Cinta Diam-diam

Cinta Diam-diam
Part 34: Rencana Masing-masing


__ADS_3



Setelah makan malam, Serra kembali ke kamarnya dengan tenang. Dirinya merasa lega setelah bisa meyakinkan Kakeknya.


Dan sangat baik untuk bisa meyakinkan Kakaknya Johan.


Disaat seperti ini lebih baik berpura-pura menurut dari pada mencoba menentang dengan segala cara.


Mungkin beberapa orang akan berpikir di saat-saat seperti ini akan mencoba menentang Keluarganya atau melakukan hal-hal nekat demi bersama dengan orang yang dicintainya.


Namun hidup itu harus realistis, kamu harus tahu apakah kamu bisa menentangnya, apakah kamu cukup memiliki kekuatan dan apakah kamu punya rencana kedepannya.


Baik Keluarganya ataupun Keluarga Reno, jelas memiliki kekuatan yang yang cukup untuk menentang mereka untuk bersaing dan bertarung satu sama lain.


Untuk melakukan sebuah jebakan keji untuk memisahkan mereka dan menghancurkan hubungan mereka, ataupun menyiksa salah satu dari mereka itu adalah hal-hal yang mudah dilakukan oleh Keluarga mereka.


Awalnya dirinya juga sudah menduga hal-hal ini, untuk bisa bersama dengan Reno dirinya harus memiliki cukup kekuatan.


Namun saat ini dirinya masih lah begitu muda dan belum memiliki kekuatan apapun.


Makanya dirinya pikir akan lebih baik jika dirinya dan Reno bisa berkencan setelah mengurus ujian masuk Universitas mereka, lalu bisa berkencan diam-diam tanpa orang lain tahu.


Dirinya harap Reno juga paham soal hal ini, dan menyadari fakta ini dan lebih baik untuk menurut dan tidak menentang dulu.


Jika kamu ingin suara kamu didengarkan dan ingin bisa melawan sesuatu yang lebih kuat darimu maka pelan-pelan mengumpulkan kekuatan.


Tempat paling aman mengumpulkan kekuatan adalah tetap dekat dengan musuh, membuat musuh terlena, mempersiapkan jebakan yang hati-hati dan buat mereka tidak memiliki pilihan lain selain menurut.


Dirinya benar telah bertahun-tahun berada pada Keluarga ini, tentu dirinya tidak bisa melepaskannya begitu saja, dirinya harus memenangkan kompetisi ini dan mendapatkan Harta Keluarga Lee.


Sejujurnya dirinya memang cukup muak dengan persaingan ini tapi dirinya sudah masuk terlalu dalam selama bertahun-tahun, jika dirinya mundur secara tiba-tiba bukankah ini hanya akan membuat musuh-musuh senang akan kejatuhannya?


Ini adalah kompetisi tentang Harta, Tahta dan Cinta.


Dirinya akan memastikan mendapatkan segalanya tanpa terkecuali tanpa melepaskan apapun dan tanpa kehilangan apapun.


Ini adalah cara dirinya bertindak, hati-hati dan tidak gegabah.


Tapi lebih baik mencari cara dulu agar bisa bertemu atau berkomunikasi dengan Reno.


Ini juga tergantung Reno bagaimana dia bisa membuktikan dirinya dan mengatasi keadaan ini.


Dan terkadang hal-hal diluar dugaan sering terjadi, jadi sebaiknya mempersiapkan rencana untuk hal-hal terburuk.


Ya, paling penting mencoba menghubungi Reno, jika salah bisa jadi kesalah pahaman besar yang berujung pada hal terburuk.


Yups dirinya tahu kisah paling populer yang berjudul Romeo dan Juliet, karena kesalahpahaman dalam hal informasi berakhir dengan akhir yang menyediakan.


Informasi adalah kunci utama.

__ADS_1


Jadi bagaimana berikutnya....


Di dalam kamarnya sambil menatap ke luar ke arah jendela Serra mulai berpikir tentang banyak hal.


Ah... Sangat merindukan Reno.....


...####...


Ini adalah di suatu tempat yang jauh, lebih ke mengarah ke luar kota. Cukup jauh dari keramaian Ibukota yang megah.


Sebuah mobil sport berwarna biru, melaju dengan cukup kencang, melewati jalanan yang cukup sepi malam ini.


Tujuannya adalah sebuah Villa megah yang ada di balik bukit.


Namun sang pengendara memiliki wajah yang kurang menyenangkan.


Seolah ada sebuah rasa enggan untuk datang ke tempat ini.


Tentu saja sebenarnya Reno tidak ingin pergi kesini.


Ini adalah sebuah makan malam yang sudah Reno rencanakan dengan orang itu.


Dengan siapa?


Ayah Kandung Reno.


Tentu masalah orang tuanya adalah masalah yang tidak ingin Reno ingat lagi.


Namun semua hal tidak berjalan dengan lancar.


Hati manusia sulit ditebak, hal-hal yang berkaitan dengan hati itu bisa dipaksakan itulah akhir pernikahan bisnis kedua orang tuanya.


Makanya dirinya tidak mau menikah dengan orang yang tidak dicintainya, dirinya tidak mau berakhir seperti kedua orang tuanya.


Pernikahan untuk bisnis, pernikahan kontrak walaupun ada beberapa yang mungkin berakhir dengan bahagia, namun ada juga yang berakhir dengan tragedi.


Tidak ingin mengulang kisah yang sama, dirinya ingin jatuh cinta dan menikah dengan normal.


Kakeknya sangat sulit untuk dibujuk. Dan kelihatannya masalah antara Kakeknya dan Kakek Serra bukan hal yang simpel seperti yang dirinya kira.


Dirinya sudah dengar dari Kakeknya salah satu penyebab dari Neneknya meninggal adalah Keluarga Lee.


Kisah balas dendam panjang, memikirkan ini Reno jika sedikit sulit untuk menerimanya.


Tapi itu adalah kisah-kisah dari masa lalu kisah-kisah orang yang telah pergi kenapa mempermasalahkan sekarang?


Kita tidak hidup untuk orang yang sudah mati tapi kita hidup untuk saat ini orang-orang yang masih hidup.


Dirinya merasa orang-orang yang lebih tua terlihat tidak masuk akal.


Apakah ada masa lalu lebih penting daripada kebahagiaan yang ada saat ini?

__ADS_1


Apakah kebahagiaan dirinya ini tidak penting?


Ya sejak kecil Reno juga merasakan ini, dari awal kebahagiaan dirinya itu tidak penting, bahkan bagi kedua orang tuanya.


Mereka berdua akhirnya bercerai bukan?


Dan lagi saat ini Ayahnya.....


Ya lupakan tentang masalah itu sekarang. Yang paling penting adalah yang meminta bantuan.


Dirinya membutuhkan dukungan, jika Kakeknya benar-benar memaksa dirinya dan semua hal-hal yang terjadi, dirinya saat ini tidak bisa apa-apa.


Jadi meminta bantuan pada yang lebih berkuasa adalah hal yang bijaksana.


Reno juga tahu, mungkin sekarang Serra juga sedang memikirkan banyak cara menyelesaikan masalah ini.


Sebentar lagi ujian kelulusan namun daripada belajar kenapa dirinya malah mengurus hal-hal ini?


Baik, dirinya akan menyelesaikan ini secepatnya dan akan benar-benar belajar dan fokus untuk ujian.


Peringkatnya sudah naik sejauh ini, dan dirinya masih akan naik lagi, menjadi lebih berguna dan lebih layak untuk Serra nantinya.


Ketika Reno sedang sibuk berpikir, hujan tiba-tiba turun.


Namun untunglah Reno sudah sampai di Villa yang ditujunya.


Sampai di parkiran ada seorang pelayan yang menyambutnya.


"Selamat datang, Tuan Muda. Tuan Besar sudah menunggu di ruang makan."


"Baik, aku mengerti," kata Reno sambil turun dari mobil lalu mengikuti pelayan itu.


Ini adalah salah satu Villa milik Ayahnya, Reno beberapa kali kesini. Ini adalah tempat untuk berlibur, atau bersantai.


Dulu saat dirinya masih kecil ayahnya sering mengajak ke tempat yang mirip dengan ini untuk berburu di hutan.


Melihat villa ini terasa sangat nostalgia dan mengingatkan dirinya akan hari-hari indah bersama Ayahnya dulu.


Namun itu adalah dulu hari-hari indah telah berlalu, dan hanya rasa pahit yang tersisa.


Masalah benar-benar rumit bukan?


Memikirkan ini jadi teringat pada Serra.


Sangat merindukannya.....


Kuharap kami akan segera bertemu lagi...


Aku akan memenuhi janjiku...


__ADS_1


Catatan Penulis: Cerita ini ada PV lagunya cocok didengarkan pas baca, kalau mau liat bisa diprofilku, di post agak bawah.


__ADS_2