadis muda itu mulai bertanya dengan berani,
"Kenapa Kakek memutuskan hal soal Pertunangan ini dengan begitu cepat dan terburu-buru?"
Pria Tua dihadapannya ini menjawab dengan tanang,
"Ini tidak terburu-buru, ini sudah direncanakan dengan baik. Lagipula acara ini penting demi Keluarga kita."
"Tapi aku tidak ingin terburu-buru bertunangan,"
"Serra, ini adalah keputusanku, kamu tidak berhak berpendapat,"
Serra sendiri sudah tau watak lelaki tua didepannya ini, jelas tujuan pernikahan ini sangat jelas sekali.
Terlihat jelas saking jelasnya, membuat Serra merasa jijik.
Merger Perusahaan
Lebih ke artinya, menjual dirinya ke Keluarga Lewis demi mengembangkan Perusahaan Keluarga.
Sangat jelas dan terang-terangan, bahkan Kakeknya seperti terlihat tidak menyembunyikan tujuannya sama sekali.
Di sini gadis itu sedang berpikir keras.
Tentang bagaimana cara untuk membatalkan pertunangan ini.
Semuanya sudah diumumkan ke publik, dan terlihat Mikael sepertinya tidak menolak gagasan ini.
Bagaimana ini?
Kenapa segalanya menjadi tidak karuan seperti ini?
Dirinya tidak bisa menolak, dan mulai sekali lagi mencari alasan.
"Apakah Kak Johan sudah tahu soal semua rencana ini?"
"Dia akan segera tahu, dan pasti dia akan setuju karena ini adalah Rencana yang cukup bagus."
Mendengar itu, Serra merasa tidak yakin.
Namun memikirkan ini membuat Serra sekali lagi merasa rumit.
Kakaknya Johan adalah orang yang cukup rumit untuk dipahami, tidak ada yang tahu apa yang selalu ada dikapalanya atau apa yang dia rencanakan.
Dari dulu seperti itu, penuh dengan kejutan.
Rencana Merger....
Ah....
Ini mengingatkan Serra pada sesuatu hal penting.
Tiba-tiba, Serra mempunyai sebuah Ide bagus.
"Kalau begitu, agar aku mau segera Bertunangan, kenapa Kakek Tidak segera menyerahkan semua saham PT Antlantis City ini padaku?"
"Serra!! Kamu begitu lancang!!"
"Apa? Bukankah ini hal yang selalu Kakek ajarkan padaku? Untuk Tidak menyia-nyiakan kesempatan yang diberikan? Bukankah Kakek sudah cukup diuntungkan dengan acara Merger ini? Apalah artinya Perusahaan Cabang kecil ini dibandingkan dengan Merger nantinya?"
Disini, Kakek Serra mulai berpikir juga.
Berpikir kalau ucapan cucunya itu cukup masuk akal.
Semuanya akan mudah jika Serra setuju dengan patuh.
Memberikan Perusahaan Cabang ini bukan ide yang buruk.
"Baik, aku akan menuruti keinginanmu itu,"
Disini, Serra lalu tersenyum.
__ADS_1
"Ya, alangkah lebih baik jika penyerahan ini segera dilakukan,"
Disini, Serra mulai berpikir jika ini adalah rencana yang bagus, jika dirinya sudah mengabil alih Perusahaan Cabang ini atas namanya sendiri, ini bukan hal yang buruk, dan ini sudah cukup.
Dirinya juga tidak mau terlalu serakah ingin mengambil alih ssmua Perusahaan milik Grup Lee. Karena sebagian besar ini adalah milik Kakaknya.
Grup Lee yang sekarang menjadi sebesar ini berkat Merger dengan Perusahaan Keluarga milik Keluarga Ibu dari Kakaknya Johan.
Mendapatkan Perusahaan ini sudah cukup untuk dirinya, dan nanti entah bagaimana dirinya akan mencoba mencari cara membatalkan perjodohan ini setelah Kakeknya tanda tangan penyerahan Perusahaan.
Memilikirkan ini, Serra tersenyum puas, dan melewati hari ini dengan bahagia.
####
Malam ini, cuaca cukup dingin, itu karena ada hujan lebat diluar.
Melihat hujan diluar mobilnya, Serra mau tidak mau menghela nafas pasrah, ingin segera sampai di Apartemen.
Serra yang sedari tadi senang itu, cukup kesal dengan cuaca yang buruk ini.
Dan saat ini hati Serra menjadi terguncang ketika dia turun dari mobilnya di parkiran Apartemennya.
Disana, ada seseorang yang begitu dikenalnya.
Dirinya bisa melihat pemuda itu basah kuyup disekujur tubuhnya.
Serra berjalan mendekati orang itu,
"Reno?? Kamu kenapa kamu disini?"
Disini, Reno hanya bisa diam dan tidak menjawab gadis itu.
"Reno? Kamu terlihat kedinginan, mari segera masuk kedalam," kata Serra lagi sembil mencoba mengandeng pemuda itu untuk masuk, namun Reno terlihat tidak mau bergerak.
"Reno?"
"Serra... Kenapa?" Suara sedih Reno barusan membuat Serra sekali lagi terguncang.
"Reno? Apa yang kenapa? Apa apa?"
"Bukankah aku yang harusnya bertanya padamu? Kamu tidak lihat semua berita soal acara Pertunangan dan Pernikahanmu itu disemua berita?"
"Ayolah, aku pikir kamu mengerti? Ini hanya pura-pura oke? Ini hanya hal-hal palsu dan akting sementara, kamu harus mengerti itu oke?"
"Aku tidak mengerti."
"Reno! Kamu tidak tahu, kalau posisiku cukup sulit,"
"Apa yang aku tidak tahu?? Aku sudah cukup bersabar selama ini!"
"Tapi bagaimana denganmu? Bukankah kamu juga bahkan memiliki calon Tunangan? Dan semua orang juga membicarakan hal ini!! Kamu pikir aku mau melihat kamu berdua dengan gadis lain disana?"
"Tapi itu hanya gosip saja! Dan aku tidak pernah mengumumkan ini secara langsung! Tapi lihat! Kamu bahan mengumumkan Pertunanganmu itu disemua media yang akan dilakukan bulan depan!"
"Reno, kamu harus tahu kalau ini dibutuhkan....."
Disini, Reno memiliki perasaan yang cukup rumit, lalu tiba-tiba berkata,
"Serra.... Mari tinggalkan Keluarga Lee dan pergi bersamaku... Aku akan memberikan segalanya untukkmu...." Katanya tiba-tiba sambil menarik tangan Serra.
Mendengar itu membuat Serra menjadi kaget.
Namun itu hanya sesaat saja, dan dia kembali ke rasionalitasnya.
"Aku tidak bisa, Reno! Kamu harus mengerti!" Katanya lalu melepaskan tangan Reno darinya.
"Serra!!"
"Tolong bersabarlah sebentar lagi oke?" Kata Serra lagi.
Disini, Reno masih terdiam dan tidak menjawab.
__ADS_1
####
Bersambung